ADALINE (My Young Lady)

ADALINE (My Young Lady)
Part 14



D0r!


D0r!


Tanpa di duga, dari samping anak buah laki-laki itu melesatkan dua buah peluru kearah Carlos.


Dan seketika Carlos tersungkur di atas tanah karena lengan dan kaki kirinya tertembak.


"Hahaha! sudah aku katakan, hari ini akan menjadi hari terakhir mu dan nona mudamu itu."


Dengan kekuatan yang tersisa, Carlos menatap nanar orang itu.


Adaline yang melihat Carlos tertembak segera keluar dari mobil.


"Carlos!" Ucap Adaline dengan keras.


Carlos dan orang-orang yang ada disana menoleh.


"Hahaha, kau sudah tidak punya pelindung lagi, nona muda Wilson. Dave sudah mati dan hari ini Carlos juga akan mati."


Adaline masih tidak mengerti kenapa orang itu berkata seperti itu tentang Dave.


"Apa maksud mu, dan siapa kalian?" Tanya Adaline.


"Hahahah, kau tidak tahu maksud ku?"


Adaline menatap tajam orang itu, sementara Carlos tengah menahan rasa sakit yang ada di lengan dan kakinya.


"Aku! Aku adalah orang yang sudah membunuh Dave dan juga yang akan membunuh Carlos dan dirimu."


Mata Adaline terbuka lebar, orang yang selama ini dia cari kini ada didepannya, dia adalah orang yang sudah membuat Dave meninggal.


"Kau.... Jadi kau!" Seru Adaline.


"Benar nona muda. Tapi jangan khawatir, sebentar lagi kau dan dia akan kembali bersama Dave di alam lain. Hahahaha."


Suara tawa orang-orang itu mengelilingi Adaline dan Carlos.


"Kalian, lakukan semua dengan baik! Carlos sudah tidak bisa berbuat apa-apa." Ucap laki-laki itu pada anak buahnya.


"Baik bos." Ucap semua anak buahnya secara serempak.


Setelah mengatakan itu, laki-laki yang sudah membunuh Dave pergi meninggalkan tempat itu.


Dia yakin anak buahnya bisa menghabisi Adaline dan Carlos yang sudah tidak berdaya itu.


Saat mereka akan bertindak, tanpa mereka duga sebuah mobil melintas dan berhenti tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Orang-orang dari dalam mobil keluar, dan melihat Adaline juga Carlos.


Salah satu dari orang-orang itu mengenali Carlos, dan mereka pun berjalan menghampiri sekelompok orang yang ingin melakukan sesuatu pada Carlos dan Adaline.


"Itu.... Itu adalah....."


Tanpa berbicara lagi, orang itu bersama dengan yang lain menghajar satu per satu orang-orang yang memukuli Carlos, lalu membawa Adaline dan Carlos yang terluka masuk kedalam mobil.


Orang-orang itu membiarkan sekelompok anak buah dari orang yang telah membunuh Dave terkapar begitu saja.


...----------------...


Di sebuah ruangan yang penuh dengan warna putih, Adaline melihat seseorang yang berdiri menatap dirinya.


"Kau siapa? Dan.... dimana aku?"


Laki-laki itu tidak menjawab, dia mengulurkan tangannya dan menutup kedua mata Adaline.


Dalam mata tertutup Adaline merasakan jika bibirnya menyentuh sesuatu yang hangat, dan tidak lama dia merasakan ji*lat4n yang lembut pada bibirnya.


Untuk beberapa saat Adaline membiarkan bibirnya di cium dan di lum4t oleh laki-laki itu.


Ciuman itu begitu lembut dan hangat. Adaline merasakan ciuman itu di lepas lalu kedua matanya di buka.


"Nona muda, anda sudah sadar?"


Sebuah suara yang Adaline kenal terdengar begitu samar di telinganya.


Kedua mata Adaline perlahan terbuka, lalu dia melihat sekeliling ketika kesadarannya telah datang.


"Aku dimana?" Ucap Adaline sambil berusaha untuk duduk.


"Tenanglah, nona muda."


"Carlos, kau tidak apa-apa? Bagaimana dengan lukamu?"


"Saya tidak apa-apa nona muda, semua baik-baik saja."


"Syukurlah kalau begitu, tetapi..... Kita dimana?"


"Nona muda, kita ada di...."


"Kau sudah sadar?"


Suara dari arah pintu memotong ucapan Carlos.


"Ha...Hans?"Ucap Adaline dengan terkejut.


Hans berjalan mendekati ranjang, lalu mengulurkan tangannya dan menempelkan punggung tangannya diatas kening Adaline.


"Baguslah, demamnya sudah turun." Ucap Hans.


Wajah Adaline berubah merah seketika, degup jantungnya seperti ada anak kelinci yang tengah melompat-lompat didalam tubuhnya, saat melihat Hans begitu perhatian padanya.


Hans menatap perubahan wajah Adaline.


"Wajah mu merah, apa kau tiba-tiba demam lagi?" Ucap Hans pada Adaline.


Adaline menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak, tidak, aku tidak demam."


Hans mengangguk mengerti. Dia lalu keluar dari kamar.


"Carlos, apa yang sudah terjadi?" Tanya Adaline.


"Waktu kita hampir di pukuli dua hari yang lalu, beberapa orang datang dan menolong kita. Saat itu anda telah pingsan, dan saya juga tidak tahu apalagi yang terjadi, karena saat saya bangun, saya sudah berada didalam kamar sebelah."


"Dua... Dua hari? Maksudmu...."


"Iya nona muda, anda tidak sadarkan diri selama dua hari."


Adaline tidak menyangka jika dirinya akan pingsan selama dua hari, dan lebih tidak menyangka lagi kalau ternyata yang menolong dirinya dan Carlos adalah Hans.