Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Misi pencarian buronan



Musim telah berlalu, dedaunan telah berganti dan suara burung camar menghiasi langit, ini adalah musim semi, dimana bunga yang membeku hari ini mekar, es yang memadat perlahan-lahan mencair.


"Gimana kakimu?" tanya Teo


"Lumayan membaik, setidaknya aku bisa berjalan sendiri!"


"Gimana dengan penelitianmu, apa kamu sudah selesai?" tanya Teo lagi dengan penuh perhatian


"Hampir sedikit lagi! Besok pagi kita bisa pergi" ujar Emilia sambil meneliti bunga alstroemeria


"Alstroemeria, you are very beautiful" ucap Emilia sambil mencium bunganya


Sambil Emilia melakukan penelitian, Teo mencari hewan untuk diburu dan beberapa kayu bakar untuk persiapan malam ini.


.........................


Disisi lain Jasper dan Wink terus menyusuri gunung Teide mencari keberadaan Teo.


"Wink! Bisakah kamu gunakan penciumanmu untuk menemukan Teo?" tanya Jasper


"Gung Gung Gung"


Mereka terus berjalan mencari Teo.


........................


Hari sudah mulai gelap, Emilia akhirnya meyelesaikan penelitiannya dan terlihat Teo sedang menyalakan api unggun, dan mulai memanggang seekor kancil hasil buruannya tadi.


"Wink! Apa kau liat api disana?" tanya Jasper


"Gung Gung Gung" Wink menggonggong kegirangan


"Itu pasti Teo! Ayo kita segera kesana" ujar Jasper bergegas kesana


Jasper dan Wink langsung menghampiri Teo, Wink langsung melompat ke pangkuan Teo dan menjilatinya.


"Gung Gung Gung" Wink kegirangan melihat Teo


Teo begitu kaget dengan kehadiran mereka disini. Dia tidak menduga kalau Wink dan Jasper akan menyusulnya sampai gunung Teide.


"Ehhhhh!! Wink kalian disini, sudah sudah! Apa kau sangat merindukanku?" tanya Teo sambil tersenyum


"Gung Gung Gung"


"Kenapa kalian bisa ada disini?" tanya Teo penasaran


"Sebelum kita bahas soal itu, Emilia dimana sekarang?" tanya Jasper


"Dia didalam tenda, sepertinya sedang tidur, mungkin kelelahan seharian melakukan penelitian"


"Aku punya berita buruk Teo" ujar Jasper panik


Dengan rasa penasaran Teo pun bertanya pada Jasper sambil pergi menjauhi tenda perkemahan mereka.


"Apa yang terjadi?" tanya Teo kebingungan


"Perampokan dikediaman tuan Richard sudah diusut sama polisi, dan mereka sedang mencari pelakunya!" ujar Jasper


"Itu hanya masalah biasa" jawab Teo dengan santai


"Tapi liontin itu ada sama mereka" ujar Jasper dengan nada tinggi


"Liontin?" tanya Teo


"Iya! Saat malam perampokan itu, aku hampir ketahuan sama pelayan tuan Richard! Aku begitu panik dan bergegas pergi dari sana, aku tidak sadar liontin itu jatuh dari sakuku" ujar Jasper memberitahu


"Dan sekarang mereka sedang mencari pemiliknya, Cosuella!!" ujar Jasper


Tiba-tiba Emilia datang menghampirinya mereka dengan tatapan sinisnya. Dia mendengar semua pembicaraan Teo dan Jasper.


"Cosuella? Itu liontinku!" Teriak Emilia menyela pembicaraan mereka


"Bagaimana ada sama kalian?" tanya Emilia


Jasper dan Teo terdiam kaget melihat Emilia datang dengan tiba-tiba.


