
Disebuah ruangan megah dengan banyak kursi dan meja di dalamnya serta puluhan bendera negara yang berkibar di tempat itu, terlihat puluhan orang dengan jas rapi tengah berdiskusi dengan sangat intens.
Orang orang yang duduk di tempat itu merupakan perwakilan dari beberapa negara yang ikut masuk ke dalam aliansi itu.
Mereka membahas satu topik yang sangat panas yaitu mengenai perkembangan perusahaan Futuristik Generation yang mengancam keberlangsungan negara mereka masing-masing.
Aliansi itu bernama Anti-Futuristik yang menentang kekuasaan Zhara sebagai pemilik dari Futuristik Generation.
Ada puluhan negara yang merasa rugi akibat munculnya perusahaan Futuristik Generation yang tiba-tiba langsung memegang ekonomi dunia, oleh karena itu mereka memutuskan untuk membentuk aliansi Anti-Futuristik.
Walaupun Futuristik Generation telah berhasil memajukan peradaban dengan teknologi barunya, tapi tentu saja ada efek negatif dari hal itu yang membuat beberapa pihak mendapatkan kerugian besar.
"Bagaimana ini sekarang? aku dapat informasi mengenai Futuristik Generation yang memperbanyak tingkat produksi mereka, apakah orang itu telah menyadari aliansi kita?" tanya salah seorang perwakilan.
"Zhara adalah orang yang cerdas, kemungkinan besar dia sudah menyadari keberadaan Aliansi kita." kata perwakilan Amerika yang bernama Everard.
Aliansi itu sendiri dipimpin oleh beberapa Negara besar dan maju seperti Amerika, China, Jepang, dan Rusia.
Mereka adalah Negara yang paling terkena dampak negatif dari perkembangan Futuristik Generation sekaligus menjadi pelopor berdirinya Aliansi itu.
"Apa kau yakin dengan itu, tuan Everard? apakah tidak ada kemungkinan bahwa diantara kita ada pengkhianat yang membocorkan informasi?" tanya salah satu perwakilan membuat semua orang di tempat itu menjadi khawatir.
"Bagaimana jika hal itu benar? maka keselamatan kita pasti akan terancam."
"Itu benar, aku tidak ingin negaraku diserang oleh pasukannya yang sangat mengerikan!"
Orang-orang di tempat itu menjadi panik seketika.
"Tenanglah semuanya, aku tahu kalian semua itu orang yang cerdas, kita semua telah berusaha keras untuk menjaga kerahasian Aliansi ini dengan ketat, bahkan kita sendiri dilarang menggunakan alat-alat milik Futuristik Generation untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, oleh karena itu aku menjamin jika tidak ada pengkhianat diantara kita." Kata perwakilan dari Jepang yaitu Hiroaki.
Sebenarnya perkataannya itu hanya untuk menenangkan anggotanya, tidak ada jaminan jika tidak ada pengkhianat diantara mereka.
Everard memalingkan pandangannya kearah perwakilan Korea Selatan yaitu Baek Hyeon. Benar, Korea Selatan juga masuk dalam aliansi Anti-Futuristik.
"Tuan Baek Hyeon, bisa kau berikan alasan yang kuat kenapa Zhara berhasil mendapatkan izin untuk membangun markas militer di wilayah Korea Selatan?" kata Everard sedikit tidak senang.
Baek Hyeon menghela nafas panjang, "Tidak ada yang bisa kami lakukan untuk menentangnya, sangat berbahaya menentangnya bagi negara kita yang baru saja kehilangan sebagian besar kekuatan militernya...." ujarnya tak berdaya.
"Kau tahu? karena kejadian ini membuat mereka semakin kuat dalam hal kemiliteran, terlebih lagi letak markas mereka yang strategis membuat pergerakan kita menjadi semakin sempit." kata Everard sedikit kesal.
"Maafkan saya...."
"Tapi kurasa kita bisa memanfaatkan hal itu. Tuan Baek Hyeon, tugasmu sekarang adalah mengawasi pergerakan mereka dengan teliti, aku tidak ingin ada sedikit informasipun yang terlewat." kata Everard memerintah.
"Saya akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya!" balas Baek Hyeon.
"Itu bagus."
Setelah itu berbagai diskusipun dimulai, mereka semua membahas tentang cara bagaimana menghilangkan pengaruh Futuristik Generation di negara mereka masing-masing.
