1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 65: Seo Yun



Malam hari terlihat sangat indah sekaligus mengerikan di atas sebuah kota yang hancur terbengkalai.


Ratusan komet melesat dengan cepat dan mewarnai langit malam dengan sangat indah, tetapi setelah komet itu menabrak permukaan tanah, ledakan mengerikan terjadi di tempat itu hingga melenyapkan tempat tersebut.


Itulah kenapa malam hari ini dikatakan malam yang indah sekaligus mengerikan.


Namun, di bawah langit mengerikan itu terlihat sepasang pria dan wanita yang berdiri di atas gedung terbengkalai.


Mereka berdua saling bertatapan dengan wajah yang memerah dan penuh perasaan di situasi yang mengerikan itu, seolah olah menghiraukan ledakan komet yang terjadi di sekitar mereka.


Mata mereka berdua berbinar dengan penuh kebahagiaan dan kesenangan, si pria menyuruh si wanita menutup matanya dan disetujui dengan sedikit gugup.


Ketika si wanita sudah menutup matanya, si pria menggambil sesuatu di saku celananya dan menyuruh si wanita untuk membuka matanya.


Si wanita membuka mata indahnya dan sedikit terkejut dengan apa yang diberikan si pria, itu adalah sebuah kalung berbentuk burung merpati yang terbuat dari kristal yang sangat indah.


Si wanita menatap si pria tak percaya, sedangkan si pria menunjukkan senyuman hangat kepadanya.


"Selamat ulang tahun Seo Yun."


Bersamaan dengan perkataan pria itu, Seo Yun terbangun dari tidurnya.


Seo Yun meraba tubuhnya dan melihat sekelilingnya, dia sedang berada di sebuah kamar besar, bukan di reruntuhan kota yang terbengkalai.


Tapi Seo Yun sedikit terpaku dengan mimpinya tadi.


"Mimpi itu lagi...." gumam Seo Yun.


...----------------...


...[POV Seo Yun]...


Membuka tirai kamar, aku melihat pemandangan kota besar yang tampak hidup di luar sana, orang orang berjalan di trotoar sementara kendaraan melaju di jalan raya tanpa darah ataupun mayat yang bertebaran.


Sudah 5 bulan aku melihat pemandangan ini tapi masih sulit mempercayainya, itu adalah pemandangan yang sudah lama tidak pernah kulihat, tidak salah lagi, ini adalah masa sebelum Apocalypse!


Tok tok tok...


"Nona Seo Yun, tuan besar telah menunggu anda."


Aku mendengar suara ketukan di pintu kamarku bersamaan dengan suara seorang pelayan perempuan.


Aku melihat jam dinding dan menyadari kalau sekarang sudah pukul 9 pagi, tampaknya aku tidur terlalu nyenyak sehingga bangun sangat terlambat daripada biasanya.


"Aku akan segera datang." kataku.


Ini sudah waktunya sarapan pagi, ayah pasti sudah menungguku.


Tapi sebelum itu aku harus membersihkan diriku terlebih dahulu di kamar mandi.


Ketika mandi, aku sedikit terpaku dengan tubuhku sendiri, itu adalah tubuh indah dan sempurna layaknya gadis biasa, tanpa bekas luka dan lain sebagainya.


Kini aku percaya kalau aku memang kembali ke masa lalu....


...----------------...


Aku sudah mempersiapkan diriku dengan gaun hitam sama seperti biasanya, entah kenapa aku lebih menyukai warna hitam daripada warna cerah seperti merah muda, biru, dan lain sebagainya yang disukai gadis normal.


Tapi aku bukanlah gadis normal...


Aku berjalan menuruni tangga dan tiba di meja makan, disana aku melihat ayahku yang sudah duduk di meja makan, terlihat sedang menungguku.


Walaupun aku mengatakan dia adalah ayahku, tapi penampilannya masih sangat muda dan tampan layaknya pria berusia 20 tahunan!


Dia adalah definisi pria ideal yang diimpikan setiap gadis, pria tampan dengan postur tubuh yang sempurna, sorot mata tajam dan terlihat dewasa, memiliki kekayaan yang berlimpah.


