Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Mencoba tegar



Hari-hari duka telah berlalu, tetapi hati tetap berduka! Hidup tidak akan berhenti cuman karena sebuah duka, Alessandro mencoba mengikhlaskan kepergian ibunya.


"Pak mari kita berangkat!" ujar Alessandro pada pak Nayak


Alessandro pun segera pergi ke kampus, sesampainya disana Laura menghampirinya


"Hai Alesso! Bagaimana keadaanmu?"


"Aku baik!" ujar Alessandro tersenyum karena melihat sedikit perhatian dari orang yang dia sukai


"Syukurlah! Ayo kita bergegas masuk" ajak Laura sambil mendorong kursi rodanya


Mereka belajar seperti biasanya, selesai dari kampus Alessandro segera dijemput oleh pak Nayak


"Alesso!" panggil Andres menghampirinya


"Ya!" Jawab Andres sambil menoleh kebelakang


"Kita pergi jalan-jalan yok!" ajak Andres mencoba menghibur Alessandro


"Kemana? Kurasa jangan hari ini" ujar Alessandro menolak dengan halus


"Ayolah, jangan mengurung diri terus dirumah!" ujar Andres memohon


"Baiklah! Pak aku pergi bersama Andres ya" ujar Alessandro pada pak Nayak


"Ya tuan!"


Mereka pun pergi ke restoran pelegri, tempat dimana Baltasar menari untuk Alessandro yang mencoba menghiburnya, terlihat Alessandro murung dan hampir tidak ada senyum diwajahnya.


"Alesso! Aku tau apa yang kamu alami sangatlah berat, ibumu telah pergi dengan tenang, cobalah untuk mengikhlaskan sepenuhnya" ujar Andres menyemangati Alessandro


"Tidak semudah yang diucapkan Ndres! Selama 12 tahun, ibuku mengurus kami dan sekarang_?" Alessandro meneteskan air matanya seketika


"Ya aku paham! Seandainya Baltasar ada disini pasti dia tau cara menghiburmu" ujar Andres dengan penuh harap agar Baltasar berada bersama mereka


Alessandro tidak memakan sedikitpun makanannya, dia terlihat hanya memain-mainkan makanan


"Kenapa makanannya tidak dimakan?" tanya Andres


"Aku tidak begitu lapar" jawab Alessandro yang hanya memainkan makanannya


"Jangan menyiksa dirimu sendiri" ujar Andres dengan kasihan melihat Alessandro


"Biarkan saja, lagi pula tidak ada artinya buatku untuk hidup" ujar Alessandro


"Apa yang kamu bicarakan, kau bukan Alesso yang ku kenal! Alesso yang ku kenal dia selalu kuat, dia tidak seperti ini" ujar Andres


"Hmmm! Kekuatanku sudah hilang, liat aku sekarang Ndres! pria cacat dan sendirian, aku punya dunia di kakiku, aku meraih semua kemenangan untuk ibuku dan sekarang apa yang aku miliki? Tidak ada, tidak ada Ndres!" ujar Alessandro sambil berteriak terbawa emosi


Semua orang direstoran melihat mereka dengan keheranan, Andres terlihat kebingungan bagaimana dia harus menasihati dan menyemangati temannya itu.


"Boleh kita pulang sekarang?" tanya Alessandro yang sudah mulai merasa jenuh


"Baiklah" ujar Andres dengan sedikit terpaksa


Mereka pun segera pergi dari sana, sesampainya dirumah, Andres mengantarkan Alessandro ke kamarnya


"Tinggalkan aku sendiri Ndres" ujar Alessandro dengan nada lesu


"Baiklah!" ujar Andres dengan sedih melihat keadaan temannya itu


Andres segera pergi ke kamarnya Baltasar, disana dia melihat koleksi buku-bukunya Baltasar.


.......................................


Dipihak lain orangnya Bonito begitu bergembira dengan penderitaan yang dialami oleh Alessandro, tetapi sangat berbeda dengan Dary, dia sama sekali tidak menikmati apapun dari penderitaan orang lain.


