Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Dinding kampus



Keesokan harinya sehabis pulang dari kampus Alessandro mendatangi sebuah tempat yang biasanya orang orang Bonito nongkrong, disana tidak terlihat Bonito melainkan Marco, Fernando dan Dary


"Hey...! Liat siapa yang mengunjungi kita, ada yang bisa kami bantu tuan Alesso?" tanya Fernando dengan nada mengejek


"Dimana Bonito?" tanya Alessandro dengan buru-buru


"Apa kau merindukannya?" tanya Fernando balik


"Aku tidak punya waktu mengobrol dengan kalian"


"Jangan terburu buru tuan Alesso" ucap Marco sambil memegang bahunya


"Hmmmm" Alessandro menyingkirkan tangan Marco dari bahunya "Dary dimana Bonito? Aku mau bicara dengannya"


"A aku tidak tahu!" ujar Dary gemetar, tangannya menjadi dingin dan dahinya langsung berkeringat


"Dary! Aku tahu kamu orang baik, aku tahu kalau kamu itu terpaksa membantu Bonito, karna dia pernah membantumu dulu, tapi ingat semua yang kalian lakukan itu adalah tindakan jahat." ujar Alessandro berusaha menyadarkan Dary


"Maksudmu apa Alessandro, jangan sok tahu untuk sesuatu hal yang kamu tidak tahu." teriak Dary terlihat marah


"Aku tidak sok tahu, aku tahu semuanya, kalian yang telah membunuh Baltasar kan?" tanya Alessandro menuduh mereka


"Hey jaga omonganmu!!" ujar Marco dengan kesal


"Kenapa kalian takut, dia telah menghilang hampir sebulan, polisi telah mencarinya ke semua tempat di Spanyol. Tapi dia tidak ditemukan, apa yang kalian lakukan padanya?" Emosi Alessandro mulai tak terbendung, terasa dia ingin berjalan dan menghajar mereka satu-persatu


"Ini tuduhan yang serius Alesso, kami bisa menuntutmu atas tuduhan ini!." ucap Fernando mengancam


"Benarkah?" Alessandro meremehkan ancaman mereka, Alessandro memalingkan pandangannya kearah Dary "Kenapa denganmu Dary? Kau tiba-tiba terlihat sangat pucat, apa ada sesuatu yang kalian sembunyikan?" Alesso mulai curiga melihat tingkah Dary


"Ti tidak ada!" Dary terlihat ketakutan


"Dimana Baltasar Dary!?" teriak Alessandro


"Aku tidak tahu soal itu" ujar Dary


"Kau pasti tahu, apa kau terlibat dalam pembunuhan ini" Alessandro mulai menginterogasi


Dary terlihat sangat ketakutan dia langsung pergi dari sana, dan kemudian mereka juga ikut pergi dari sana.


"Kenapa, apa kalian takut hah?" teriak Alessandro. Alessandro sangat yakin dibalik kehilangan Baltasar ada hubungannya sama mereka semua.


..........................


Kecurigaan mulai muncul dalam diri Alessandro membuat Bonito tidak bisa tidur dengan tenang, itu membuatnya stres.


"Sialan!! Bagaimana bisa dia tahu soal kejadian itu?" Bonito mulai terlihat panik


"Itu masih tuduhan, mereka tidak ada bukti apa-apa" ujar Fernando menenangkan Bonito


"Semua masalah dimulai dari kecurigaan, kita harus berbuat sesuatu?" ucap Bonito


"Malam ini kita akan ke kampus kita akan membuat masalah untuk mereka, setidaknya masalah ini akan menutupi perhatian mereka terhadap kasus Baltasar" ujar Marco


............................


Hari mulai gelap mereka segera menuju ke kampus untuk membuat kekacauan disana


"Bagaimana caranya kita masuk?"


"Kita panjat pagarnya" jawab Marco


Saat mereka berada di halaman kampus mereka membuang sampah sembarang, dan mencoret-coret tembok.


"Ayo kita bersenang-senang malam ini" teriak Marco dengan penuh semangat sambil minum-minuman keras


"Apa yang sedang kau lakukan ditembok itu?" tanya Bonito penasaran


"Liat saja! Apa kau ada bawa cemilan?" tanya Marco


"Ada ni! Marco, hidupkan musik biar pekerjaan menjadi sedikit santai" ucap Fernando "Okee, ayo teman-teman menari huahahhahaa, Bonito liat ke kamera biar aku abadikan momen menyenangkan ini mwhuaaaa!!" ujar Fernando sambil mabuk


You won't admit you love me


And so how am I ever to know?


