
Adaline yang sudah sejak kemarin pindah ke vila yang diberikan oleh kakeknya, tidak menyadari jika nyawanya tengah di incar oleh beberapa orang.
"Nona muda,apa benar tidak apa-apa kita tinggal disini tanpa pengawalan?" Ucap Carlos pada Adaline dengan khawatir.
"Tidak apa-apa, Carlos. Saat ini tidak ada yang tahu kalau aku sekarang tinggal disini. Mereka tidak akan bisa menyakiti ku untuk sementara waktu."
Carlos mengangguk,tapi entah karena instingnya sebagai seorang pengawal yang sudah terlatih atau karena ada aura yang tidak enak. Dengan hati-hati Carlos melihat ke sekeliling vila dari dalam.
Sebuah benda berlubang seperti senaapan di balik semak-semak berhasil mencuri perhatian Carlos. Mata Carlos kembali menelusuri tempat lain.
"Total ada 4, tapi siapa mereka?" Gumam Carlos.
Adaline yang melihat Carlos begitu waspada menepuk bahunya, "Apa yang kau lihat? Kau jadi sangat serius sekali."
"Nona muda, kali ini tolong dengarkan saya. Saya sudah memeriksa vila ini sebelumnya dan menemukan ada ruang rahasia bawah tanah. Saya ingin anda tetap berada di sana untuk sementara waktu."
"Ada apa?"
"Nona muda, ada sekelompok orang yang sudah mengepung vila ini. Tapi saya tidak tahu siapa mereka, saya hanya melihat ada 4 buah senaapan di balik semak-semak. Dua di sebelah kanan dan dua lainnya di sebelah kiri."
"Apa mungkin mereka orang suruhan paman dan bibiku?"
"Saya tidak tahu pasti nona muda. Tapi melihat mereka membawa senaapan dan mengintai kita disini, saya yakin mereka tengah menunggu kita keluar dari vila ini."
Adaline mengangguk mengerti.
"Sebelumnya kita sudah membeli bahan makanan dan minuman, apakah akan cukup untuk satu minggu ke depan?" Ucap Adaline.
"Nona muda tenang saja, semua bahan makanan itu akan cukup. Saya akan menghubungi anak buah saya agar menyingkirkan sekelompok orang-orang itu dari sini."
"Baiklah kalau begitu."
Adaline tidak bisa berbuat banyak, walaupun sekarang dia sudah keluar dari rumah keluarga Wilson agar dia bisa hidup lebih tenang, nyatanya justru semakin membuatnya sedikit tertekan.
Carlos membantu Adaline membawa barang-barang Adaline ke tempat rahasia itu.
Di salah satu ruangan, Carlos yang sudah tahu dimana letak tombol untuk membuka pintu ruang rahasia itu, menarik sebuah benda yang ada di dalam lemari.
Kraaaaaakk
Adaline dan Carlos melihat sebuah tangga menuju lantai bawah tanah. Di dalam am vila ternyata memang terdapat sebuah ruang rahasia.
"Mari nona muda." Ucap Carlos.
Adaline mengangguk, lalu ikut turun ke bawah di belakang Carlos.
Setelah mereka berada di bawah, Carlos menyalakan tombol lampu dan menekan sebuah guci sehingga pintu menutup secara otomatis.
"Ini... Sungguh ruang bawah tanah yang bagus." Ucap Adaline setelah masuk ke dalam sebuah ruang bawah tanah itu.
"Benar nona muda. Sepertinya ruangan ini sengaja dibuat oleh tuan besar Wilson untuk melindungi anda."
Adaline berjalan lebih dalam, disana terdapat tempat tidur, sofa, meja, dan yang lainnya.
"Bukankah ini seperti sebuah kamar?" Ucap Adaline.
"Benar, nona muda."
Carlos tahu bahwa dia tidak akan selamanya bisa melindungi Adaline, karena itu dia tidak akan membiarkan Adaline terluka selama dia masih bisa melindunginya.
"Nona muda, saya telah meletakkan semua makanan dan beberapa pakaian anda disini. Disana ada alat elektronik untuk memasak yang bisa anda gunakan, kulkas sudah saya penuhi dengan bahan makanan juga." Ucap Carlos.
"Carlos."
"Nona muda, kali ini tolong dengarkan saya. Tetaplah tinggal disini selama beberapa hari dan berjanjilah jika anda tidak akan keluar."
"Tapi..."
"Nona muda, disini semua ada. Kakek anda sudah mengatur semuanya untuk melindungi diri anda. Jadi saya mohon."
Adaline diam sejenak lalu mengangguk, "Baiklah, aku mengerti."
Carlos mengangguk, dia lalu berjalan keluar ruangan dan menarik guci yang tadi dia tekan. Pintu rahasia terbuka.
Setelah naik ke atas, Carlos langsung menutup kembali pintu rahasia itu dan membersihkan bekas tangannya, pada benda yang merupakan kunci pintu rahasia dan juga di area sekitar benda itu.
"Maafkan saya nona muda. Kali ini orang yang kita hadapi sepertinya bukan orang-orang yang di kirim oleh keluarga Wilson." Ucap Carlos.
