
"Katakan padaku, apa kau tidak senang aku pulang, hm?" Ucap Hans.
"Tidak, aku sangat senang. Tapi seharusnya kakak memberitahu ku lebih dulu, agar aku jadi orang pertama yang melihatmu datang."
"Hahaha, baiklah. Lain kali aku akan menghubungimu lebih dulu."
"Janji?" Gadis kecil itu mengacungkan jari kelingkingnya yang kecil.
Hans melihatnya, lalu mengaitkan jari kelingking miliknya pada jari kelingking gadis kecil itu.
"Iya, aku berjanji."
"Jika kakak ingkar janji, maka tidak ada wanita yang akan menikah dengan kakak."
"Hahaha, iya iya."
Melihat kedekatan Hans dan gadis kecil itu, membuat semua orang yang ada dirumah itu selalu tertegun.
Pasalnya, Hans adalah seorang ketua mafia yang dikenal dengan julukan "psik0pat". Itu karena cara Hans menghukum musuhnya dengan ekstriim sampai para musuhnya itu mati karena tidak tahan.
Tapi jika di depan gadis kecil bernama Clara dan wanita muda bernama Nana, Hans akan menjadi pribadi yang hangat dan selalu tersenyum walaupun tidak begitu terlihat.
"Clara, ayo kesini. Kakak Hans baru saja sampai, kau jangan membuatnya semakin lelah." Ucap seorang wanita muda berusia 21 tahun bernama Nana.
Gadis kecil yang berada di pangkuan Hans mengangguk, kemudian turun dan berjalan kearah wanita bernama Nana itu.
"Nana, bagaimana latihan mu?" Ucap Hans.
"A."
"Tingkatkan lagi."
"Aku mengerti."
Hans dan yang lainnya memaklumi cara bicara Nana yang hanya akan bicara sedikit dengan laki-laki manapun.
Itu semua karena dulu seorang laki-laki yang sudah merenggut kehormatannya saat dia berusia 16 tahun, yang kemudian dia di usir oleh keluarganya.
Dia bertemu dengan Hans, saat akan di leecehkan kembali oleh sekelompok geng yang selalu membuat kekacauan di kota itu.
Sejak saat itu Hans membawa dan membiarkan Nana tinggal di mansionnya dan menjadi salah satu anak buahnya.
Walaupun di tahun-tahun pertama Nana mengalami masa yang sangat sulit, sehingga harus memanggil dokter khusus kejiwaan dan Nana juga harus menjalani terapi. Tetapi sekarang dia telah menjadi salah satu pemanah dan pen3mbak yang ahli.
"Bos, kemarin aku sempat melihat Nana berdiam di halaman belakang." Ucap Joe.
"Aku mengerti, aku akan bicara dengannya nanti. Bagaimana Clara?"
"Beberapa minggu ini tidak ada yang aneh, dia bahkan terlihat selalu bersama Rio akhir-akhir ini."
Clara sendiri tidak jauh berbeda dari Nana, tetapi dia lebih beruntung karena sebelum pamannya meleecehkannya yang yatim piatu, Rio memergokinya dan membuat pamannya itu mengalami patang tulang pada kakinya.
Sejak saat itu Clara di usir dari keluarga itu, dan tinggal bersama dengan Rio atas seizin Hans.
Nana dan Clara hanya sebagian kecil perempuan yang bernasib tidak baik, yang di bawa oleh Hans dan para anak buahnya ke mansion.
"Bos, ada yang ingin aku bicarakan dengan bos." Ucap Rio yang baru saja sampai.
"Kita keruang kerja."
Rio mengangguk, lalu mengikuti Hans di belakang.
Didalam ruang kerja, Hans dan Rio duduk di sebuah sofa.
"Katakan." Ucap Hans.
"Bos, aku melihat kemarin lusa anak buah dari kelompok Gold Fox mencegat kapal, yang akan membawa senjata kita untuk tuan M."
"Sudah berapa kali?"
"Sejauh ini baru satu kali, tapi tadi malam mereka menunggu kita di dermaga seperti biasa. Dan karena kita membatalkan pengiriman secara mendadak, mereka tidak mendapatkan apa-apa."
"Hmm."
Hans mengetuk-ngetuk sofa yang dia dudukdi dengan jari telunjuknya.
"Besok lusa kau beritahu anak-anak, kalau kita akan mengirim barang. Aku yakin ada mata-mata disini." Ucap Hans.
"Mata-mata?"
"Iya, selama ini jika kita akan melakukan pengiriman atau transaksi lainnya selalu berhati-hati, dan tidak ada yang tahu, kecuali orang-orang yang ada di bagian gudang penyimpanan, supir, kau, Joe dan paman Daniel."
"Bos benar, sisanya tidak ada yang tahu. Karena kita melakukannya diam-diam dan saat tengah malam."
"Lakukan saja apa yang aku katakan tadi. Dan pasang CCTV secara tersembunyi di beberapa sudut mansion yang terlihat jarang di datangi."
"Baik bos, aku mengerti."
Rio keluar dari ruang kerja Hans dan langsung melakukan tugasnya untuk memasang CCTV tersembunyi.
Selama beberapa bulan ini tidak ada masalah dalam pengiriman atau transaksi lainnya. Itu karena kelompok mafia lain tidak tahu dan mungkin juga tidak berani melakukan itu oada Hans.
Ini adalah kali pertama Hans mendapatkan kelompok yang berani mengusik usahanya.
"Mereka sudah mulai berani. Lihat saja, kalian akan menjadi contoh untuk kelompok lainnya jika mengusikku dan orang-orang ku." Ucap Hans.