
12 November
Dua minggu lebih telah berlalu, Baltasar masih belum ditemukan. Pihak polisi tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Baltasar disuruh kota Spanyol.
..........................
Dipagi hari yang cerah tubuhnya masih tergolek diatas kasur empuk dengan mata terpejam seakan tak ingin mengakhiri sisa-sisa malam yang perlahan habis. Ingatannya dengan segar mengingat kebersamaanya bersama Anna, sinar matahari telah mengintip, memaksa menerobos masuk melalui celah-celah jendela seakan ingin memberitahu kalau hari telah berlalu.
"Aku terbang tanpa pernah berhenti, telingaku menjadi tuli, sedangkan mataku tak mampu lagi melihat, satu-satunya jalan yang kutempuh hanya menuju cinta" seulas senyum tersungging di bibirnya, masih dengan mata terpejam. Andres masih mengenang kisah cintanya bersama Anna, tiba-tiba dia terbangun dari mimpinya itu.
"Sial banget sih aku?!" ujar Andres dengan kesal sambil mengacak-acak rambutnya
Wajah Andres memerah memandang sebuah arloji yang terus berjalan dan mengubah waktu ke waktu. Ya itu adalah sebuah kenangan dari seorang wanita yang pernah menjadi bagian dari dirinya. Dunia seakan runtuh, ketika dengan mulusnya Anna mengucapkan "Aku mau hubungan kita berakhir." Ya, dunia memang runtuh, dunia Andres sendiri. Perasaannya yang begitu kacau membuatnya mengobrak-abrik kamar apartemennya.
Andres masih berharap bisa balikan dengan Anna, dengan harapan yang besar dia segera bersiap-siap ke rumahnya Anna untuk membicarakan hubungan mereka, tak lupa Andres mampir disebuah toko bunga, membelikan sebuket bunga untuk wanita yang masih dia cinta.
"Hello, welcome to Heaven's Florist. May I help you?" sapa pelayan toko bunga dengan ramah
"Saya perlu bunga untuk pacar saya, tetapi saya tidak begitu tahu jenis bunga apa yang harus saya berikan untuknya. Apakah anda bisa rekomendasi?" ujar Andres dengan senyum manisnya
"Apakah Anda membeli bunganya untuk acara tertentu?"
"Tidak, Saya hanya ingin memberikannya sebagai hadiah"
"Ada banyak macam bunga yang direkomendasikan sebagai hadiah. Tetapi menurutku bunga mawar adalah bunga terbaik sebagai hadiah, karena menyimbolkan cinta, harapan, dan gairah"
"All right, I’ll take roses, then."
"Bunga mawar apa yang Anda inginkan? Kami punya mawar merah, kuning, dan putih"
"Apakah ada perbedaannya?"
"Not really, mereka hanya memiliki warna yang berbeda"
"Oh, bunga mawar putih kedengarannya paling bagus"
"Baik. Berapa banyak yang ingin Anda beli?"
"Berapa harganya?"
"Harganya 15 euro per tangkai dan 150 euro untuk satu buket"
"Saya beli satu buket"
"Apakah Anda juga ingin menuliskan pesan di kartu? Saya akan menempelkan kartunya di bunga jika Anda ingin"
"Apakah itu membutuhkan biaya tambahan?"
"No, it’s free."
"Bolehlah kalau begitu"
"Baiklah, tuan. Tolong tuliskan pesan di kartunya"
Andres menuliskan ungkapan puisi untuk Anna, mengingatkannya kenangan yang indah mereka, dia berharap Anna akan memaafkannya dan kembali kepadanya.
"Done"
"Oke tuan. Sebuket bunga mawar putih dan kartu pesan totalnya menjadi 150 euro"
"Apakah di sini menerima pembayaran menggunakan kartu kredit?" tanya Andres
"I’m afraid not."
"That’s okay. Saya akan membayar pakai uang tunai kalau begitu. Ini uangnya. Ambil saja kembaliannya"
"Terima kasih, tuan. Semoga hari Anda menyenangkan"
"Yeah, you too." jawab Andres
Selesai dari membeli bunga, Andres pun segera bergegas kerumah Anna.
.........................
"Silahkan duduk pak!"
