
...[634 Days Before The Apocalypse]...
Keesokan harinya Warren, Felix, dan Queen telah sampai di Jepang untuk melaksanakan tugas yang telah diberikan oleh atasan mereka, yaitu Zhara.
Setelah mendarat di bandara Tokyo dengan identitas baru, mereka langsung mempersiapkan diri menuju kediaman keluarga Hiroaki.
Warren menyamar sebagai petugas kebersihan di kediaman keluarga besar itu untuk mengawasi setiap pergerakan Tuan Hiroaki dan keluarganya.
Sementara Queen menyamar sebagai seorang karyawan di perusahaan Tuan Hiroaki, tujuannya adalah untuk mengawasi Tuan Hiroaki di tempat kerja dan kalau bisa dia akan menggeser sekretaris Tuan Hiroaki yang sekarang.
Queen memiliki paras yang sangat cantik, jadi dia yakin bisa menggeser sekretaris yang hanya bermodalkan bedak tebal itu.
Dan untuk Felix, dia menyewa apartemen di sebuah hotel tinggi yang terletak dekat dengan kediaman Tuan Hiroaki.
Tujuannya tidak lain adalah untuk mengawasi pergerakan target dari jauh sekaligus menjadi pemberi informasi yang lebih akurat kepada Warren, Queen, dan Zhara.
Zhara sendiri saat ini berada di markas Frasier-01 untuk menerima semua informasi yang akan diberikan oleh Felix dan bawahannya yang sedang mencari keberadaan Kinata di Korea.
#Pengawasan Di Hari Pertama.
Tidak ada yang aneh dengan pergerakan Tuan Hiroaki, seperti biasa dia melakukan kegiatan rumah dan bekerja di tempat kerjanya. Selain itu dia sarapan di restoran dan menemani istrinya berbelanja di mal.
Panggilan teleponnya telah di sadap, dan tidak ada pembicaraan yang aneh ditemukan.
#Pengawasan Di Hari Kedua.
Semuanya masih berjalan dengan normal, tapi ada satu panggilan telepon yang terkesan aneh. Panggilan itu berasal dari putrinya yaitu Kinata, di dalam panggilan telepon itu Kinata hanya mengatakan 'Aku setuju' dan langsung menutup panggilan tanpa sepatah katapun lagi.
Dan anehnya lagi Tuan Hiroaki langsung tersenyum senang mendengar perkataan putrinya itu, apakah itu semacam kode rahasia?
#Pengawasan Di Hari Ketiga.
Semuanya masih normal.
#Pengawasan Di Hari Kelima.
Semuanya masih normal kecuali Tuan Hiroaki yang bersenang-senang di club malam bersama dengan para wanita penghibur.
#Pengawasan Di Hari Kesepuluh.
Queen mendapatkan sebuah promosi dalam ikut serta menjadi sekretaris Tuan Hiroaki.
#Pengawasan Di Hari Ketigabelas.
Queen menjadi pemenang promosi dan berhasil menjadi sekretaris Tuan Hiroaki yang baru. Setelah itu Queen mengintrogasi sekretaris sebelumnya, tapi karena wanita itu tidak ingin bicara, jadi Queen membunuhnya.
#Pengawasan Di Hari Keduapuluh.
Semuanya masih normal.
...
...
...
"Jadi tidak ada hal berkaitan dengan Jendral Grinz bahkan setelah dua puluh hari pengawasan..." gumam Zhara membaca laporan pengawasan di depannya.
Walaupun begitu ada beberapa poin penting yang berhasil Zhara tangkap dari pengawasan itu.
Yang pertama adalah panggilan telepon dari Kinata, apa maksud Kinata dengan mengatakan 'Aku setuju?'
Zhara masih memikirkan hal itu dan tidak pernah mendapatkan jawabannya karena minimnya petunjuk.
Yang kedua adalah fakta jika Tuan Hiroaki menghindari segala hal yang berkaitan dengan teknologi Futuristik Generation.
Semenjak pengawasan di hari pertama Tuan Hiroaki sudah menggunakan telepon biasa jadul dalam situasi apapun, jadi Felix agak kesulitan untuk langsung melacak keberadaan Kinata melaui panggilan teleponnya itu.
Seandainya Tuan Hiroaki menggunakan HPC atau smartphone, maka Felix pasti bisa langsung melacak keberadaan Kinata.
Tentu Zhara belum bisa menyimpulkan jika Tuan Hiroaki adalah salah satu orang yang menentang kekuasaannya karena mungkin saja dia memang menyukai barang-barang jadul ketimbang barang-barang modern.
Tapi terlalu aneh mengingat Tuan Hiroaki yang menghindari semua jenis teknologi Futuristik Generation.
