
Dipelabuhan kota Valencia, Andres mencoba menenangkan pikirannya dengan menikmati pemandangan samudera, dia sangat terpukul melihat keadaan sahabatnya seperti itu. Saat menikmati keindahan samudera, dari kejauhan terlihat sebuah kapal pukat yang ingin berlabuh. Tak lama kemudian kapal itu pun sampai di pelabuhan Valencia dan tak sengaja Andres melihat Baltasar berada di atas kapal itu
"Baltasar!! Itu Baltasar?" ujar Andres tidak percaya apa yang dia lihat
"Haaaaaaa..... Akhirnya kita bisa melewati badai itu" ujar pak Bill
"Iya pak.." ujar Baltasar sambil tersenyum
"Apa kau langsung mau pulang?" tanya pak Bill sambil beres-beres
"Iyaa..."
"Baiklah, hati-hati ya! Kapan-kapan datanglah kerumahku nak. Kau menyimpan alamat rumahku kan?" tanya pak Bill untuk memastikan
"Tentu saja" ujar Baltasar sambil memperlihatkan kertas yang tertera alamat pak Bill
"Panggil saja aku paman! Paman Bill"
"Baiklah paman." jawab Baltasar dengan ramah
Andres pun datang menghampiri mereka "Baltasar!" panggil Andres
"Andres! Apa kabar?" tanya Baltasar dengan kaget melihat sahabatnya itu ada disana
"Kamu yang apa kabar? Kemana saja kau selama ini. Apa yang terjadi? Kau keliatan sangat kurus Baltasar. Apa yang terjadi, ceritakan padaku?" ujar Andres dengan penuh pertanyaan
"Nanti saja aku cerita! Ouh ya Ndres kenalkan ini paman Bill, dia pemilik kapal pukat ini, seorang penjelajah samudra" ujar Baltasar memperkenalkan pak Bill kepada Andres
"Alias nelayan" jawab pak Bill dengan nada leluconnya
"Saya Andres paman, temannya Baltasar!" ujar Andres memperkenalkan dirinya
"Iya salam kanal, Baltasar paman beres-beres dulu ya" ujar pak Bill bergegas pergi meninggalkan mereka
"Biarku bantu!" tanya Baltasar menawarkan bantuan
"Tidak usah, kamu pulanglah dan istirahat!!" suruh pak Bill tidak mau merepotkannya
"Baiklah paman." jawab Baltasar dan bergegas pergi dengan Andres
"Apa kau kembali kerumah Alessandro?" tanya Andres penasaran
"Tidak, aku hanya mau mengambil barang-barangku saja disana" jawab Baltasar dengan nada sedikit sedih
"Kenapa? Terus dimana kau akan tinggal" tanya Andres keheranan
"Aku akan cari apartemen yang disewakan!"
"Hmmm, pulanglah ke apartemenku!" ajak Andres menawarkan untuk tinggal bersamanya
"Tidak usah Ndres" ujar Baltasar menolak ajakan Andres dengan sopan
"Tidak, Lihatlah dirimu begitu kotor dan bau amis. Ayolah kau bisa mandi dan bisa beristirahat di apartemenku!" ucap Andres dengan memaksa
...........