You always tell me


Perhaps, perhaps, perhaps🎶


A million times I've asked you,


And then I ask you over again


You only answer


Perhaps, perhaps, perhaps🎶"


Mereka menghidupkan musik dan menari-nari disana sambil merusak halaman kampus.


.............................


Kylie dan Cindy masih kebingungan tentang kasus hilangnya Baltasar, ini salah satu kasus misteri dunia yang belum bisa dipecahkan, sudah berminggu-minggu tidak ada perkembangan tentang kasus tersebut,


"Sepertinya kasusnya ditutup!" jawab Kylie dengan santai


"Kenapa bisa begitu?" tanya Cindy lagi dengan kaget


"Yaa, buktinya sampai sekarang tidak ada perkembangan sama sekali, polisi sudah mencari keseluruh Spanyol"


"Aku masih kepikiran soal itu sebenarnya, aku merasa ikut bertanggung jawab dalam hal ini"


"Hmm mau bagaimana lagi, sudah takdirnya"


"Kemarin lusa, setelah kita mencari Baltasar bersama- sama! Alessandro, Andre dan Laura sudah menungguku dirumah"


"Hah! Terus?" tanya Cindy penasaran


"Ya mereka tanya padaku soal Baltasar, katanya Baltasar saat mendatangi acara pesta kita malam itu dia tidak mengabari siapapun, Laura berbicara seolah-olah aku yang membuat Baltasar hilang"


"Hmm, wanita itu emang begitu, dia suka menuduh tanpa tahu yang sebenarnya"


"Tapi menurutku! Aku juga ikut bersalah, kita harus coba mencarinya sekali lagi"


"Tapi polisi saja tidak menemukannya"


"Jangan terlalu berharap sama pihak polisi"


"Yaya! Baiklah kapan kita mulai mencarinya lagi"


"Besok! pulang dari kampus"


"Kita berdua saja?" tanya Cindy


"Kalau orang Robby, Luiz dan yang lainnya mau ikut, silahkan!"


............................


Saat masuk ke kampus Alessandro berjumpa dengan Andres di depan pintu gerbang.


"Alesso, kenapa wajahmu begitu pucat?" tanya Andres


"Mungkin karna tidurku tidak begitu nyenyak semalam"


"Kenapa, apa ada masalah?" tanya Andres lagi


"Tidak, aku hanya memikirkan tingkah aneh Dary"


"Dary? Tingkah aneh gimana?" tanya Andres kebingungan


"Kemarin aku menghampiri mereka ditempat tongkronganya"


"Ngapain kau kesana?" ujar Andres dengan panik


"Ya mau nanya soal Baltasar! Saat aku nanya soal keberadaan Baltasar, Dary keliatan sangat panik dan ketakutan, kurasa mereka tau tentang Baltasar." ujar Alessandro memberitahu


"Benarkah?" otak Andres mulai percaya dengan keyakinannya


"Iya! Aku pun mengancam mereka dan yang anehnya lagi, mereka langsung pergi begitu saja"


Saat asik mengobrol mereka melihat di halaman kampus begitu banyak mahasiswa berkumpul seperti melihat sebuah pertunjukan, dengan rasa penasaran Andres dan Alessandro menghampiri mereka


"Kenapa kalian berkumpul disini, apa yang terjadi?" tanya Andres penasaran


Dengan kaget Andres melihat coretan di dinding kampus yang tertulis "Kenapa kau meninggalkanku demi si Peter sialan itu, Anna aku masih mencintaimu"


"What?" Andres kebingungan melihat tulisan itu


Semua mahasiswa disana melihat Andres dengan tatapan heran dan jijik.


"Apa semua ini Ndres?" tanya Anna menghampiri Andres dengan kesal


"A aku tidak tahu?" ujar Andres kebingungan


"Semakin hari kau semakin gila, kau mau membuatku malu" ujar Anna dengan nada tinggi dan bergegas pergi meninggalkannya


"Sumpah aku tidak melakukan apapun!!" teriak Andres


Tiba-tiba ada bapak dosen datang menghampiri kerumunan mahasiswa dan dengan kaget melihat dinding kampus yang penuh dengan coretan. "Siapa yang melakukan semua ini" ujar bapak dosen itu dengan nada tinggi, semua orang hanya diam.


"Apa kau melakukan semua ini Ndres?" tanya Alessandro dengan penuh ragu.


Andres hanya terdiam dan heran melihat dinding itu


"Andres ikut bapak ke ruang prodi." ujar bapak dosen dengan nada tinggi sambil meninggalkan mereka


"Siapa yang berani melakukan semua ini?" tanya Andres pada dirinya sendiri


...*********...


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!!