
Perjodohan kali ini adalah rencana bibi pertama dan juga paman ketiga, yang kemudian di setuju oleh paman dan bibi Adaline yang lain.
"Selamat pagi tuan dan nyonya semua." Ucap Ricard.
"Se...Selamat pagi tuan Ricard. Sebuah kejutan bagi kami, anda datang hari ini, tuan." Ucap bibi pertama dengan sedikit gugup.
"Oh benarkah, apakah kalian sengaja berdiri disini untuk menyambut nona muda Wilson?"
"Ini..."
"Tentu, tentu saja. Sudah lama Adaline tidak kembali kesini." Ucap paman kedua menyela ucapan bibi pertama.
Tapi ucapan mereka hanyalah omong kosong saat dua buah mobil mewah memasuki halaman kediaman lama.
Ricard dan Adaline melihat mobil yang baru saja datang itu.
Dari salah satu mobil turun sepasang suami istri dan juga seorang laki-laki yang cukup tampan. Sementara di mobil yang satunya adalah barang-barang yang akan di berikan kepada keluarga Wilson.
"Jadi untuk mereka kalian semua berdiri disini?" Ucap Ricard.
Pertanyaan Ricard membuat semua paman dan bibi Adaline terdiam.
"Selamat pagi tuan dan nyonya Wilson." Ucap wanita paruh baya kepada mereka.
"Selamat pagi dan selamat datang di kediaman Wilson, nyonya dan tuan Mark." Ucap bibi pertama dengan senyum lebar.
"Terima kasih atas sambutannya. Kami membawakan beberapa bingkisan dari negara M untuk kalian."
"Maaf nyonya dan tuan, lebih baik kalian tidak perlu mengeluarkan hadiah-hadiah itu." Ucap Ricard menyela pembicaraan antara bibi pertama dan tamu dari negara M itu.
Ricard menatap para paman dan bibi Adaline.Dia seolah sedang mempertanyakan kedatangan keluarga Mark ini.
"Apa maksud anda tuan, ini semua adalah hadiah untuk kalian. Bukankah kita akan menjadi keluarga nanti?" Ucap tuan Mark.
"Menjalin keluarga? Dengan siapa kalian ingin menjalin hubungan keluarga, tuan. Apakah dengan menikahkan putra anda dan nona muda wilson?"
"Tuan Ricard, tuan dan nyonya Mark adalah tamu terhormat keluarga Wilson. Tolong jaga bicara anda." Tegur paman ketiga.
"Tamu terhormat? Apa yang kalian rencanakan di belakang saya para tuan dan nyonya Wilson yang terhormat. Tidak ingatkah kalian siapa saya bagi nona muda Wilson dan bagi keluarga besar Wilson? +"
Semuanya diam, kedudukan Ricard memang tidak bisa diganggu. Dia sudah mendapatkan kepercayaan penuh dari kakek Wilson dan sudah menandatangani kontrak untuk melayani dan melindungi Adaline apapun yang terjadi.
"Maaf atas ketidak nyamanan ini tuan dan nyonya Mark, jika kalian bersikeras ingin menjalin hubungan dengan keluarga Wilson ini, lebih baik anda masuk dulu kedalam dan ikut mendengrkan apa yang ingin saya sampaikan." Ucap Ricard.
"Baik kalau begitu, ini juga menyangkut masa depan putra saya." Ucap tuan Mark.
"Baik, kalau begitu silahkan masuk."
Tuan, nyonya Mark dan juga putrinya mengikuti Ricard masuk kedalam rumah, sementara semua keluarga Wilson tengah merasakan kekhawatiran.
"Kenapa si anak s*alan itu membawa Ricard kemari?" Bisik paman ketiga pada bibi kelima.
"Aku tidak tahu kak, bukankah kau yang menyuruhnya kemari?" Bisik bibi kelima.
"Aku juga tidak tahu, aku hanya memintanya datang dengan cepat. Aku tidak meminta Ricard untuk datang."
Setelah masuk ke dalam rumah, mereka semua duduk di ruang tamu yang sangat luas.
"Baik. Karena semuanya sudah ada disini, saya akan langsung bicara saja."
Semuanya saling menatap dan mengangguk.
"Perkenalkan, saya adalah Ricard Ricardo. Saya adalah pengacara dan juga orang kepercayaan tuan besar Wilson untuk menjaga semua kekayaan keluarga Wilson ini dan juga untuk menjaga nona muda Wilson."
"Nona muda Wilson kemarin meminta saya untuk mewariskan sebagian kekayaan keluarga Wilson kepada semua paman dan bibinya."
Para paman dan bibi Adaline tercengang mendengar itu.
