
...[1045 Days Before The Apocalypse]...
Saat ini dia berada salah satu rumah sakit untuk merawat lukanya yang diakibatkan tabrakan Reynald sebelumnya, 3 tulang rusuknya serta lengan kirinya patah akibat tabrakan itu.
'Ternyata seperti ini rasanya terluka...' batin Zhara.
Sudah berpuluh puluh tahun Zhara tidak pernah mengalami yang namanya terluka semenjak menjadi mutant yang mempunyai kemampuan regenerasi yang sangat baik.
Memang dia pernah mengalami yang namanya terluka bahkan sangat parah dan mengerikan sehingga tidak dapat dibayangkan oleh orang orang, tapi lukanya itu dengan cepat di regenerasi sehingga Zhara sudah cukup terbiasa dengan yang namanya terluka.
Dan saat ini Zhara mengalami luka yang bisa dibilang luka kecil baginya, tapi itu cukup membuatnya kerepotan karena tidak di regenerasi.
Itu cukup aneh baginya...
Zhara meraba kantungnya dan mengambil kristal yang berhasil dia curi itu.
'Indah sekali...' batin Zhara yang memperhatikan kristal itu.
Itu bukan sekedar kristal indah yang berharga miliaran dollar, tapi juga kristal yang memiliki banyak kenangan berharga bagi Zhara.
Dulu, ketika Apocalypse terjadi, dia pernah membuat sebuah kalung yang terbuat dari kristal yang ada ditangannya kepada 'wanita itu'
Inilah yang membuat Zhara menjadi bimbang untuk memilih apakah dia akan menjual kristal itu atau tidak...
TOK! TOK! TOK!
Pintu kamar rumah sakit diketuk ketika Zhara masih memutuskan apakah dia akan menjual kristal itu atau tidak.
Zhara menyimpan kristal itu dan menyuruh orang yang mengetuk pintu untuk masuk.
"Zhara, ibu membawakanmu makanan kesukaanmu." ujar Ayunda, ibunya Zhara dengan riang lalu duduk di kursi yang ada disamping tempat tidur Zhara.
"Ibu, aku sudah bilang untuk tidak mengunjungiku terus menerus." kata Zhara.
Semenjak dirinya dirawat di rumah sakit, ibunya menjadi sering datang untuk menjenguknya yang membuat pekerjaan ibunya menjadi terganggu.
"Tidak masalah.. jam kerja ibu menjadi lebih pedek dari sebelumnya, jadi ibu bisa terus menjengukmu.." kata Ayunda meyakinkan Zhara, tapi Zhara dapat melihat ada jejak kesedihan di mata Ibunya.
"Ibu.... apakah ada masalah di tempat kerja?" tanya Zhara.
"Tidak, bukan begitu... hanya saja ibu minta maaf karena tidak bisa memberikanmu yang terbaik..." ujar ibunya.
Alasan yang diberikan Zhara atas kondisinya yang sekarang adalah terlibat dalam kecelakaan bus ketika dirinya menaikinya.
Itu tidak terlihat seperti kebohongan karena memang terjadi beberapa kecelakaan di jalan raya akibat aksinya dan Reynald sebelumnya yang membahayakan.
Ayunda meminta maaf seperti itu karena merasa bersalah tidak dapat memberikan Zhara kendaraan sama seperti anak seumurannya.
Jika Zhara memiliki kendaraannya sendiri mungkin saja dia tidak akan terlibat kecelakaan itu.
Begitulah yang dipikirkan Ayunda...
"Ini bukan salah ibu.. walaupun aku memiliki kendaraanku sendiri, tidak menutup kemungkinan jika aku masih bisa mengalami kecelakaan.." kata Zhara meyakinkan ibunya.
Sekarang dia menyesal karena telah membuat ibunya khawatir...
"Tapi tetap saja ibu akan membelikanmu kendaraan secepatnya." kata Ayunda bersikeras.
Zhara menghela napas melihat sang ibu yang begitu keras kepala.
"Baiklah, baiklah.. tapi aku hanya ingin motor yang murah..." ujar Zhara.
Ayunda tersenyum lembut melihat anaknya yang telah setuju lalu menyuapi Zhara makanan yang dibawanya, padahal hanya lengan kiri Zhara yang patah dan masih bisa menggerakkan tangan kanannya.
Tapi Ayunda bersikeras untuk menyuapinya yang membuat Zhara kembali mengalah...
Tak lama kemudian berita di TV yang ada di ruangan itu menyita perhatian Zhara.
Judul dari berita yang dibawakan adalah: Z The Mysterious Villain
Disana ada pembawa acara yang sedang mewawancarai Jendral Grinz yang telah berumur 60 tahunan, dia adalah jendral yang sama yang dimintai bantuan oleh Reynald.