'Seharusnya dia tidak akan setakut itu dengan teknologi Futuristik Generation ... atau dia memang takut jika kami mengawasinya jika menggunakan teknologi Futuristik Generation?' batin Zhara.
Itu adalah pesan dari Felix yang masih mengawasi pergerakan Tuan Hiroaki.
"Ini ... mungkinkah..." gumam Zhara sedikit terkejut melihat laporan Felix.
...
...
...
Felix tengah mengendarai sebuah mobil jeep hitam bersama dengan Warren di sebelahnya, dia tengah mengikuti sebuah mobil sport putih jauh di depan mereka.
Itu adalah mobil Tuan Hiroaki yang berkendara dengan Queen sebagai sekretaris barunya.
"Apa kau sudah mengabari Tuan Zhara tentang hal ini?" tanya Warren.
"Tenang saja, aku sudah mengabarinya," balas Felix masih fokus mengemudi.
"Tapi apa Queen akan baik-baik saja berduaan dengan laki-laki predator itu?"
"Aku percaya padanya. Queen adalah satu-satunya wanita yang kuakui kemampuannya, dia yakin dia pasti bisa memotong ***** laki-laki sialan itu."
"Itu terdengar sedikit...."
"Bruntal?"
"Begitulah...."
Sementara itu di dalam mobil sport putih yang sedang diikuti oleh Felix dan Warren, terlihat Queen yang sedang dalam penyamarannya duduk di sebelah Tuan Hiroaki dengan ekspresi wajah tidak senang.
"Hahaha, aku tidak percaya wanita secantik dirimu akan menjadi sekretaris baruku. Kau tahu? Sekretaris sebelumnya itu sangat payah dalam pekerjaannya, jadi aku menggantinya dengan orang yang lebih baik dan juga cantik," ujar Tuan Hiroaki.
"Saya tersanjung dengan pujian Anda," jawab Queen.
"Jadi Nona Kyra ... apakah Anda sudah mempunyai pasangan?"
Kyra adalah nama samaran yang Queen gunakan.
"Saya belum memilikinya Tuan, sebenarnya saya ingin segera mencari pasangan karena tuntutan orang tua saya, tapi saya belum mendapatkan pria yang menarik perhatian saya..." balas Queen.
"Bagaimana jika Nona mempertimbangkan saya sebagai pasangan Anda?" tanya Tuan Hiroaki langsung pada intinya.
"Hahaha, saya akan mempertimbangkannya terlebih dahulu," jawab Queen sambil tertawa gugup.
Tapi dalam hatinya dia benar-benar mengutuk pria tua di depannya itu, '*Dasar tua ban*ka! Apa dia sudah gila hingga bermimpi mendapatkanku yang secantik ini*?!'
Sejatinya sikap Queen adalah orang yang selalu memandang orang lain di bawahnya. Dia sadar akan kecantikannya dan bangga dengan itu.
Biasanya ketika ada seorang pria yang melamarnya, maka dia akan menginjak-injak lamaran cinta pria itu dengan kejam.
Dan sekarang pria tua di depannya itu ingin melamarnya? Gejolak dalam diri Queen untuk memotong ***** pria tua itu mulai muncul...
"Ngomong-ngomong kemana Anda akan membawa saya pergi?" tanya Queen penasaran.
"Oh, aku harap Nona Kyra tidak akan memberitahu siapapun tentang hal ini,"
"Sesuai kata Anda."
Tuan Hiroaki menatap Queen dengan dalam-dalam kemudian tersenyum penuh arti.
"Aku akan membawamu ke bisnis rahasiaku," kata Tuan Hiroaki.
"Bisnis rahasia?"
"Ya, sebenarnya aku adalah salah satu bagian dari Aliansi Anti-Futuristik yang menentang kekuasaan Futuristik Generation dan Zhara sebagai pemimpinnya," kata Tuan Hiroaki dengan bangga.
'Ini dia!' batin Queen.
"Waahh!! Itu terdengar sangat hebat!! Sebenarnya aku juga membenci Futuristik Generation yang telah membuat bisnis keluarga kami menjadi bangkrut, jadi aku ingin membalas mereka!!" kata Queen berakting dengan sangat bagus.
"Hahaha!! Baiklah kalau begitu, kita akan menghancurkan perusahaan biadab itu dengan seluruh kemampuan kita! Hahahaha!!" kata Tuan Hiroaki diiringi gelak tawa.
Sementara Queen, 'Dasar pria bodoh ... dia bahkan tidak menyadari jika ada seseorang yang sedang mengikutinya. Aku sudah mendapatkan informasi yang sangat berharga disini, jadi aku harus mempertahankan akting ini....'