"Dia akan melepaskan nama Wilson dari identitasnya, tetapi sebelum itu dia ingin membagikan sebagian kekayaan keluarga Wilson untuk paman dan bibinya, agar mereka tidak lagi mencoba untuk menyingkirkan non muda Wilson di masa mendatang."
"Tunggu tuan Ricardo, apa maksud anda dengan menyingkirkan nona muda Wilson?" Ucap nyonya Mark.
"Ah, anda belum tahu nyonya Mark? Selama beberapa tahun ini nona muda Wilson hampir mati beberapa kali, tetapi dia selalu selamat dari kematian itu. Dan apa anda tahu siapa yang melakukannya nyonya?"
"Maksud anda.... Orang yang melakukannya adalah...."
"anda benar, mereka adalah anggota keluarga Wilson sendiri yang melakukannya."
Tuan, nyonya Mark dan juga putranya terkejut karena tidak menyangka jika keluarga Wilson sangat kejam seperti itu.
"Jaga bicara anda tuan Ricard, kami sangat menyayangi Adaline. Jadi mana mungkin kami melakukan hal itu padanya." Ucap paman keempat yang mencoba membela diri.
"Benarkah? Apa kalian benar-benar menyayangi nona muda Wilson?"
"Ten... Tentu saja."
"Kalau begitu, kenapa kalian menekan nona muda untuk menikahi laki yang tidak ingin dia nikahi?"
Semuanya tersentak akan ucapan Ricard. Bukan hanya keluarga Wilson saja, namun keluarga Mark juga terkejut. Karena selama ini keluarga Mark mengira jika Adaline mau menikah dengan putranya, karena dia menyukai putra keluarga Mark mereka, tapi ternyata karena di paksa.
"Baiklah, kita kembali ke pembicaraan kita yang sebenarnya. Disini saya mempunyai beberapa dokumen kepemilkan vila dan resort untuk tuan Wilson ketiga dan juga untuk nyonya Wilson pertama dan kelima." Ucap Ricard.
Ricard membuka dokumen itu dan memperlihatkan kepada semuanya.
"Apa maksudnya ini? Vila dan resort untuk kami?" Ucap bibi pertama.
"Benar. Selama ini nyonya pertama, nyonya kelima dan tuan ketiga tidak pernah bekerja dan hanya menghabiskan uang keluarga Wilson.Jadi kalian hanya akan mendapatkan dua vila di negara Y dan satu resort di negara Z."
"Aku menolak! Aku tidak mau menerimanya. Kekayaan keluarga Wilson sangat banyak, kenapa hanya dua vila dan satu resort untuk kami!" Seru bibi kelima.
"Bukankah selama lebih dari 5 tahun kalian sudah banyak menghamburkan uang? Saya mempunyai bukti pembayaran yang kalian lakukan dengan kartu kredit yang tuan besar Wilson berikan kepada kalian."
Mata semua keluarga Wilson terbelalak, mereka tidak menyangka jika kartu kredit itu akan terhubung pada Ricard.
Selama ini mereka memang sudah menghabiskan banyak uang, membeli barang-barang mewah untuk menghadiri acara yang di adakan oleh orang terpandang di negara N.
"Tahun ini pengeluaran kalian sudah lebih dari 2 triliun, apakah kalian masih belum puas menghabiskan uang, tuan-tuan dan nyonya-nyonya Wilson?"
Semua terdiam, mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi karena Ricard sudah mengetahui semuanya.
"Jika kalian masih menolak, maka saya akan menjual vila dan resort itu. Dan tentu saja kalian tidak akan mendapatkan apapun dari keluarga Wilson." Ucap Adaline.
"Tidak tidak, kami akan menerimanya."Ucap paman ketiga dengan cepat.
Bagaimana pun paman ketiga adalah orang yang paling serakah, dari pada tidak mendapat apa-apa dia lebih memilih menerima dua vila dan satu resort itu.
Setelah paman ketiga setuju dan menandatangani surat kepemilikan vila dan resort, kedua bibinya pun ikut menandatangani surat yang sama.
"Baiklah, untuk tuan ketiga, nyonya pertama dan nyonya kelima telah selesai. Sekarang tinggal tuan kedua dan keempat." Ucap Ricard.
Ricard mengeluarkan dua dokumen lagi yang berbeda dan membukanya untuk di perlihatkan pada mereka.
"Untuk tuan kedua dan keempat, karena kalian sudah ikut membantu keluarga Wilson dan berhasil mendirikan dua perusahaan, maka dua perusahaan yang kalian dapatkan itu akan menjadi milik kalian berdua." Ucap Ricard lagi.