
Zhara telah tiba di Indonesia hanya dalam hitungan beberapa jam karena kecepatan pesawat jet pribadinya yang melebihi kecepatan pesawat normal.
Pesawat mendarat dengan sempurna di bandara khususnya dan Zhara keluar dari sana sambil menyeret sebuah koper, di sana sudah terlihat seorang pria berotot dengan jas hitam dan kacamata hitam yang menjemputnya.
Pria berotot itu bernama Bryson yang merupakan mantan Jendral Amerika Serikat dan sekarang menjadi pelatih pasukan SIERRA milik Zhara.
Awalnya Bryson menolak untuk bergabung di perusahaan Futuristik Generation milik Zhara karena ego dan harga dirinya yang tinggi, namun setelah Zhara mengalahkannya dalam pertarungan tangan kosong, mau tidak mau dia harus mengakui Zhara dan bergabung dengannya....
"Selamat datang kembali di indonesia tuan Zhara." ujar Bryson dengan sopan.
"Terima kasih Bryson." ujar Zhara lalu masuk ke mobil Limosin yang telah di sediakan.
Mobilpun melaju dengan Bryson yang mengendarainya sebagai supir.
"Ngomong ngomong Bryson, bagaimana menurutmu dengan Futuristik Generation?" ujar Zhara tiba-tiba.
".....Futuristik Generation sangat luar biasa, hanya itu yang bisa saya katakan... tapi, apa boleh saya bicara sedikit lancang?" ujar Bryson dengan sedikit ragu namun dia menetapkan dirinya.
"Katakan saja apapun yang ingin kau katakan.." kata Zhara dengan santai.
"Baiklah, Kalau begitu saya tidak akan ragu..." kata Bryson dengan sedikit jeda lalu melanjutkan.
"Apa tuan tahu apa konsekuensi yang akan terjadi akibat kebesaran Futuristik Generation?"
Zhara sedikit melirik Bryson melalui cermin di tengah mobil dan bisa melihat wajahnya yang serius terpantul disana.
Zhara sedikit menyeringai melihat itu.
"Bagaimana menurutmu?" ujar Zhara.
Zhara tidak ingin memberikan jawabannya melainkan menanyakan pendapat Bryson langsung.
"..... perusahaan Futuristik Generation membuat banyak inovasi baru yang belum pernah ada di dunia dan mengubah dunia sangat signifikan sampai seperti sekarang ini, itu sangat berguna bagi umat manusia, akan tetapi juga sangat merugikan manusia pada saatnya.... lihatlah sekelilingmu.." kata Bryson dengan tenang dan tetap mengemudi.
Zhara mengikuti perkataan Bryson dan melihat ke luar jendela mobil.
Disana terlihat orang orang yang fokus pada gadget-nya mading masing tanpa memperdulikan orang lain. anjing, kucing dan hewan peliharaan lainnya berkeliaran dengan tidak terurus di jalanan dan tidak ada yang memperdulikan mereka walaupun sekarat.
Seorang nenek yang sudah sangat rentan ingin menyebrang jalan, tapi tidak ada yang membantunya. Beberapa anak kecil berpakaian lusuh dan kurus terlihat di sela sela gedung besar, menatap lingkungan yang sangat berbeda dari mereka.
"Anda tahu apa artinya itu? orang orang sudah tidak memiliki moralitas dan rasa keperdulian kepada orang lainnya, mereka hanya sibuk dengan diri mereka masing masing, mungkin bagi anda ini bukanlah hal yang terlalu besar namun beberapa tahun lagi pasti akan lebih parah, orang kaya akan hidup senang namun orang miskin akan hidup menderita. itu akan menjadi jaman kekacauan..." ujar Bryson.
Ia adalah mantan jendral, jadi dia sudah memiliki banyak pengalaman dalam hal kemanusiaan, dia telah banyak melihat sifat manusia dari yang paling buruk hingga yang paling baik, jadi dia lumayan peka dengan hal yang akan terjadi di masa depan.
Sementara Zhara, dia sudah tahu dampak negatif dari tindakannya itu, dia sudah mengetahuinya bahkan sebelum memulai rencananya.
Tidak bisa dipungkiri jika Zhara telah membuat masyarakat kecil menderita, bahkan Zhara tahu banyak orang yang mati karenanya.
Tapi itu memang dibutuhkan....
"Bryson... dunia ini tidak kejam, hanya saja dunia melatih kita untuk menjadi kuat..." ujar Zhara.
"Saya kurang mengerti maksud anda....."
"Masyarakat kecil menderita karena perubahan ini, itu akan membuat mereka berusaha untuk menjadi lebih kuat agar tidak direndahkan oleh masyarakat besar, entah itu melalui menjadi kaya atau kuat secara fisik, usaha tetaplah usaha.... dunia ini masihlah primitif dengan hukum rimba, yang terkuat akan berkuasa sedangkan yang lemah akan tertindas." kata Zhara dengan tenang.
