
Zhara maju ke depan dan menatap Ford yang tubuhnya dipenuhi dengan luka akibat tembakan peluru sebelumnya dengan tajam.
"Kau... bagaimana bisa kau terlepas dari kemampuan pelumpuhannya..." ujar Ford.
"Aku tidak ingin membuang buang waktuku untuk menjelaskannya, jadi ayo kita mulai pertarungan kedua kita." kata Zhara dengan datar.
"Hahahaha!! sepertinya kau tidak kapok hanya dengan tangan kananmu saja yang patah, baiklah aku akan mematahkan seluruh tulang yang ada di tubuhmu itu!!" teriak Ford dengan sombong kemudian melesat ke arah Zhara.
Zhara tidak ingin Rosalie terkena dampak dari pertarungan mereka, jadi dia juga melesat ke arah Ford yang sedang berlari dan menjauhi Rosalie.
Ford berlari dengan kencang begitupun Zhara, hingga ketika jarak mereka hanya tinggal 5 meter, Zhara melompat keatas dan melayangkan lututnya hingga bertabrakan tepat dengan dahi Ford dan membuatnya terjatuh di lantai.
"Akh!"
Ford mengerang kesakitan memegangi dahinya, sekuat apapun tubuh Ford dia masih memiliki kelemahan layaknya manusia biasa yaitu otaknya.
Jika Zhara terus menyerang kepalanya dengan keras, mungkin saja dia akan mengalami geger otak atau mengalami gangguan kejiwaan.
Dan tempat yang sempurna untuk membuatnya menjadi seperti itu adalah dengan menyerang area belakang kepalanya!
Swoosh!
Zhara melayangkan tendangan ke arah belakang kepala Ford yang masih tergeletak dengan sangat cepat dan kuat.
Bugh!
"Apa!"
Tendangan itu berhasil, tapi tidak mengenai belakang lehernya karena sudah di lindungi oleh tangannya, sepertinya Ford sudah memperkirakan target serangan Zhara dan mencegahnya yang membuat Zhara sedikit terkejut.
Ford menggerakkan tangannya untuk menangkap kaki Zhara, Zhara tidak bisa bereaksi karena tindakan Ford yang tiba tiba dan belum terlepas dari kejutannya yang membuat kakinya sukses di tangkap.
"Hiyaaa!!"
Dengan satu teriakan, Ford melempar tubuh Zhara yang 5 kali lipat lebih kecil darinya dengan sangat kencang.
Zhara yang terlempar dengan jauh dan kencang mendarat dengan kasar di lantai baja yang membuat beberapa tulangnya kembali patah, Zhara kemudian berusaha bangkit karena melihat Ford yang sudah berlari kearahnya.
'Sial! aku tidak pernah menyangka jika dia bisa menjadi sangat cerdik!' batin Zhara.
Jarak Zhara dan Ford hanya berjarak 20 meter dan terus memendek seiring cepatnya Ford berlari sementara Zhara masih memikirkan rencananya.
'Jika seperti ini tidak ada pilihan lain selain bertindak nekat...' batin Zhara.
Setelah menetapkan keputusannya, Zhara mulai berlari menelusuri lorong baja sambil menahan rasa sakit dari tulang rusuknya yang terus bergesekan karena patah.
Setiap kali tulangnya bergesekan, maka rasa sakit yang luar biasa akan menyerang tubuh Zhara yang membuatnya sangat ingin berteriak dengan keras.
Tapi Zhara menahannya dengan baik, itu karena tempat yang dia tuju sudah dekat sekarang...
'Itu dia!' batin Zhara kemudian menengok ke belakang dan melihat Ford yang masih mengejarnya dengan bringas.
Zhara berhenti di tangga yang merupakan tempat tujuannya itu dan berhadapan dengan Ford yang masih berlari dengan penuh amarah.
tempat tangga itu lumayan kecil jadi Ford tidak menyadarinya karena Zhara menutupinya dan terus berlari untuk melayangkan pukulan kepada Zhara.
Tinju dilayangkan ketika jarak mereka sudah dekat, Zhara menangkap tinju itu lalu memutar tubuhnya untuk membanting tubuh besar Ford ke dalam tangga, itu adalah teknik yang sama dengan yang Zhara gunakan untuk menangkis pukulan Ford yang pertama kali.
Ford baru menyadari jika dia telah masuk ke dalam perangkap Zhara, tapi itu sudah terlambat karena dia sudah jatuh ke tangga dengan Zhara yang ada di atas tubuhnya.
"Aaaaarrgh!!"
Tubuh besar Ford terjatuh hingga menghancurkan anak tangga dengan tinggi sekitar 10 meter dan terjatuh di dasar lantai 43, tapi tidak sampai disana, lantai yang dijatuhi oleh tubuh besar Ford langsung hancur dan membuatnya kembali terjatuh di lantai 42.
