
Dengan pelan Hans dan Carlos masuk kedalam ruangan dan mencari dimana Bao Long juga Adaline.
"Nona muda." Gumam Carlos.
Hans dan Carlos melihat Bao Long mengikat Adaline di sebuah kursi kayu.
Baaaaang!
Suara yang cukup keras mengejutkan Bao Long yang tengah mengikat Adaline.
"Jadi apa hanya sebatas ini Bao Long?" Tanya Hans dengan nada meremehkan.
Bao Long yang sudah tidak bisa pergi, berhenti mengikat tali pada Adaline. Dia lalu mengambil pist0l dari saku celananya dan menodongkan pist0l itu pada kepala Adaline.
"Hans, jika kau berani mendekat. Kau hanya akan melihat mayat kekasihmu ini." Ucap Bao Long.
Hans mengerutkan keningnya, dia sama sekali tidak mengerti ucapan Bao Long.
"Kekasih?" Ucap Hans.
"Iya, aku tahu dia adalah kekasihmu. Jadi, jika kau tidak ingin dia mati, maka kau harus menuruti perintahku."
Adaline menggelengkan kepalanya beberapa kali pada Hans.
"Apa kau yakin kalau dia adalah kekasihku?" Ucap Hans.
"Tentu saja, aku mendapat informasi jika kalian pernah tidur bersama."
Seketika suara tawa Hans menggelegar di dalam ruangan yang cukup besar itu, setelah mendengar perkataan Bao Long.
Bao Long menatap Hans dengan heran.
"Bao Long, apa kau tahu berapa banyak orang yang aku tiduri?Apa aku harus menganggap mereka adalah kekasihku juga?" Ucap Hans dengan santai.
Mendengar itu Adaline merasa hatinya sangat sakit. Walaupun dia tidak tahu apakah yang di katakan oleh Hans benar atau hanya ingin membuat Bao Long marah saja.
"Aku tidak peduli, jika kau mendekat lagi aku tidak segan untuk menembaknya."
Hans menatap tajam Bao Long. Karena dia tidak bisa melakukan apapun selama Adaline masih berada di tangan Bao Long.
Hans duduk di sebuah kursi, dia menatap Bao Long dan Adaline bergantian. Kedua telapak tangannya terantup di depan, dan tak lama Hans menyunggingkan senyumannya yang cukup mengerikan.
Flashback
Setelah melihat Hans berdiri di depannya, dan mendengar semua penuturan Hans yang kedua kali, jika Adaline bukanlah kekasih Hans. Bao Long mengeratkan giginya.
Betapa b0dohnya dia saat ini, karena merasa di bohongi oleh anggota kelompok sekutunya yang berkata jika Adaline adalah kekasih Hans, dan Hans pasti akan melakukan apapun demi kekasihnya itu.
"Kau tidak perlu berbohong padaku Hans. Aku tahu bagaimana dirimu, aku tidak bod0h yang akan percaya kalau dia bukan kekasih mu." Ucap Bao Long.
"Hahaha, itu terserah kau Bao Long. Tapi aku mengatakan yang sebenarnya."
"Jika dia bukan kekasihmu. Lalu untuk apa kau kesini?"
Hans menatap Carlos yang berada di belakangnya, "Dia memohon padaku untuk membebaskan nona mudanya. Dan aku sudah berjanji akan membantunya."
"Hahaha, kau ingin memb0dohi siapa Hans? Kau membunuh anak buah tiga kelompok yang membantuku, dan kau juga sudah melumpuhkan anak buahku. Kau berkata jika kau hanya ingin menepati janji padanya? Hahaha!"
Sementara Hans tengah berbicara dengan Bao Long. Alan dan Carlos mencari cara bagaimana menyelamatkan Adaline dari tangan Bao Long, agar Hans bisa langsung membereskan Bao Long.
Carlos melihat sebuah balok yang tidak jauh dari Alan. Dengan menggunakan gerakan tangan yang tidak di sadari oleh Bao Long, Carlos memberitahu Alan untuk menggunakan balok itu.
Mereka akan mengecoh Bao Long dengan balok itu, dan mereka yakin Hans bisa bergerak dengan cepat untuk merobohkan Bao Long.
Alan melihat balok yang di maksud Carlos, dia lalu menganggukkan kepalanya. Sedikit demi sedikit Alan berjalan ke samping sambil memperhatikan Bao Long yang sedang berkata dan tertawa pada Hans.
Kini tepat di depan balok Alan berhenti. Dia menunggu Bao Long sedikit lengah untuk memulai aksinya.
"Bao Long! Tidak ada yang tahu siapa kekasih ku, bahkan anak buah ku pun tidak ada yang tahu. Jadi kenapa kalian beranggapan dia adalah kekasih ku?" Ucap Hans sambil berdiri.
"Heh, aku tidak akan tertipu, Hans. Orang-orang ku tidak mungkin salah. Selama ini mereka yang sudah bersamamu tidak akan pernah mendekatimu lagi. Tapi anak buahku berkata kalau dia berbeda, dia pernah mendatangi apartment mu di negara N beberapa kali."
