
Hans yang tidak bisa lagi bertahan, akhirnya menarik semua kain yang ada pada Adaline, dan dia juga melakukan hal yang sama pada dirinya sendiri.
Setelah semua kain tidak lagi menghalangi mereka berdua, Hans mencium pipi Adaline.
Hans meraih timun besar di bawah sana, dan mengarahkannya pada sumur kecil yang ada di depannya.
"Aku akan melakukannya. Tahan sedikit." Ucap Hans.
Adaline hanya bisa mengangguk dengan pelan.
Dengan perlahan Hans mendorong timun itu pada sumur kecil yang belum pernah di masuki oleh siapapun itu.
"Aaaaaakh!" Teriak Adaline, saat dia merasakan ada sesuatu yang telah merobek kulit tipis di dalam sumur kecil itu.
Mendengar teriakan itu, Hans memeluk tubuh Adaline dan mencium pipinya dengan lembut.
Setelah merasa Adaline jauh lebih tenang, Hans mulai menggerakan timun itu dengan gerakan yang beraturan.
Dan setelah lebih dari 30 menit, Hans menarik timun itu dari dalam sumur dan mengeluarkan getah timun yang cukup banyak di atas handuk yang Hans ambil dari samping tempat tidur.
(Fiiuuuh, akhirnya bercocok tanam selesai 🤭)
Setelah Hans selesai melakukannya, dia duduk di sisi ranjang, dia masih tidak percaya jika dia telah melakukan itu pada Adaline. Dan yang membuatnya semakin merasa tidak bisa berbuat apa-apa adalah, jika itu merupakan hal pertama kali bagi Adaline dan dirinya.
Hans melihat Adaline yang masih tidur di atas ranjang, dia lalu turun dari ranjang dan berjalan menuju lemari yang ada di dalam kamar itu untuk mengambil pakaian yang bersih.
Setelah memakai pakaiannya, Hans juga membantu Adaline mengenakan pakaian yang dia pakai tadi.
Setelah selesai, Hans keluar dari ruangan itu.
Di luar ruangan, Hans melihat Carlos dan beberapa anak buahnya masih setia menunggunya lebih dari 40 menit itu.
"Masuklah dan bawa dia pulang." Ucap Hans dengan datar pada Carlos.
"Kau... Benar-benar melakukannya?"
"Jika tidak?"
Hans dengan tatapan dinginnya berlalu dari hadapan Carlos. Dia sungguh tidak ingin berhubungan lagi dengan orang-orang dari keluarga Wilson. Karena baginya sangat merepotkan dan tidak ada gunanya.
Carlos melihat Hans pergi, rasanya ingin sekali dia menghajar adik dari teman baiknya itu. Tapi itu tidak bisa dia lakukan, terlebih dia tahu jika tadi Hans sudah menolong nona mudanya.
...----------------...
Hans mengusap wajahnya kasar, dia masih tidak percaya kalau malam itu dia dan Adaline Wilson, orang yang paling dia benci sudah melakukan hal itu.
"****! Semua gara-gara anak buah dari Black Lion." Ucap Hans dengan kesal.
Ting tong
Suara bel apartemennya berbunyi, Hans dengan malas bangkit dari ranjangnya dan berjalan untuk melihat siapa yang datang.
"Adaline Wilson, untuk apa lagi dia kesini?" Gumam Hans saat melihat di layar monitor siapa yang datang.
Hans menekan tombol pada bagian bawah layar untuk menjawab.
"Ada apa?" Tanya Hans dari dalam apartment.
"Hans, ini aku. Bolehkah aku masuk?"
"Aku mohon. Aku ingin bicara sesuatu padamu."
"Bicara saja disana, aku akan mendengarkan."
Hans melihat Adaline Wilson yang terlihat menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Disini... Disini aku..."
"Baiklah, hanya 10 menit." Ucap Hans memotong ucapan Adaline.
"Iya, aku berjanji hanya 10 menit." Ucap Adaline dengan cepat.
Akhirnya Hans mengijinkan putri keluarga Wilson itu masuk kedalam apartemennya.
Setelah membukakan pintu, Hans menyuruh Adaline duduk di sofa, sementara dirinya berdiri.
"Katakan." Ucap Hans tanpa basa basi.
Adaline menatap kedua mata Hans lekat.
Mungkin ketika pertama kali bertemu Adaline Wilson sedikit takut dengan Hans yang sikapnya selalu dingin, dan begitu membenci dirinya dan juga keluarga Wilson.
Tetapi karena dulu Dave selalu bercerita, jika Hans adalah orang yang baik, membuat Adaline tidak merasa jika Hans adalah orang yang harus dia takuti.
"Hans Edward, aku.."
"Panggil aku Hans. Aku tidak terbisa dengan nama yang panjang itu."
Adaline mengerutkan dahinya mendengar ucapan Hans itu.
"Tapi itu nama mu." Ucap Adaline.
"Aku tahu, tapi sekarang tidak ada lagi yang akan memanggil dengan nama panjang itu. Jadi mulai sekarang jangan panggil aku dengan nama itu lagi."
Bagi Hans, nama Edward hanya pantas di ucapkan oleh orang-orang tertentu saja. Dan Adaline juga keluarga Wilson adalah orang-orang yang tidak akan pernah Hans izinkan untuk menyebut nama keluarganya itu.
"Ba... Baik kalau memang itu yang kamu inginkan." Ucap Adaline.
"Jadi, apa yang ingin kau katakan."
"Aku.... Aku ingin berterima kasih."
"Untuk apa?"
"Untuk... Untuk bantuanmu malam itu."
Hans hanya diam, dia tahu malam yang di maksud oleh Adaline.
Dengan santai Hans duduk didepan Adaline, "Hanya itu? Bukankah kau sudah pernah mengatakannya?"
Adaline mengangguk pelan, karena sebenarnya dia hanya ingin bertemu dan melihat Hans saja.
"Hmm, kau tidak perlu berterima kasih lagi padaku, karena aku menikmatinya." Ucap Hans.
Adaline terlihat sedikit tersentak atas ucapan Hans.
"Lagi pula, sudah lama aku tidak melakukan itu dengan wanita yang baru." Ucap Hans lagi sambil menyenderkan badannya.