Hal itu terjadi berulang kali karena berat Ford yang dapat menghancurkan lantai dengan mudah, hingga akhirnya mereka berhenti ketika mereka telah sampai di lantai 35.
Ford tidak bergerak, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan darah setelah jatuh dan terbentur hingga 7 lantai, pria besar itupun tewas dalam kondisi yang sangat mengenaskan.
Zhara menghela nafas panjang, dia lega karena berhasil selamat karena berada di atas tubuh Ford sehingga tidak mengalami benturan mematikan.
Tak lama setelah Zhara mensyukuri keselamatannya, sebuah suara dari gadis terdengar di belakangnya.
"Zhara..." gumam gadis itu.
Zhara menegang, dia kemudian menoleh ke belakang dan melihat gadis yang begitu dia kenal.
Prok! Prok! Prok!
Suara tepuk tangan seseorang terdengar dari arah pintu dan mengalihkan perhatian Zhara dan Evalina yang masih tertegun karena pertemuan yang tidak terduga itu.
"Bagus sekali, aku tidak pernah menyangka aku dan rekan rekanmu bisa mengalahkan pasukan Five Fingersku dengan mudah.." ujar orang itu.
Itu adalah orang yang dikenal oleh Zhara dan pernah bermain judi bersamanya, itu adalah Mr. Amril....
"Aku kira kau sudah membusuk di penjara karena tertangkap melakukan perjudian ilegal." ejek Zhara.
Sebenarnya Zhara sangat kesal dengan pria tua itu, karena semua hal yang terjadi ini tidak lain dan tidak bukan adalah karena dia.
"Kau seharusnya tahu jika uang bisa melakukan segalanya, kan?" jawab Mr. Amril.
Itu memang benar, hukum di dunia ini memanglah busuk.
"Lupakan tentang itu, kau datang kesini pasti karena ini, bukan?" ujar Mr. Amril menunjukan sebuah Chip dengan logo FG atau kepanjangan dari Futuristik Generation, itu adalah chip yang berisi seluruh data penelitian perusahaan Futuristik Generation.
"Kau kira kau bisa mencuri benda milik perusahaanku begitu saja?" kata Zhara.
"Bukankah kau duluan yang mengincar data penelitian perusahaanku?" kata Mr. Amril dengan seringai.
"Cih!"
"Hahahaha! aku suka ekspresimu, ngomong ngomong bagaimana aku harus memanggilmu? apakah aku harus memanggilmu Zhara? atau..... aku harus memanggilmu Z, si pencuri kristal?" kata Mr. Amril dengan seringai.
Zhara sangat terkejut, tidak mungkin Mr. Amril mengetahui hal itu, tapi dari perkataannya dia terlihat sudah mengetahuinya, tapi bagaimana dia bisa mengetahuinya?
"Kakek, bukankah kita sudah sepakat untuk itu!?" kata Evalina dengan khawatir.
'Sepakat?' batin Zhara kebingungan.
"Tenang saja cucuku, kakek akan membalas semua hal yang telah pria brengsek itu lakukan padamu.." ujar Mr. Amril menenangkan Evalina.
"Tidak kakek, aku tidak membutuhkannya!" kata Evalina.
Zhara masih kebingungan dengan situasi itu, dan tanpa Zhara sadari, tangan kanan Mr. Amril yang berada di belakang punggungnya menyiapkan sebuah pistol untuk menembaknya.
Zhara mungkin tidak menyadarinya, tapi tidak dengan Evalina, karena posisinya Evalina dapat melihat tangan Mr. Amril yang menyiapkan pistol.
"Tidak! Zhara, awas!"
Dor!
Evalina berteriak histeris dan berlari kearah Zhara, bersamaan dengan itu Mr. Amril telah menembakan pistolnya kearah Zhara.
Jleb!
Peluru mendarat tepat di perut Evalina dan jatuh tepat di depan mata Zhara yang tertegun dengan apa yang terjadi, tapi sebelum Evalina terjatuh, Zhara telah menangkapnya dan memeluknya.
Zhara tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya, tubuhnya bergerak sendiri untuk menangkap tubuh Evalina.
"Uhuk! Uhuk!"
Evalina batuk darah, dia menatap mata Zhara dengan matanya yang sayu dan pandangan yang mulai memudar.
Melalui matanya itu juga, air mata kesedihan mulai mengalir dengan deras.
"Ma... af.. kan.. aku.." ujar Evalina dengan lirih.
Zhara tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi disini, bukankah Evalina mengkhianatinya? kenapa sekarang dia meminta maaf kepadanya.
Tapi tidak bisa dipungkiri jika Zhara mengalami kesediaan karena kondisi Evalina saat ini yang rela menahan peluru untuknya.
Kenapa bisa begini?
Sebenarnya apa yang terjadi?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...