ADALINE (My Young Lady)

ADALINE (My Young Lady)
Part 13



Di rumah besar milik keluarga Wilson, Adaline Wilson duduk diatas kursi yang ada di taman belakang rumah itu.


Adaline melamun, pandangannya jauh ke depan entah apa yang dia lihat.


Carlos yang melihat Adaline sedang sendirian di taman, berjalan mendekatinya.


"Nona muda." Ucap Carlos.


Adaline terkejut atas kedatangan Carlos.


"Oh, kau disini?" Ucap Adaline sambil menatap Carlos.


Carlos mengangguk, "Nona muda, apa kau sedang memikirkan Hans?"


Adaline menatap Carlos lalu tersenyum, "Apakah sangat terlihat Carlos?"


Carlos duduk di kursi yang ada di samping kursi yang Adaline duduki.


"Apa anda sudah mulai menyukainya?Atau.... memikirkan dia karena merasa bersalah padanya?"Tanya Carlos fengan hati-hati.


"Aku tidak tahu, tapi saat aku mendengar jika dia pernah berhubungan dengan orang lain. Dadaku terasa sangat sesak, dan saat dia mengatakan hal yang begitu tajam padaku. Aku merasa seperti ada ribuan jarum yang menusuk."


Carlos memperhatikan nona mudanya dengan seksama, dia yakin jika saat ini Adaline bukan sekedar menyukai Hans, tapi sudah jatuh cinta.


"Katakan padaku, apakah aku menyukainya?" Ucap Adaline seraya menatap Carlos.


Carlos diam sejenak, "Tuan muda, selama ini saya tidak pernah melihat anda seperti saat ini. Anda begitu memikirkan orang lain, bahkan merasakan sakit saat orang itu mengatakan hal tidak anda sukai."


Adaline hanya mengangguk.


"Saya rasa anda bukan hanya menyukainya, tetapi anda sudah jatuh cinta padanya, nona muda." Ucap Carlos lagi.


Kedua mata Adaline melebar mendengar ucapan Carlos.


"Ja.... Jatuh cinta?"


Carlos mengangguk, "Benar tuan muda. Anda merasakan seperti ada ribuan jarum yang menusuk, karena anda tidak ingin orang yang anda cintai mengatakan hal yang membuat hati anda terluka. Dan anda merasa sesak saat tahu dia bersama orang lain, itu karena anda sedang cemburu."


Adaline mengalihkan pandangannya, melihat beberapa bunga yang tertanam begitu rapi di depannya.


"Jatuh cinta ya? Aku memang tidak pernah merasakan itu, walaupun dulu kakek pernah memperkenalkan seorang laki-laki yang tampan dan berkarisma. Tapi aku tidak merasakan apapun seperti sekarang ini." Ucap Adaline.


Carlos mengerti itu, dulu bahkan laki-laki yang di kenalkan oleh tuan besar sangat ingin menikah dengan Adaline, namun Adaline menolaknya.


"Tapi... Kami adalah dua orang yang berbeda, jika orang-orang tahu, aku pasti membuat keluarga Wilson menjadi bahan candaan di negara ini."


"Nona muda..."


Carlos melihat senyum getir di bibir Adaline.


"Jika aku keluar dari keluarga Wilson ini, apa Hans akan memaafkanku dan mau menerimaku, Carlos?" Ucap Adaline.


"Nona muda, tolong jangan berkata seperti itu."


"Aku hanya bercanda."


Dia sangat tahu sebagai penerus keluarga yang begitu besar dan terkenal di negara itu, dia harus bersikap baik. Seperti tidak di perbolehkan ada celah dan kesalahan yang akan membuat anggota keluarga Wilson yang ingin menjatuhkannya mempunyai alasan untuk membuangnya.


Menjadi penerus keluarga kaya tidak selalu menyenangkan, bagi orang yang melihat akan mengira, jika hidup Adaline sangat bahagia dan beruntung.


Tapi tidak bagi Adaline dan orang-orang yang telah bekerja lama dengan keluarga Wilson. Karena meskipun dia adalah seorang wanita tetapi tuan besar Wilson telah memutuskan jika penerus keluarga Wilson adalah dirinya.


"Baik nona muda."


Carlos berdiri dan berjalan di belakang Adaline.


"Nona muda." Ucap Carlos.


"Katakan saja."


"Minggu depan adalah hari peringatan kematian Dave. Haruskah kita kembali ke negara C?"


Adaline berhenti, setiap tahun dia dan Carlos akan pergi ke makam Dave yang ada di negara C.


Bagi Adaline memakamkan Dave di tanah kelahirannya merupakan penghormatan terakhir, dan juga melakukan keinginan terakhir dari Dave.


"Tentu saja, lakukan seperti tahun-tahun sebelumnya." Ucap Adaline.


"Baik nona muda."


Adaline kembali berjalan keluar rumah.


Seorang supir yang sudah siap dengan mobil berwarna abu-abu berdiri di luar rumah. Dengan cekatan supir itu membukakan pintu mobil untuk Adaline.


Setelah melihat Adaline masuk kedalam mobil, Carlos pun masuk kedalam mobil yang berada di belakang mobil Adaline.


Didalam mobil, Adaline termenung.


"Kali ini apakah dia akan pergi kesana juga. Bagaimanapun kak Dave adalah kakaknya."


Di tengah perjalanan mobil Adaline di cegat oleh sebuah mobil yang tidak di kenal.


Tidak lama Adaline melihat empat orang dari dalam mobil itu turun, dan langsung menodongkan senjata tajam pada mobilnya.


Carlos yang melihat mobil yang di naiki Adaline berhenti karena di cegat oleh seseorang, Carlos segera meminta supirnya berhenti dan dia langsung turun dari mobil.


"Hei kalian!" Seru Carlos.


Carlos yang tidak takut dengan todongan senjata tajam orang-orang itu bergerak dengan cepat, di belakangnya dua anak buah Carlos pun ikut bertindak.


4 orang yang mencegat mobil Adaline, tidak bisa mengelak dari baku hantam dengan Carlos dan orang-orangnya.


Sementara itu Adaline yang sudah biasa mengalami hal seperti itu hanya bisa diam didalam mobil.


Saat Carlos dan anak buahnya bertarung, tiba-tiba sebuah mobil lain berwarna hitam muncul dan beberapa orang keluar dari mobil itu.


"Hahaha Carlos, hari ini akan menjadi hari terakhir untukmu dan nona muda kesayanganmu! Kalian akan pergi menemani Dave yang sok jagoan itu!"


Sebuah suara yang begitu angkuh membuat Carlos menoleh.


Kedua mata Carlos memerah melihat siapa yang berbicara.


"Kau!!!" Seru Carlos.


"Ya, ini aku hahaha."


Carlos mengepalkan tangannya dengan kuat, dia sangat ingat wajah orang itu. Wajah yang sudah membuat Dave pergi dari dunia, orang yang diam-diam menembakkan peluru kearahnya dan di hadang oleh tubuh Dave.


Carlos berlari kearah laki-laki itu, namun...