ADALINE (My Young Lady)

ADALINE (My Young Lady)
Part 35



Drrrrrrrtt ddrrrrrrrt


Di saat Adaline tengah bingung, sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.


Paman ke 3: Adaline, datanglah ke kediaman lama. Kita akan membahas pernikahanmu. Ingat untuk tidak terlambat.


Mereka memang tidak pernah menghargai dan menghormati Adaline sebagai penerus keluarga Wilson. Karena mereka selalu berpikir jika Adaline masih terlalu muda dan tidak bisa apa-apa, jadi mereka selalu meremehkan Adaline.


Setelah membaca pesan itu, Adaline menatap tiga berlian di atas meja tadi. Dia lalu menghubungi pengacaranya dan juga Carlos.


Satu jam kemudian pengacara keluarga Wilson datang untuk menemui Adaline.


"Selamat siang nona muda Wilson." Ucap pengacara itu.


"Selamat siang tuan Ricard. Silahkan duduk."


"Terima kasih."


Mereka berdua lalu mulai membicarakan rencana Adaline, yang akan memberikan sejumlah uang keluarga Wilson ke beberapa panti asuhan dan juga panti jompo.


"Saya ingin semua nama panti jompo dan panti asuhan di rahasiakan dari keluarga Wilson." Ucap Adaline.


"Baik nona muda. Lalu untuk pewaris selanjutnya anda akan memberikan kepada siapa?"


"Semuanya."


"Maksud anda?"


"Semua paman dan bibiku menginginkan warisan itu, jadi aku akan memberikan kepada semuanya."


"Baik, saya mengerti."


"Tuan Ricard, ada berapa banyak uang yang keluarga Wilson miliki saat ini?"


"Total uang saat ini.... Semuanya ada lebih dari 12 triliun nona muda."


"Total perusahaan dan nilai aset-aset penting?"


"Keluarga Wilson saat ini mempunyai 2 perusahaan di negara N, 1 di negara C, 2 di negara M, dan 2 di negara Z. Untuk total harga semua aset-aset penting mencapai 7 triliun, nona muda. Itu mencakup hotel, vila, resort dan restoran."


"Apa semua adalah hasil kerja keras ayah dan kakek?"


"Tidak, nona muda. 1 perusahaan di negara Z adalah hasil kerjasama yang di pimpin oleh paman kedua anda, lalu 1 perusahaan di negara M adalah hasil dari paman keempat anda."


"Apa hanya itu?"


"Benar nona muda."


"Baik, berikan perusahaan itu kepada paman kedua dan paman keempat, karena mereka sudah bekerja dengan baik."


"Baik nona muda."


"Untuk perusahaan yang lain, kau bisa mengaturnya agar perusahaan itu bisa di jual dengan cepat."


"Tapi paman dan bibi anda yang lainnya?"


"Belikan mereka masing-masing dua vila dan satu resort di beberapa negara yang berbeda."


"Untuk aset-aset penting, aku akan menjualnya sendiri. Mereka yang tidak pernah berusaha tidak layak mendapatkannya. Dan sudah cukup bagi mereka untuk hidup dalam kesenangan tanpa bekerja sama sekali."


"Baik nona muda, saya mengerti. Kalau begitu ini adalah dokumen mengenai aset-aset berharga keluarga Wilson yang anda inginkan, dan besok saya akan kembali untuk memberikan surat wasiat yang sudah saya buat kepada anda."


"Terima kasih tuan Ricard, saya akan menunggu hasilnya."


"Baik nona muda, kalau begitu saya permisi."


"Iya, silahkan."


Adaline menatap dokumen yang ada di atas meja, senyum tipisnya terlihat di bibirnya yang kecil.


"Nona muda, apa anda yakin dengan keputusan anda?" Ucap Carlos yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari Adaline.


"Iya, aku yakin. Mereka tidak akan bisa menolak. Karena bagaimana pun aku masih kepala keluarga Wilson saat ini. Mereka yang sudah membuat malu keluarga Wilson, yang sudah membuat keluarga Wilson hancur sedikit demi sedikit, tidak layak mendapatkan apa yang mereka inginkan."


"Tapi jika mereka melawan dan menolaknya, bagaimana nona muda?"


"Tidak akan, karena jika mereka menolak atau menentang keputusanku. Mereka tidak akan mendapatkan apapun."


