
...[1033 Days Before The Apocalypse]...
Setelah menghabiskan 15 hari di rumah sakit, Zhara akhirnya sudah diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit tepat ketika ibunya sudah berangkat bekerja.
Jadi Zhara memutuskan untuk pulang ke rumah sendirian karena hari sudah sore dan memutuskan untuk menyambut ibunya di rumah.
Tapi secara kebetulan Zhara menemukan dompet ibunya di kamar rumah sakit, tampaknya itu tertinggal.
'Sebaiknya aku kembalikan secepatnya...' batin Zhara.
Dengan itu Zhara memakai jaketnya dan keluar dari rumah sakit lalu menaiki taksi untuk menuju restoran tempat ibunya bekerja.
Kurang dari 1 jam akhirnya Zhara telah sampai di restoran tempat ibunya bekerja, itu adalah restoran prancis yang sangat megah dan mewah, Zhara yakin jika harga makanan disana pasti sangat mahal...
Zhara memasuki restoran itu dan duduk terlebih dahulu di meja makan untuk menunggu kedatangan ibunya dan memberikan dompetnya secara diam-diam karena Zhara tidak ingin menggangu pekerjaan ibunya.
Namun, tak sesuai perkiraannya, yang datang dan menawarkan menu adalah pelayan lain dan bukannya ibunya.
"Anda ingin memesan tuan?"
".... Tolong secangkir kopi cappuccino." kata Zhara.
Dia hanya datang untuk mengantarkan dompet ibunya jadi Zhara tidak perlu repot-repot untuk memesan makanan.
"Baik, satu kopi cappuccino seharga 120.000 akan segera datang."
Hanya satu kata yang ada dipikiran Zhara mendengar harga satu cangkir kopi.
'Perampokan...'
Jika tahu harga secangkir kopi bisa semahal ini, mungkin Zhara telah membuka restorannya sendiri dan mendapatkan uang dengan sangat mudah, dia tidak perlu melakukan hal berbahaya seperti sebelumnya lagi...
Pesanan Zhara tiba dalam 5 menit, itu adalah secangkir kopi yang terlihat sangat elegan yang membuat siapa saja yang melihatnya akan kasihan untuk meminumya, tapi tidak dengan Zhara.
Zhara mengangkat secangkir kopi cappuccino itu dan menyesapnya dengan elegan sehingga rasa khas kopi yang sangat nikmat membanjiri lidahnya.
'Kurasa 120.000 itu tidak sia-sia...' batin Zhara.
PYARR!
Suara piring pecah terdengar cukup keras ketika Zhara sedang asyik menikmati kopinya, Zhara mengalihkan pandangannya kearah sumber suara dan melihat ibunya yang sedang meminta maaf kepada seorang pelanggan.
Tampaknya dia baru saja membuat kesalahan...
Walaupun Ayunda telah meminta maaf, tapi pelanggan itu masih marah karena bajunya yang mahal menjadi kotor karena kesalahan Ayunda.
Mereka berdua lantas menjadi pusat perhatian orang orang yang ada disana sebelum seorang pelayan datang dan menyuruh Ayunda untuk menghadap manajer.
Zhara sangat marah ketika melihat ibunya yang direndahkan dan tidak ada seorangpun yang membantunya. Tapi sebelum dia bisa bergerak, Zhara mendengar bisikan pelayan lainnya yang ada di dekatnya.
"Dia pasti akan dimanfaatkan lagi oleh manajer..."
"Benar, aku dengar manejer menyukainya tapi dia terus saja menolak pria kaya seperti manejer, apa dia itu bodoh?"
"Apa kau pernah mendengar rumor tentangnya?"
"Rumor apa? Apakah tentang dia sudah memiliki anak? Itu mustahil, dia masih sangat muda untuk memiliki anak."
"Lalu apa lagi alasannya untuk menolak menejer?"
"Entahlah..."
Zhara mengerutkan keningnya ketika mendengar semua pembicaraan pelayan lain, dari sana Zhara tahu jika ibunya menyembunyikannya dari publik, tapi bukan itu yang terpenting...
'Tidak akan kubiarkan siapapun menyentuh ibuku...' batin Zhara lalu pergi dari sana....
...----------------...
Di ruangan manajer.
"Ayunda, aku tidak akan membuatmu membayar ganti rugi yang sebelumnya jika kau mau menikah denganku!" kata seorang pria yang berumur sekitar 27 tahunan dan terlihat lumayan tampan dan merupakan manajer restoran itu.
"Untuk kesekian kalinya saya tetap menolak hal itu manajer! Untuk kerugian yang ditimbulkan dari kesalahan saya akan saya bayar sendiri." kata Ayunda menolak keras penawaran manajernya itu.
Tidak mungkin Ayunda akan menikahi sembarang orang ketika sudah memiliki anak, selain itu Ayunda tidak menyukai sifat manajernya yang selalu memandang orang miskin dengan rendah.
"Manajer, aku bukan wanita seperti yang kau bayangkan.. Tolong cari wanita lain dan jangan ganggu aku..." kata Ayunda yang mulai jengkel dengan tatapan manajernya lalu pergi begitu saja.
