
'Apa yang harus kulakukan....' batin Rosalie.
Rosalie tidak bisa bergerak untuk menyerang wanita buta itu karena suaranya yang sangat nyaring selalu memukul mundurnya.
Walaupun Rosalie sudah menutup telinganya menggunakan tangannya, tapi tetap saja suara nyaring itu masih menusuk telingganya.
'Jika terus begini maka lama kelamaan gendang telingaku akan hancur!' batin Rosalie dengan panik.
'Tidak, aku harus tenang untuk menganalisa situasi..' batin Rosalie.
Salah satu kesalahan fatal dalam pertarungan adalah emosi yang tidak terkendali contohnya marah dan panik, Rosalie harus tenang untuk bisa menganalisa situasi dengan baik.
Walaupun Rosalie kalah dalam kekuatan dan kemampuan, tapi dia bisa menang dengan kecerdasan dan pertarungan yang terencana.
Setelah menenangkan dirinya, Rosalie kemudian mulai mengigat semua kemampuan lawannya.
Wanita itu buta, namun memiliki pendengaran dan refleks yang sangat baik sehingga dia bisa mengetahui keberadaan lawannya hanya dengan sedikit suara, selain itu dia juga memiliki suara yang sangat nyaring.
Ciri-ciri ini sangat jelas mirip dengan kelelawar...
Kelelawar tidak memiliki penglihatan yang baik, namun mengandalkan suara untuk mengetahui sekelilingnya atau biasa disebut sebagai kemampuan ekolokasi.
'Aku mendapatkan sedikit petunjuk, ini akan berguna!' batin Rosalie.
'Sekarang hanya tinggal cara mengalahkannya...' batin Rosalie.
Karena kemampuan ekolokasi wanita itu, dia pasti telah mengetahui keberadaan Rosalie.
Rosalie beruntung karena wanita itu tidak memegang pistol di tangannya, jika tidak maka wanita itu pasti sudah menembaknya dengan habis habisan.
Kenyataannya wanita itu sudah mengetahui letak pistolnya yang berada tepat ada di sampingnya, namun dia tidak bisa mengambilnya karena di dekat Rosalie juga terdapat pistol.
Jika wanita itu mengambil pistol yang ada disampingnya, maka bisa dipastikan jika Rosalie akan mengambil kesempatan untuk mengambil pistolnya juga, begitupun sebaliknya.
Jadi mereka berdua hanya berdiri dalam diam dan memikirkan rencana bagaikan seorang pemain catur yang sama sama sedang terpojok.
Rosalie memiliki kekurangan dalam situasi itu karena ruangan yang kosong tanpa benda sedikitpun, jadi Rosalie tidak bisa bersembunyi dari tembakan wanita itu.
Jika Rosalie mengambil pistol terlebih dahulu dan menembak wanita itu, Rosalie yakin 50% jika wanita itu bisa menghindarinya seperti pertama kali.
50% masih sangat beresiko bagi Rosalie...
Ini terlihat semakin rumit!!
'Baiklah... aku harus memiliki keunggulan dalam medan pertarungan terlebih dahulu.... dan satu satunya cara adalah dengan keluar dari ruangan ini....' batin Rosalie.
Jarak pintu keluar dari tempat Rosalie berada kurang lebih berjarak 20 meter, tidak terlalu jauh sebenarnya dan Rosalie dapat menggapainya dalam 60 detik, tapi dalam 60 detik itu puluhan rencana dan simulasi telah dipikirkan oleh Rosalie.
Jika Rosalie langsung berlari kearah pintu keluar, wanita itu memiliki 3 opsi pencegahan, yang pertama adalah mengeluarkan suara ultrasoniknya, yang kedua adalah mengambil pistol dan menembaki Rosalie, dan yang ketiga adalah berlari mengejar Rosalie.
Opsi yang ketiga terdengar tidak masuk akal tapi mungkin saja terjadi.
Mungkin Rosalie masih bisa bertahan jika wanita itu menggunakan opsi pertama dan Rosalie juga 'mungkin' mampu menghindari tembakan wanita itu jika menggunakan opsi kedua.
