
Di tempat lain, beberapa anak buah dari 3 kelompok mafia yang membantu Bao Long sudah berhasil di tangkap, dan di masukkan kedalam ruang bawah tanah.
Hans meminta Alan dan Joe memberikan beberapa kenang-kenangan, pada beberapa bagian tubuh orang-orang yang mereka tangkap.
"Sisakan ketua mereka, kirim beberapa bagian tubuh mereka ke markas masing-masing." Ucap Hans.
"Baik bos, dengan senang hati." Ucap Joe dengan seringainya.
Dari semua anggota Red Dragon, Joe adalah orang yang paling kejam dan berdarah dingin. Jika semua akan menunggu keputusan Hans ketika akan menghukum orang, maka Joe sudah mematahkan tangan dan kaki orang itu.
Di bandingkan dengam Alan, Joe adalah orang kedua yang mendapat julukan spik0pat setelah Hans.
Jika mereka berdua sudah menyiiksa para musuh, maka yang terlihat di mata orang lain mereka seperti tidak sedang menyiksa. Tapi sedang bermain dengan tubuh manusia hidup.
Walaupun Joe terlihat lebih pendiam dan mudah bergaul dengan orang lain, tapi sebenarnya karena dia pandai mengelabui musuh dengan penyamarannya.
"Baiklah, kalian akan ikut denganku. Kita akan menikmati kopi hitam markas Bao Long." Ucap Hans.
"Siap bos." Ucap Alan.
Hans, Alan, Carlos dan juga anak buah yang sudah di tunjuk oleh Alan, pergi ke markas Red Fox.
"Kakak Hans." Sebuah suara menghentikan langkah Hans.
Clara yang memanggilnya berjalan mendekati Hans.
"Aku sudah selesai membuat raacun yang baru, bisakah kakak mencobanya pada mereka?" Ucap Clara dengan polos.
Hans melihat satu buah kantong yang tentunya berisi racun buatan Clara.
"Baiklah, akan aku coba pada mereka."
"Tapi kalian harus menutup hidung, dan berjarak 5 meter setelah melemparkan racun ini. Jika tidak, kalian juga akan terkena racunnya."
"Baik, kami mengerti."
"Oh satu lagi, jangan mendekati mereka selama 10 menit, oke."
"Kau memang pintar, aku akan mengingatnya."
Hans mengusap rambut Clara dan tersenyum.
"Alan, bawa racun ini. Kita akan menggunakan itu untuk senjata awal." Ucap Hans.
"Baik bos."
Carlos menatap gadis kecil bernama Clara itu. Dari luar gadis itu nampak seperti gadis kecil pada umumnya, bahkan matanya terlihat begitu teduh. Tapi tidak ada yang menyangka, jika gadis kecil itu ahli dalam membuat berbagai macam racun dan penawarnya, selain itu dia juga seperti Hans, berdarah dingin dan penuh dengan kebencian terhadap mereka yang menyakiti orang-orang (anak buah Hans) yang ada di dalam rumah besar itu.
Hans dan yang lain kembali berjalan keluar dari rumah. Mereka masuk kedalam mobil yang sudah siap didepan.
"Mereka pasti menggunakan sensor atau sudah meretas CCTV. Jadi Rio kau sudah tahu tugasmu." Ucap Hans.
"Tentu bos, aku menjamin mereka hanya akan melihat jalanan yang sepi."
"Bagus ,kita berangkat."
Clara, Nana dan Rio, juga anak buah hans lainnya hanya menatap mobil mereka yang pergi menjauh.
Setelah mobil yang mereka naiki pergi, Rio segera masuk kedalam ruang kerjanya dan melakukan tugasnya dengan serius.
Ya, Rio adalah peretas terbaik yang di miliki oleh Red Dragon. Bahkan peretas lainnya tidak bisa menandingi kemampuan yang Rio miliki.
Sudah banyak ketua mafia yang meminta Rio bergabung dengan mereka, tetapi Rio menolak dan hanya akan setia pada Hans.
Didalam mobil, Alan mendapat informasi jika Adaline berada di rumah utama milik Bao Long.
"Bos rumah itu....."
"Baik bos."
Alan menghubungi Joe untuk melakukan apa yang di perintahkan Hans.