Tapi hal itu tidak akan mudah mengingat sebagian besar warganya sudah terikat dengan teknologi Futuristik Generation khususnya HPC.
Di dalam diskusi itu, Hiroaki berbisik dengan sekretarisnya yang berdiri di belakangnya.
Hiroaki adalah seorang pria paruh baya yang terlihat sudah berumur 30an, dia memakai kacamata dan rambut cukup panjang yang di sisir ke belakang membuat sosoknya tampak sangat berkarisma.
"Ada yang perlu saya bantu, tuan?" tanya sekretarisnya yaitu seorang wanita sexy.
"Bagaimana kabar putriku? apakah dia setuju untuk berpihak pada Aliansi kita?" tanya Hiroaki kepada sekretarisnya.
"Maafkan saya, tapi nona muda menolak dengan keras untuk bergabung dengan aliansi kita, dia bersikeras untuk menyelesaikan pekerjaannya yaitu menyelidiki Z, si pencuri kristal." jawab sang sekretaris.
"Cih! Anak itu, memangnya apa pentingkah kristal itu sampai dia begitu bersikeras untuk mencarinya? jika dia mau aku bisa membelikannya ratusan kristal seperti itu." kata Hiroaki.
"Kata Nona muda ini bukan masalah harga dari kristal itu, melainkan tentang harga diri dan reputasinya sebagai seorang detektif." balas sang sekretaris.
Dari kecil Kinata memang sudah memiliki minat dalam menjadi seorang detektif, dia sangat gemar menonton film bertema detektif yang memecahkan banyak kasus dengan mudah, oleh karena itu dia begitu terobsesi dengan menjadi detektif.
"Katakan padanya nanti bahwa dia bisa meminta bantuan kapanpun kepadaku." kata Hiroaki walaupun tahu jika putrinya tidak akan pernah mau meminta bantuannya.
"Baik tuan."
...----------------...
Setelah mendapatkan informasi yang sangat penting dari kedua tahanannya, Zhara langsung membicarakan kecurigaannya kepada Seo Yun bahwa mungkin saja ada berbagai pihak yang akan menjadi ancamannya.
"Jadi begitu, yah.... itu tidak aneh mengingat banyaknya pihak yang tersiksa akibat perusahanmu, mereka pasti menyimpan dendam yang sangat besar." ujar Seo Yun sambil menyeruput secangkir teh.
"Bisakah kau lebih serius?" kata Zhara menaikan satu alisnya.
"Apa salahnya bagiku untuk bersantai? selama ini aku sudah bekerja keras tanpa istirahat sama sekali..."
"Tapi ini masalah yang serius." balas Zhara.
"......."
Seo Yun terdiam.
Sebenarnya dia tidak peduli sama sekali dengan keberlangsungan perusahaan Zhara yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dirinya.
Tapi untuk sekarang Seo Yun masih membutuhkan bantuan Zhara dengan kekuasaannya saat ini, jadi akan rugi baginya jika membiarkan perusahaan Zhara hancur begitu saja.
"Baiklah aku akan membantumu menyingkirkan musuhmu, walaupun aku tidak punya kekuatan dan kekuasaan sepertimu tapi aku punya jutaan strategi yang pasti akan berguna untukmu." kata Seo Yun dengan berat hati.
"Aku menantikan kalimat itu." kata Zhara sambil tersenyum.
"......."
"......."
Mereka berdua bertatapan sebentar sebelum Seo Yun kembali menyeruput teh miliknya untuk mengalihkan perhatian.
Sebenarnya hubungan mereka masih sama buruknya seperti ketika pertama kali bertemu, tapi karena mereka punya kepentingan yang sama jadi mau tidak mau mereka harus berbaikan.
Tapi tetap saja situasi ini sedikit aneh bagi mereka.
"Ah... aku baru ingat sesuatu...." kata Seo Yun tiba-tiba.
"Apa itu?"
"Kau masih ingat dengan gadis yang melakukan petualangan bersama kita pasca Apocalypse? kalau tidak salah dia adalah gadis Jepang yang bernama Kinata...."
Zhara mengerutkan keningnya, "Memangnya ada apa dengannya?"
"Gadis itu, dia sudah tiba di Negara ini untuk memburumu..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...