"Tapi ini dunia modern dengan banyak teknologi canggih, ini bukan dunia primitif dengan hukum rimba.." Bryson menyangkal sedangkan Zhara hanya menyeringai.
"Tidak ada yang tahu kapan dunia modern ini berubah menjadi primitif kembali dengan hukum rimba..." ujar Zhara dengan misterius.
...----------------...
Bryson meminta maaf kepada Zhara karena sudah berperilaku tidak sopan kepadanya sebelum Zhara pergi menemui Aurel.
Di ruang kerja Zhara, Aurel sudah menunggu Zhara disana bersama dengan Iris dan Adney dengan pakaian jas yang rapi dan menyambut kedatangan Zhara dengan hangat.
Mereka bertiga tidak bersikap terlalu formal dengan Zhara karena peristiwa saat itu yang sudah menciptakan ikatan pertemanan yang cukup erat, jadi mereka bisa duduk dengan santai sembari memberikan laporan bisnis mereka.
Dari laporan Adney yang mengurus pembuatan robot tanpa awak, dia melaporkan jika mekanisme utama dari robot itu sudah selesai dibuat dan hanya tinggal menunggu uji coba saja.
Dari hasil laporan Iris yang menangani bisnis penjualan teknologi melaporkan jika beberapa negara besar seperti Amerika, Rusia, dan Korea Utara ingin memesan senjata berjenis meriam tesla yang melancarkan serangan listrik sebesar 100.000 VOLT.
Itu adalah tegangan listrik yang sangat tinggi sehingga dapat membunuh ribuan pasukan sekaligus hanya dalam waktu sepersekian detik.
Zhara menolak pesanan mereka karena senjata yang dipesan sangat berbahaya dan mungkin akan mereka gunakan untuk berperang.
Seperti yang kita semua ketahui, Amerika Serikat dan Korea Utara adalah dua negara yang saling bermusuhan, jika mereka mendapatkan senjata pemusnah masal itu maka mereka pasti akan berperang.
Peperangan hanya akan merusak rencana Zhara untuk menghadapi Apocalypse yang sudah semakin dekat jadi dia menolaknya.
Setelah itu masih banyak lagi laporan yang mereka laporkan kepada Zhara, tapi semua itu diatasi dengan mudah oleh Zhara.
"Apakah tidak ada laporan lain?" ujar Zhara.
"Tidak ada, semuanya sudah beres." ujar Aurel dibarengi dengan anggukan Iris dan Adney.
Dengan ini maka pekerjaan Zhara telah selesai, tapi Zhara tiba tiba ingat dengan satu hal.
"Lalu, bagaimana dengan tahanan itu? apa kalian sudah mendapat informasi darinya?" kata Zhara.
"I-Itu...."
Aurel kesulitan menjawab, tapi untungnya ada Adney yang lebih berani untuk bicara.
"Kami masih tidak mendapatkan jawaban apapun darinya, dia begitu bersikeras untuk tidak bicara, bahkan kami tidak tahu siapa namanya..." kata Adney.
"Hm... bisa kau antar aku kesana?" ujar Zhara.
Padahal sudah 9 bulan lamanya tapi mereka masih belum mendapatkan informasi apapun darinya.
"Tentu."
Aurel dan Iris kembali pada pekerjaan mereka masing masing sedangkan Zhara dan Adney menuju ruangan bawah tanah untuk menemui tahanan yang dimaksud.
Di sebuah ruangan baja berwarna silver mengkilap, terlihat seorang wanita berambut putih panjang hingga menyentuh lantai, matanya kosong seperti mata orang buta sementara kedua tangan dan kakinya terikat oleh rantai sementara dirinya dikurung oleh kaca transparan.
Wanita itu adalah orang yang sama dengan wanita buta yang Rosalie lawan 9 bulan lalu, informasi yang didapatkan hanyalah informasi tentang dia itu salah satu dari anggota Five Fingers yang seorang mutant dengan kekuatan gelombang ultrasonik dan pendengaran yang sangat baik.
Selain itu tidak ada informasi lainnya bahkan nama sekalipun....
Zhara mendekati dinding kaca itu untuk melihat wajah wanita itu dengan jelas, akan tetapi ketika dia mendekatinya, wanita itu tiba tiba berteriak hingga membuat gelombang ultrasonik mengarah kepada Zhara.
Dengung keras berbunyi dan kaca bergetaran dengan hebat namun tidak pecah setelah terkena gelombang dahsyat itu, malah sebaliknya gelombang ultrasonik itu memantul kembali kearahnya yang membuatnya sangat kesakitan hingga telinganya berdarah.
"Jangan sia siakan energimu untuk sesuatu yang mustahil, ini adalah kaca yang aku buat khusus untukmu, setiap kali kau menggunakan kemampuanmu maka kaca itu akan memantulkannya kepadamu..." ujar Zhara dengan dingin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...