
"Siapa orang yang kau bawa itu?" tanya Jendral Grinz dengan tatapan menyelidik kearah Queen.
"Dia adalah sekretaris baruku, apa ada masalah dengan itu?" ujar Tuan Hiroaki melindungi Queen.
Ia sedikit tidak terima dengan Jendral Grinz yang saat ini tiba-tiba menjadi berani pada dirinya.
"Bukan begitu ... aku hanya ingin tahu apakah kau sudah menyelidiki identitasnya dengan baik-baik, aku tidak ingin mata-mata Futuristik Generation tahu tentang tempat ini..." kata Jendral Grinz.
"Kau tidak perlu khawatir, aku tidak sebodoh itu sampai mengajak orang asing untuk masuk ke tempat ini." balas Jendral Grinz percaya diri, padahal nyatanya dia sudah membawa mata-mata ke markasnya sendiri.
Melihat Jendral Grinz yang berhubungan langsung dengan Tuan Hiroaki, maka sudah jelas bahwa mereka berdua memiliki hubungan kerja sama.
Queen menghampiri Jendral Grinz dengan anggun lalu memperkenalkan dirinya.
"Saya yakin pasti kedatangan saya disini menimbulkan kecurigaan yang cukup dalam bagi Anda, Jendral. Tapi Anda bisa yakin bahwa saya sepenuhnya ingin bergabung dengan Anda sekalian dan menghancurkan perusahaan biadab itu hingga rata dengan tanah." kata Queen sambil menatap mata Jendral Grinz dengan serius.
Akting Queen sangat baik disini bahkan sampai melebihi para artis papan atas, hanya dengan mengucapkan satu kalimat penuh keseriusan itu sudah membuat Jendral Grinz percaya dengannya.
"Baiklah ... dan namamu?" tanya Jendral Grinz sudah mempercayai Queen walaupun belum 100%.
"Nama Saya Kyra, saya harap kita bisa bekerjasama dengan baik mulai dari sekarang." jawab Queen.
...
...
...
Setelah itu Queen mulai diajak berkeliling oleh Tuan Hiroaki demi memperkenalkan seluruh fasilitas yang ada di ruang bawah tanah itu.
Tuan Hiroaki sangat bangga pada dirinya sendiri karena berhasil membuat wanita cantik seperti Queen itu mengagumi tempat penelitian miliknya.
Padahal nyatanya Queen hanya pura-pura mengagumi tempat itu.
'Jika dibandingkan dengan fasilitas markas Frasier-01, tempat ini hanyalah rongsokan semata...' batin Queen menghina tempat itu.
Sembari berkeliling dan pura-pura kagum, Queen juga mengobrol bersama Tuan Hiroaki demi menggali informasi tanpa diketahuinya.
Dari sana juga Queen mendapatkan sangat banyak informasi berharga.
Informasi yang didapatkan adalah sebagai berikut:
Jendral Grinz berada di ruang bawah tanah ini dalam waktu yang cukup lama, oleh karena itu Zhara dan yang lainnya kesulitan mencari keberadaannya.
Ternyata aliansi yang diperkirakan oleh Zhara sebelumnya memang ada dan sudah berdiri beberapa tahun terakhir ini, Aliansi itu bernama Anti-Futuristik yang sudah diikuti oleh banyak negara termasuk Korea dan Jepang.
Jendral Grinz ternyata bukanlah dalang utama dari penelitian manusia ini, melainkan dia hanyalah seorang anak buah. Rupanya ada seseorang yang jauh lebih besar daripada dirinya sedang bersembunyi entah dimana.
Dan orang yang membuat sistem keamanan untuk melindungi informasi Jendral Grinz adalah atasan Jendral Grinz sendiri.
Dan masih banyak informasi yang Queen dapatkan dari pria bodoh itu....
Kembali ke sisi Queen.
"Kurasa hanya sampai disini aku bisa memperkenalkan semua fasilitas tempat ini, semoga kau nyaman dengan semua fasilitas yang ada di tempat ini." ujar Tuan Hiroaki setelah selesai memperkenalkan semua fasilitas tempat itu.
"Tentu, aku pasti akan sangat bahagia karena tinggal di tempat ini." balas Queen sambil tersenyum menggoda.
Sebuah gejolak gairah muncul dalam diri pria tua itu, dia memiliki sebuah perasaan yang kuat ingin mendapatkan wanita cantik di hadapannya itu.
Seolah mengetahui apa yang dirasakan oleh Tuan Hiroaki, Queen dengan senyuman menggodanya mendekati telinga pria itu lalu berbisik, "Kuharap kau memberitahuku dimana letak kamarku..."