Bahkan jika kami berdua berjalan bersama, itu akan terlihat sebagai sepasang kekasih di mata orang lain.


Aku tidak menyukai itu jadi aku sering menghindari jalan bersama ayahku ketika di luar rumah...


"Maaf aku telat...."


"Tidak masalah sayang."


Ayahku membalas perkataanku dengan senyuman yang mampu melelehkan hati semua gadis, tapi aku sama sekali tidak terpesona, melainkan aku merinding dengan senyumannya.


'Ugh.... Bagaimana bisa orang berdarah dingin sepertinya tersenyum hangat?'


Aku pernah mendengar sekejam kejamnya seseorang, dia akan sangat menyayangi orang yang dia cintai.


Dan kurasa itu benar adanya.....


..


..


Sarapan pagi telah usai dan ayahku langsung mengatakan suatu hal yang penting.


"Seo Yun.... aku ingin mengirimmu ke indonesia untuk-"


"Aku menolak."


Aku langsung memotong perkataan ayahku dengan cepat, aku sangat tahu apa yang dia ingin aku lakukan di indonesia, oleh sebab itu aku menolaknya.


Aku tidak ingin kejadian di masa lalu terulang kembali, aku menyetujui ayahku untuk pergi ke indonesia sehingga aku bertemu dengan orang itu secara kebetulan.


"..... Tapi Seo Yun... Kau tahu kan waktuku tidak lama lagi? Setidaknya aku ingin mempertemukanmu dengan keluargamu yang lain sebelum aku pergi...."


Ayah mengeluarkan ekspresi yang tidak biasa, itu adalah ekspresi kesedihan dan penyesalan yang sangat berbanding terbalik dengan kepribadiannya.


Aku tahu jika ayahku memiliki penyakit mematikan dan waktunya tidak lama lagi, tapi aku percaya diri bisa menyembuhkannya.


"Tenang saja. Kau tidak tidak akan mati semudah itu... Selain itu aku tidak membutuhkan keluarga lagi setelah kau membunuh ibuku karena menumpahkan kopi di bajumu..." kataku dengan ringan seringan bulu.


"Oh, mengenai itu aku minta maaf sekali lagi... Seharusnya aku mengendalikan diriku saat itu."


Ekspresinya ketika mengatakan hal itu adalah ekspresi datar, sangat berbeda dengan sebelumnya yang penuh kesedihan dan penyesalan.


Yah.... Aku bisa memaklumi hal itu.


Dulu ayahku memiliki istri seorang wanita yang dipilihkan oleh ayahnya atau kakekku, mereka berdua di paksa menikah demi kepentingan keluarga mereka masing masing.


Ayah tidak bisa menentang perintah kakek dan terpaksa meninggalkan orang yang dia cintai, karena itu ayah sangat membenci ibu yang seorang wanita matre yang suka menghamburkan uang.


Hingga ketika ibu tidak sengaja menumpahkan secangkir kopi di baju ayah, ayah tidak bisa menahan emosinya dan membunuhnya di depan mataku yang masih berusia 5 tahun saat itu.


Walaupun aku menyebutnya 'ibu' tapi aku sama sekali tidak pernah menganggapnya sebagai seorang ibu, aku bersumpah masih mengingat dengan jelas saat dia membawa laki laki lain ke rumah saat ayah tidak ada.


Dia tidak pernah menghiraukanku. Selama ini hanya ayah yang merawatku dan membesarkanku dengan caranya sendiri yang bisa dibilang tidak normal.


Jadi aku tidak sedih, aku juga tidak marah kepada ayah karena aku juga memang membenci ibuku.


Satu satunya hal yang kusesali adalah aku tidak bisa membunuhnya sendiri dengan tanganku....


"Tapi tetap saja Seo Yun, aku tidak tega membiarkanmu mengambil tugasku. Kau adalah seorang gadis SMA, jadi kau seharusnya berperilaku seperti seorang gadis SMA biasa."


Itu omong kosong.


