Alstroemeria Of Almeria

Alstroemeria Of Almeria
Curiga



"You keep sayin' you've got somethin' for me


Somethin' you call love but confess🎶


You've been a'messin' where you shouldn't 've been a'messin'🎶


And now someone else is getting all your best🎶


These boots are made for walkin'


And that's just what they'll do🎶


One of these days these boots are gonna walk all over you🎶" suara musik terdengar keras


Pagi ini, terlihat Andres sedang menari-nari di apartemennya sambil menyetel sebuah lagu yang berjudul These boots are made for walkin. Dia terlihat kegirangan hari ini dan begitu bersemangat sambil membersihkan kamarnya dan kemudian bergegas mandi. Kemudian dia dengan segera pergi ke kampus, dengan senyuman yang terukir di pipinya. Angin yang berhembus sepoi-sepoi membuat suasana hatinya semakin sejuk. Dalam perjalanan dia terus bernyanyi sambil mendengarkan sebuah lagu dengan menggunakan headset, sesampainya di kampus dia bertemu dengan salah satu teman basketnya yaitu Gabrio


"Hey Ndres, kau tampak bahagia sekali hari ini" ujar Gabrio menghampirinya


"Hmmm" Andres menganggukkan kepalanya sambil tersenyum


"Bolehku tahu alasannya kenapa?" tanya Gabrio dengan semangat


"Aku mencoba memulai kisah baru dalam hidupku!" ujar Andres sambil menatap langit


"Hmmm, seperti sudah bisa move on nih" ujar Gabrio dengan nada mengejek


"Maksudnya?" tanya Andres pura-pura tidak mengerti maksud Gabrio


"Ya kamu ngertilah maksudku!" ujar Gabrio dengan senyum ejeknya


"Bagaimana kau tahu soal hubunganku?" tanya Andres penasaran


"Ndres Ndres" panggil Gabrio sambil menggeleng gelengkan kepalanya "Semua orang juga tahu hubungan kalian gimana, dinding kampus ini yang memberitahuku" ujar Gabrio sambil menunjuk ke sebuah dinding


"Itulah kau, suka mendengarkan gosip yang gak jelas." Andres mengejeknya dan segera pergi dari sana


"Sore nanti kamu ikut latihan basket gak?" teriak Gabrio meneriaki Andres


"Kita liat saja nanti ya?" ujar Andres memberi jawaban yang belum pasti


"Oke kami tunggu ya!!" teriak Gabrio


"Sip." ucap Andres sambil memberikan jempolnya


Mereka pun langsung masuk ke kampus dan mengikuti pelajaran seperti biasanya. Tak lama kemudian jam pelajaran pun usai, Andres segera membereskan tasnya dan bergegas pergi dari sana, saat berjalan matanya hanya berfokus pada handphone tanpa sengaja dia menabrak seorang cewek disana


"Ouh maaf aku tidak sengaja!!" ujar Andres sambil membantu mengutip buku-buku cewek itu yang berjatuhan.


"Iya tidak apa-apa," ujar cewek itu dan bergegas pergi


Andres menganggukkan kepalanya. Kemudian dia melihat sebuah buku kecil disana, Andres pun mengambilnya dan berniat mengembalikannya, tetapi cewek itu sudah keburu pergi. Dia menyimpan buku itu didalam tas ya, kemudian dia pergi dari sana. Seperti biasa dia akan mengunjungi sahabat karibnya, Alessandro.


"Tok tok tok tok, permisi" ujar Andres memanggil


"Iya.. siapa?" tanya bibi Maria sambil membukakan pintu


"Bii! Apa Alessandro ada dirumah" tanya Andres


"Dia belum pulang tuan, sebentar lagi pasti pulang, masuk saja dulu" ujar bibi Maria mempersilahkan Andres.


"Terimakasih Bi" ujar Andres. Dia langsung masuk dan menunggu Alessandro diruang tamu.


"Mau bibi buatkan minum?" tanya bibi Maria dengan santai


"Tidak usah Bi, thank you!"


Bibi Maria pun langsung pergi dari sana untuk melanjutkan pekerjaannya. Sudah lima belas menit Andres menunggu Alessandro tapi belum pulang juga. Andres pun pergi ke kamarnya Baltasar, disana dia membaca buku-buku milik Baltasar. Tak lama kemudian Alessandro pun pulang.