"Tunggu tunggu tunggu!! Apa kalian mencurinya" tanya Emilia dengan kesal


"Tidak! Ka kami menemukannya" bantah Teo membela diri


"Pembohong!!" teriak Emilia


"Sum sumpah! Emilia, aku menemukannya" ujar Teo gemetar


"Terus kenapa kau tidak mengembalikannya padaku" tanya Emilia dengan tatapan marah


"A Aku.. lupa Emilia" ujar Teo


"Terus!! Kenapa kalian diburu sama polisi" tanya Emilia lagi


"Kami merampok rumah tuan Richard" ujar Jasper dengan spontan


"Jasper!!" tegur Teo menyuruh Jasper untuk diam


"Kau?" Emilia memandang Teo dengan tatapan rendahan


"Emilia, aku bisa jelasin semuanya. Aku dan Jasper kami merampok untuk kebutuhan sehari-hari kami" Teo memberi penjelasan


"Terus liontinku" tanya Emilia dengan marah


"Aku membawanya dan aku menjatuhkannya dirumah tuan Richard. Sekarang polisi sedang mencari pemilik liontin itu!" ujar Jasper sambil menangis


"Aku akan melaporkan kalian pada mereka! Aku tidak mau terlibat dalam masalah kalian" ujar Emilia pergi dari hadapan mereka


"Emilia, jangan lakukan itu" Teo memohon


Emilia langsung bergegas berkemas dengan penuh rasa kekecewaan dalam hatinya.


"Emilia, aku mohon! Aku mohon padamu. Kasihanilah kami" ujar Teo memohon


Wink datang ke Emilia sambil bergonggong dengan nada sedih. Anjing itu menatap memohon pada Emilia. Emilia sebenarnya tidak tega melihat mereka seperti ini, apa lagi Teo sudah membantunya dalam menyelesaikan penelitiannya. Dengan berat hati Emilia mau berkerja sama dengan mereka.


"Baiklah, aku tidak akan melaporkan kalian, aku akan membantu kalian, bersiap-siaplah!! Kita akan pergi malam ini! Kalian akan ikut dengan ku ke Valencia kan?" tanya Emilia


"Iya... Kami ikut!" jawab Jasper spontan


"Jasper!! tegur Teo "Kami tidak bisa ikut kesana" ujar Teo lagi


"Kenapa?" tanya Emilia penasaran


"Gung Gung Gung" Wink menggonggong melihat Teo


"Wink diam! Ini lagi genting" ujar Jasper sambil menunjuk ke anjingnya


"Ini tempatku! Tempat ini penuh kenangan ibuku" ucap Teo dengan sedih


"Tempat ini tidak aman lagi untuk kalian! Kalian bisa menekam di penjara" Emilia memberitahu


"Itu benar Teo, aku tidak mau masuk penjara, tuan Richard tidak akan melepaskan kita" ujar Jasper sambil menangis


"Baiklah! Aku akan ikut ke Valencia" ujar Teo


"Bisa kita pergi besok" tanya Teo lagi


"Tidak, kita pergi sekarang, kau tidak dengar kata Jasper, mereka telah menemukan liontinku, dan kau ingat hari itu, sebelum sampai disini diperjalanan ketika kita naik taksi, diperbatasan kota ada pemeriksaan kendaraaan dan indentitas kita telah diperiksa sama mereka, aku yakin mereka sedang menuju ke sini, kita harus bergegas!" ucap Emilia dengan tegas


Malam itu mereka langsung pergi dari sana, dengan memilih jalur yang berbeda, mereka terus berlari untuk menjauhinya incaran dari polisi.


............................


Hari kedua dimusim semi, nyonya Richard datang ke kantor polisi untuk mengetahui perkembangan tentang perampokan yang terjadi di rumahnya.


"Bagaimana pak! Apa ada perkembangan?" tanya nyonya Richard


"Semua masih dalam proses nyonya" jawab pak inspektur


"Sudah beberapa hari berlalu, kalian tidak bisa menangkap mereka? Hah!!" ucap nyonya Richard dengan nada tinggi


"Mohon bersabar nyonya, kami melakukan yang terbaik untuk kasus ini, tim kami sekarang sudah menuju ke gunung Teide, informasi terakhir yang didapat mereka menuju kesana" ujar pak inspektur menenangkan nyonya Richard


"Aku mau mereka segera di tangkap" ujar nyonya Richard


"Baik nyonya"


...........................


Di gunung Teide polisi menyelusuri setiap tempat, mereka menemukan beberapa tempat dengan sisa sisa api unggun.


"Sepertinya mereka sudah meninggalkan tempat ini beberapa saat yang lalu!"


"Kita cari lagi! Mereka pasti belum jauh dari sini"


.........................


Hari mulai gelap, dipihak lain Teo, Emilia, Jasper dan Wink terus berlari menghindari para polisi. Mereka terus berlari menjauhi gunung Teide.


