
Pada malam yang sama Emilia bersama kakanya Alessandro pergi jalan-jalan keluar untuk menikmati kebersamaan mereka. Mereka membeli jajan dan menikmati keindahan laut dimalam hari sambil menceritakan masa-masa kecil mereka dulu.
"Sepertinya sangat enak tolong dibungkus dua ya!" ujar Alessandro pada penjualan jajanan
"Baiklah"
"Kakak, jangan menggodaku aku tidak mau makan kentang rebus seperti ini" sahut Emilia menolaknya
"Kenapa?"
"Itu karena aku tidak suka kentang"
"Iya, tapi kan kamu belum pernah makan kentang rebus kan?" ucap kakaknya memaksa
"Hmmmm"
"Silakan pilih rasa apa?" tanya penjual kentang pada Emilia
"Mmmmmm! Yang ini saja" tunjuk Emilia
"Tolong serbetnya yaa!!" ujar Alessandro pada penjual
"Oo iyaaa! Ini dia hati-hati" ujar penjual memberikan kentang rebus pada Emilia
"Terimakasih" ucap Emilia
"Hati-hati yaa makanan ini masih panas" titah Alessandro
Emilia menganggukkan kepalanya sambil mencicipi kentang rebus "Hmmm ini lezat!!"
"Apa kamu suka?" tanya Alessandro
"Hmmmmm" Emilia menganggukkan kepalanya
"Kalau begitu kita akan duduk sana ya! kakak akan menyusul." tunjuk Alessandro kesalah satu bangku taman
Emilia pun pergi menuju ke bangku taman yang ditunjuk kakaknya itu sambil menunggu kakaknya membeli jajan lainnya. Tiba-tiba ada dua pria yang lagi mabuk menambrak Emilia sehingga membuat kentang rebusnya jatuh
"Heh apa yang kau lakukan? Hati-hati kalau berjalan!" tegur Emilia
"Kau yang tidak melihat jalan!!" bantah pria itu sambil meninggalkan Emilia
"Heh malah pergi! Ayo minta maaf dulu, apa kau bodoh?" teriak Emilia
"Ooooo bodoh, bukankah kau yang bodoh!!" ujar pria itu menghampiri Emilia lagi
"Sebaiknya kau pergi jangan cari masalah disini!" ujar pria satunya lagi mendorong Emilia
"Heyyy! Kalian yang berjalan tanpa melihat-lihat dan kalian sekarang menyuruh aku pergi!? Hah?" teriak Emilia sambil menampar salah satu pria itu
Semua orang mulai memperhatikan mereka disana
"Diam! Jangan cari masalah di malam hari nona!!" ucap pria itu mulai panik melihat banyak orang yang memerhatikan mereka
"Heh! Pertama jaga mulutmu ya, kau itu tidak sopan tau." ucap Emilia
"Wahhh dia mengajariku sopan santun" ucap pria itu sambil menunjuk jarinya ke arah Emilia
"Jaga mulutmu itu ya" Emilia menekukkan jari pria itu
"Aaaaa sakit!" teriak pria itu
"Wahh anak ini ingin memukulmu, hah berani sekali dia!?" ucap pria itu mau memukul Emilia
"Emiliaaa!!! Pergi kalian!" teriak Alessandro yang bergegas menghampiri mereka dengan kursi rodanya
"Emang kenapa hah! Siapa kau! Apa kau pacarnya, hey nona! Kenapa kau mau pacaran sama pria cacat seperti itu, lebih baik denganku saja. Setidaknya aku bisa melindungimu!!?" ucap pria itu menghinanya
"Sudahlah teman ayo kita pergi!" ucap kawannya yang mulai panik karena orang semakin ramai melihat mereka
"Biar aku beri pelajaran pria itu, sok jadi pahlawan!" ujar pria mabuk itu mau memukul Alessandro. Emilia langsung merebut botol kaca yang berada ditangan pria mabuk itu dan menghantamkannya ke kepalanya
"Aaaaa, apa yang kau lakukan hah! Aaaaaaaaa kepalaku sakitt sekali" teriak pria itu, kepalanya mulai mengeluarkan darah.