"Bibi Rosy" panggil Alessandro


"Iya tuan" jawab bibi Rosy dengan buru-buru menghampiri Alessandro


"Tolong antar aku ke kamar Bi!" ujar Alessandro


"Tidak usah Bi, biar aku saja" ujar Andres tiba-tiba muncul


"Kamu disini Ndres?" ujar Alessandro kebingungan


"Iya sudah hampir tujuh belas menit aku menunggumu disini" Andres pun segera mengantarkan Alessandro ke kamarnya.


"Apa kau tahu, tadi aku berjumpa cewek cantiiiik banget." ucap Andres memberi tahu


"Masa?" Alessandro terlihat tidak percaya


"Iya sumpah! Tapi aku lupa menanyakan namanya"


"Itulah kamu liat cewek cantik lupa semuanya."


"Maksudnya?"


"Kaki sexy Laura, huahaha" ujar Andres sambil menahan tawanya.


"Hmmmmm" raut wajah Alessandro langsung hilang mood


..............................


Dipihak lain orang orang Bonito, sedang pergi menuju kesebuah tempat, dalam perjalanan "Beberapa hari ini begitu membosankan ya" ujar Marco sambil menatap keluar jendela mobil


"Terus bagaimana biar kami bisa menghilangkan kebosananmu itu?" tanya Dary


"Mmmmmm, bagaimana kalau kita buat sedikit kekacauan dikampus?" ujar Marco memberi saran


"Kekacauan gimana maksudnya?" tanya Bonito penasaran


"Ya kekacauan untuk si Andres kek, atau Alessandro?" ujar Marco


"Caranya gimana?" tanya Fernando dengan tegas


Semua terdiam memikirkan ide gila apa yang akan mereka lakukan "Hmmmmmm. Malam ini kita ke kampus" ajak Marco


"Untuk apa? Jika aneh-aneh aku tidak mau ikut" ucap Dary


"Ikut aja!! Ku jamin seratus persen kamu pasti suka." ucap Marco


"Enggaklah, aku tau gimana kalian" ucap Dary


"Yasudah jika kau tidak mau ikut bersenang senang dengan kami, silahkan lewati malam malam suntukmu itu sendirian" jawab Marco dengan kesal


Bonito hanya tersenyum melihat mereka saling mengejek.


..................................


(Dikediaman Alessandro)


"Alesso! Kamu nanti sore ikut denganku gak?" tanya Andres


"Kemana?" Alessandro nanya balik


"Gebrio mengajakku latihan basket!"


"Mmmm. Boleh" ujar Alessandro. Tiba-tiba Andret terdiam seperti memikirkan sesuatu


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Alessandro melihat Andres dengan raut wajah kebingungan


"Aku kepikiran soal Baltasar!" ujar Andres mulai mencurigai seseorang


"Kenapa dengan dia?" tanya Alessandro penasaran, pembicaraan pun semakin tegang dan serius


"Apa mungkin ini ada hubungannya dengan Bonito?" ujar Andres sambil menaruh jari telunjuk di keningnya


"Maksudmu?" tanya Alessandro masih kebingungan dengan pertanyaan Andres


"Iya!! Bisa jadi hilangnya Baltasar ada hubungannya dengan Bonito." ucap Andres dengan penuh keyakinan


"Jangan konyollah! Mana mungkin anak itu menculik Baltasar" ujar Alessandro tidak percaya dengan sikap Bonito sekejam itu


"Coba kamu buka semua kemungkinan!" Ujar Andres memberitahu "Sebelumnya tidak ada kasus penculikan dikota Valencia. Kenapa harus Baltasar yang hilang, satu-satunya orang yang tidak menyukai kita adalah orang-orangnya Bonito kan?" Andres melanjutkan teorinya


"Hmmmmm" Alessandro mulai berfikir seperti Andres "Terus apa yang harus kita lakukan?" tanya Alessandro


"Kita harus mencaritahu soal itu dari mereka!" ujar Andres


"Caranya?"


"Hmm" Andre menjadi kebingungan, tiba-tiba "Tok tok tok tok" suara ketukan pintu terdengar


"Bii! tolong bukakan pintu" teriak Alessandro.


"Baik tuan!" ujar bibi Rosy


"Permisi! Apa nyonya Sofia ada?" tanya nyonya Irene


Alessandro segera menyusul keluar melihat siapa yang datang. "Tante Irene, silahkan masuk, mama ada dikamar" ujar Emilia


"Terimakasih, bagaimana kabarmu Alessandro?" tanya tante Irene dengan perhatian


"Aku baik Tan!" jawab Alessandro sambil tersenyum


...**********...


Bagaimanakah kisah selanjutnya?


Next eps selanjutnya!!