Hans mengepalkan tangannya, dia tidak menyangka jika hal sekecil itu bisa di ketahui oleh musuhnya.
"Sekarang kau tidak bisa mengelak lagi bukan?" Ucap Bao Long dengan puas.
"Hmm baiklah, lalu memangnya kenapa jika dia kekasihku? Kau akan membunuhnya? Apa kau tidak tahu latar belakangnya?"
Bao Long menatap Adaline, lalu kembali melihat Hans.
"Aku tidak peduli siapa dia, asalkan dia bisa membuatku melumpuhkan mu. Itu tidak jadi masalah." Ucap Bao Long sambil mengarahkan pist0lnya ke kepala Adaline.
"Bao Long!"
"Hahaha, lihatlah dirimu, kau takut kalau aku membunuhnya bukan? Hahaha."
Tepat saat Bao Long tertawa lepas, Alan menendang balok itu ke arah jendela, sehingga membuat jendela itu pecah.
Bao Long yang terkejut langsung menoleh ke arah jendela yang pecah itu.
Hans yang tahu Alan yang menendang balok itu, segera berlari dan menendang tangan kanan Bao Long.
Pistol yang ada di tangan Bao Long terpental, sementara Bao Long membulatkan matanya karena tidak sadar jika Hans sudah bertindak.
Satu pukulan mengenai pipi kiri Bao Long. Dan dia tersungkur sambil memegangi pipinya. Bibirnya berdarah seketika.
Bao Long menatap Hans dengan nanar, dia berdiri dan
berjalan cepat mendekati Hans, bersiap untuk memukulnya.
Baku hantam tidak bisa terelakkan, tubuh Hans yang lebih kecil dari Bao Long, memudahkan dia untuk menghindari pukulan yang Bao Long berikan padanya.
Sementara itu, Alan dan Carlos mencoba membuka tali yang mengikar tubuh Adaline.
"Nona muda, anda tidak apa-apa?" Tanya Carlos dengan cemas.
"Iya, aku tidak apa-apa."
Adaline, Alan dan Carlos melihat pertarungan antara Hans dan Bao Long dari kejauhan.
Adaline merasa sangat khawatir melihat tubuh Hans yang mulai sedikit kelelahan.
Walaupun hanya luka ringan yang Hans dapat, tapi tidak bisa di pungkiri jika Bao Long cukup kuat. Dan mungkin itu yang membuatnya berani mengusik Hans.
"Hans, hari ini akan menjadi hari terakhir mu!" Ucap Bao Long.
"Hahh, coba saja kau lakukan, Bao Long."
Hans dan Bao Long saling berlari medekat satu sama lain.
Bao Long mengayunkan tinjunya akan memukul kepala Hans. Namun Hans melihat gerakan itu dengan baik, dia menghindar dan dengan kuat memukul perut Bao Long.
Bao Long terpental dan jatuh di atas tumpukan meja kayu yang tidak jauh darinya. Dan tubuhnya tidak bergerak.
Hans melihat tubuh Bao Long yang sudah tidak berdaya di atas tumpukan meja kayu.
"Alan, bawa dia ke rumah." Ucap Hans.
"Baik bos."
Hans berjalan mendekati Adaline, namun baru beberapa langkah Adaline melihat Bao Long mengarahkan pist0l kearah Hans.
"Hans awas!" Teriak Adaline.
"Bos!" Teriak Alan.
Door!
Hans terdiam di tempat, matanya menatap lurus ke depan.
Tak lama tubuhnya terasa begitu berat. Dan pandangannya pun turun ke bawah.
"Syukurlah kau tidak apa-apa." Ucap Adaline dengan senyum hangatnya.
Tangan Hans menahan tubuh Adaline yang tengah memeluk erat tubuhnya.
Darah mengalir dari tubuh Adaline. Karena ternyata, tepat saat Bao Long menarik pelatuk pist0l, Adaline berlari dengan cepat ke arah Hans, dan peluru yang meluncur dengan cepat mengenai punggung bagian kanan Adaline yang menghadang tubuh Hans.
"Kau...."
Kedua mata Hans menatap Adaline dengan tidak percaya.
Alan dan Carlos yang melihat itu langsung berlari kearah Bao Long, dan memukuli Bao Long hingga dia benar-benar tidak sadarkan diri.
Tubuh Adaline perlahan menurun dari pelukan Hans, namun dengan cepat Hans menariknya dan memeluk tubuh yang sudah menyelamatkannya itu.
"Dasar bod0h!" Ucap Hans pada Adaline.
Hans menoleh dan melihat Bao Long sudah tergeletak tak berdaya.
"Bawa dia, aku akan mengurusnya nanti." Ucap Hans.
"Baik bos."
"Hubungi Rio untuk menyiapkan ruang operasi."
"Siap bos."
Setelah itu Hans menggendong tubuh Adaline keluar dari bagunan dengan cepat.