Saat makan siang pun tiba, suster segara mengantarkan makan siang untuk Alessandro "Ah makananmu sudah datang!" ujar ibu tirinya itu
"Aku tidak mau makan!" ujar Alessandro dengan tegas
"Kau tidak bisa menolaknya sayang, kau harus makan sesuatu" ujar ibunya dengan lembut
"Aku tidak mau, siapa kau mengaturku" ujar Alessandro mulai kesal
Tiba-tiba ayahnya datang dan membujuknya untuk makan "Makan nak! Ayo makan, biar kau cepat sembuh ya"
"Aku bilang aku tidak mau! Aku tidak mau makan!" Alessandro berteriak histeris
"Baiklah baiklah sayang! Kau bisa makan nanti, sudahlah. Suster bawa makanan itu pergi" ujar Ibu itu sambil membelai rambutnya
Tak lama kemudian dokter Yozi pun datang "Alessandro apa kabarmu? Aku datang untuk mengabari kondisimu, kenapa ini terjadi? Bagaimana kau bisa sembuh? Dan apa yang harus kau lakukan agar bisa sembuh ya"
"Aku tidak ingin bicara!" ujar Alessandro dengan cuek
"Tapi aku ingin mengatakan kabar baik, dengar!! Kau akan bisa berjalan lagi jika rutin mengikuti terapi fisik, ini tidak akan lama, yang penting kau percaya dan jangan hilang harapan ya" ujar dokter Yozi menyemangati Alessandro
Tiba-tiba Alessandro berteriak sambil mengacak-ngacak rambutnya dengan histeris "Lebih baik aku mati! Kenapa kau menyelamatkan aku? Lebih baik jika aku matiiii!! aku ingin mati daripada hidup seperti ini, kenapa kau menyelamatkan aku? Aku tidak ingin hidup seperti ini, kau mengerti! Aku tidak ingin hidup seperti ini, aku ingin mati saja!!"
"Alonzo apa yang dia katakan?" tanya nyonya Dilara sambil menangis melihat keadaan Alessandro seperti itu.
"Tenanglah Dilara semua akan baik-baik saja" ujar tuan Alonzo dengan tegar
............................
(Di apartemen Andres)
Saat Baltasar sedang mandi, Andres pun pergi ke dapur untuk menyiapkan teh, seperti biasanya Baltasar sangat suka meminum teh.
"Ndres, apa boleh aku pinjam handukmu?" teriak Baltasar dari dalam kamar mandi
"Tentu saja! Apa kau ada bawa baju ganti?" tanya Andres
"Tidak!!"
"Baiklah, pakai saja bajuku"
"Terimakasih" jawab Baltasar
Selesai membuat teh, Andres membawanya ke ruang tamu dengan setoples cemilan "Apa sudah selesai?" tanya Andres
"Iyaa"
"Kemarilah, kita minum teh" ajak Andres yang sudah siap untuk mendengarkan kabar dari Baltasar
Selesai mandi dan mengganti pakaian, Baltasar langsung menghampiri Andres "Balt? Apa yang sebenarnya terjadi, kemana saja kau pergi. Kau tau kami mencarimu kemana-mana, bahkan para polisi sampai menutup kasusmu yang menghilang secara misterius" ujar Andres
"Aku tidak ingat yang terjadi padaku Ndres, saat itu aku pulang kerumah Alessandro selesai dari kampus, disana aku bertemu dengan seorang ibu-ibu lagi memasak didapur, aku menyapanya! Dan dia malah marah-marah dan menuduhku sebagai perampok karena masuk kerumahnya tanpa izin." ujar Baltasar sambil menikmati secangkir teh yang disediakan oleh Andres
"Emang siapa ibu-ibu itu, apa nyonya Sofia?" tanya Andres penasaran
"Bukan Ndres! Hari pun semakin gelap, aku tidak tahu harus pergi kemana, aku teringat kalau malam itu Kylie mengadakan pesta festival dirumahnya, aku datang kesana. Saat pestanya usai aku sangat pusing dan aku pergi dari sana dan kemudian aku tidak tahu apa yang terjadi?" ujar Baltasar dengan ekspresi wajah yang bingung
"Apa kau minum-minum?" tanya Andres lagi
"Iya, Luiz mengajakku melakukan permainan, jika aku berhasil maka aku harus meminum bir itu." jawab Baltasar
"Iya saat aku sadar, aku sudah berada di atas kapal pukat"
"Di atas kapal paman Bill tadi?" tanya Andres untuk memperjelas
"Iya, disana ada empat awak kapal lagi, ada pak Murp, pak Feron, pak Eduar dan pak Afdet dan aku tidak bisa pulang, karena mereka akan berlayar mencari ikan kurang lebih selama tiga bulan."
