ADALINE (My Young Lady)

ADALINE (My Young Lady)
Part 44



Sesuai dengan rencana Hans, dia tengah bersiap untuk pergi ke negara C. Untuk urusan yang tidak bisa dia tunda apalagi di wakilkan oleh Alan.


Hans pergi ke negara C menggunakan helikopter pribadinya bersama dengan Joe dan Rio. Dia sengaja tidak membawa Alan, karena dia meminta Alan untuk menjaga Adaline dan anak buahnya.


Bagi Hans, hanya Alan seorang sudah cukup untuk menjaga mereka semua, karena Alan adalah orang terkuat di Red Dragon setelah dirinya. Jadi akan sangat sulit untuk menjatuhkan Alan.


"Kau bisa bawa dua orang untuk menemani Adaline disana. Jangan biarkan dia keluar selama aku tidak ada." Ucap Hans pada Alan.


"Baik bos."


Hans berjalan menuju halaman paling belakang, dimana ada lapangan yang cukup luas tempat biasa helikopter nya mendarat.


"Bos." Ucap Rio dan Joe.


"Ayo berangkat."


"Baik bos."


Rio mengambil alih pilot dan Joe duduk di belakang bersama dengan Hans.


Dengan baik Rio menerbangkan helikopter itu, dan mereka mulai menjauh dari mansion menuju negara C.


Di dalam pesawat Hans merasa ada sesuatu yang dia lupa, tapi dia tidak tahu apa itu.


...----------------...


Di apartment, Adaline yang sudah selesai mandi keluar kamar hanya menggunakan celana dan kaos pendek.


Adaline menatap langit, dia ingat jika sore ini Hans akan pergi ke negara C.


"Apa dia sudah berangkat?" Gumam Adaline.


Ting tong


Suara bel apartment mengejutkan Adaline, dengan pelan dia berjalan menuju pintu karena, Hans berkata tidak ada orang yang tahu tentang apartment itu selain dia dan tiga orang anak buah kepercayaannya.


Adaline melihat siapa yang datang lewat layar monitor kecil yang ada disamping pintu.


"Alan." Ucap Adaline.


Setelah tahu siapa yang datang, Adaline membukakan pintu.


"Selamat sore nona Adaline." Ucap Alan.


"Alan. Masuklah."


Alan dan dua anak buah Hans masuk kedalam apartment.


Dua anak buah Hans berjalan menuju dapur dan meletakkan tiga buah kantong plastik berisi bahan makanan.


"Apa Hans meminta kalian untuk membawa bahan makanan sebanyak itu?" Ucap Adaline lagi.


"Bos berkata agar nona jangan kemana-mana selama bos berada di negara C. Jadi kami hanya bisa membawakan semua bahan-bahan makanan itu, karena kami tidak tahu apa saja yang anda butuhkan."


Adaline mengangguk, "Baiklah aku mengerti. Terima kasih."


"Nona Adaline, bos juga meminta saya menempatkan seseorang untuk menemani anda disini."


"Untuk menemani ku?"


"Benar."


"Apakah harus?"


"Iya nona, karena ini pesan dari bos. Dan mungkin ini semua untuk berjaga-jaga."


"Baiklah aku tahu."


Adaline tidak mengerti kenapa Hans meminta orang lain untuk menemaninya, kenapa bukan Alan yang sudah dia kenal.


Sudah hampir dua jam mereka di apartment, dan sekarang Alan dan salah satu anak buah Hans pamit untuk kembali ke mansion.


"Baiklah, saya akan meninggalkan May untuk menjaga anda disini." Ucap Alan.


"Iya, terima kasih."


"Kalau begitu saya akan datang lagi besok. Jika terjadi sesuatu segera hubungi saya."


"Iya, aku mengerti."


Alan dan salah seorang anak buah Hans pergi meninggalkan apartment, yang sekarang hanya ada Adaline dan May, salah satu anak buah Hans.


"Nama mu May?" Ucap Adaline pada wanita itu.


"Benar nona Adaline."


"Baiklah, lebih baik kau sekarang mandi dan beristirahat. Aku akan menyiapkan makan malam."


"Apa anda butuh bantuan nona Adaline?"


"Tidak, tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri, kau beristirahat saja."


"Baiklah kalau begitu."


May berjalan menuju kamar tamu yang ada di ujung ruang tamu.


Adaline merasa sedikit tidak nyaman dengan May, tetapi dia mencoba menghilangkan perasaan itu dan mengalihkannya pada bahan makanan yang saat ini ada di depannya .


30 menit kemudian May keluar dari kamar dan berjalan ke ruang makan.


"Kau sudah beristirahat?" Ucap Adaline.


"Iya nona."


"Maaf aku hanya bisa memasak 3 menu makanan ini."


