1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 63: Hadiah Ulang Tahun



...[727 Days Before The Apocalypse]...


"Tuan, kita telah sampai di bandara Internasional Korea Selatan." ujar sang pramugari kepada Zhara.


Zhara hanya menganggukan kepalanya dan berdiri dari tempat duduknya lalu menuruni pesawat jet pribadinya di tempat keluar yang telah di siapkan.


Tak lama kemudian terlihat Aland, Rosalie dan Iris yang mengenakan pakaian jas rapinya menyusul Zhara dari belakang.


Zhara pergi ke Korea hanya mengajak Aland, Rosalie dan Iris saja karena Aurel dan yang lainnya dibutuhkan di markas utama Futuristik Generation.


Tentu saja Aland ikut bersama Zhara bukan untuk liburan melainkan ada pekerjaan yang harus dia selesaikan di Korea, sementara Rosalie dan Iris bertugas sebagai penjaga mereka berdua.


Walaupun sebenarnya Zhara tidak membutuhkan penjagaan dari seorang wanita, tapi itu dilakukan hanya untuk menjaga formalitas saja....


(percakapan dalam bahasa Korea)


"Selamat datang di Korea tuan Zhara, tuan Aland, nona Rosalie dan nona Iris, saya harap perjalanan anda sekalian berjalan dengan lancar." ujar seorang wanita dengan formal untuk menyambut kedatangan Zhara dan yang lainnya.


Wanita itu bernama Myung Hee, dia adalah salah seorang manajer cabang perusahaan Futuristik Generation yang ada di kota itu, yaitu kota Seoul.


Myung Hee adalah seorang wanita muda berusia 25 tahun yang dipercayakan untuk mengurus cabang Futuristik Generation yang lumayan besar di Korea, dia adalah wanita pekerja keras yang jujur dan memiliki kemampuan yang baik.


Oleh karena itu Aurel selaku orang yang merekrut setiap manajer cabang sangat mempercayainya.


"Terima kasih atas sambutannya... Aku sudah mendengar banyak tentangmu dari Aurel dan aku sangat bangga dengan kemampuanmu dalam mengurus cabang Futuristik Generation di Seoul." ujar Zhara dengan formal.


Apa yang dikatakan Zhara memang benar adanya, baru saja beberapa bulan menjabat sebagai manajer cabang dan Myung Hee sudah berhasil membawa cabang perusahaan di Seoul memasuki sepuluh besar dalam daftar perusahaan cabang Futuristik Generation.


Jelas kemampuan Myung Hee sangatlah hebat, bahkan Zhara saat ini sedang memikirkan untuk memindahkan Kim Yeona ke markas utama Futuristik Generation.


"Saya tidak sehebat itu tuan." ujar Myung Hee merendah.


Terlepas dari percakapan tentang kemampuan Myung Hee, Aland dan yang lainnya sangat terkejut dengan kemampuan berbahasa Korea Zhara yang sangat fasih.


Aland, Rosalie dan Iris memang disuruh untuk mempelajari bahasa korea sebelum berangkat, walaupun belum terlalu lancar tapi mereka setidaknya bisa mengerti sedikit percakapan.


Alasan Zhara bisa menguasai bahasa Korea dengan baik adalah selain dirinya yang blasteran Korea Indonesia, dia juga pernah berpetualang bersama dengan gadis Korea di masa Apocalypse dan mempelajari bahasanya dengan baik.


"Tidak baik berbincang bincang disini, kami sudah mempersiapkan mobil untuk kalian bertiga." ujar Myung Hee.


Ngomong ngomong di Korea saat ini sedang berada dalam musim panas, jadi agak terasa panas di luar dan Myung Hee mengajak Zhara dan yang lainnya langsung ke dalam mobil yang memiliki AC.


Mobil yang mereka gunakan adalah tipe mobil keluarga Toyota Alphard yang bisa menampung hingga 7 penumpang, Myung Hee memilih mobil itu karena memiliki keamanan dan kenyamanan terbaik dari mobil lainnya.



Supir yang mengendarai mobil berada di kursi pengemudi dan disebelahnya ada Aland, Zhara dan Myung Hee duduk bersebelahan di barisan kedua, sementara Rosalie dan Iris juga duduk bersebelahan di barisan ketiga.


