
...LOLICON ALLERT...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...[1025 Days Before The Apocalypse]...
Beberapa hari setelah memberikan ibunya pekerjaan baru sebagai seorang manajer di restoran mewah, Zhara bersama Rosalie, Laura, dan Iris yang telah menjadi bawahannya pergi menuju perusahan Futuristik Generation yang sudah lama tidak pernah dia kunjungi.
Sekarang gedung perusahaan Futuristik Generation telah dibangun sangat mewah dan besar dengan berbagai fasilitas lengkap di dalamnya.
Ribuan pekerja juga terlihat sangat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing yang menambah suasana ramai di perusahaan besar itu.
"Aku tidak pernah mengira jika tuan Zhara merupakan salah satu pemilik perusahaan Futuristik Generation yang terkenal belakangan ini.." ujar Rosalie disertai anggukan Laura dan Iris.
"Pastikan kalian merahasiakan hal ini."
""Baik Tuan!"" jawab mereka serempak.
Zhara memanggil seorang pekerja wanita dan kemudian menyuruhnya untuk menuntun Rosalie, Laura dan Iris untuk mengganti pakaian mereka dengan pakaian khusus untuk tim keamanan.
Selain itu tidak mungkin mereka bertiga bekerja di perusahaan yang dipenuhi pekerja pria dengan pakaian yang terbuka hingga memperlihatkan lekuk tubuh sexy mereka dengan sempurna.
Setelah kepergian mereka bertiga, Zhara kemudian menuju ke lab khusus yang merupakan tempat di mana Aland dan yang lainnya bereksperimen.
Di sana salah satu ruangan, Zhara melihat Lily yang terlihat kesusahan dengan pekerjaannya dan kemudian menghampirinya terlebih dahulu sebelum menemui Aland yang menjadi tujuan utamanya.
"Apa ada masalah yang bisa kubantu?" tanya Zhara tiba-tiba di belakang Lily.
Lily tampak terkejut dengan kedatangan Zhara yang tiba-tiba hingga dia tidak bisa menjaga perilakunya dan malah gugup di depan atasannya itu.
"T-Tuan Zhara, k-kenapa anda datang ke sini!?"
"Kenapa? ini perusahaanku kan? jadi aku bebas mau pergi kemanapun." kata Zhara kebingungan karena perkataan Lily yang terkesan ambigu.
"T-tidak! bukan seperti itu, maksud saya kenapa anda tiba-tiba datang kepada saya!?"
"Kau itu karyawanku kan? kenapa aku tidak boleh menemuimu?" kata Zhara masih kebingungan.
Lily tidak dapat berkata apapun lagi, pipinya menjadi merah merona karena perilakunya yang memalukan di depan atasannya itu.
'Uwaaah!! aku begitu gugup sampai mempermalukan diriku sendiri... sekarang tuan Zhara pasti mengangapku sebagai gadis bodoh.. bagaimana ini!!?' batin Lily sedih.
Zhara menyadari hal itu dan mengusap rambut wanita dewasa dalam wujud loli itu.
"Sudahlah.. apa pekerjaanmu begitu sulit? perlu kubantu?" kata Zhara dengan senyuman lembut.
"T-terima kasih... sebenarnya..."
Project yang dikerjakan Lily adalah Public Security System atau disingkat PSS,
Keamanan yang ditawarkan PSS adalah otomatis memanggil polisi atau ambulans ketika pengguna dalam bahaya, walaupun pengguna tidak memiliki jaringan internet atau berada di tempat yang tidak memungkinkan adanya signal seperti pegunungan, PSS masih dapat mengirim pesan melalui gelombang radio.
Namun dalam pembuatannya terdapat kesalahan yang sangat fatal yaitu jangkauan PSS yang masih terbatas karena frekuensinya yang masih rendah yaitu sekitar 300 KHz — 3. MHz yang panjang gelombangnya mencapai 100 m — 1 km
Radio adalah radiasi sinyal elektromagnetik yang merambat melalui atmosfer dan atau ruang hampa. Informasi yang akan dikirimkan melalui gelombang elektromagnetik ini dimodulasi komponen gelombangnya yaitu amplitude, frekuensi, fasa atau lebar pulsanya.
Jadi intinya project Public Security System milik Lily belum berkembang karena Frekuensi gelombang radio yang rendah.
Jika Lily membuat alat yang khusus digunakan untuk memperkuat Frekuensi Radio maka itu bukanlah hal yang mustahil.