"Bisa kita berhenti sebentar?" ujar Jasper dengan wajah kelelahan


"Aku kelelahan" ujar Jasper lagi


"Kita harus terus bergerak, jika tidak polisi itu akan menemukan kita" ujar Teo


Tak butuh waktu lama polisi menemukan keberadaan mereka.


"Itu mereka" ujar salah satu polisi


Kejar-kejaran pun terjadi, dengan sekuat tenaga mereka berlari menghindari para polisi. Saat berlari Jasper terjatuh dan membuat kakinya terkilir. Teo dan Emilia pun mencoba membantunya


"Kalian pergi saja duluan, tinggalkan aku disini, aku tidak sanggup berlari lagi" ujar Jasper sambil menahan rasa sakit


"Aku tidak akan meninggalkanmu, cepat aku akan menggendongmu" ajak Teo untuk bergegas


"Tidak perlu, kalian pergi saja dari sini, selamatkan dirimu dan juga Emilia, dia seharusnya tidak terlibat dalam hal ini"


"Tapi bagaimana denganmu?" tanya Teo dengan cemas


"Selamatkan diri kalian dulu, aku bisa mengurus diriku sendiri"


"Apa kau yakin?" tanya Teo lagi


"Aku yakin Teo, kalian pergi saja duluan"


"Aku akan kembali Jasper, aku akan membebaskan mu" ucap Teo


"Go, go! leave me"


Dengan berat hati mereka meninggalkan Jasper disana, Emilia terlihat sangat kelelahan berlari apalagi kaki yang masih sakit. Setelah jauh dari kejaran polisi, mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar. Tiba-tiba mereka melihat sebuah mobil melintas, Teo bergegas langsung menghentikan mobil itu dan meminta bantuan untuk mengantarkan mereka pergi dari sana.


"Permisi pak, boleh kami menumpang, kami tersesat disini" ujar Teo meminta bantuan


"Tentu saja! Naiklah"


Mereka langsung bergegas naik ke mobil itu, terlihat Emilia langsung tertidur.


"Kalian mau kemana?" tanya bapak itu dengan penasaran


"Kami rencananya mau ke kota Fasnia untuk menemui pamanku disana.


"Hmmm"


"Gung Gung" Wink menggonggong pada Teo


"Apa kau lapar Wink" tanya Teo


"Ni ambillah" ujar bapak itu memberikan Wink burgernya


...........................


Dikantor polisi Jasper diinterogasi oleh pak inspektur.


"Kami sudah memiliki cukup bukti untuk menahan Anda, jadi kami berikan satu kesempatan untuk menceritakan yang sebenarnya" ujar pak inspektur


"A aku tidak tahu apa-apa? Aku tidak tahu soal perampokan itu"


"Apa liontin ini milikmu?" tanya pak inspektur


"Bukan"


"Terus kenapa kalian lari saat melihat polisi, dan kemana kalian akan pergi?"


Jasper hanya terdiam dan sangat ketakutan


"Jawab!!!" ujar pak inspektur sambil memukul meja.


"Aku benar-benar tidak tau pak?" Jasper menangis ketakutan.


"Jika kamu menceritakan semuanya, bisa jadi hukuman yang kamu dapat diringankan, tapi jika kamu terus berbohong kepada pihak polisi maka hukumanmu bisa jadi sangat berat"


Jasper hanya menangis


"Sekarang jawab, siapa mereka?"


"Mereka temanku, kami berlari karna kami takut, kami pikir para polisi tidak mengizinkan kami untuk mendaki gunung Teide" jawab Jasper


"Soal perampokan yang terjadi dikediaman tuan Ricard, kami tidak tahu apa apa" ujar Jasper lagi


"Semua yang anda katakan, akan menjadi bukti bagi kami, jika anda berbohong maka kami tidak bisa membantu anda lagi, anda tau apa akibatnya kan?" ujar pak inspektur dengan tegas


Setelah mengintrogasi Jasper pak inspektur tidak mendapatkan informasi yang begitu akurat, hal ini membuat pak inspektur kesal. Jasper dilepaskan, karena tidak memiliki bukti yang cukup kuat untuk menahannya, akan tetapi pak inspektur tetap akan memata matai gerak geriknya.


...***********...


Kisah selanjutnya akan berfokus ke Baltasar! Setelah kekalahan Bonito dalam pertandingan basketball, akankah Bonito diam saja dengan kekalahannya?


Next eps selanjutnya!!