"Ya ampun Baltasar! Bagaimana bisa kau berada disana? Kami mencarimu kemana-mana, bahkan polisi sudah melacakmu keseluruh Spanyol. Apa kau akan kembali kerumahnya Alessandro?." tanya Andres lagi
"Tidak, aku sudah diusir dari sana."
"Tapi itu kan bukan Alessandro ataupun nyonya Sofia" tegas Andres
"Mungkin itu saudaranya" jawab Baltasar dengan sedikit kesal
"Hah? Setau aku disana cuman ada dua orang pembantu dan seorang supir, namanya bibi Maria, bibi Rosy dan pak Nayak, bisa jadi bibi Maria ataupun bibi Rosy kan mereka belum mengenalmu dan berfikir kamu adalah perampok" ujar Andres memberi tanggapannya
"Tidaklah Ndres, aku tidak akan kembali kesana lagi. Ouh ya bagaimana kabar Alessandro?" tanya Baltasar penasaran
"Selama kau menghilang, masalah menimpa kami bertubi-tubi Balt" ujar Andres dengan nada lesu dan raut wajah yang letih
"Masalah apa?" tanya Baltasar
"Aku tidak tau harus mulai darimana? Mungkin aku akan memberitahu yang paling buruk terlebih dahulu!"
"Apa yang terjadi? Jangan membuatku gelisah Ndres" tanya Baltasar
"Nyonya Sofia!" ujar Andres sambil menahan kesedihannya
"Kenapa, apa yang terjadi?" Baltasar terlihat mulai khawatir
"Nyonya Sofia telah pergi"
"Pergi? Maksudnya" ucap Baltasar dengan nada yang gemetar
"Nyonya Sofia telah meninggal"
"Apa!??" teriak Baltasar dengan kaget
"Dia mengalami kecelakaan tunggal"
"Jangan bercanda Ndres! Aku tidak suka itu" Baltasar terlihat tidak percaya dengan apa yang diomongin Andres
"Aku tidak bercanda Balt!! Nyonya Sofia mengalami kecelakaan saat mencari Emilia yang kabur dari rumah" tegas Andres "Emilia kabur dari rumahnya karena diusir oleh ibunya, saat Emilia di Canary Island, dia jadi buronan. Katanya dia dituduh sudah merampok rumah orang terpandang disana, karena liontinya ditemukan didalam ruangan kerja rumah itu. Dan dari kasus itu hakim memutuskan hak asuh Alessandro jatuh ke tangan nyonya Sofia tetapi Emilia hak asuhnya jatuh ke tuan Alonzo, ayahnya. Nyonya Sofia sangat terpukul dengan semua kejadian itu"
"Hah?! Terus bagaimana dengan kasus itu?" ujar Baltasar
"Kasus itu sudah diselesaikan sama tuan Alonzo"
"Lalu kenapa hak asuh Emilia bisa jatuh ke ayahnya!!"
"Iya, katanya nyonya Sofia tidak bisa mengurus Emilia dengan baik, hal itu ada hubungannya dengan kasus buronan itu juga." sahut Andres
"Tunggu-tunggu! Apa Emilia benar-benar melakukan itu"
"Kurasa tidak, tapi entah bagaimana pihak polisi bisa menemukan liontinya itu di tempat kejadian. Nyonya Sofia pun tidak berniat mengusirnya, dia hanya Emosi sesaat, tetapi Emilia malah kabur dari rumah"
Terlihat Baltasar menarik nafas sambil memejamkan matanya, agar tetap tegar "Cukup Ndres! Aku tidak kuat mendengar apapun lagi darimu" Baltasar tidak bisa menerima kenyataan kalau nyonya Sofia yang telah dianggap sebagai ibunya telah pergi untuk selamanya
"Kau saja tidak kuat untuk mendengarnya, apalagi kami yang menjalaninya. Gelar tim basket terbaik University Of Valencia yang pernah kita dapatkan sekarang sudah di cabut oleh pihak akademik"
"Kenapa bisa!?" tanya Baltasar
"Aku difitnah membuat kerusuhan dikampus, aku dituduh mencoret dinding kampus dengan tulisan [Kenapa kau meninggalkanku demi si Peter sialan itu, Anna aku masih mencintaimu]" ucap Andres dengan nada kesalnya
"Anna, siapa dia?" tanya Baltasar kebingungan
"Dia pacarku Balt, aku belum sempat memperkenalkanmu dengan dia dan sekarang kami putus, dia sekarang bersama Peter, seorang mahasiswa juga di universitas kita"
"Terus apa lagi yang terjadi?"
