1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 24: Rencana Baru



"Zhara... kau pemilik perusahaan Futuristik Generation.."


"......."


Zhara tidak tahu harus mengatakan apa untuk mengelak dan percuma menyangkalnya karena Evalina sudah mendengar semuanya...


Oleh karena itu Zhara mengambil tindakan yang paling jantan menurutnya....


"Eh? kenapa kau menatapku seperti itu?" ujar Evalina kebingungan karena tiba-tiba ditatap dengan aneh oleh Zhara.


"........"


Zhara tidak menjawabnya melainkan hanya berjalan mendekati Evalina yang sedang duduk tanpa sehelai kainpun di tubuhnya lalu mendorongnya kebelakang dan memegang kedua tangannya keatas yang membuat gadis itu menjadi sangat kaget.


"Zhara! hentikan ini, kita baru saja- Emgh."


Evalina ingin memberontak tapi mulutnya langsung dibungkam menggunakan bibir lembut Zhara. Zhara kemudian memainkan lidah Evalina dengan sedikit ganas yang membuat gadis itu semakin mengerang.


Setelah beberapa menit memainkan lidah gadis tidak berdaya itu, Zhara melepaskan bungkaman mulut gadis itu yang membuat gadis langsung terengah-engah.


"Rahasiakan apapun yang kau dengar sebelumnya..." bisik Zhara di telinga Evalina dengan lembut.


Tidak ada gunanya bagi Evalina untuk membantah perkataan Zhara dan langsung menyetujuinya.


"Baiklah... tapi tolong hentikan ini... aku tidak kuat lagi..." ujar Evalina dengan memohon.


Entah sudah berapa kali gadis kecil itu berhubungan badan dengan Zhara yang selalu tidak cukup dengan permainannya, bahkan mereka baru saja melakukannya semalaman penuh dengan Zhara yang selalu mendominasi tubuh Evalina.


Wajar jika Evalina sangat kelelahan...


Zhara menyiungkan seringai penuh arti ketika mendengar perkataan Evalina sementara Evalina tiba-tiba merasakan firasat buruk.


"Tentu saja aku akan berhenti... tapi setelah yang satu ini." ujar Zhara lalu memasukan miliknya kedalam area pribadi gadis tidak berdaya itu.


Evalina tidak bisa melawan lagi selain pasrah menerima perlakuan Zhara yang selalu mendominasi dirinya, tapi tidak bisa dipungkiri jika tubuhnya mulai terbiasa dengan perlakuan Zhara dan menikmatinya dengan baik....


...----------------...


Hari menjelang siang, Zhara dan Evalina menuju sekolahnya dengan menaiki mobil sport milik Evalina yang dikendarai oleh Zhara.


Seperti biasa, Evalina memberikan wajah cemberut karena lagi-lagi mereka terlambat datang ke sekolah dan semua itu salah Zhara.


'Kami pasti akan dimarahi lagi....' batin Evalina.


Mereka berdua sudah sering datang terlambat dan selalu berakhir diruang BK dan mendapatkan omelan dari guru BK.


Ketika Evalina sedang memikirkan nasibnya saat dimarahi nanti, Zhara tiba-tiba menginjak pedal gas yang membuat Evalina sedikit terhentak. Untung ada sabuk pengaman yang menjaganya, kalau tidak dia pasti akan terluka.


"Kenapa kau tiba-tiba mengerem!?" ujar Evalina sedikit berteriak kesal, tapi Zhara tidak menanggapinya dan malah keluar dari mobil.


"Aku tidak datang ke sekolah hari ini... kau pergi sendiri saja..." kata Zhara.


"Tapi kenapa? Kalau begitu aku juga tidak datang-"


"Aku punya urusan pribadi." kata Zhara memotong perkataan Evalina.


"Baik. Jaga dirimu..." kata Evalina dengan pasrah, tidak ada yang bisa membantah perkataan Zhara jika dia sudah memutuskan.


"..... Kau juga berhati-hatilah." kata Zhara setelah ragu sejenak, tidak biasanya dia begitu peduli pada seseorang selain ibunya.


Evalina tersenyum lembut kemudian melajukan mobilnya menuju sekolahnya sementara Zhara berjalan kaki di tengah kota.


Zhara telah memiliki rencana untuk mendapatkan uang lagi. Semenjak kemenangannya dalam balapan Midninght Racing dan mendapatkan 55,2 milliar dan sekarang hanya tersisa sekitar 3 milliar saja.


Jadi Zhara harus mendapatkan uang lagi untuk kebutuhan perusahaan dan gaji kelima Mechanic hebatnya itu.


Sebenarnya perusahaan Futuristik Generation miliknya sudah menghasilkan cukup banyak uang, tapi Zhara tidak pernah mengambil uang itu dan hanya membiarkan Aurel yang mengelolanya karena dia tidak ingin kerepotan dengan semua itu...


Bagi Zhara, mendapatkan uang dengan cara ilegal lebih menyenangkan daripada bekerja di perusahaannya sendiri.


Oleh karena itu Zhara selalu mengandalkan Aurel untuk pekerjaanya.