Namun perlu di ketahui jika Project Public Security System merupakan sebuah sistem yang di terapkan ke dalam sebuah perangkat lunak dalam bentuk aplikasi, bukannya alat/mesin..
"Jadi begitu.... ini memang masalah yang rumit..." gumam Zhara setelah mendengar masalah Lily.
"Sepertinya saya tidak akan melanjutkan Project ini..." kata Lily sedih.
"Aku memang bilang jika ini adalah Project yang rumit, tapi bukan berarti kita tidak bisa menyesaikannya.." kata Zhara dengan santai yang membuat Lily sangat terkejut.
"A-apa yang maksudnya anda?" kata Lily.
Zhara tidak menjawabnya melainkan duduk di kursi milik Lily.
"Duduklah." kata Zhara.
Lily kebingungan, jelas hanya ada 1 kursi disana dan sudah di duduki oleh Zhara.
"Maaf.. tapi dimana saya harus duduk?" ujar Lily.
"Tentu saja di pangkuanku, memangnya dimana lagi?"
Lily sangat terkejut dengan perkataan Zhara, itu sangat memalukan baginya untuk duduk di pangkuan seorang laki-laki mengingat umurnya yang sudah tidak muda lagi.
Tapi entah kenapa dia malah menyetujuinya secara refleks bahkan tanpa berpikir dua kali.
Ketika Lily duduk di pangkuan Zhara, entah kenapa dia merasakan sesuatu yang sangat aneh seolah-olah seluruh tubuhnya merinding karena kehangatan yang di dapatkannya.
Tidak, itu bukan kehangatan sembarangan, melainkan kehangatan yang dimiliki oleh semua pria..
"Hey, Lily... bukankah pakaianmu kebesaran?" ujar Zhara di samping telinga Lily.
Hembusan nafasnya Zhara benar-benar dapat dirasakan dengan jelas oleh Lily dan membuatnya sedikit mengeluarkan suara yang aneh sementara wajahnya memerah.
"I-Itu memang benar... karena tubuhku yang kecil dan tidak pernah bisa tumbuh membuat pakaian perusahaan ini kebesaran di tubuhku.. apa ini terlihat aneh?" kata Lily sedikit malu.
"Tidak... kau terlihat lebih manis menggunakan pakaian yang lebih besar dari tubuhmu..." bisik Zhara lalu sedikit menggigit telinga Lily.
Tidak sampai disitu, Zhara memegang pinggul kecil Lily dan mulai memasukan tangannya ke dalam pakaiannya yang agak kebesaran dan meraba tubuhnya dengan perlahan.
"Emgh... jangan..."
Seketika Lily dibuat terbuai dan melayang bagaikan terbang ke langit.
Selama ini Lily tidak pernah dekat atau disentuh oleh seorang laki-laki karena tubuhnya yang kecil bagaikan anak SD membuat banyak orang menjadi salah paham dengannya.
Padahal umurnya sudah cukup matang untuk berumah tangga dan memiliki anak...
Tapi walaupun Lily sangat menikmati perlakuan Zhara yang pertama kalinya dia rasakan, dia masih memiliki kesadaran untuk menghentikan Zhara sebelum lelaki itu bertindak lebih jauh lagi.
"T-Tuan... bagaimana dengan masalah Project-nya?"
Zhara menghentikan kegiatannya dan menatap langsung pada mata Lily yang tampak mengeluarkan sedikit air mata dengan pipi yang memerah.
"Oh? Project-nya ya... aku hampir lupa." kata Zhara mengalihkan perhatian.
Kemudian dia mulai memberikan solusi untuk permasalahan project Public Security System, solusi itu berupa menciptakan sistem Frecuency Booster untuk memperkuat Frekuensi dari gelombang radio sebelum menerapkan Public Security System.
Walaupun solusi yang diberikan Zhara membuat Lily lega kat masih dapat mempertahankan Project-nya, tapi dia masih tidak bisa melupakan apa yang telah dilakukan pemuda itu padanya.
"Terima kasih atas bantuannya, tuan..." ujar Lily menundukan tubuh kecilnya.
"Hm... aku pergi dulu.."
Setelah itu Zhara pergi dari ruang kerja Lily untuk menemui Aland yang menjadi tujuan utamanya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Uwaaah😭😭 Mission Failed kawan-kawan.... tapi tenang aja, nanti kita coba lain kali 😁😁 okey 👌 berikan Like dan coment kalian untuk menyemangati Zhara menaklukkan Loli kesayangan kita!! 👍👍