"Sekarang apa! Semua sudah kita singkirkan, Andres kehilangan tim basketnya, Baltasar sudah tiada dan Alessandro larut dalam kesedihannya. Inilah yang disebut kemenangan" ujar Bonito dengan bahagia


"Ya tentu saja kita bisa menjatuhkan mereka! Tapi keliatannya Dary tidak menikmati kebahagiaan kita" ujar Fernando


"Terus maumu apa?" tanya Marco


"Entah, aku tidak tahu! Terkadang aku berfikir dua kali apa aku benar berteman dengan kalian" ujar Dary dan segera pergi dari sana


"Bon! Kita harus selalu pantau dia, seperti dia akan mengkhianati kita" ujar Marco


"Kurasa tidak, dia emang selalu begitu dari dulu, dia harus berfikir seribu kali kalau mau mengkhianatiku" ujar Bonito dengan penuh keyakinan


"Jangan terlalu yakin! Dia bisa saja berpaling" ujar Fernando sambil menyusul Dary


"Dary. Dary tunggu kenapa denganmu?" panggil Fernando sambil mengejarnya


"Tidak apa-apa!" jawab Dary dengan cuek


"Apa kami melakukan kesalahan kepadamu? Kenapa kau seperti ini sekarang? Ceritakan padaku" ujar Fernando dengan lembut


"Aku hanya tidak tega saja melihat Alessandro! Yang kita lakukan ini sudah kelewatan Fer" ungkap Dary


"Kau mulai kasihan pada pria itu, apa kau akan mengkhianati kami?" tanya Fernando penasaran


"Itu bukan sifatku, aku tidak akan mengkhianati kalian, tapi aku hanya mau kejahatan yang kita lakukan itu cukuplah ini yang terakhir" jawab Dary


"Iya iya, ayolah kita masuk! Jangan membuat mereka curiga dengan sikapmu ini, aku akan membuat mereka mengerti dengan semua ucapanmu itu" ujar Fernando sambil tersenyum


.................................


Disebuah mall Laura yang sedang berbelanja tak sengaja bertemu dengan Kylie yang sedang berbelanja bersama Cindy


"Wah wah wah, sepertinya kalian sangat asik nih" ujar Laura menghampiri mereka


"Tentu saja apa kau mau ikut!" jawab Kylie sambil tersenyum


"Sorry!" ujar Laura sambil menggelengkan kepalanya "Aku ingin bertanya sesuatu padamu, apa semua kesenangan ini untuk merayakan kehilangan Baltasar?" ujar Laura menyindir Kylie


"Maksudmu apa?" tanya Kylie penasaran


"Aku tau siapa kamu Kylie! Kau adalah seorang wanita penggoda, kau kan juga dekat dengan orangnya Bonito, bisa saja dia menyuruhmu untuk menggoda Baltasar dan kalian menculiknya" ujar Laura dengan tegas


"Tunggu tunggu tunggu! Maksudmu apa Laura, apa hubungannya aku dan Bonito sama hilangnya Baltasar?" Kylie masih tidak mengerti dengan omongan Laura


"Semua orang tau kalau Bonito punya masalah dengan Baltasar, ya bisa jadi kan dia menyuruhmu untuk melakukan siasat ini, dibayar berapa kau sama dia?" tanya Laura


"Jaga ucapanmu ya Laura! Kau sudah kelewatan batas" ujar Cindy mulai marah melihat sahabatnya dihina


"Hmmmm!" Laura bersikap sok cuek dengan Cindy


"Aku tau kamu masih memiliki dendam denganku karena masa lalu, tapi itu adalah masa lalu Laura." ujar Kylie


"Dengan adanya masa lalu, makanya aku tau betul kamu itu orangnya gimana! Aku terima masa laluku kehilangan Maverick, tapi untuk sekarang ini. Jangan pernah!" ujar Laura


"Wau, apa kau menyukai Baltasar?" tanya Kylie nada mengejek


"Baltasar, Alessandro dan juga Andres adalah temanku, jadi aku tidak mau jika teman-temanku itu terperangkap sama seperti yang kau lakukan pada Maverick" ujar Laura dengan kesal


"Maverick yang meninggalkanmu Laura, itu tidak ada sangkut pautnya denganku. Biar ku beri tahu kenapa dia meninggalkanmu, karena kamu terlalu cemburuan, dia tidak tahan dengan tingkahmu itu" ujar Kylie memberitahu


"Faktanya! Kau menyuruh temanmu itu Luiz untuk mendekatiku. Bahkan kau mengunciku di toilet sekolah bersamanya dan kemudian kau memfitnahku sehingga Maverick marah dan pergi dariku, aku akan ingat kejadian itu seumur hidupku Kylie." ujar Laura dengan marah


Kylie langsung pergi dari hadapan Laura dan tidak merespon omongan Laura.


"Mau kemana kau?" teriak Laura


...**********...


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!!