
Hari ini adalah hari dimana Hans, Alan dan dua orang anak buahnya akan pergi ke negara C. Negara Hans dan mereka berasal.
Hans duduk dengan santai didalam helikopter, sementara disampingnya ada Alan, dan dua anak buah lainnya yang akan membawa mereka terbang melewati beberapa negara dari udara.
"Semua sudah beres?" Tanya Hans.
"Sudah bos, Rio dan Joe berkata kalau semua sudah siap." Ucap Alan.
Hans menganggukan kepalanya.
Didalam helikopter Hans melihat pemandangan di bawahnya.
...Helikopter yang Hans naiki ke negara C....
...----------------...
Hans menatap lekat sebuah pulau yang tidak jauh dari pandangannya.
"Apa itu pulau H, yang katanya akan di lelangkan bulan depan di pasar gelap?" Ucap Hans.
Alan melihat pulau yang di maksud Hans, "Benar bos, katanya pulau itu mempunyai sumber daya yang bagus. Juga terdapat sebuah gua yang katanya ada harta karunnya."
"Harta karun?"
"Benar bos."
"Jika memang ada harta karun, pulau itu tidak akan di lelangkan."
"Bos benar, tapi pemilik pulau itu adalah tuan Jims."
"Jims?Jims Scott?"
"Benar bos."
"Hahaha, orang licik seperti dia hanya akan memanfaatkan orang yang berhasil melelang pulaunya itu."
Hans sangat tahu seperti apa orang yang bernama Jims Scott itu, karena sudah lebih dari tiga orang datang kepadanya untuk membeli senjata, dan bertujuan untuk membunuh laki-laki itu.
"Jika sekarang dia berulah, mungkin musuhnya akan bertambah lagi." Ucap Hans.
"Iya, bos benar. Bulan ini saja sudah ada dua anggota dari dua kelompok yang membeli senjata, untuk menghabisi dia."
"Mereka tidak akan bisa."
Alan mengangguk.
"Daftarkan namaku, aku akan mengikuti pelelangan itu. Tapi dengan identitas lain."
"Baik bos."
"Aku ingin lihat, apakah dia berani berulah saat tahu siapa yang membeli pulaunya itu."
Hans menyunggingkan senyum d3vilnya.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, Hans kini sudah berada di sebuah landasan helikopter pribadi miliknya di negara C, yang ada di belakang salah satu mansion mewahnya.
"Selamat datang bos." Ucap beberapa anak buah yang berbaris rapi menyambut kedatangan Hans.
Hans berjalan dan seperti biasa tanpa membalas ucapan para anak buahnya itu.
Seorang kepala pelayan membukakan pintu sebuah mansion mewah yang sudah menjadi markass mereka selama dua tahun terakhir.
"Semuanya baik bos." Ucap Joe, salah satu anak buah kepercayaan Hans disana.
"Persediaan?"
"160 Gr, 75 SG, 80 PS,1.750 Pl dan sisanya 450 barang yang biasa bos."
"Hmm, minta pada Glen dan petter untuk membuat 50 SG dan 70 PS."
"Baik bos."
"Yang aku minta, apa kalian sudah siapkan."
"Sudah bos."
"Lakukan besok lusa jam 10 malam."
"Baik bos."
"Lakukan dengan bersih."
"Tentu bos."
Hans mengangguk.
"Kakak Hans!"
Sebuah teriakan dari arah pintu terdengar begitu nyaring. Semua orang yang berada diruang tengah menoleh.
Seorang anak perempuan berusia 12 tahun dengan wajahnya yang berseri, dan senyumannya yang lebar berlari mendekati Hans.
"Kakak Hans." Ucap perempuan itu lagi.
Anak perempuan itu langsung memeluk tubuh Hans dengan erat.
Hans tersenyum tipis melihat kelakuan anak perempuan itu, dia membalas pelukan anak perempuan itu dan menepuk-nepuk punggung anak itu pelan.
"Kakak, kenapa tidak bilang dulu kalau mau pulang." Ucap anak perempuan itu.
"Maaf, aku tidak sempat memberitahu mu."
Perempuan itu sedikit mengerucutkan bibirnya.
Melihat itu Hans hanya bisa menggelengkan kepalanya. Di mansion itu hanya gadis kecil dan perempuan bernama Nana yang di perbolehkan memanggil nama asli Hans.
Hans mengangkat tubuh gadis itu lalu mendudukannya diatas pangkuan.
Walaupun usia perempuan itu sudah 12 tahun, tetapi tubuhnya sangat kecil untuk seusianya. Rio berkata jika perempuan muda itu memiliki kelainan sindrom, yang membuat tubuhnya sulit tumbuh. Sebab itu, Hans sangat menyayanginya.
Keterangan :
Gr : Geraanat*
SG : Sh0tgun/Gun*
PS : Pist0l
Pl : Peluruu***
Itu beberapa nama senjata yang dibuat dan jual belikan oleh Hans.