"Ya, aku dipanggil ke ruang akademik, dan disuruh untuk membereskan kekacauan itu, malamnya aku dan Alessandro mengecat ulang dinding itu. Keesokan harinya, tepatnya disore hari saat aku lagi latihan basket sama tim kita, tiba-tiba Peter datang menghampiriku dan menghajarku, yang lain ikut membantuku dan menghajar balik si Peter. Gara-gara itu kami di panggil lagi ke akademik, alasan Peter menghajarku karena semua orang jadi tau kalau dia seorang penikung pacar orang, dia pun di skor selama satu Minggu, sedangkan kami sudah mencemari nama tim basket terbaik University Of Valencia, oleh sebab itu gelar kami dicabut." ucap Andres dengan lesu
"Kemudian beberapa hari yang lalu, mantannya Laura kembali dari Amerika, dia meminta Laura balikan tapi Laura tidak mau, Alessandro pun sempat menantang pria itu untuk battle instrumen, jika Alesso menang maka dia tidak boleh mengganggu Laura tapi jika dia yang menang maka dia boleh balikan sama Laura dan Alessandro tidak akan mengganggu mereka lagi." ujar Andres lagi
"Kenapa bisa dia mempertaruhkan Laura?" tanya Baltasar dengan kagetnya
"Aku sudah bilang padanya, itu tidak benar jika Laura tau dia pasti akan marah, tapi Alessandro yakin kalau dia yang akan menang dari tantangan itu, padahal sebaliknya Alessandro kalah Balt. Dan sekarang Laura tau semuanya, dia marah! Dia marah besar, dia melampiaskan kemarahannya itu dengan menjadi pacarnya Bonito"
"Apa!? Apa dia gila" ucap Baltasar mulai emosi
"Entahlah Balt, dan sekarang Alessandro berada dirumah sakit!"
"Apa lagi yang terjadi dengan Alesso?"
"Alessandro dikurung didalam toilet perpustakaan oleh seseorang semalam, Alessandro mencoba bangun dari kursi rodanya untuk keluar dari toilet itu, dia malah kepeleset dan kepalanya terbentur."
"Hah, siapa yang berani melakukan tindakan seperti itu?"
"Kami semua tidak tau, tuan Alonzo dan ibu tirinya Alessandro langsung datang ke kampus untuk mencari Alesso, dan tuan Alonzo sempat menuntut kampus jika pelaku itu tidak ditemukan" jawab Andres
"Bagaimana kabar Alesso sekarang?" tanya Baltasar lagi
"Dia sudah siuman, ayah sama ibu tirinya yang mengurusnya disana."
"Apa kau tidak pergi menemaninya?"
"Dia mengusirku Balt, aku datang dengan membawakannya coklat, dia malah melempar coklat itu, dan menyuruh aku pergi, dia anggap aku datang untuk mengejeknya"
"Kenapa dia sangat marah padamu?"
"Mungkin karena aku tidak setuju kalau Laura jadi taruhan dalam permainan konyol mereka." ujar Andres dengan nada pasrah
"Iya, aku paham Ndres! Kau telah melakukan hal yang benar. Maaf aku tidak ada bersama kalian saat itu"
"Tidak apa-apa, sekarang aku lega kau kembali teman. Kami sangat merindukanmu!" ucap Andres sambil memeluk sahabatnya itu.
...******...
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Next eps selanjutnya!!