
Hotel yang cukup mewah di negara C membuat Hans mengenang beberapa peristiwa, dimana sebelum dia berada di posisinya saat ini.
Namun ingatan itu di tepisnya segera, dengan langkah pasti Hans memasuki hotel itu.
Ya, kemarin Hans membuat janji dengan ketua kelompok Red Fox. Tepat satu jam setelah anak buah Hans melemparkan beberapa mayat anak buah Red Fox. Hans Masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup besar, dimana ketua Red Fox sudah menunggu Hans disana.
Hotel itu bukan hanya menyediakan kamar untuk menginap, tapi disana juga terdapat restoran mewah dengan hidangan yang lezat. Dan tersedia juga bar* dan yang lainnya.
"Selamat datang kakak Hans." Sambut Bao Long, ketua dari Red Fox.
"Iya."
"Ayo duduk, kak."
Hans duduk dengan santai,dan tidak peduli dengan suasana di sekitar.
"Apa kau sendiri kak?" Ucap Bao Long lagi.
"Kenapa? Kita hanya akan membahas beberapa hal, aku tidak memerlukan anak buah ku untuk terus mengikutiku kemanapun aku pergi."
Bao Long merasa seperti dirinya tengah di sindir oleh Hans, karena di sekelilingnya berdiri beberapa anak buahnya.
"Hahaha, kak Hans ini ada-ada saja. Tentu saja kakak tidak memerlukan mereka, karena kakak adalah orang yang hebat, jadi tidak memerlukan anak buah untuk berada di samping kakak."
"Ya kau benar. Karena kehebatanku sampai ada satu kelompok yang berani mengusikku." Hans melirik tajam pada Bao Long.
Bao Long menelan lud4hnya dengan pelan. Seketika ruangan itu sunyi, dan hanya aura dingin yang menyapa setiap tubuh orang yang berada disana.
Ceklek
Ruangan terbuka dan 3 orang pelayan masuk kedalam ruangan setelah beberapa kali mengetuk pintu.
Dua orang pelayan menata beberapa hidangan diatas meja dengan hati-hati dan rapi, tidak lupa dengan wine* yang menjadi pelengkap hidangan itu.
"Ehem, kak Hans. Aku tidak tahu makanan apa yang kau suka, jadi aku meminta koki hotel untuk membawakan makanan special disini."
Hans melihat hidangan yang sudah ada diatas meja.
"Katakan. Hukuman apa yang kau inginkan?" Ucap Hans tanpa basa basi.
Kembali Bao Long menelan lud4hnya. Dia tahu akibat dari menyinggung Hans, walaupun dia membawa beberapa anak buah dan meminta bantuan beberapa kelompok mafia lain. Tetapi tetap saja tidak bisa membuat Hans tidak merasa takut.
"Ka...Kak Hans."
Hans berdiri dan berjalan beberapa langkah ke arah pintu.
"Bao Long, aku tahu kau sudah meminta bantuan pada beberapa kelompok lainnya. Dan aku juga tahu kau membawa anak buah tidak hanya mereka. Tapi.... Kau tidak akan pernah bisa menyentuhku, kau tahu itu."
Mendengar itu Bao Long mengepalkan tangannya, dia merasa seperti sedang di hina.
Hans menoleh dan menatap Bao Long tajam.
"Aku dengar nona muda dari keluarga Wilson sudah sampai di negara ini kemarin. Kau pasti mengenal dia dengan baik bukan, kak Hans?" Ucap Bao Long dengan santai.
Hans yang semula sedikit terbawa emosi mendengar perkataan Bao Long, menghembuskn nafas pelan.
"Hahh, apa kau pikir hanya karena aku mengenal keluarga Wilson, lalu kau akan menggunakan dia untuk menekanku?" Ucap Hans.
"Oh, benarkah kak Hans tidak peduli? Aku dengar kalian sudah bermalam bersama."
"Itu hanya sebuah kesalahan. Lagipula itu bukan yang pertama untuk ku."
Hans berbalik dan melangkah lagi.
"Bao Long, aku belum menjatuhi hukuman padamu dan anak buahmu. Jangan mencoba untuk melipat gandakan hukuman itu." Ucap Hans lagi.
Setelah mengatakan itu Hans pergi dengan langkah lebarnya, meninggalkan Bao Long yang sedang menahan amarahnya.
"S*alan!! Hans, aku akan membuatmu berlutut karena sudah bersikap sombong didepan ku." Seru Bao Long.
Di luar hotel, Hans melihat sekeliling. Dia melihat ada 3 orang yang berdiri di bawah pohon, 2 orang yang duduk di kafe tidak jauh dari hotel, dan ada beberapa lainnya tengah berpura-pura mengobrol dan juga berjalan.
Mereka semua adalah anak buah Bao Long dan anak buah dari kelompok lain, yang di minta oleh Bao Long untuk melindunginya.
"Ck! Menghadapi aku seorang diri saja masih perlu orang sebanyak ini, masih bersikap arogan didepan ku." Ucap Hans.
Hans berjalan dengan santai menuju mobilnya yang sengaja dia parkir didepan hotel.
Hans membuka pintu mobil, namun dia tidak langsung masuk kedalam. Karena telinganya mendengar sesuatu dibawah mobilnya.
"S*alan, kau berani bermain-main denganku Bao Long." Ucap Hans dengan geram.
Hans kembali menutup pintu mobil, dia mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang.
Berbalik, Hans berjalan kearah toko kue yang tidak jauh dari mobilnya.
Orang-orang yang sejak tadi sudah siap menghadapi Hans mengepalkan tangan mereka, rencana mereka untuk membunuh Hans dengan b0m yang sudah mereka letakkan di bawah mobil Hans tidak berhasil.
10 menit kemudian beberapa mobil datang dan terparkir dengan rapi di depan maupun di belakang mobil Hans.
Lebih dari 20 orang turun dari dalm mobil-mobil itu.
Alan meliht Hans sedang duduk didalm toko kue, dia pun berjalan dan masuk kedalm toko itu. Sementara anak buah Hans yang di bawa oleh Alan bergerak meringkus semua anak buah Bao Long yang berada di sekitar hotel.
Orang-orang yang melihat tidak berani berbuat apa-apa, mereka lebih memilih tidak ikut campur karena tidak ingin terlibat.