ADALINE (My Young Lady)

ADALINE (My Young Lady)
Part 29



"Siapa kalian?" Ucap Carlos pada orang-orang itu.


Salah seorang dari orang-orang itu berjalan mendekat dengan langkah arogannya.


"Aku tidak punya urusan dengan mu. Aku hanya ingin membawanya." Ucap laki-laki itu menunjuk ke arah Adaline yang berada di belakang Carlos.


"Kau tidak bisa membawanya, dan jangan berpikir untuk membawanya." Ucap Carlos


"Hahaha, ayolah teman. Tuan ku hanya ingin bertemu dengannya."


"Kalau begitu, katakan siapa tuanmu?"


"Kau tidak pantas untuk tahu."


Laki-laki itu terus berjalan mendekat, sementara Carlos mencoba melindungi Adaline yang berada di belakangnya.


"Kalian singkirkan dia." Ucap laki-laki itu kepada anak buahnya.


Beberapa orang segera berlari kearah Carlos, lalu menyrang Carlos yang sedang melindungi Adaline.


Laki-laki itu menatap Adaline dan mengeluarkan senyum dev1lnya.


Dengan gerakan cepat laki-laki itu menangkap Adaline yang sempat berlari dan mencoba melawan.


"Hentikan atau ku bunuh dia!" Seru laki-laki itu.


Carlos yang mendengar itu menoleh dan melihat jika Adaline sudah berada ditangan laki-laki itu.


Beberapa anak buah laki-laki itu yang melihat Carlos lengah, segera memukulinya.


"Carlos!" Teriak Adaline saat melihat Carlos di pukuli.


Setelah mendapat pukulan Carlos sudah tidak bisa melakukan perlawanan. Dan dia hanya bisa meringkuk di atas tanah.


"Seharusnya kau tidak perlu menghalangi kami." Ucap laki-laki itu pada Carlos.


Carlos melihat Adaline di bawa oleh laki-laki itu pergi.


"Lepaskan! Aku tidak mau ikut dengan kalian!" Seru Adaline yang mencoba memberontak.


"Diam! Kalau tidak, aku akan meledakkan kepala pengawalmu itu." Ancam laki-laki itu.


Adaline hanya bisa melihat Carlos yang tergeletak tak berdaya di atas tanah.


Samar-samar Carlos melihat tato berbentuk serigala di tangan kiri laki-laki itu, sebelum mereka masuk ke dalam mobil dan memvawa Adaline pergi dengan mereka.


****


Dua jam kemudian Carlos mengerjapkan matanya, dan mencoba membuka kelopak matanya.


"Shhh."


"Oh, kau sudah sadar?" Ucap seseorang yang membawanya ke rumah sakit.


"Dimana ini?"


"Di rumah sakit, saya melihat anda tergeletak di area parkir pemakaman. Bagaimana kondisi anda? Saya akan memanggil dokter untuk memeriksa anda."


Carlos melihat orang itu keluar dari ruangan, dan tidak berapa lama orang itu kembali bersama seorang dokter dan perawat.


Dokter memeriksa kondisi Carlos dengan teliti.


"Bagaimana dokter?" Tanya laki-laki yang membawa Carlos pada dokter.


"Dia tidak apa-apa, hanya mengalami luka luar. Bagian kepala juga tidak ada luka serius."


"Syukurlah, terima kasih dokter."


"Baik, kalau begitu saya permisi tuan."


"Silahkan dokter."


Setelah dokter dan perawat meninggalkan ruangan, Carlos menatap laki-laki itu.


"Terima kasih karena sudah menolong saya tuan." Ucap Carlos.


"Tidak masalah. Tapi saya lihat anda seperti orang asing disini."


"Benar, saya dari negara N."


"Oh, seperti itu."


"Benar tuan. Oh benar, kenalkan nama saya Carlos."


"Saya Rio."


"Iya.Emm maaf, bisakah saya meminta bantuan anda lagi tuan, Rio?"


"Tentu, katakan saja tuan."


"Hans?"


"Benar, namanya Hans Edward."


Rio menatap Carlos penuh tanya.


"Memang ada apa, tuan?"


"Nona muda saya di culik oleh orang-orang yang memukuli saya, dan saya rasa hanya dia yang bisa menyelamatkan nona muda saya."


"Kalau boleh tahu siapa nama nona muda anda?"