Semua orang datang menghampirinya mereka dan melerainyanya. Pria itu ngamuk ingin menghajar Emilia dan kakaknya tetapi di lerai oleh orang-orang disana yang membela Emilia bersama kakaknya.
................................
(Di stadion Mestalla)
Semua hadir untuk melihat perlombaan balapan Oliveira dengan Van, banyak cewek-cewek yang datang mendukung pria favoritnya masing-masing.
"Dimana Oliveira?" tanya mereka yang sudah menunggu Oliveira 20 menit yang lalu
"Entahlah, mungkin dia takut bertanding denganku, kau tau kan dia anak manja" ucap Van
Tiba-tiba sebuah mobil Mazda RX-7 melintas menghampiri mereka. Oliveira langsung membuka kaca mobilnya.
"Wow!! Ini mobilmu Oliveira" tanya cewek-cewek disana sambil menghampirinya
Oliveira segera turun dan mulai memamerkan mobilnya itu di depan teman-temannya "Tentu saja, ini adalah mobil Mazda RX-7 keluaran terbaru tahun ini. Mobil ini tersedia dengan lima kecepatan manual atau empat kecepatan otomatis, semua varian mobil ini menggunakan mesin rotary 13B 1.3-liter. Dapur pacu Mazda RX-7 mampu menghasilkan 255 tenaga kuda. Meski tidak powerful seperti Acura NSX, mobil ini sangat mudah dikendalikan" jelasnya
"Apa kau yakin masih bisa mengalahkannya?" ucap Meraka mepertanyakan keberanian Van untuk bertanding
"Jangan bercanda, mobilnya saja keren! Apankalian yakin dia bisa menyetirnya mwhahahah" ejek Van sambil tertawa
"Langsung saja kita bertanding kalau begitu" tegas Oliveira
"Tentu saja!" jawab Van
"Oke!!" jawab Van dengan gaya soknya
"Peraturan lomba ini adalah, tidak mengurangi kecepatan saat pada belokan, pada saat jeket ini dijatuhkan lomba akan dimulai!"
"Aku akan memulai lombanya, berikan jeket itu padaku." jawab Emma dengan penampilan sexynya
Mereka pun bersiap-siap memulai balapan, Oliveira menatap dengan ambisius terhadap Van.
"Semuanya, sudah siap! One! Two! Three!!!" jeket pun dijatuhkan dan perlombaan dimulai.
Dengan kecepatan penuh Oliveira meninggalkan Van dibelakangnya. Tak mau kalah Van pun juga menancapkan gasnya. "Hati-hati, jangan sampai kepinjak rem!" Ejek Van dengan teriakannya. Oliveira mulai kesal dan dia tidak akan membiarkan Van menang, dengan kecepatan tinggi Oliveira meninggalkan Van di belakang dengan posisi yang jauh, mereka hampir sampai ke garis Finish dengan liciknya Van mengejar mobil Oliveira dan menyerempetkan mobilnya ke mobil Oliveira. Dengan panik Oliveira langsung menghindar yang membuatnya kehilangan kendali saat belokan dan dia pun menabrak pembatas jalan.