[Menurutku, pencurian yang dilakukan oleh penjahat yang kita kenal sebagai Z sudah sangat terencana, dari sejak dia memasuki museum dan melarikan diri, semuanya benar-benar terencana dengan baik]
Jawaban yang diberikan Jendral Grinz 50% benar, Zhara memang sudah merencanakan pencuriannya dari awal, tapi semuanya tidak berjalan semulus itu.
Rencana awal adalah Zhara mencuri kartu identitas Reynald tanpa diketahui lalu pergi ke ruangan kontrol untuk mematikan CCTV serta memadamkan listrik untuk mencegah bantuan pasukan khusus lainnya dan mencuri kristalnya dengan mudah.
Tapi penyusupannya diketahui karena salah satu pasukan yang menyadari jika seluruh staf tata usaha telah diliburkan, setelah itu semuanya mulai kacau dengan kristal yang dipalsukan dan bantuan musuh dengan helikopter.
Bahkan rencana melarikan dirinya yang sudah matang menjadi kacau karena keahlian Reynald dalam membidik membuatnya mengubah jalur pelarian ke lorong kecil.
Tapi lagi lagi rencana itu gagal karena ternyata Reynald mengenal tempat itu dengan baik....
Dalam satu aksi pencurian itu entah sudah berapa banyak rencana yang digunakannya...
[Lantas bagaimana dengan korban yang ditimbulkan dari penyerangan itu? Bisa beritahu para pemirsa yang ada dirumah Jendral?]
[Baik, korban yang gugur dari kejadian itu berjumlah 72 orang yang terdiri dari 71 pasukan khusus, dan 1 pasukan angkatan udara, selain itu terjadi beberapa kecelakaan beruntun akibat aksi kejar-kejaran di jalan raya yang menewaskan 13 penduduk sipil dan 24 lainnya mengalami luka-luka]
Zhara tidak merasa bersalah atas korban yang terlibat.. tujuannya hanyalah untuk mendapatkan kristal itu tanpa melukai siapapun.. itu karena perlawanan mereka yang membuat Zhara terpaksa melakukan kekerasan..
Jika mencari orang yang bersalah dalam kejadian itu, maka yang bersalah adalah kapten Reynald dan pihak militer yang tidak kompeten dalam tugasnya.
[Apakah tidak ada bukti yang didapatkan mengenai identitas Z ini?]
[.... untuk saat ini.. kami masih belum memiliki bukti apapun, tapi kami berjanji untuk segera menangkap pelaku dan menghukumnya atas apa yang telah dia lakukan]
Hukuman?
Itu hanya omong kosong bagi Zhara.
Zhara tahu betul hukuman yang ada di dunia saat ini, itu adalah hukuman yang tajam kebawah tapi tumpul keatas, tajam ke masyarakat bawah dan tumpul ke masyarakat atas
Tidak ada hukuman yang sempurna di dunia ini.
[Lalu pertanyaan terakhir adalah, siapa yang bertanggung jawab atas terjadinya pencurian kristal berharga itu?]
Pertanyaan yang ditunggu-tunggu Zhara akhirnya ditanyakan.
Tentu saja yang bertanggung jawab adalah...
[Kapten pasukan khusus, Reynald. Dialah yang bertanggung jawab atas kejadian itu.. saat ini pangkatnya sebagai kapten pasukan khusus akan dicabut sementara sebagai hukumannya]
Zhara sedikit tidak terima dengan hukuman yang didapatkan Reynald. Dia masih memiliki dendam pribadi pada pria itu.
Jika pangkatnya dicabut itu artinya dia tidak akan bisa bertemu dengannya lagi untuk membalaskan dendamnya...
[Lalu bagaimana dengan kasus Z jika kapten Reynald diberhentikan?]
[Tenang saja... kasusnya akan ditangani oleh Nona Kinata yang berasal dari kemiliteran Jepang, kami telah menjalin hubungan kerja sama untuk mengatasi kasus ini...]
"Kinata...." gumam Zhara refleks setelah mendengar nama yang disebutkan itu.
"?"
"Zhara, ada apa?" ujar ibunya yang dari tadi masih menyuapi Zhara.
"..... Tidak ada, ngomong-ngomong masakan ibu sangat enak..." kata Zhara mengalihkan pembicaraan.
"Benarkah!? kalau begitu makanlah yang banyak!" ujar Ayunda dengan riang lalu kembali menyuapi Zhara...
'Sepertinya kita akan bertemu lagi...' batin Zhara agak senang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Apakah Kinata adalah Heroin utama? Em.... entahlah, Zhara punya terlalu banyak cewek...
...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...