"Tidak apa-apa, nona. Justru saya harus meminta maaf karena anda memasakkan makanan untuk saya."


"Aku sudah terbiasa melakukannya. Ayo kita makan, sebelum semuanya dingin."


"Baik nona."


"Ini sangat enak." Ucap May.


"Benarkah? Baguslah kalau begitu. Karena sudah lama aku tidak memasak, jadi aku takut tidak enak."


"Ini sangat enak, nona."


Adaline tersenyum mendapat pujian dari May. Dan mereka pun melanjutkan makan malam mereka.


...----------------...


Di negara C, Hans saat ini sedang duduk di kursi kebesarannya.


Dia sedang menunggu seorang ketua mafia yang selama ini dia cari-cari, karena orang ini sudah berhasil membuat Hans geram.


"Bos, kami membawanya." Ucap Rio.


"Bawa dia kesini."


"Baik bos."


Dua anak buah Hans menyeret seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahun, laki-laki itu mempunyai tato dari leher kiri sampai lengannya.


Dengan ujung bibir yang sudah berdarah, laki-laki itu di paaksa masuk kedalam ruangan untuk bertemu dengan Hans.


"Selamat datang tuan Albert, atau aku harus memanggilmu bos Albert?" Ucap Hans.


Albert, laki-laki yang di seret itu menatap Hans dengan tajam.


Hans berdiri dan berjalan mendekati Albert yang berlutut di depannya .


"Kau tidak menyangka bukan jika hari ini akan datang?" Ucap Hans dengan tenang.


"Ternyata kau sudah tahu jika aku yang melakukannya."


"Tentu saja.Jika aku tidak tahu, kau tidak mungkin ada disini hari ini."


Albert menatap tajam pada Hans.


"Kau tahu, tidak sulit mendapatkan informasi tentang mu. Itu kenapa hanya hitungan minggu anak buahku bisa menangkapmu." Ucap Hans lagi.


"Haahh, jangan senang dulu Hans. Kau tidak tahu bukan jika aku menyusupkan orang ke dalam anggota mu?"


Hans memicingkan matanya.


"Siapa? Apakah May atau Brian?"


Kedua mata Albert membulat, dia tidak menyangka jika Hans mengetahui mereka adalah penyusup yang Albert kirim untuk memata-matai Hans.


"Hahaha, kau sepertinya terkejut tuan Albert. Apa kau tahu, aku sangat jelas mengenal bagaimana dan siapa anak buah ku sendiri. Dan mereka sangat terlihat jelas bukan bagian dari anak buahku, walaupun mereka menyamar sebagai orang baru." Ucap Hans.


Hans kembali duduk di kursinya, "Joe, bawa tuan Albert dan berikan dia pelayanan yang memuaskan."


Albert tentu sangat mengerti arti dari kata-kata Hans. Karena semua para mafia tahu jika mereka sudah tertangkap oleh Hans, maka mereka hanya tinggal menunggu siksaan sebelum kematian.


"Dengan senang hati bos." Ucap Joe.


Joe dan beberapa anak buah Hans membawa Albert pergi.


"Rio, bagaimana?" Ucap Hans.


"Semua sudah beres bos. Kami sudah memeriksa markas Albert dan mendapatkan barang-barang yang dia ambil dari kita beberapa hari yang lalu. Di dalam markas, kami juga menemukan beberapa orang wanita yang mungkin di jadikan budak s*x oleh Albert."


"Lepaskan saja wanita-wanita itu, dan bawa kembali semua barang-barang yang ada disana."


"Untuk anak buah Albert?"


"Habiisi mereka semua dan hancurkan markasnya."


"Baik bos."


Rio lalu pergi untuk melakukan perintah Hans.


Setelah semua beres, Hans mengambil ponselnya yang ada di dalam laci. Dia menekan layar ponsel itu dan menghubungi seseorang.


Alan : Halo bos.


Hans : Alan, apa semuanya baik-baik saja?


Alan : Semua baik bos.


Hans : Bagaimana dengan Adaline?


Alan : Nona Adaline juga baik, aku meminta May untuk menemaninya.


Hans : Apa!


Alan : Bos, ada apa bos?


Hans : Kau kembali ke apartemen itu sekarang!


Alan : Ada apa bos?


Hans : May adalah anak buah Albert.


Alan : Apa bos?


Hans : Sekarang kau kembali ke apartemen, dan seret May ke mansion.


Alan : Baik bos.


Hans memutuskan sambungan telefon dengan kesal.


Braaaaakk!


Hans memukul meja dengan keras, dia sengaja tidak memberitahu Alan dan yang lainnya mengenai May dan Brian, karena setelah dia kembali dari negara C, dia sendiri yang akan membunuh dua orang itu.


Tidak disangka jika Alan akan meminta May untuk menemani Adaline malam ini, dan bukan anak buahnya yang lain.