Selama ini aku di rawat dan di besarkan bukan sebagai seorang perempuan ataupun anak kecil. Menembakan peluru, menjual narkoba, perjudian ilegal, itulah cara dia membesarkanku.


Setiap hari hanya bau mesiu yang tercium di hidungku, aku di tuntut agar bisa menghindari hujan peluru yang mengarah kepadaku, memenangkan perjudian walaupun harus membunuh, dan menghindari kepolisian saat mengedarkan narkoba.


Aku harus menyamar menjadi anak kecil biasa ketika aku berusia 7 tahun, menyelinap ke markas musuh dan melubangi kepala petinggi musuh menggunakan senjata api hadiah ulang tahunku.


Bagaimana diriku yang hidup dengan penuh kekerasan dan hal ekstrem itu berperilaku seperti gadis SMA biasa?


Aku akan kesepian tanpa semua senjata koleksiku....


"Sudah kubilang berapa kali biarkan aku mengambil pekerjaanmu, kan? Kau kira untuk apa latihanku selama ini kalau aku tidak bisa menjadi mafia sepertimu!?"


Aku mengatakan hal itu dengan nada tinggi dan memukul meja dengan keras.


Benar, ayahku adalah seorang mafia dan aku pasti bisa menjadi sama sepertinya!


"...... Kau adalah seorang wanita, kau tidak bisa melakukan pekerjaan itu."


Dia membalas tatapanku dengan tajam, tapi aku tidak gentar sama sekali.


"Kau kira berkat siapa keluarga mafia Hwa musnah? Itu semua berkatku! Aku menyamar dan membunuh kepala keluarga Hwa di kediamannya sendiri!"


"........"


"Dan sekarang kau bilang aku tidak bisa menggantikanmu? Apa kau benar benar ayahku yang dulu...?"


Itu benar, dia sudah bukan ayahku yang dulu lagi, ayahku yang dulu adalah pria tegas dan berdarah dingin, dia tidak akan segan segan membuat seorang gadis kecil berada dalam pertempuran hidup dan mati.


Dan sekarang lihatlah dia.... Dia tampak sangat menyedihkan setelah mengetahui jika ajalnya sudah dekat, dia terlihat sangat menyesali perbuatannya selama ini.


Seharusnya dia menantang kematian yang sudah ada di depannya itu layaknya seorang mafia sejati.


Tapi dia malah diam merenung dalam penyesalan tanpa melakukan apapun. Bahkan saat ini, dia tidak mampu membalas perkataanku seperti biasanya.


"..... Menyedihkan." kataku dengan dingin lalu pergi dari tempat itu.


Aku keluar dari rumah dan memanggil Kae Shin, asisten ayahku.


"Ada yang perlu saya bantu nona?" jawabnya menundukan badan.


"Antar aku ke pelelangan gelap milik perusahaan Diamond Stars, aku perlu membeli sesuatu di sana."


"Baik nona."


Ayahku sangat menyedihkan dan aku membencinya.


Oleh karena itu aku akan mencari cara untuk menyembuhkan penyakitnya dan mengembalikannya seperti dulu lagi.


Kita akan kembali bersenang senang seperti dulu lagi, menghukum berandalan berandalan di kota, merampok bank, menjual narkoba, dan banyak hal menyenangkan lainnya.


Karena ayahku yang sudah melemah, kelompok mafia kami juga semakin melemah, banyak anggota yang sudah keluar dari kelompok kami dan bergabung dengan kelompok mafia lainnya.


Kami harus bangkit karena hal itu, kami akan menghukum semua pengkhianat yang meninggalkan kelompok kami, menguliti mereka dan menggantungnya di atas jembatan gantung sama seperti 10 tahun lalu!


Aku akan pergi ke pelelangan gelap terlebih dahulu untuk menemukan obat untuk orang menyedihkan itu.


Pasti ada banyak barang dari berbagai negara di sana seperti namanya, ada banyak jenis flora dan fauna langka yang dijual, berbagai jenis obat obatan terlarang dan bahkan barang curian ada disana semuanya.


Aku pasti menemukan sesuatu yang berguna di sana....