Tuan Hiroaki tersenyum senang, dia tahu jika itu adalah sebuah kode rahasia menuju kenikmatan surgawi.
Tuan Hiroaki menganggukkan kepalanya dan berkata, "Kalau begitu ikuti aku."
Ia kemudian berjalan menuntun Queen menuju kamar miliknya dengan sedikit terburu-buru.
Dan ini adalah pertama kalinya ia menginginkan seorang wanita secantik dan semenawan Queen atau yang lebih ia kenal dengan nama Kyra.
Jadi dia sedikit terburu-buru.
Setelah sampai di depan kamar Queen, Tuan Hiroaki langsung memasukinya dan disusul oleh Queen di belakangnya.
* CKLEK!! *
Queen mengunci pintu kamarnya, membuat pria itu menjadi jauh lebih bergairah.
"Apa kita akan memulainya disini?" tanya Tuan Hiroaki.
"Tentu." balas Queen dengan senyuman masih dengan menawan.
Queen mendekati pria tua itu dan langsung mendorongnya ke ranjang dengan sangat tiba-tiba hingga membuat pria itu tersentak.
'Tenaganya sangat besar....' pikir Tuan Hiroaki.
Queen naik ke ranjang dan langsung menduduki tubuh pria itu dengan kuat-kuat hingga membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.
"T- tunggu, bukankah ini terlalu kasar?" tanya Tuan Hiroaki yang merasakan firasat buruk.
Dengan masih tersenyum, Queen berkata: "Tentu ... aku suka permainan kasar."
Queen menjilat bibirnya sendiri dengan tatapan mata menyipit, entah kenapa tubuh Tuan Hiroaki langsung merinding ketakutan ketika melihat sikap Queen yang sekarang.
Firasat buruk pria tua itu semakin menjadi-jadi ketika Queen mulai menggerakkan tangannya untuk menggenggam lehernya.
Semakin lama genggaman wanita itu semakin kuat hingga membuat pria tua itu sontak menjadi panik.
"Tu- tunggu, apa yang kau lakukan!" teriak Tuan Hiroaki.
Bersamaan dengan itu Queen langsung mencekik leher pria tua itu dengan seluruh kekuatannya, membuat mata pria itu langsung melotot dengan tubuh yang meronta-ronta.
Pria tua yang memiliki tubuh kekar dan tampang tegas itu sama sekali tidak bisa menyingkirkan Queen yang menduduki tubuhnya, hal itu terjadi karena fisik Queen yang memang jauh lebih kuat daripada wanita biasa.
Hanya dalam 3 menit Queen sudah berhasil membuat Tuan Hiroaki menjadi sesak nafas dan sepenuhnya meninggal dunia di menit ke-5...
Queen menghela nafas panjang setelah memastikan jika pria itu sudah benar-benar mati.
Ia kemudian melirik ke salah satu terowongan udara yang ada di kamar itu lalu berkata: "Kalian bisa keluar sekarang."
Bertepatan dengan itu keluarlah dua orang pria dari terowongan udara itu, mereka adalah Warren dan Felix yang sejak awal sudah melihat apa yang dilakukan oleh Queen.
"Fiuhh..... Aku kira kau sungguhan akan melakukan hal itu bersama dengan pria tua itu." ucap Warren sambil menghela nafas lega.
"Heh ... Asher mungkin akan membunuhku jika melakukan hal itu dengan pria lain..." balas Queen sambil mengelap tangannya dengan sapu tangan.
Bukan hal rahasia lagi jika Queen dan Asher merupakan seorang pasangan, mereka berdua sama-sama ketua tim Ageverra dan memiliki kecocokan satu sama lain.
"Lupakan tentang itu, sebaiknya kita hubungi Tuan Zhara sekarang untuk melakukan serangan penuh ke tempat ini." kata Felix.
Semuanya sudah terbongkar, jadi sudah saatnya untuk melakukan serangan penuh ke tempat ini dan merebut Chip yang sedari awal adalah incaran Zhara.
Tapi sebelum mereka sempat menghubungi Zhara, sebuah handphone tiba-tiba berdering di tempat itu yang sontak membuat mereka bertiga kebingungan dan waspada pasalnya mereka tidak akan seceroboh itu membawa handphone saat menyusup.
"Sepertinya handphone itu milik pria tua bangka itu..." kata Queen.
Ia kemudian mendekati mayat Tuan Hiroaki yang masih tergeletak di atas ranjang dan mengambil handphone miliknya di saku bajunya.
"Siapa yang menelponnya?"
"Disini tertulis nama Kinata, dia adalah putri Tuan Hiroaki..." kata Queen.