Carlos mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.
Carlos : Halo
Carlos :Kau sudah tahu?
Hans : Iya,/mereka menargetkanku. Tapi sepertinya mereka ingin menggunakan nona muda mu sebagai senjata untuk melumpuhkan ku lagi.
Carlos : Jadi seperti itu. Baiklah, 10 menit setelah ini aku akan berpura-pura keluar dari vila bersama nona muda. Aku akan menggunakan sebuah boneka untuk mengelabuhi mereka. Saat mereka mengikutiku keluar, aku akan membawa mereka ke tempat yang cukup jauh dari vila ini. Kau... Kau harus selamatkan nona muda."
Hans : Apa kau gila? Kau akan mengorbankan dirimu kalau kau melakukan itu!
Carlos : Hans, jika bukan karena kakakmu, mungkin aku sudah mati bertahun-tahun yang lalu. Anggap ini sebagai pembalasan dariku. Dan tolong jaga nona muda, karena aku mungkin tidak bisa lagi menjaganya.
Hans : Tidak! Aku akan memerintahkan anak buahku untuk membantumu.
Carlos : Ya, itu mungkin akan sedikit membantu. Tetapi aku tetap harus melakukan ini. Jaga dirimu dan nona muda baik-baik. Dan maaf jika aku akan merepotkanmu.
Hans : Kau....
Carlos : Saat ini, nona muda berada di dalam ruang bawah tanah. Kau bisa mencari tombol untuk membukanya di lemari yang berada di ruang keluarga. Kau pasti akan tahu dimana lemari itu.
Hans : ....... Baiklah aku mengerti. Kau harus tetap menghubungiku setelah kau keluar dari vila.
Carlos : Aku mengerti... Hans?
Hans : Iya.
Carlos : Terima kasih. Dan juga maaf, karena sudah membuatmu kehilangan seorang kakak.
Hans : Jika kau ingin mengtakannya, maka kau harus selamat.
Carlos : Akan aku coba.
Hans : Sebelum pergi, aku meminta anak buahku yang berada di negara C untuk datang, dan menghancurkan markas mereka. Jadi kita hanya tinggal menghabisi sisanya yang ada disekitar vila itu.
Carlos : Aku mengerti.
Hans : Kau pergilah ke arah timur, aku akan menyuruh anak buahku untuk berjaga disana.
Carlos : Baiklah.
Setelah itu sambungan telefon terputus. Carlos bergegas melakukan hal yang sudah dia rencanakan. Dia mengambil boneka yang berukuran cukup besar, lalu mendudukan boneka itu di kursi belakang mobil untuk menggantikan Adaline.
Siap dengan itu, Carlos mencoba mengintip keluar jendela. Dan sebelum Carlos keluar dia membawa koper berisi semua pakaian milik Adaline dan menyemprotkan obat nyamuk dengan dua bau yang berbeda ke seluruh ruangan.
"Dengan ini, anjing yang mereka bawa tidak akan bisa mencium bau nona muda." Ucap Carlos.
Selesai dengan itu, Carlos membawa dua botol obat nyamuk tadi dan melemparkan kedalam mobil.
Carlos membuka garasi mobil lalu keluar dengan mengendarai mobil itu. Dia menghentikan mobil itu dan berpura-pura bicara dengan boneka di dalam mobil.
Perlahan tapi pasti, Carlos keluar dari vila itu dan melajukan mobilnya dengan cepat ke arah timur seperti yang Hans katakan.
Melihat sebuah mobil keluar, orang-orang yang bersembunyi di balik semak-semak mulai bergerak. Mereka masuk ke dalam mobil mereka dan mengikuti mobil yang di kendarai Carlos.
Setelah meninggalkan vila, Carlos terus mengendarai mobil dengan cepat ke arah timur, sementara ada 3 mobil yang mengejarnya di belakang.
Tidak jauh Carlos melihat ada tanda dari anak buah Hans. Carlos mempercepat laju mobilnya, sampai akhirnya dia menemukan sebuah mobil milik anak buah Hans.
Tidak lama 3 mobil yang mengikuti Carlos pun melewati tanda itu, dan...
Duuuuuaaarrr!!!
Suara ledakan terdengar dari bawah mobil dan dengan cepat membalikkan mobil musuh yang melintas. Seketika mobil itu hancur dan terbakar.
Melihat itu, 3 mobil yang ada dibelakang berhenti dengan cepat.
"S*alan, dia sudah mencari bantuan sebelum keluar." Ucap salah seorang di dalam mobil yang mengikuti Carlos.
Dari belakang mobil yang meledek tadi, keluar 5 orang anak buah Hans dan juga Carlos.
Dengan cepat mereka mendekati mobil itu, orang-orang yang ada di dalam mobilpun keluar dan menyambut Carlos juga anak buah Hans.
Di jalan sebelah timur akhirnya anak huah Hans dan Carlos bertarung dengan para musuh mereka.
5 lawan 10.
"Carlos, hari ini akan aku pastikan kau akan menyusul bos mu itu." Ucap salah satu dari musuh yang sepertinya paling kuat.
"Kita lihat nanti."