Tapi masalahnya apakah Rosalie bisa keluar melalui pintu itu?
Mungkin saja pintu itu di kunci...
Atau itu pintu palsu yang akan membunuhnya...
Jika begitu Rosalie akan langsung skak mat!
'Jangan hanya memikirkannya.... aku tidak akan tahu jika hanya diam dan berpikir disini... aku harus mencobanya, ini adalah pertaruhan!!' batin Rosalie.
Rosalie menguatkan dirinya dan menggepalkan tangannya. Bersamaan dengan itu, wanita itu juga tampak bersiap siap.
Suasana hening sejenak sebelum pergerakan Rosalie yang sangat tiba tiba.
Rosalie bergerak untuk mengambil pistol yang ada di dekatnya itu dan menembakan beberapa peluru kearah wanita itu.
Dor! Dor! Dor!
Sesuai dengan perkiraan Rosalie, wanita itu mampu menghindarinya dengan berguling kearah pistolnya sekaligus mengambilnya dan menembakan beberapa peluru juga kearah Rosalie.
Dor! Dor! Dor!
Rosalie dapat menghidarinya dengan berlari dan berguling beberapa kali.
Namun, tidak berhenti sampai disana, wanita itu langsung menggunakan kemampuan ultrasoniknya dan menghasilkan suara yang lebih keras daripada sebelumnya.
Sebelum gelombang ultrasonik itu mencapai Rosalie, Rosalie menembakan beberapa peluru kearah lubang kunci yang ada di pintu itu untuk merusaknya.
Rosalie berlari dan mendobrak pintu itu hingga hancur bertepatan dengan gelombang suara yang mencapainya.
Rosalie keluar dari ruangan itu dan langsung berlari meninggalkan wanita itu yang tampak sangat terkejut sekaligus marah lalu melempar kunci yang dia bawa.
Benar saja perkiraan Rosalie jika pintu itu dikunci, untungnya Rosalie pintar menebak situasi dan mencegah dirinya mengalami skak mat.
Wanita itu kemudian berlari untuk menyusul Rosalie yang sudah jauh di depan.
Perkiraan Rosalie mengenai 3 opsi pencegahan yang akan digunakan oleh wanita itu ternyata juga sangat tepat.
Wanita itu mendekatkan telinganya ke lantai baja dan mendengarnya dengan seksama, dan samar samar terdengar suara orang yang sedang berlari dari lorong sebelah kiri.
Wanita itupun bangkit dan mengikuti arah suara hingga tak lama kemudian dia memasuki sebuah ruangan yang digunakan sebagai gudang dan menyimpan sangat banyak barang.
Wanita itu sangat yakin jika Rosalie memasuki gudang itu, jadi dia masuk dengan hati hati karena tidak dapat mengetahui lokasi Rosalie dengan pasti.
Tidak ada suara yang terdengar di gudang itu kecuali suara detikkan jam dinding dan serangga yang merayap di sela sela barang.
Wanita itu masih berdiri di depan pintu masuk gudang dengan membawa pistolnya dan mengamati pergerakan yang ada di dalam gudang dengan hati hati.
Walaupun Rosalie bisa bersembunyi dan tidak bersuara sedikitpun, tapi mustahil Rosalie dapat menahan dirinya dalam waktu yang lama untuk tidak bersuara.
Wanita itu masih berdiri disana, dan tak lama kemudian sebuah suara kecil dari balik meja bekas mengalihkan perhatiannya.
Srek...
Wanita itu langsung mengarahkan pistolnya dan menembak tepat di tempat datangnya suara.
Dor!
Tidak ada suara jeritan manusia yang kesakitan terdengar, melainkan suara tikus yang sekarat.
Satu jawaban untuk situasi ini...
'Ini jebakan!'
Tepat ketika wanita itu berpikir seperti itu, sebuah gerakan tiba tiba terlihat di samping kanannya, itu adalah Rosalie yang melesat dan membawa tongkat panjang ke arah wanita itu.
