1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 80: Identitas Jendral Grinz



Lokasi:


Departemen Penelitian Rahasia, Ibukota Negara Jepang, Tokyo.


Beberapa ilmuwan dengan jas laboratorium putih terlihat sedang memasukkan suatu cairan berwarna hijau ke sebuah tabung yang berisi manusia.


Tepat ketika cairan itu dimasukkan, manusia yang berada di dalamnya tampak menunjukkan tanda-tanda kesakitan dan kejang-kejang sebelum tak bergerak lagi.


Bersamaan dengan itu layar monitor yang memantau detak jantung manusia itu menunjukkan tanda jika manusia itu sudah mati.


Para ilmuwan langsung menghela nafas panjang setelah kegagalan penelitian mereka yang kesekian kalinya.


Pintu ruangan terbuka dan memperlihatkan seorang pria tua tapi bertubuh kekar.


Para ilmuwan itu sontak menundukkan badan mereka dengan penuh ketakutan.


""Salam hormat kepada Jenderal Grinz!"" ucap mereka serentak.


Benar, pria tua itu adalah Jendral Grinz, orang yang menjadi target utama Zhara.


"Apa kalian gagal lagi?" tanyanya.


"M-Maafkan kami Jenderal, tapi kami tidak bisa menciptakan banyak mutant sekaligus, jikapun itu mungkin pasti akan menyebabkan kerusakan pada sel mereka, itu pasti akan merusak kualitas para mutant." jawab salah satu ilmuwan yang terlihat paling tua.


Jenderal Grinz tampak sangat kesal, dia kemudian memukul salah satu meja yang ada disana dengan keras dan sukses membuat semua ilmuwan gemetar.


"Aku tidak peduli apapun alasan kalian, yang terpenting adalah kalian bisa menciptakan pasukan mutant sebanyak-banyaknya dalam waktu satu bulan ini!" teriak Jenderal Grinz.


Para ilmuwan itu terlihat sangat terkejut.


"S-Satu bulan? B-Bukankah sebelumnya anda bilang jika waktu kita enam bulan?"


Ekspresi wajah Jenderal Grinz tampak rumit.


"Beberapa pasukanku telah ditangkap olehnya, dia pasti sudah mendapatkan informasi tentang kita kita sekarang." ujar Jenderal Grinz.


Jenderal Grinz khawatir jika Zhara menemukan dirinya dan menggagalkan rencananya, jadi dia butuh pasukan mutant sebanyak-banyaknya untuk mencegah hal itu.


"Pokoknya kalian harus berusaha keras untuk menciptakan 5 juta pasukan mutant dalam waktu sebulan ini, aku tidak peduli apakah itu mutant sempurna atau gagal, yang terpenting mereka bisa bertarung." perintah Jendral Grinz.


""Baik Jendral!"" jawab para ilmuwan serentak.


Setelah itu Jendral Grinz keluar dari ruangan untuk membiarkan para ilmuwan bekerja, dan tak lama setelah itu telepon Jendral Grinz berdering tanda ada seseorang yang menelponnya.


Jendral Grinz mengangkatnya dan memberi salam kepada sang penelepon, "Selamat pagi tuan Hiroaki." sapa Jendral Grinz dengan hormat.


[Tidak usah basa-basi, bagaimana dengan pembuatan mutant-nya?]


Jendral Grinz sedikit gugup, dia tidak berani mengecewakan orang besar seperti tuan Hiroaki.


"Semuanya baik baik saja, kami pasti bisa menciptakan 5 juta pasukan mutant dalam waktu 1 bulan ini, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan." jawab Jendral Grinz sedikit berbohong.


[Itu bagus, aku ingin semua rencananya berjalan dengan lancar sebelum aku memperkenalkan para mutant itu kepada Aliansi Anti-Futuristik, aku pasti akan membuat Alian kami menggunakan para mutant sebagai senjata utama untuk melawan Zhara, jadi jangan kecewakan aku.]


Sebenarnya Hiroaki memiliki hubungan kerja sama dengan Jendral Grinz untuk menjatuhkan Futuristik Generation dengan cara yang tidak biasa, yaitu menggunakan mutant buatan.


Tapi tentunya pasti akan ada beberapa pihak dari Aliansi Anti-Futuristik yang menentang tindakannya itu dengan alasan dirinya tidak memiliki rasa kemanusiaan.


Tapi Hiroaki akan meyakinkan Aliansinya untuk menjalankan rencananya apapun yang terjadi.


"Aku pasti tidak akan mengecewakanmu, tuan Hiroaki." balas Jendral Grinz dengan percaya diri.


[Oh dan satu lagi, beritahu kepada bosmu untuk memperlihatkan dirinya sesekali, kita sudah terikat kerja sama yang cukup besar tapi dia belum pernah memperlihatkan wajahnya sama sekali di hadapanku.]


"Aku tidak bisa menyampaikan hal itu sekarang, tapi nanti aku akan menyampaikannya."


[Memangnya kenapa dia tidak bisa sekarang?]


Jendral Grinz menyeringai, "Dia sedang bermain-main di pasukan Futuristik Generation sekarang...."


...----------------...


Di sebuah ruangan dengan pencahayaan yang remang-remang, terlihat Zhara sedang duduk di sebuah kursi dengan banyak monitor dan komputer di depannya.