"Aku bersumpah akan membuatmu menjadi milikku Ayunda!" kata manajer dengan keras yang dapat didengar dengan jelas oleh Ayunda sebelum menutup pintu.
Ayunda menghela napas panjang setelah keluar dari ruangan yang menyesatkan itu, jika bukan karena gajinya yang cukup besar maka dia pasti akan berhenti bekerja di tempat itu.
Terlebih lagi Ayunda ingin membelikan kendaraan kepada anaknya, jadi dia harus bertahan untuk itu...
...----------------...
BRAK!
Manajer membanting pintu mobilnya dengan kesal karena lagi-lagi ditolak oleh Ayunda, wanita yang selama ini dia kejar.
Saat ini dia sedang berada di dalam mobilnya yang masih terparkir di tempat parkir restorannya untuk meluapkan kekesalannya setelah ditolak oleh Ayunda.
Tak lama kemudian teleponnya berdering tanda ada yang memanggilnya, dia melihat nama orang yang memanggilnya dan tiba-tiba mengubah ekspresinya yang awalnya kesal menjadi tenang kembali sebelum mengangkat panggilannya.
"H-halo tuan muda, ada urusan apa anda menghubungi saya?" kata manajer dengan gugup kepada sosok dibalik sang pemanggil yang dipanggilnya tuan muda itu.
[Jangan mengalihkan pembicaraan, bagaimana dengan wanita itu? Apa kau sudah mendapatkannya?]
"M-maafkan saya tuan muda.. Dia sangat sulit untuk ditaklukkan, mohon berikan saya waktu lagi..."
[Cih! mendapatkan satu wanita saja kau memerlukan waktu yang lama, dasar tidak becus!]
Sang manajer menjadi sangat panik mendengar perkataan tuan mudanya yang terdengar sangat marah.
Tidak bisa dipungkiri jika dia bisa menjadi seorang manajer di restoran ternama itu adalah berkat orang yang dipanggilnya tuan muda itu karena dia yang merupakan anak dari pemilik restoran yang sebenarnya.
Sebenarnya rencana untuk mendapatkan Ayunda adalah rencana yang sepenuhnya disusun oleh tuan mudanya, tugasnya hanyalah perlu mendapatkan Ayunda sepenuhnya.
Jadi dengan kegagalannya yang kesekian kalinya membuatnya menjadi sangat takut sekaligus panik karena jabatannya yang dapat diturunkan menjadi petugas kebersihan hanya dengan satu perkataan tuan mudanya.
"Mohon berikan saya kesempatan sekali ini, saya berjanji akan berhasil mendapatkan wanita itu."
[Kau juga mengatakan hal itu terakhir kali, apa yang akan kau lakukan sekarang?]
"Saya berjanji pasti akan berhasil, jika dengan cara halus saya masih tidak bisa mendapatkannya, maka saya hanya perlu menggunakan cara kotor untuk mendapatkannya.." kata manajer dengan seringai kelicikan.
[Oh? Memangnya apa yang ingin kau lakukan?]
Tuan mudanya tampaknya cukup tertarik dengan rencana kotornya, itu juga membuatnya menjadi sangat senang dan menceritakan rencananya kepada tuan mudanya.
"Itu adalah obat perangsang... Saya akan membuatnya meminumnya dan menidurinya sambil mengambil video, dengan cara itu dia pasti tidak punya pilihan lain selain tunduk padaku." kata manajer dengan penuh kelicikan.
[Hahahaha! Aku suka rencanamu itu, aku akan menantikan kabar keberhasilanmu nanti]
"Baik tuan muda!"
Panggilan kemudian diakhiri setelah membicarakan rencana biadabnya bersama tuan mudanya.
"Ayunda sayang~ aku pasti akan segera mendapatkanmu..." gumam manajer dengan licik.
Manajer itu tiba-tiba merasakan keanehan lalu melirik kearah cermin yang ada didalam mobilnya dan alangkah terkejutnya dia melihat ada seorang pemuda yang duduk di kursi belakang mobilnya.
Dengan panik dia ingin menghadap kebelakang dan melihat orang itu dengan jelas, tapi sebuah ikat pinggang sudah melilit lehernya dengan sempurna.
Pelaku yang mencekiknya menggunakan ikat pinggang itu tidak lain dan tidak bukan adalah pemuda yang ada dibelakangnya.
Manajer itupun meronta dan ingin melepaskan dirinya dari cekikan yang sangat keras itu, tapi semakin dia meronta maka pemuda itu akan mencekiknya dengan lebih keras hingga wajah sang manajer membiru karena kehabisan nafas.
Kurang dalam 5 menit, sang manajer telah tewas.
Pemuda itu kemudian mengambil handphone manajer yang baru saja dibunuhnya itu dan melihat daftar riwayat panggilannya, dan disana ada nama kontak yang baru saja dipanggilnya.
Nama yang tertulis di kontak itu adalah nama yang dikenalnya...
"Michael... Aku seharusnya menyingkirkanmu lebih cepat..." gumam pemuda itu yang ternyata adalah Zhara..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...