ADALINE (My Young Lady)

ADALINE (My Young Lady)
Part 15



"Nona Wilson dan tuan Carlos, ini adalah makanan untuk kalian. Tuan Hans meminta saya membawakannya kesini." Ucap seseorang yang jika di lihat seperti seorang koki.


"Baik, terima kasih." Ucap Adaline.


Carlos berjalan kearah meja untuk mengambilkan makanan itu, lalu memberikannya kepada Adaline.


"Nona muda, anda harus makan yang banyak agar segera pulih. Saya sudah meminta anak buah saya untuk melacak dimana keberadaan mereka."


Adaline menerima mangkuk yang berisi bubur dari Carlos.


"Aku tidak menyangka jika mereka masih tidak melepaskan kita setelah membunuh kak Dave." Ucap Adaline.


"Apa kau bilang?"


Adaline dan Carlos terkejut dengan suara yang keras itu. Mereka pun menoleh kearah pintu.


Sebuah wajah dengan rahang menguat sudah berdiri dengan tegak didepan pintu, menatap tajam kearah Adaline dan Carlos.


Dengan langkah lebar. Hans, orang yang berdiri di depan pintu itu mendekati Adaline.


"Katakan sekali lagi, apa yang kau katakan tadi." Ucap Hans.


"A... Aku...."


"Katakan atau aku akan melemparmu dari sini!"


Adaline terdiam, saat ini dia merasa sangat takut pada Hans.


Carlos yang melihat itu berusaha berdiri dan mendekati Hans.


"Kita bicara di luar, aku akan memberitahu semuanya padamu." Ucap Carlos sambil menepuk bahu Hans.


Carlos keluar dari kamar itu lebih dulu, Hans menatap Adaline yang menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap mata Hans, sebelum kekuar untuk menyusul Carlos.


"Katakan saja disini." Ucap Hans pada Carlos.


Mendengar ucapan Hans, Carlos berhenti lalu berbalik dan berjalan mendekati Hans dengan pelan.


Carlos menatap Hans dan mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya.


"Dia adalah ketua dari orang-orang yang memukuli kami dua hari yang lalu. Dan dia juga orang yang sudah menembakkan peluru ke arahku tetapi Dave menghadang peluru itu dengan tubuhnya."


Hans menatap tajam foto yang ada ditangannya. Dia lalu sedikit meremas foto itu dengan geram.


"Alan!" Teriak Hans.


"Iya bos."


"Undang ketua dari Elang Hitam ke Club* B besok."


"Ketua dari Elang Hitam? Maksud bos yang mana?"


Hans tidak menjawab, dia memberikan foto yang dia dapat dari Carlos pada Alan.


Alan melihat foto itu dan sedikit terkejut.


"Dia... Kau yakin ingin mengundangnya, bos?"


Alan membuka kedua matanya lebar. Saat ini tangannya ada sebuah foto seorang ketua yang selalu memesan senjata pada Hans.


Bisa di bilang dia adalah seorang pelanggan, dan tentu dia tidak berani macam-macam pada Hans, karena walaupun Hans hanya mempunyai anak buah lebih sedikit, tapi kekuatan anak buah Hans mampu memusnahkan dua kelompok mafia sekaligus.


"Tapi, bukankah dia..."


"Dia selalu membeli senjata pada kita, dengan senjata itu dia menembak kakakku. Dan dengan senjata itu juga aku akan meledakkan kepalanya."


Alan mengerti, selama ini Hans selalu mencari tahu siapa orang yang sudah membunuh kakaknya. Tapi tidak disangka jika orang yang membunuh kakaknya adalah orang yang membeli senjata dari mereka.


"Lakukan apa yang aku minta, dan jangan membuat dia curiga."


"Baik bos."


Carlos memperhatikan Hans dan anak buahnya berbicara, ada beberapa pertanyaan yang mengganjal pikirannya tentang Hans, dan orang-orang yang ada didalam mansion itu.


"Hans." Ucap Carlos.


Hans menatap Carlos, "Aku tahu kau ingin bertanya apa padaku."


Hans berjalan melewati Carlos, lalu keluar dari mansion dan melihat anak buahnya yang sedang berlatih.


Carlos mengikuti kemana Hans pergi, dan berdiri disamping laki-laki berbadan tegap itu.


"Mereka semua adalah anak buah ku yang aku ambil dari jalanan. Aku memberikan mereka rumah, pakaian, makanan dan pekerjaan. Dan disini adalah tempat mereka tinggal." Ucap Hans.


"Jadi maksud mu?"


"Benar, aku adalah ketua salah satu ketua mafia di negara N dan negara C. Ketua dari mafia bernama Red Dragon."


Carlos terkejut mendengar penuturan Hans yang sangat tidak terduga itu.


"Hans, kau sedang tidak bercanda denganku bukan?" Ucap Carlos dengan tidak percaya.


"Itu urusanmu jika kau tidak percaya. Kau bisa menyelidiki orang yang sudah membunuh kakakku. Namanya adalah Lu, Ronald Lu. Dia bekerja untuk salah satu keluarga Wilson, kau pasti akan mengetahuinya tidak lama lagi."


"Salah satu dari keluarga Wilson?"


"Iya, aku tidak tahu siapa. Tapi dia sendiri pernah berkata padaku jika dia bekerja untuk keluarga Wilson."


"Jadi.... Kau benar-benar seorang... Mafia?"


Hans menatap Carlos dengan tajam, memberi jawaban dengan tatapan yang mampu membuat orang mengeluarkan keringat dingin itu.


Carlos menelan lud4hnya dengan susah melihat tatapan yang Hans lemparkan padanya.


"Aku membuat kelompok ku sendiri untuk mencari, dan memberi pelajaran pada orang yang sudah membunuh kakak ku. Dan aku tidak menyangka jika dia adalah orang yang sering memesan senjata padaku." Ucap Hans.


Hans mengepalkan tangannya dengan kuat, dia merasa sangat kecewa dan marah. Sebab karena senjata yang dia jual pada Ronald Lu sudah membuat kakaknya meninggal.


"Masuklah, aku yakin dia pasti menunggumu dan ingin tahu semuanya. Untuk Ronald Lu, aku yang akan mengurusnya." Ucap Hans lagi.


Hans berjalan menjauh dari mansion, dan masuk kedalam sebuah bangunan yang berada tidak jauh dari mansion itu.


Sementara itu, Carlos hanya bisa memandangi Hans dengan perasaan yang tidak bisa di katakan karena sangat terkejut.