Di dalam mobil mereka berempat berbincang bincang santai.


Tak berselang terlalu lama, mereka akhirnya sampai di tempat tujuan mereka yaitu sebuah hotel, sebelum melanjutkan perjalanan bukankah sebaiknya mereka memesan apartemen terlebih dahulu untuk menyimpan barang bawaan mereka?


Mereka memesan apartemen di lantai yang sama agar memudahkan Rosalie dan Iris dalam tugas penjagaan mereka.


"Ngomong ngomong bagaimana hubunganmu dengannya?" tanya Zhara kepada Rosalie ketika mereka sedang dalam perjalanan.


"...... Hubungan kami sudah membaik." jawab Rosalie.


Hubungan Aland dan Rosalie sekarang sudah membaik tapi masih ada sedikit kecanggungan diantara mereka, tapi itu lebih baik daripada sebelumnya.


Rosalie sedikit melamun, dia kemudian mengingat kejadian ketika dirinya diselamatkan oleh Aland beberapa bulan lalu.


Ketika mobil mereka dihujani ratusan peluru oleh pasukan militer saat itu, Aland memeluk dirinya untuk melindunginya dan itu membuat perasaan Rosalie yang sudah terpendam kembali muncul.


"Sebaiknya kau mengakui perasaanmu sendiri sebelum itu terlambat." ujar Zhara memberikan sedikit saran.


Zhara pernah berada dalam situasi Rosalie jadi dia tahu betul perasaannya...


"Ngomong ngomong apakah anda sudah membeli hadiah untuk putri CEO Kim Park Lee?" ujar Rosalie mengalihkan pembicaraan.


"Hadiah? Untuk apa aku membawanya?"


"Tentu saja untuk hadiah ulang tahun putrinya, apakah anda tidak mengetahuinya?"


Zhara menerima undangan pesta karena yang mengundangnya adalah Kim Park Lee, CEO dari perusahaan perhiasan Diamond Stars, Zhara sama sekali tidak tahu tentang pesta apa yang dilaksanakan.


"Jadi itu pesta ulang tahun, ya..." gumam Zhara.


Menghadiri pesta ulang tahun tanpa membawa hadiah adalah hal yang sangat buruk, itu akan membuat nama baik Zhara dan perusahaannya menjadi ternodai.


"Ayo kita pergi ke mal terlebih dahulu selagi masih sempat!" kata Rosalie dengan sedikit panik, dia tidak akan membiarkan nama baik Futuristik Generation ternodai karena itu merupakan tugasnya.


Saat ini masih pukul 6 sore dan pesta dimulai pukul 7 malam, jadi Zhara hanya memiliki waktu 1 jam untuk mempersiapkan hadiahnya.


...----------------...


Di dalam mal, Rosalie membantu Zhara mempersiapkan hadiah yang akan diberikan kepada putri Kim Park Lee di ulang tahunnya yang ke 17 tahun.


Jadi hadiahnya haruslah hadiah yang bagus untuk seorang gadis di puncak keremajaannya.


Rosalie merekomendasikan banyak benda benda mewah seperti gaun, sepatu, perhiasan, bahkan produk perawatan kulit mahal, tapi Zhara menolak semua saran dari Rosalie.


"Lalu apa yang harus kita berikan sebagai hadiahnya, waktu kita tidak banyak lagi jadi kita harus segera bergegas!"


Rosalie tampak kebingungan karena waktu mereka yang tidak banyak lagi.


"Asal kau tahu tidak ada gunanya memberikan barang mewah seperti itu kepada seorang gadis yang telah hidup dengan penuh kemewahan." kata Zhara dengan santai.


Kim Park Lee adalah seorang ayah yang baik, jadi dia pasti memberikan banyak kemewahan kepada putri satu satunya, apalagi Kim Park Lee adalah seorang CEO perusahaan perhiasan terbesar, jadi tidak ada gunanya memberikan perhiasan kepada putrinya.


"Lalu apa yang harus kita berikan untuknya?" ujar Rosalie lemas, dia sudah menyerah mencarikan barang untuk hadiah.


Zhara memegang dagunya dan berpikir, dia kemudian berjalan mendekati sebuah pita berwarna biru polos.


"Kurasa ini akan menjadi hadiah yang bagus." ujar Zhara.