Kembali ke sisi Zhara.


Saat ini Zhara sedang berdiri di samping jalan raya dan menatap sebuah bangunan besar yang ada di hadapannya dengan tulisan diatasnya yang bertuliskan 'Museum Arkeologi'


Tentunya karena ini merupakan pameran benda yang sangat berharga, maka akan ada penjagaan ketat dari berbagai pasukan khusus bersenjata lengkap yang tidak dapat diremehkan.


Namun, memang itulah keinginan Zhara... Dia sudah kembali ke masa ini hampir 3 bulan lamanya dan belum menguji kemampuannya dengan baik...


'Ini akan menjadi menyenangkan...' batin Zhara.


...----------------...


Di sekolah, Amelia, Rina dan Evalina sedang makan siang bersama di kantin setelah jam istirahat.


Walaupun Amelia sempat sakit hati dan cemburu dengan Zhara dan Evalina, tapi dia menyimpannya dengan baik dalam hatinya dan tetap berteman baik dengan Evalina sebagaimana biasanya.


Dan untuk Rina, dia juga sudah berteman cukup akrab dengan Evalina setelah mengatakan 'teman Amelia adalah temanku juga' dengan penuh semangat pada Evalina.


Makanan Amelia sudah habis sedangkan Evalina masih belum habis bahkan masih tersisa lebih dari setengahnya dan ekpresi Evalina yang tampak tidak napsu makan.


Rina tidak dapat menahan dirinya untuk bertanya pada Evalina...


"Ada apa denganmu hari ini? Apa ada masalah?" tanya Rina.


"Tidak ada, aku baik-baik saja..." jawab Evalina, tapi ekspresinya jelas mengatakan dia tidak baik-baik saja.


"Ceritakanlah padaku, bukankah kita berteman?" kata Amelia meyakinkan.


Walaupun Amelia cemburu pada Evalina, tapi pertemanan mereka masihlah kuat dan Amelia sudah menganggap Evalina sebagai orang yang spesial baginya sama seperti Rina.


"..... Sebenarnya, ini tentang Zhara..." kata Evalina setelah ragu-ragu sejenak.


"Hah.... lagi-lagi Zhara, lagi-lagi Zhara. Ada apa dengan semua orang? Dia hanya tampan sedikit dan sudah banyak gadis yang tergila-gila padanya." ujar Rina.


"Memangnya kau tidak tertarik pada laki-laki?" tanya Evalina keheranan dengan sikap Rina yang dianggapnya aneh.


"Tentu saja aku tertarik. Tipeku itu adalah laki-laki cantik!" kata Rina dengan keras yang dapat didengar oleh seluruh orang di kantin, dan hanya ada dua kata dalam kepala semua orang.


'Gadis aneh.....'


"Lupakan perkataannya... memangnya ada apa dengan Zhara?" tanya Amelia pada Evalina.


"Dia melarangku untuk ikut bersamanya tadi, apa dia mulai bosan denganku, ya...." kata Evalina agak sedih.


Amelia tidak tahu harus ikut sedih atau senang mendengarnya, seharusnya dia senang jika Evalina dan Zhara tidak memiliki hubungan lagi tapi dia tidak ingin sahabatnya itu sakit hati karena dirinya...


"...... Kurasa itu tidak benar, setiap orang pasti punya privasinya sendiri termasuk Zhara, jadi dia ingin waktu untuk sendiri terlebih dahulu dan bukannya dia bosan denganmu..." kata Amelia menenangkan Evalina.


Evalina merasa senang dan nyaman dengan perkataan Amelia yang terdengar penuh perhatian dan memberikan senyuman hangatnya kepada Amelia.


"Ehm. Terima kasih." kata Evalina dengan anggukan dan senyuman hangat.


"Itulah gunanya teman." kata Amelia dengan senyuman hangat juga, tapi di dalam dirinya Amelia sedang mengutuk kebodohan dirinya yang tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk dapat merebut Zhara dan malah membantu saingan cintanya tersebut.


Kepribadian Amelia terlalu baik untuk melakukan hal kejam itu....


Ketika mereka bertiga sedang berbincang-bincang hangat, sebuah suara tiba-tiba terdengar dari belakang Amelia.


"Amelia, bu Lia memanggilmu untuk datang ke ruangannya..."


Perhatian mereka bertiga teralihkan oleh suara itu dan melihat seorang siswa berambut coklat dan ekspresi yang agak lesu.



"Oh? Baiklah." kata Amelia lalu pamit dengan Evalina dan Rina untuk pergi.


Amelia dan Reno kemudian berjalan berdampingan dan berbincang-bincang seolah-olah mereka telah saling mengenal.


"Apakah mereka berdua memiliki hubungan?" tanya Evalina pada Rina dengan penasaran karena setahunya Amelia sangat jarang dekat dengan laki-laki.


"Yang kau maksud itu Reno ya? Mereka memang sudah berteman sejak kecil, tapi karena kepribadian Reno yang agak tertutup membuat hubungan mereka berdua terus bertahan sebagai teman, kau mengerti maksudku kan?" kata Rina.


"Aku mengerti...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...