Tangannya mengetik satu persatu dari semua komputer itu dengan cepat sementara matanya bergerak menatap informasi yang terlihat di monitornya.


Zhara sedang mencari informasi mengenai Jendral Grinz yang sudah dia tetapkan sebagai musuh utamanya saat ini.


Tapi anehnya ada sistem keamanan yang melindungi informasi yang tidak dapat dibobol oleh super komputer milik Zhara.


Hampir semua teknologi internet di dunia ini sudah menggunakan teknologi buatan Futuristik Generation, tapi yang ini sangat berbeda dari teknologi yang Zhara ketahui.


Jadi Zhara harus turun tangan langsung untuk mengatasi sistem keamanan ini.


Setelah beberapa saat akhirnya Zhara berhasil membobol sistem keamanan itu.


Zhara menghela nafas lega lalu mengelap keringat di keningnya.


"Siapapun yang membuat sistem keamanan ini pasti sangat jenius...." gumam Zhara mengakui kehebatan lawannya.


Dia kemudian membaca informasi yang ada di layar monitornya.


"Nama aslinya adalah Grinz Crimson, telah berusia 57 tahun dan memiliki 2 anak laki-laki yang juga menjabat sebagai perwira militer dan 3 orang cucu yang sudah remaja."


Informasi yang terdapat disana selayaknya informasi biasa seperti nama, tanggal lahir, jabatan, dan lain-lain.


Tapi Zhara mengerutkan keningnya ketika membaca salah satu informasi yang menurutnya janggal.


"Dia bukanlah orang Indonesia, melainkan orang Amerika...." gumam Zhara.


Zhara berpikir bagaimana mungkin orang dari kewarganegaraan lain bisa menjadi Jendral militer dari Indonesia.


Dari sini saja Zhara sudah menaruh kecurigaan, tapi dia kembali mengerutkan keningnya ketika melihat informasi lainnya.


"Dia sebelumnya pernah bekerja sebagai seorang profesor di suatu fakultas kedokteran Amerika selama 10 tahun?"


Hal ini aneh karena tidak ada yang mengetahui informasi ini, bahkan seluruh informasi mengenai Jendral Grinz yang diketahui oleh publik hanyalah rekayasa semata.


Setelah beberapa saat membaca informasi mengenai Jendral Grinz, Zhara mulai merasakan sesuatu yang aneh.


Bulu kuduknya berdiri dengan disertai firasat buruk.


Zhara kemudian bangkit dari tempat duduknya dan langsung keluar dari ruangan itu dan mengunci pintunya rapat rapat.


Dan beberapa saat kemudian-


DUUUARR!


Terdengar ledakan yang sangat besar dari dalam ruangan sebelumnya hingga meretakkan dinding dan menghancurkan pintu yang sudah ditutup dengan rapat oleh Zhara.


"Bukan hanya sistem keamanan yang kuat, tapi juga mematikan ya...." gumam Zhara.


Ledakan sebelumnya berasal dari komputer yang Zhara gunakan untuk mencari informasi Jendral Grinz dan mematahkan sistem keamanan super kuat itu.


Tapi siapa sangka jika sistem keamanan itu dapat meledakkan komputer Zhara akan beberapa saat setelah sistem keamanan berhasil dibobol.


Dengan ini juga Zhara tahu jika Jendral Grinz tidak bekerja sendirian, pasti dia mempunyai rekan yang sangat mahir dalam pemrograman atau mungkin saja dia memiliki atasan yang tidak diketahui.


Tapi yang pasti Zhara akan membicarakan hal ini terlebih dahulu dengan Seo Yun karena dia pasti memiliki rencana yang jauh lebih matang daripada Zhara.


Masalahnya Seo Yun sedang tidak berada di kantor tempat dimana semua penelitian tentang Zombie itu berada, itu adalah tempat bagi mereka berdua untuk membahas tentang rencana dan lain sebagainya.


'Apakah aku harus mencarinya di rumahnya?' batin Zhara.


Untungnya Zhara tahu alamat rumah Seo Yun.


...


Setelah mengendarai mobilnya beberapa saat akhirnya Zhara sampai di rumah Seo Yun.


Daripada disebut rumah itu lebih pantas disebut gedung yang sangat besar dan mewah, tapi disinilah Seo Yun tinggal.


Seorang penjaga pintu gedung mengizinkan Zhara masuk ketika melihat Zhara, penjaga itu tahu jika Zhara adalah teman Seo Yun jadi dia membiarkannya masuk tanpa perlu bertanya lagi.


Dia hanya memberitahu jika Seo Yun sedang berada di lantai paling atas yang merupakan kamarnya.


Karena sudah mendapatkan arahan, Zhara kemudian langsung masuk dan menuju lantai paling atas, tapi.....


PYARR!


Zhara mendengar suara barang pecah, dia menoleh dan melihat seorang pria yang cukup tampan tapi memiliki lingkaran hitam di matanya dan rambut hitam yang acak-acakan.


Zhara melihat kebawah dan menemukan gelas yang baru saja dipecahkan.


Pria tak terawat itu menatap Zhara terus-terusan dengan tatapan aneh dan membuat Zhara sedikit risih.


'Apa apaan orang gila ini.' batin Zhara.


"Putraku....." gumam pria itu yang membuat Zhara sedikit terkejut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...