Carlos menatap Rio, dia ragu untuk mengatakannya. Tetapi dia tidak punya cara lain lagi. Jika Rio mengenal Hans, mungkin dia bisa membantunya untuk bertemu dengan Hans.


"Nona muda saya bernama...Adaline Wilson." Ucap Carlos.


Tubuh Rio sedikit menegang mendengar nama itu. Dia sangat tahu siapa Adaline itu. Keluarga Wilson yang sudah membuat Hans, ketuanya kehilangan kakak satu-satunya.


Carlos melihat perubahan pada diri Rio, dia tahu jika Rio pasti mengenal Hans.


"Tuan Rio, saya mohon tolong saya untuk bertemu dengan Hans, hanya dia yang bisa membantu saya untuk menemukan nona muda." Ucap Carlos.


"Maaf tuan Carlos, saya tidak mengenal orang yang anda maksud."


"Saya tidak percaya, saya yakin anda mengenalnya."


Rio diam, penculikan kali ini tentu hal yang baik. Karena mungkin ini akan menjadi penyebab kematian Adaline dan itu membuat dendam Hans pada keluarga Wilson sedikit terbayar.


"Saya mohon tuan Rio. Mereka menculik nona muda kemungkinan untuk menjebak Hans."


"Apa maksud mu, menjebak Hans?"


"Saya, saya melihat tato serigala di tangan kiri laki-laki yang membawa tuan muda."


"Tato serigala?"


"Benar, saya tidak mungkin salah lihat."


"Tato serigala." Gumam Rio.


Rio teringat beberapa hari yang lalu saat Hans menemui ketua kelompok Red Fox.


"S*al! Beraninya mereka." Ucap Rio dengan kesal.


Rio menatap Carlos, ingin rasanya di memukul Carlos karena tidak bisa menjaga Adaline, sehingga penculikan ini membuat ketuanya akan terlibat.


"Setelah pulih kau ikut denganku, aku akan mengatakan hal ini kepada bos dulu." Ucap Rio dengan nada kesal.


"Bos?"


"Ya bos, Hans adalah bos ku, dan aku yakin kau pasti tahu jika dia adalah salah satu ketua mafia di negara N dan C."


Carlos mengangguk pelan, dia ingat jika Hans adalah ketua mafia yang di takuti oleh para ketua mafia lainnya, entah itu di negara N maupun di negara C.


Setelah percakapan itu Rio meninggalkan Carlos untuk istirahat, sementara dia akan kembali ke rumah untuk menemui Hans.


...----------------...


Braaaakk!!


Suara gebrakan tangan Hans pada meja, berhasil membuat beberapa orang yang berada di dalam rumah terkejut dan bergegas mendatangi Hans.


Mereka melihat wajah Hans yang merah padam menahan emosinya. Disamping Hans berdiri Rio dengan wajah tak kalah terkejut mendengar suara meja itu.


"S*alan Bao Long! Sepertinya dia sudah sangat bosan menikmati kehidupannya." Ucap Hans dengan geram.


Clara terlihat ketakutan melihat Hans yang tengah marah, karena dia belum pernah melihat Hans marah sampai seperti itu.


Nana memeluk tubuh Clara yang sedikit gemetar karena takut. Anak buah perempuan Hans yang lain melihat itu dan ikut mencoba menenangkan Clara.


"Bos, apa yang terjadi?" Tanya salah satu anak buah Hans.


"Kalian, buat tiga kelompok untuk menyeret Bao Long ke ruang bawah tanah. Joe,cari tahu kelompok mana yang membantu Bao Long. Setelah itu, dua kelompok tangkap orang-orang yang membantu Bao Long itu, satu kelompok tersisa datang denganku untuk menyeret Bao Long." Ucap Hans.


"Baik bos." Ucap semua anak buah Hans serentak.


Setelah mendengar perintah itu, mereka keluar dan mulai membagi kelompok sesuai dengan perintah Hans.


Rio dan Alan masih berdiri di ruangan itu bersama dengan Nana dan Clara.


"Bos, aku membawa Carlos. Pengawal Adaline Wilson." Ucap salah satu anak buah Hans.


"Bawa dia kesini."


"Baik bos." Ucap Joe.


Joe berjalan keluar, dan beberapa saat kemudian masuk kembali bersama Carlos yang ada di belakangnya.