
Satu minggu kemudian kediaman Wilson di gemparkan oleh kabar hancurnya barang-barang untuk memperingati hari kematian Dave.
Adaline Wilson meminta Carlos untuk mencari tahu siapa yang sudah melakukan semuanya.
"Hari peringatan kak Dave tinggal beberapa hari lagi, siapa sebenarnya orang yang sudah merusak semuanya?"Gumam Adaline dengan bingung.
Sementara Carlos mencari tahu siapa orang yang sudah menghancurkan barang-barang di negara C, Adaline pergi ke mansion Hans.
Dan pikiran Adaline tidak baik selama di perjalanan menuju mansion.
Sampai di mansion, Adaline bergegas mencari Hans atau Alan, orang kepercayaan Hans itu.
"Maaf nona, anda mencari siapa?" Tanya seorang penjaga gerbang mansion.
"Aku Adaline Wilson, aku adalah teman Hans. Bisa aku bertemu dengannya?"
"Maaf nona, sekarang bos sedang ada urusan diluar."
"Diluar? Kapan dia pulang?"
"Maaf nona, lebih baik anda langsung menghubungi bos saja."
"Bagaimana aku menghubunginya? Dia tidak memberitahu nomor telfonnya padaku."
Kedua penjaga gerbang saling bertatapan dan mengangguk.
"Maaf nona, kami tidak bisa membiarkan sembarangan orang masuk."
"Tapi aku sungguh temannya dan sangat mengenalnya. Jika kau tidak percaya kau bisa panggil Alan."
"Nona, saat ini bos pergi dengan kak Alan."
Adaline Wilson terdiam mendengar itu.
"Sebaiknya anda pulang saja. Jangan membuat kami kesulitan, jika tidak kami tidak akan segan dengan anda."
Adaline yang tahu bagaimana Hans melatih anak buahnya hanya bisa mengangguk paasrah. Dia tahu seperti apapun dia bicara, kedua anak buah Hans tidak akan percaya begitu saja dan membiarkannya masuk.
Adaline masuk kedalam mobil dan kembali kerumahnya tanpa bertemu dengan Hans maupun Alan.
"Bagaimana ini? Aku tidak tahu siapa yang sudah menghancurkan semua barang-barang itu." Ucap Adaline.
Adaline mengeratkan genggamannya pada setir mobil.
Sampai di rumah Adaline langsung mencari Carlos untuk menanyakan siapa sebenarnya dalang di balik semuanya.
"Dimana Carlos?" Tanya Adaline pada pelayan yang dia temui.
"Tuan Carlos ada diruang kerjanya nona muda."
Adaline berjalan dengan cepat menuju ruang kerja Carlos yang berada di kamar belakang.
"Carlos bagaimana?" Ucap Adaline setelah membuka pintu ruang kerja Carlos.
"Maaf nona muda, kami belum bisa mengetahuinya."
"Tidak bisa mengetahuinya. Itu artinya mereka adalah orang yang cukup hebat, karena berani menyinggung keluarga Wilson."
Adaline Wilson duduk termenung mencari tahu siapa kira-kira orang yang sudah berani menyinggungnya. Terlebih itu adalah barang-barang untuk peringatan kematian Dave, kakak dari Hans.
"Nona muda, sepertinya kita harus berangkat lebih awal." Ucap Carlos.
Adaline yang mendengar itu menatap Carlos.
"Iya, kau benar Carlos. Kalau begitu, nanti sore kita berangkat."
"Baik nona muda, saya akan menyiapkan semuanya."
"Iya, terima kasih."
Carlos mengangguk.
"Kau bersiap-siaplah." Ucap Adaline lagi.
"Baik nona muda."
Adaline keluar dari ruang kerja Carlos, dan dia berjalan menuju kamarnya sendiri.
"Semoga tidak akan terjadi hal yang tidak di inginkan." Gumam Adaline sesaat sebelum masuk ke dalam kamarnya.
...----------------...
Sementara itu di negara C, Hans yang sudah menangkap beberapa anak buah yang sudah mengusik usahanya tengah melihat orang-orang itu di siksa di ruang bawah tanah.
Dua orang anak buah Hans menyeret seseorang masuk kedalam ruang bawah tanah itu lalu melemparkan orang itu kepada Hans.
"Ini orangnya bos." Ucap salah satu anak buah Hans.
Hans melihat orang yang sudah mengkhianati dirinya dengan sorot mata yang menyeramkan.
Semua anak buah Hans sangat tahu konsekuensi dari mengkhianati Hans, jadi mereka sangat tidak mau melakukan itu.
Mereka lebih memilih mati daripada mengkhianati Hans. Karena Hans akan memperlakukan pengkhianat dengan kejaam, sehingga mereka akan memilih lebih baik mati dari pada hidup dengan siksaan.
Hans mengangkat kepala pengkhianat itu dengan kaki kirinya, lalu menatapnya dengan tajam.
"Ternyata kau sungguh sudah bosan hidup." Ucap Hans.
Hans menatap anak buahnya yang lain.
"Bawa dia ke ruangan belakang. Jangan biarkan dia mati dengan mudah." Perintah Hans pada anak buahnya.
"Baik bos."
"Jika sudah mati, lemparkan mereka semua ke markas Gold Fox sebagai hadiah dan peringatan dariku."
"Siap bos."
Hans menginjak tubuh pengkhianat itu lalu berjalan pergi meninggalkan ruang bawah tanah.
Diluar ruang bawah tanah, Joe sudah berdiri menunggu Hans.
"Bos."
"Katakan."
"Semua sudah di lakukan sesuai dengan keinginan bos."
"Bagus.Tidak lama lagi Adaline Wilson dan anak buahnya pasti kesini. Pada hari peringatan, kalian jangan biarkan dia datang."
"Baik bos."
Hans berjalan masuk kedalam mansion.
"Dimana Nana dan Clara?"
"Nana sedang berlatih memanah bos, sementara Clara sedang berlatih tekwondo."
"Besok latih Nana menggunakan pist0l."
"Baik bos."
"Katakan pada paman Luo untuk membawa buah, dan berikan pada Clara setiap hari."
"Siap bos."
Dari arah depan Hans melihat Alan berjalan mendekatinya.
"Bos, ada pesan dari mansion di negara N."
"Katakan."
"Mereka berkata kalau nona muda Wilson datang ke mansion dan ingin bertemu denganmu bos."
"Biarkan saja. Tidak lama lagi mereka pasti akan ke negara ini."
Alan mengangguk.
"Besok lusa atur beberapa anak buah untuk ikut denganku."
"Baik bos."
Setelah selesai berbicara, Hans berjalan menuju kamarnya.
Alan dan Joe bersiap memilih beberapa orang untuk ikut besok lusa ke makam Dave.
Mereka akan memilih beberapa orang yang kekuatannya minimal 7:10 untuk berjaga-jaga, karena mereka yakin jika kemungkinan musuh Hans akan melakukan sesuatu, karena itu merupakan kesempatan yang bagus dan telah mereka nantikan.