ADALINE (My Young Lady)

ADALINE (My Young Lady)
Part 16



"Carlos."


Sebuah suara mengejutkan Carlos, dengan pelan Carlos menoleh dan mendapati Adaline Wilson sudah berada di belakangnya.


"No... Nona muda." Ucap Carlos.


"Dimana Hans?"


"Dia sedang ada urusan lain. Nona muda kenapa keluar? Anda baru saja sadar."


"Aku sudah baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir."


Carlos menatap Adaline dengan perasaan bingung, apakah dia harus mengatakan kebenarannya atau tidak tentang Hans pada nona mudanya itu.


"Carlos, ada apa?" Tanya Adaline yang melihat Carlos melamun.


Carlos segera menggelengkan kepalanya dan mencoba tersenyum pada Adaline Wilson.


"Nona muda, lebih baik anda kembali istirahat di kamar." Ucap Carlos.


"Tidak, aku tidak apa-apa."


Adaline melihat wajah Carlos yang sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu.


"Katakan, apa yang tadi kau dan Hans bicarakan? Dan beritahu aku dimana ini, kenapa banyak sekali orang yang sepertinya sedang berlatih diluar?" Ucap Adaline penuh tanya.


Carlos menatap Adaline dan mencoba memberanikan diri untuk memberitahu semuanya pada nona mudanya itu.


"Nona muda, saya akan memberitahu anda semuanya. Tetapi berjanjilah pada saya jika anda tidak akan menyalahkan diri anda lagi." Ucap Carlos dengan serius.


"Ada apa?"


Carlos tidak bisa mundur lagi, Adaline sudah menatapnya dengan sangat serius dan tajam.


"Haahh, kenapa dua orang ini (Hans dan Adaline) mempunyai tatapan mata yang membuatku tidak bisa berkutik."


"Carlos." Ucap Adaline


"Ah, iya nona muda."


"Katakan semuanya padaku."


"Baik, baik nona muda."


Carlos meminta Adaline duduk di sofa yang ada di belakang tubuh nona mudanya itu, lalu dia pun mulai menceritakan apa yang dia ketahui tentang Ronald Lu, dan juga tentang Hans yang adalah ketua dari Red Dragon. Salah satu mafia di negara C dan negara N.


Adaline tentu sangat terkejut mendengar semuanya, dia sungguh tidak menyangka jika kehidupan Hans sangat berat dan penuh bahaya. Seketika rasa bersalah menyelimuti Xiao Yu Wen.


"Kalau saja waktu itu aku tidak meminta kak Dave pergi, Hans pasti tidak akan hidup seperti ini." Ucap Adaline dengan penuh penyesalan.


"Nona muda, tolong jangan menyalahkan diri anda lagi. Semua sudah terjadi dan di luar perkiraan kita."


Adaline mengusap air matanya yang menetes, dan kembali dadanya terasa begitu sesak. Karena kehidupan yanh cukup sulit bagi Hans, baru dia ketahui.


Setelah Adaline mengetahui siapa Hans sebenarnya, dan bagaimana Hans hidup setelah kakaknya meninggal, Adaline semakin tidak ingin meninggalkan Hans dan bertekad akan mengikuti kemana Hans pergi.


...----------------...


"Hans."


Hans menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya.


Adaline, orang yang memanggil Hans berjalan mendekati Hans. Dia menatap Hans dengan lekat.


"Ada apa?" Tanya Hans sambil membersihkan pist0l yang ada ditangannya.


Adaline melihat benda yang ada ditangan Hans, ada perasaan sedikit terkejut namun dia berusaha untuk tetap tenang.


"Hans, apa aku boleh ikut?" Ucap Adaline memberanikan diri.


Hans melirik sekilas pada Adaline, lalu kembali membersihkan pistolnya.


"Untuk apa? Disana berbahaya." Ucap Hans datar.


"Aku ingin tahu alasan kenapa dia membunuh kak Dave."


"Aku akan memberitahu mu nanti."


"Tidak, aku ingin ikut."


Hans menatap Adaline dengan tajam, tidak ada orang yang berani membantahnya selama ini. Dan sekarang di depannya ada seorang wanita yang sedang membantah ucapannya.


Tataoan mata tajam Hans membuat Adaline merasa seperti di tikam, dia pun menunduk.


"Aku hanya ingin tahu saja. Dan ingin ikut denganmu." Ucap Adaline dengan pelan.


"Aku sudah bilang disana berbahaya, dan aku akan memberitahu alasannya padamu setelah aku kembali."


"Tapi..."


Hans yang tidak mau lagi mendengar ucapan Adaline, berjalan keluar mansion.


"Jaga dia, jangan biarkan dia keluar dari mansion apapun alasannya." Ucap Hans pada anak buahnya.


"Baik bos."


Hans, Alan dan beberapa anak buahnya pergi meninggalkan mansion dengan mengendarai dua mobil.


Adaline hanya bisa melihat kepergian Hans dari dalam mansion, karena dia tidak boleh kemana-mana.


"Nona muda." Ucap Carlos.


"Carlos, tolong bawa aku pergi. Aku ingin menyusul Hans."


Adaline memohon pada Carlos, dia sangat khawatir dengan Hans. Karena walaupun Hans ketua mafia di dua negara, tetapi orang yang akan Hans hadapi adalah seorang ketua mafia juga.


"Nona muda tenanglah, Hans akan baik-baik saja. Dia bisa menghadapi Ronald Lu." Ucap Carlos mencoba menenangkan Adaline.


"Tapi Carlos...."


"Percayalah nona muda. Lebih baik kita menunggunya disini."


Adaline akhirnya menyerah dan hanya bisa duduk menunggu kepulangan Hans.