
Saat matahari tak lagi bersembunyi di balik awan, aku masih saja duduk di sudut perpustakaan yang sunyi namun penuh dengan kenangan. Aku melihat sebuah novel di atas meja, tertulis judul "Kursi Favorit Kita." Aku pun penasaran dan membaca lembar demi lembar novel tersebut. Kemudian di akhir novel tersebut terdapat sebuah kalimat "Ternyata, kamu yang aku kagumi juga memiliki tempat favorit, tempat favorit yang sama denganku, kursi di sudut perpustakaan yang menghadap ke sebuah jendela, tempat dimana aku telah jatuh ke dalam hatimu." Kemudian aku menemukan sebuah note kecil di samping novel itu dan bertuliskan : "Sampai jumpa 1 tahun kemudian, maafkan aku tak menjadikan kursi ini menjadi tempat favoritku lagi, karena aku harus ke Amsterdam, dan aku berjanji kita akan bertemu lagi di sini, di tempat favorit kita!"
"Baltasar! Kau sedang apa?" tanya Andres dengan tiba-tiba datang menghampirinya
"Aku menunggumu sambil membaca novel ini" jawab Baltasar sambil menunjukkan novel yang dia baca
"Ouh, ngomong-ngomong bagaimana cara kita masuk keruang operator itu?" tanya Andres dengan suara berbisik
"Kita harus membuat pengalihan perhatian."
"Caranya?" tanyanya lagi
Baltasar pun melihat setiap sudut perpustakaan, saat dia menangah wajahnya ke atas dia melihat detektor kebakaran disana. "Aku akan membuat sedikit percikan api, yang bisa membuat detektor itu mendeteksi adanya kebakaran, dan kamu langsung masuk keruang operator untuk mengcopy rekaman CCTV saat Alessandro terjebak didalam toilet."
"Ide yang bagus!" ujar Andres mengangguk
Andres langsung pergi mempersiapkan semuanya, dipihak lain Baltasar mengambil selembar kertas dan membakarnya diam-diam, untuk membuat sedikit asap yang membuat detektor kebakaran mendeteksi adanya api. Semua orang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, asap pun mulai terdeteksi oleh detektor kebakaran, suara alarm kebakaran pun berbunyi. "Kringgggggggggggggggggggg" Semua orang lari keluar karena kepanikan.
"Ini saatnya!" ujar Andres sambil masuk kedalam ruangan operator
"Semuanya keluar, jangan ada yang tertinggal." teriak petugas keamanan, Baltasar juga ikut keluar seolah-olah dia tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya
Setelah sepuluh menit petugas keamanan keluar dari perpustakaan, tidak ada api dan tidak ada tanda-tanda kebakaran. "Apa ada yang membuat ulah disini, siapa yang berani bermain-main?" tanya petugas kemanan itu sambil melihat semua mahasiswa yang berkerumun di depan perpustakaan. Semua mahasiswa terdiam kebingungan "Andres dimana kamu?" tanya Baltasar dalam hatinya
Tak lama kemudian salah satu petugas keamanan lainnya menangkap Andres didalam ruangan operator. "Pak aku menemukan dia diruangan operator, sepertinya dia mencuri sesuatu"
"Apa yang kau lakukan?" petugas keamanan mulai mengintrogasi Andres
"Aku hanya bersembunyi, aku kira terjadi kebakaran." jawab Andres dengan aliby cerdiknya
"Benarkah? Periksa dia!" suruh ketua petugas keamanan disana
Pak petugas pun langsung memeriksa tas, kantong baju dan celananya. "Tidak ada barang-barang yang mencurigakan disini pak"
"Baiklah, siapa namamu?" tanya bapak petugas keamanan itu
"Andres Adalfo" jawab Andres dengan santai seolah-olah dia sudah menguasai situasi
"Andres aku akan memantaumu, jika aku menemukan sesuatu yang mencurigakan darimu maka kamu akan dihukum" ujar pak petugas itu memberi peringatan
"Baik pak..!" Andres pun langsung pergi dari sana, Baltasar segera datang menghampirinya "Apa kau dapat rekamannya?" tanya Baltasar
"Ya aku dapat!"
"Dimana flashdisknya?" tanya Baltasar lagi
"Aku melemparnya lewat jendela belakang perpustakaan, kau bisa mengambilnya kan?"
"Aku pergi sekarang!"
Setelah 5 menit mencari akhirnya Baltasar mendapatkan flashdisk itu, secara mengejutkan Bonito datang menghampirinya dengan rasa penasaran "Baltasar!"
"Hai Bonito, lama tidak berjumpa!" sapa Baltasar sambil melambaikan tangannya
"Kau kah itu? Bukannya kau menghilang" tanya Bonito tidak bisa percaya bahwa Baltasar tepat berdiri didepannya
"Ya, rencananya aku mau pergi jauh dari kalian, tetapi ditengah perjalanan aku merindukanmu. Apa kau tidak ingin memelukku?" sahut Baltasar dengan menyindir
"Syukurlah kalau kau baik-baik saja. Aku pikir kau sudah mati, aku terlalu berharap berlebihan." Ujar Bonito sambil pergi meninggalkan Baltasar
"Bont!" panggil Baltasar lagi
Langkah Bonito pun terhenti "Ada apa?"
"Apa yang telah kalian lakukan selama aku tidak ada!?" tanya Baltasar dengan nada mengintrogasi
"Kenapa kau mau tau urusan kami?" tanya Bonito bersikap tenang
"Aku hanya ingin mendengar cerita happy kalian untuk terakhir kalinya"
"Apa maksudmu?" tanya Bonito balik
"Tidak bermaksud apa-apa!"