"Oliveira!!" teriak teman-temannya sambil menghampiri mobil Oliveira yang hancur
"Oliveira apa kamu tidak apa-apa?" panggil teman-temannya dari luar mobil dan mencoba mengeluarkan Oliveira
Dengan sedikit pusing Oliveira keluar dari mobilnya dan dahinya mulai mengeluarkan darah.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Van yang juga menghampirinya
"Apa yang kau lakukan hah?" teriak Oliveira
"Apa yang aku lakukan?" tanya balik Van dengan rasa tidak bersalah
"Kau menyerempet mobilku dan menghalangi jalanku!!" Olivera mulai kesal dan mulai menyerang Van
"Oliveira sudah sudah!!" Teman-temannya mencoba melerai mereka
"Apa-apa hah? Katakan saja kalau kau itu tidak bisa menyetir." teriak Van mengejeknya lagi
"Kurang ajar kamu ya!" Oliveira langsung menghajar Van
Van pun menyerang balik Oliveira sampai babak belur sehingga Olivera tidak sanggup untuk bangun lagi. "Dasar anak manja, pergi mengadu sama ibumu sana. Dasar keluarga Consuella! Bedebah" ucap Van pada Oliveira yang terbaring lemas sambil pergi meninggalkannya
"Sialan kamu!! Beraninya kau menghina keluargaku" Oliveira langsung bangun dan mengambil pisau didalam mobilnya kemudian menghampiri Van dan menusukkan pisau itu ke perutnya.
"Apa yang kau lakukan Oliveira!!" teriak Espen
..............................
Diruang kerja terlihat tuan Alonzo sibuk menyiapkan dokumen-dokemen perusahaannya, ayahnya tuan Rafael datang menghampirinya dengan langkah yang kecil
"Hadeuhhh, kapan istrimu pulang nak?" tanya tuan Rafael pada anaknya itu sambil duduk diatas sofa
"Aku tidak tau ayah, dia belum mengabariku"
"Kamu tidak meneleponnya?" tanya ayahnya lagi
"Sudah tapi tidak aktif"
"Ooo baiklah, nak!" panggil tuan Rafael dengan suara lesu
"Ya ayah katakanlah!"
"Aku ingin bicara denganmu"
"Iya bicaralah" ujar tuan Alonzo sambil membereskan dokumen-dokumen perusahaannya
"Tolong lihat wajahku!" suruh ayahnya itu
Tuan Alonzo pun menutup berkas dokumennya dan memandangi ayahnya "bicaralah ayah!!"
"Aku ingin meminjam uang padamu" titah ayahnya dengan rasa yang canggung
"Berapa yang ayah butuhkan?" tanya tuan Alonzo
"Eeeeeeee seratus ribu euro nak!" jawab tuan Rafael dengan sedikit gugup
"Seratus ribu euro, aku tidak punya uang untuk ayah hambur-hamburkan" sindir tuan Alonzo
"Apa maksudmu nak? Aku ingin memulai bisnis disini, aku bosan hidup seperti ini" jawab ayahnya
"Jangan coba menipuku lagi ayah, aku tau siapa kamu aku tau semuanya, jangan bermimpi aku akan memberikanmu uang sebanyak itu." tegas tuan Alonzo
"Jangan bicara seperti itu padaku" ucap ayahnya
"Aku tahu apa maksudmu tiba-tiba datang kembali ke Valencia, apa kau sedang dikejar-kejar sama orang, kau berjudi lagi ayah, aku mohon pergilah dan jangan ganggu keluargaku ayah" ucap tuan Alonzo dengan kesal
Kringggggg kringggg kringgggg tiba-tiba handphone tuan Alonzo berdering "Oliveira! Iya nak" sahut tuan Alonzo
"Ayah aku kecelakaan ayah" ujar Olivera dengan suara yang panik dan ketakutan
"Kecelakaan? Apa kau baik-baik saja, dimana kau sekarang?" tanya tuan Alonzo mulai cemas
"Iya aku baik-baik saja, tolong cepat datang, aku di stadion Mestalla" suruh Oliveira bergegas
"Baiklah ayah akan datang!"
"Kenapa? Ada apa!" tanya tuan Rafael pada penasaran pada anaknya, tetapi tuan Alonzo segera bergegas pergi begitu saja
...***...
...Preview...
Jangan terlalu percaya pada wanita
Selanjutnya!! ཚBad Incident'