"Apa aku terlihat sangat kejam, Carlos?"


"Tidak nona muda, mereka memang pantas mendapatkan itu. Selama ini mereka tidak pernah mau bekerja, kecuali tuan Quan, tuan kedua dan tuan keempat."


"Iya, hanya mereka yang mau ikut bekerja di keluarga Wilson ini."


Adaline sudah bertekad akan membuat mereka berusaha sendiri untuk bertahan hidup di dunia.


Walaupun dia sudah tahu jika dia bukanlah keturunan asli keluarga Wilson, tapi dia tidak rela jika semua hasil kerja keras kakek dan ayahnya jatuh ke tangan mereka, dan pada akhirnya akan habis sia-sia.


"Carlos, besok lusa kita akan ke pulau Green. Aku ingin melelangkan sesuatu disana." Ucap Adaline.


"Baik nona muda."


"Kakek, maafkan Adaline karena berbuat seperti ini. Aku hanya ingin membuat paman dan bibi berubah, dan berusaha sendiri demi kehidupan mereka."


...----------------...


Keesokan harinya, pengacara Ricard datang kerumah Adaline. Dia membawa semua dokumen yang di perlukan di kediaman lama nanti.


"Apa anda sudah membawa semua dokumen yang saya inginkan, tuan Ricard?"


"Sudah nona muda, silahkan anda lihat terlebih dulu."


Ricard menyerahkan beberapa dokumen pada Adaline Wilson.


Dengan teliti Adaline membaca satu persatu dokumen itu.


"Baiklah, semua sesuai dengan keinginan ku." Ucap Adaline.


"Nona muda, kemarin saya sudah melakukan apa yang nona muda perintahkan. Dan ada tiga pengusaha yang ingin membeli perusahaan utama milik keluarga Wilson, dan beberapa perusahaan yang ada di beberapa negara."


"Oh benarkah? Sangat cepat sekali."


"Benar nona, itu karena mereka sudah lama menginginkan perusahaan itu. Di tambah lagi perusahaan Wilson sudah terkenal di beberapa negara sebagai perusahaan yang mendominasi."


"Baiklah, minggu depan aku akan bertemu dengan mereka."


"Baik nona muda."


Bagi keluarga Wilson, Ricard bukan hanya pengacara. Ricard adalah orang kepercayaan kakek Adaline, yang sudah bekerja dengan keluarga Wilson lebih dari 12 tahun.


"Apa vila dan resort untuk paman dan bibi sudah ada, tuan Ricard?" Ucap Adaline.


"Tentu sudah ada nona muda."


"Baiklah, kita berangkat ke kediaman lama sekarang. Aku yakin mereka sudah menunggu, dan pastinya laki-laki yang akan di jodohkan dengan ku juga ada disana."


"Laki-laki yang akan di jodohkan?"


"Apa tuan Ricard tidak tahu?"


"Maaf nona muda, saya tidak tahu."


"Hmm baiklah, sepertinya ini permainan yang benar-benar mereka atur dengan baik. Mari berangkat sekarang, tuan Ricard."


"Baik nona muda."


Adaline dan Ricard pergi ke kediaman lama bersama dengan Carlos dan beberapa pengawal.


"Bahkan Ricard saja tidak mengetahui perjodohan ini.Paman, bibi apa kalian benar-benar sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menyingkirkan ku?"


Sekitar 2 jam mereka di dalam mobil yang melaju menuju kediaman lama.


Dan sampai di depan kediaman lama, ketiga paman dan istri mereka, bahkan juga kedua bibi dan suami mereka ikut berdiri di depan kediaman itu.


Adaline sangat yakin jika mereka datang bukan untuk menyambut dirinya, melainkan keluarga yang akan dari orang yang akan di jodohkan dengannya nanti. Karena selama ini tidak ada yang memperlakukannya seperti itu, kecuali para pelayan disana.


Dengan tenang Adaline turun dari mobil, di susul oleh Ricard dan Carlos.


Semua mata paman dan bibi Adaline membulat saat melihat Ricard turun dari mobil. Mereka tentu terkejut karena Ricard juga datang ke kediaman lama, sementara perjodohan ini di rahasiakan darinya.


Bagaimanapun Ricard adalah orang kepercayaan kakek Adaline, dan Ricard akan selalu membantu juga melindungi Adaline .