"Bii.. Tolong buatkan secangkir kopi untuk tamu" ujar nyonya Sofia
"Tidak perlu repot-repot nyonya" ucap pak inspektur dengan ramah
"Ini tidak merepotkan pak! Apa ada kabar tentang Baltasar?" tanya nyonya Sofia
"Itu yang mau saya bahas nyonya, kami dari pihak polisi benar-benar minta maaf, kami tidak bisa menemukan Baltasar, tidak ada jejak yang jelas tentang hilangnya Baltasar, dia menghilang seperti ditelan bumi." Pak inspektur memberi penjelasan
"Ini sudah dua minggu lebih pak! Apa yang dikerjakan pihak polisi selama itu" Alessandro mempertanyakan kinerja pihak polisi
"Alesso, bicara yang sopan dengan pak inspektur" tegur ibunya
"Ini kopinya pak" ucap bibi Maria sambil meletakkan kopi dimeja
"Silahkan diminum pak, kopinya" ujar nyonya Sofia
"Iya makasih" ucap pak inspektur "Bukan begitu tuan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tetap saja kami tidak mendapatkan petunjuk lebih lanjut" pak inspektur menjelaskan alasannya
"Terus kalian menyerah, dan pencarian ini dihentikan begitu maksud Anda" tanya Alessandro dengan kesal
"Tidak, kami akan terus berusaha"
"Kami berharap Baltasar segera ditemukan pak" ujar nyonya Sofia
"Iya nyonya, saya hanya ingin menyampaikan itu, terimakasih atas kopinya, saya pamit dulu"
"Baik pak!"
..........................
Sesampainya dirumah Anna, Andres segera mengetuk pintu rumahnya dengan penuh harapan. Dia menyembunyikan sebuket bunga dibelakang punggungnya, berharap Anna menyukai kejutannya. "Tok tok tok tok tok"
"Iyaa sebentar" Anna pun langsung bergegas membukakan pintunya
"Hay" ujar Andres dengan senyuman manis
"Kamu? Kenapa kamu datang kesini" ujar Anna dengan kaget
"Surprise!! Aku hanya ingin memberikanmu ini, untukmu! Khusus untukmu" Andres memberikan bunganya
Anna menggambil bunga itu dan membuang ke tong sampah, tepat dihadapan Andres.
"Puas sekarang! Pergi kau dari sini, aku tidak ingin melihatmu lagi" ucap Anna dengan kesal
"Kenapa semudah itu kau meninggalkanku? Apa karena Peter?" tanya Andres dengan sedih
"Ini bukan soal Peter, ini soal dirimu Dres! Kau tidak pernah menghargaiku selama ini. Bahkan Peter lebih baik darimu"
"Jadi benar! Kalau kamu sekarang berpacaran dengan Peter"
Anna hanya terdiam mendengar pertanyaan Andres.
"Jawab Anna, aku mau jawaban itu keluar dari mulutmu. Setelah itu aku tidak akan menggangumu lagi"
"Iya, aku sekarang berpacaran dengan Peter"
"Benarkah? Kau pasti bercanda kan" ujar Andres sambil menahan kesedihannya
"Aku tidak bercanda Dres! Maafkan telah hilang rasa cinta ini, lupakan semua kenangan indah denganku dan anggaplah aku tak pernah ada untukmu, aku ingin bahagia walau tanpa mu" ucap Anna dengan pelan
Dengan kaget, Andres menarik nafas dalam-dalam sambil menahan rasa sakit mendengar jawaban dari Anna, dengan penuh rasa kecewa, Andres pergi dari sana. Pikirannya begitu kacau, seolah olah bumi berhenti berputar baginya. Setelah Andres pergi meninggalkannya, Anna menghampiri tong sampah itu lagi dan mengambil bunganya, dia melihat ada sebuah kartu disana, dengan rasa penasaran dia membuka dan membacanya isi kartu tersebut "Kuceritakan lagi tentang purnama. Kuingatkan padamu, rasa cinta yang pernah kubisikkan dimalam itu. Purnama akan selalu ada setiap waktunya. Tak pernah kubayangkan perihnya melihat purnama tersenyum dan pergi menuju arah yang berlawanan!. Kuharap purnama akan kembali untuk menerangi malamku. With Love, Andres."
Setelah membaca pesannya Andres, perasaannya begitu berat, dia menutup mata sambil menarik nafas dalam-dalam dan mencoba melupakan semua kenangan indahnya bersama Andres "Semua telah berakhir Dres, hatiku sudah membeku untukmu" ujar Anna dan bergegas masuk kedalam rumahnya.
...***********...
Apakah Andres bisa menerima semua keadaan ini dengan ikhlas?
Next eps selanjutnya!!