Menyadari itu, wanita itu kemudian mengarahkan pistolnya ke arah Rosalie dengan cepat, tapi Rosalie juga langsung memukul tangannya menggunakan tongkat miliknya dan membuat pistolnya terlempar untuk kesekian kalinya.
Bugh!
Tidak berhenti sampai disana, Rosalie langsung memukul mundur wanita itu hingga dia terlempar ke belakang dan menghantam sebuah rak berisi penuh barang.
Tubuh wanita itu terjatuh ke lantai dengan lemas, namun dia masih menatap Rosalie dengan tajam menggunakan matanya yang telah buta.
Rosalie tahu pertanda apa itu... dia ingin menggunakan suara ultrasoniknya...
"Hmp! Tidak ada gunanya menggunakan kemampuan itu lagi.." ujar Rosalie.
"??"
Wanita itu tidak menjawab, melainkan berekpesi kebingungan.
"Maksudku kau sudah kalah.." kata Rosalie sambil menodongkan tongkatnya kepada wanita itu.
Bersamaan dengan itu, sebuah lonceng raksasa tiba tiba terjatuh tepat di tempat wanita itu berada dan mengurungnya dengan sempurna.
Wanita itu berteriak dan mengeluarkan kemampuan ultrasoniknya, tapi justru itu malah membuatnya tersiksa karena kerasnya suara yang dihasilkan langsung menyerang gendang telinganya sendiri ketika di dalam lonceng raksasa itu.
"Sepertinya rencana itu sangat ampuh..." gumam Rosalie.
Suatu kebetulan Rosalie menemukan lonceng raksasa yang diletakan di atas rak berisi penuh barang ketika memasuki gudang itu.
Kemampuan ekolokasi milik wanita itu mampu mendeteksi benda benda di sekitarnya menggunakan suara, namun gudang yang saat ini dia tempati berisi penuh dengan barang besar maupun kecil.
Jadi Rosalie dapat bersembunyi di suatu barang tanpa bersuara dan menunggu saat yang tepat untuk muncul.
Rosalie tahu jika wanita itu juga ikut terkena dampak dari kemampuan ultrasoniknya sendiri ketika pertama kali bertarung melawannya, oleh karena itu wanita itu hanya menggunakannya di saat saat darurat.
Lonceng itu sendiri mempunyai berat yang mustahil untuk diangkat dengan seorang diri. Dan melalui pengamatannya, wanita itu sama sekali tidak memiliki fisik yang kuat untuk mengangkatnya.
Jadi Rosalie tidak masalah meninggalkannya di sini...
"Sebaiknya kau tidak menyiksa dirimu sendiri untuk keluar dari sana karena itu mustahil mau sekeras apapun kau mencoba, jadi diamlah disini dengan tenang." kata Rosalie.
Namun, tidak ada jawaban dari wanita itu.
"Kau tidak mendengarku, ya..." gumam Rosalie lalu pergi dari tempat itu.
Tapi yang tidak disangka Rosalie adalah ternyata wanita itu sudah mendengar perkataannya dengan jelas tapi tidak tahu harus menanggapinya seperti apa.
Wanita itu menundukkan kepalanya.
'Sepertinya aku tidak bisa lagi melindungimu... nona Evalina...' batin wanita itu dengan sedih.
Di sisi lain Rosalie sedang berjalan menelusuri lorong baja yang sebelumnya dengan terburu-buru.
Jika Rosalie menghadapi musuh yang kuat dan sudah berada dalam perangkap sejak awal, maka teman temannya yang lain juga pasti mengalami hal yang sama.
'Aku harus menemukan mereka sebelum terjadi hal yang buruk...' batin Rosalie khawatir.
Tepat ketika dia memikirkan hal itu, lorong baja itu tiba tiba berguncang dan suara yang cukup keras terdengar dengan jelas di balik lorong baja itu, itu terdengar seperti suara pertarungan yang sangat intens.
Rian dan Laura sedang berada di lantai 1, jadi asal dari suara pertarungan itu adalah...
'Zhara!! aku harus segera kesana...' batin Rosalie lalu berlari menuju sumber suara.