Mobil yang Hans naiki berbelok kearah hutan yang tidak jauh dari rumah utama Bao Long. Sementara mobil yang anak buah Hans naiki terus melaju, namun mereka melaju dengan lambat.
Tak berselang lama beberapa mobil melaju dengan kencang dari arah berlawanan. Hans yakin itu adalah mobil dari beberapa kelompok mafia yang ada di dalam rumah Bao Long.
Anak buah Hans melihat rumah Bao Long penuh dengan anak buah. Bao Long tahu Hans yang sudah melemparkan anak buah ke markas para sekutunya, dan sekarang hanya dia dan anak buahnya yang berada di dalam rumah itu.
"S*alan Hans! Lihat saja, sampai mana kau bisa melawanku." Ucap Bao Long dengan kesal.
Mobil yang di naiki anak buah Hans melewati rumah Bao Long. Dan salah satu anak buah Hans melemparkan racun yang di berikan oleh Clara ketika di rumah tadi.
Setelah melemparkan beberapa kantong racun, mereka melaju dengan cepat dari depan rumah itu.
15 menit kemudian anak buah Hans kembali, dan melihat semua anak buah Bao Long tergeletak dengan tubuh penuh lebam.
"Cala memang hebat dalam membuat racuun, itu benar-benar mengerikan." Ucap salah satu anak buah Hans dari dalam mobil.
Di dalam hutan, Alan dan Carlos mengikuti Hans, mereka akan masuk lewat pintu belakang. Karena Bao Long hanya memperketat penjagaan di bagian depan, jadi Hans berpikir jika Bao Long tidak akan menyangka bahwa dia akan masuk lewat belakang.
20 meter dari rumah, Hans melihat ada dua penjaga yang berdiri di depan pintu gerbang belakang.
"Alan, lempar racun itu pada mereka." Perintah Hans.
"Baik bos."
Alan membidik dan melemparkan racun itu. Racun jatuh tepat di bawah kaki mereka. Abu yang keluar dari palstik yang terbuka menyeruak ke udara dan di hirup oleh para penjaga itu.
Sebelum para penjaga berteriak untuk meminta bantuan, mereka jatuh dan mengejang di atas tanah. Perlahan tubuh mereka memerah lalu berubah menjadi lebam di sekujur tubuh.
Setelah menunggu efek racun itu hilang. Hans, Alan dan Carlos berjalan mendekati penjaga yang sudah tidak bernyawa itu.
"Clara memang selalu hebat dalam membuat racun. Kurang dari setengah jam racun itu sudah membuat mereka tidak bernyawa lagi." Ucap Alan.
"Benar-benar mengerikan." Gumam Carlos.
"Kau belum tahu kehebatan dari setiap anggota Red Dragon. Kami mempunyai kelebihan masing-masing, dan itu menjadikan salah satu alasan kelompok mafia lain tidak ingin berurusan dengan kami." Ucap Alan.
Hans membuka kunci pintu gerbang belakang. Lalu mereka bertiga masuk kedalam rumah dengan hati-hati.
Carlos melihat Adaline di seret oleh Bao Long ke sebuah bangunan. Mungkin itu adalah tempat untuk berlatih anak buah Bao Long.
"Hans, nona muda di bawa ke dalam sana." Carlos menunjuk ke arah bangunan dimana Bao Long membawa Adaline.
Hans mengangguk.
"Alan, kau masuk ke rumah lakukan apa yang sudah aku katakan sebelumnya." Ucap Hans.
"Baik bos."
"Dan kau, ikut dengan ku." Ucap Hans sambil menatap Carlos.
Carlos mengangguk dengan cepat.
Setelah itu mereka berpencar. Hans dan Carlos mengendap-endap menuju bagunan itu. Mereka harus berhati-hati karena di halaman rumah Bao Long masih terdapat anak buah Bao Long yang bersiaga.
Dari luar terdengar suara yang begitu keras, sepertinya anak buah Hans sedang mencoba membuka gerbang utama dengan paksa.
Mendengar itu beberapa anak buah Bao Long yang ada di halaman berlari menuju gerbang utama.
Hans dan Carlos mempunyai kesempatan untuk berlari menuju bangunan dimana Adaline di bawa.