Bonito mulai curiga dengan perkataan Baltasar, dan dia mulai merasa gemetar ketakutan, apa Baltasar mengetahui bahwa mereka yang membuangnya ke kapal itu, atau ini hanya salah satu gertakan dia saja. Untuk menutupi kecemasannya itu Bonito langsung pergi meninggalkan Baltasar disana
Tiba-tiba Andres datang mencari keberadaan Baltasar "Baltasar kenapa lama sekali, apa kau mendapatkannya?"
"Iya ini dia" Baltasar menunjukkan flashdisknya
"Ayo kita pergi, kita lihat isi rekamannya" ajak Andres dengan tidak sabar
"Lusa kita akan membawanya ke ruangan akademik" sahut Baltasar
...................
Di Rock Hause, Emilia dengan pasukannya sudah siap beraksi untuk menculik Dary. "Aku sudah mendapatkan informasi tentang Dary, dia kuliah di University Of Valencia di jurusan menajemen, lusa adalah hari Kamis, dia akan pulang lebih telat dari hari yang lain."
"Kamu bilang mereka ada empat orang yang mengganggu kakakmu, kenapa Dary yang kau pilih?" tanya Teo penasaran
"Karena dia yang paling baik, menurutku orang yang baik itu adalah orang yang lemah. Kau Jasper akan menarik perhatiannya dan Teo kau culik dia dengan membiusnya terlebih dahulu" jawab Emilia sambil mempersiapkan obat bius dan yang lainnya
"Apa kita culik dia ditempat umum?" tanya Jasper
"Pancing dia ke tempat sepi, itu bagianmu Jasper" jawab Emilia
"Oke, terus kemana kita akan membawanya?" tambah Teo
"Rock Hause, digudang belakang. Kita harus membuatnya tidak sadar agar dia tidak pernah tau kemana kita akan membawanya."
"Ku akui, sekarang kau memang wanita saiko Emilia" ucap Teo sambil menggelengkan kepalanya
......................
Dikantin kampus, Bonito dan komplotannya asik mengobrol "Baltasar kembali!" ujar Bonito memberitahu
"Apa kau yakin?" tanya Fernando untuk memastikan
"Aku sendiri melihat dan mengobrol dengannya, dia seperti mengancam kita. Sepertinya dia akan melakukan sesuatu hal yang besar, kita harus berhati-hati."
Marco semakin panik, dia pergi meninggalkan mereka untuk menenangkan diri.
..........................
Di apartemennya Andres, Baltasar dan Andres segera memutar video itu di laptop. "Lihat ini rekamannya, disini tampak jelas kalau itu Marco yang mendorong kursi roda Alesso dan menguncinya di dalam toilet." ucap Andres "Separah ini dia, kenapa pihak kampus menyembunyikan masalah ini. Padahal jelas-jelas ini tindakan kejahatan" tambah Andres lagi
"Seperti yang aku katakan, mereka menjaga nama baik kampus, apa lagi jika ini dibawah kasus polisi. Kita harus menyingkirkan Marco tanpa menghancurkan nama baik kampus." sahut Baltasar
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, dimana hari ini adalah hari untuk memperjuangkan keadilan demi seorang sahabat. Andres, Baltasar dan Alessandro datang ke pihak akademik untuk membahas masalah yang sangat serius. Mereka sudah membuat janji sebelumnya dengan dosen akademik.
"Selamat pagi pak!" sapa Andres sambil masuk ke dalam ruangan
"Iya silahkan duduk" suruh dosen itu pada mereka
"Kami datang kemari untuk mengadu masalah kejahatan yang dialami teman kami Alessandro Consuella." ucap Baltasar memulai pembicaraan
"Masalah apa?" tanya dosen itu
"Masalah kecelakaan yang dialami Alessandro di perpustakaan, sebenarnya itu bukan kecelakaan, melainkan sudah direncanakan sebelumnya" tambah Andres lagi
"Siapa yang merencanakan itu?" tanya dosen itu lagi
"Marco Poiler!" jawab Baltasar dengan jelas
"Jangan asal menuduh orang, jika tidak mempunyai buktinya"
"Sebenarnya buktinya ada di rekaman CCTV perpustakaan, kenapa pihak kampus tidak mengeceknya" ujar Andres menyindir
"Kami sudah mengeceknya, pasca hari kecelakaan itu terjadi dan hasilnya tidak ada" jawab dosen itu
"Kalau begitu kami punya rekamannya pak. Coba bapak lihat di dalam flashdisk ini" titah Baltasar sambil memberikan flashdisk itu pada bapak dosen itu
Dosen itu langsung mengambil flashdisk yang diberikan Baltasar dan memutar video rekaman itu.
Dosen pun terkejut melihat rekaman CCTV yang didapatkan oleh pihak Mahasiswa "Dari mana kalian dapat video ini?"
"Itu tidak perlu bapak tau, intinya kami ingin mendapatkan keadilan bagi teman kami Alessandro, jika Marco Poiler tidak mendapatkan hukumannya yang setimpal, maka kami akan membawa rekaman ini kehadapan hukum." jawab Baltasar dengan tegas
"Oke, baiklah kami pihak kampus akan kooperatif dalam masalah ini, apapun yang kita bicarakan disini jangan sampai keluar dari ruangan ini."
"Iya pak, kami hanya menutut keadilan, tidak lebih. Terimakasih pak atas waktunya." ujar Baltasar dan mereka segera pergi dari sana
..........................
Pihak kampus pun melakukan rapat tertutup atas kasus yang dilakukan Marco Poiler terhadap Alessandro Consuella, mereka menggelar rapat dengan rektor kampus juga untuk mengambil langkah yang tepat untuk kampus mereka dan tetap menjaga nama baik dari kampus.
...*********...
...Preview...
Manusia atau iblis?
Selanjutnya ཚSisi lain'