1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 43: Licik



...[1007 Days Before The Apocalypse]...


Pelatihan yang di jalani Rosalie, Laura dan Iris cukup berat karena Zhara yang melatih mereka cukup keras dan tegas, tapi itu sama sekali tidak mengurangi semangat mereka untuk menjadi lebih kuat dan berguna bagi Zhara.


Rosalie memiliki kecepatan reaksi yang baik dan cepat mempelajari apa yang diajarkan oleh Zhara, oleh karena itu dia menjadi pemimpin team ALPHA yang membutuhkan refleks yang baik.


Laura juga memiliki reaksi yang bagus tapi tidak sebaik Rosalie tapi memiliki kemampuan adaptasi dan fokus yang baik, oleh karena itu dia menjadi pemimpin team DELTA yang berfokus pada serangan udara yang membutuhkan banyak fokus.


Sementara untuk Iris, kemampuannya dalam pertarungan tidak sehebat Rosalie dan Laura, tapi dia memiliki kecerdasan yang melebihi mereka berdua dan kemampuan analisis yang sangat baik.


Oleh karena itu Iris sangat cocok menjadi pemimpin team ECHO yang berfokus dalam pengumpulan informasi dan pengoprasian teknologi militer.


Namun meskipun kemampuan bertarung Iris tidak terlalu baik, dia masih harus ikut latihan bersama Rosalie dan Laura.


Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di dalam medan perang, oleh karena itu Iris setidaknya harus memiliki kemampuan bertarung yang cukup untuk melindungi dirinya.


Beberapa hari kemudian, Evalina datang ke perusahaan Zhara untuk berkeliling di sana seperti yang di janjikan oleh Zhara.


Evalina juga berdandan dengan cantik agar Zhara lebih mencintainya, dan seperti yang diharapkan, Zhara langsung memuji penampilan Evalina yang menurutnya sangat menawan.


"Aku tidak sabar untuk malam ini..." bisik Zhara di telinga Evalina.


"A-Ayo kita segera berkeliling." kata Evalina mengalihkan perhatian dengan gugup karena mereka sedang berada di tempat umum, bisa bahaya jika ada yang mendengar perkataan Zhara.


Zhara terkekeh.


"Sepertinya kau sudah tidak sabar..." kata Zhara dengan penuh arti.


"A-Apa maksudmu?" kata Evalina dengan tersipu.


"Sudahlah... Ayo kita berkeliling." ajak Zhara.


Kemudian Zhara membimbing Evalina untuk berkeliling di perusahaannya yang sangat besar.


Perusahaan Zhara terdiri dari gedung pencakar langit dengan 57 lantai, lantai 1 sampai 50 merupakan tempat dimana para karyawan bekerja sedangkan lantai 51 sampai 53 merupakan tempat kerja khusus untuk petinggi perusahaan, dan untuk lantai 54 sampai 57 merupakan kamar khusus untuk petinggi perusahaan seperti Zhara dan Aurel.


Untuk penelitian Aland dan yang lainnya berada di tempat khusus yaitu ruangan bawah tanah yang mempunyai 10 tingkat, tentunya Zhara tidak membawa Evalina ke tempat itu karena terdapat banyak rahasia di tempat itu...


Kriiiing.....


Ketika Zhara dan Evalina sedang asyik berkeliling di tempat yang membuat Evalina sangat terkagum-kagum itu, Zhara tiba-tiba menerima panggilan telepon dari Aurel.


"Apakah ada tugas penting?" tanya Evalina.


"Sepertinya begitu...." jawab Zhara.


"Kalau begitu sebaiknya kau segera kesana, aku bisa berkeliling sendirian di sini."


"Aku akan datang mencarimu begitu pekerjaanku selesai." kata Zhara lalu bersiap untuk pergi.


Tapi sebelum dia bisa meninggalkan Evalina, Evalina sudah memeluknya terlebih dahulu dari belakang yang membuat Zhara sedikit tertegun.


"Jangan berlama-lama...." bisik Evalina sedih.


Entah kenapa perasaan Zhara sedikit menghangat karena keberadaan Evalina yang selalu dekat dengannya, ini menandakan hatinya kembali terbuka untuk menerima perasaan cinta.


Namun, Zhara dengan cepat menepis perasaan itu dan menguatkan hatinya agar tidak terpengaruh oleh perasaan yang pernah menghancurkan dirinya sendiri itu di masa lalu.


'Cinta hanya menghambat tujuanku....'


Zhara terus mengatakan hal itu dalam dirinya agar bisa fokus dalam tujuannya.


Seharusnya Zhara yang akan mengendalikan Evalina dengan segudang taktiknya, bukan sebaliknya Evalina yang mengendalikannya dengan sikap baik dan penuh kasih sayangnya...


"..... Baiklah." kata Zhara lalu melepaskan pelukan Evalina dan pergi begitu saja tanpa memandang Evalina.


...----------------...


Di ruang kerja Aurel.


"Memangnya apa masalah pentingnya?" tanya Zhara tanpa basa basi.


Aurel menyalakan komputernya memperlihatkannya kepada Zhara.


"Ini! Virus VG-19.... Tapi kali ini lebih banyak daripada sebelumnya...." kata Zhara dengan sangat terkejut.


Seharusnya virus VG-19 banyak ditemukan di tahun 2019 dan diumumkan ke publik di tahun itu juga, virus VG-19 dinobatkan sebagai virus komputer paling berbahaya di dunia karena kengeriannya yang tidak dapat dicegah oleh software apapun.


Sebelumnya hanya ada 1 virus VG-19 yang telah dihancurkan oleh Zhara, tapi itu sebenarnya bukan virus VG-19 yang sempurna atau bisa dibilang masih versi beta dan masih mudah untuk dihancurkan.


"Apa kau bisa menghancurkannya?" tanya Aurel dengan khawatir.


Jika virus VG-19 tidak dihancurkan dengan cepat, maka seluruh data penelitian pasti akan terhapus atau tersebarkan.


"Kurasa aku bisa melakukannya... Berikan aku waktu...." kata Zhara dengan sedikit ragu.


Dengan itu, Zhara mulai mencoba untuk menghancurkan puluhan sampai ratusan virus VG-19 dengan cara yang sama seperti sebelumnya, tapi kali ini jauh lebih serius.


3 jam telah berlalu semenjak Zhara mulai bertarung dengan puluhan sampai ratusan virus VG-19 yang telah sempurna, bagi Zhara ini adalah pertarungan online yang paling sulit dan menguras konsetrasi baginya.


Bahkan Zhara lebih memilih untuk bertarung melawan puluhan pasukan khusus daripada virus yang menjengkelkan itu.


Tapi usaha Zhara tidak sia-sia karena akhirnya bisa menghancurkan virus durjana itu setelah 5 jam pertarungan tanpa henti.


"Apa semuanya baik-baik saja?" tanya Aurel karena melihat data dari penelitian yang tidak terlihat di layar komputernya.


"Semuanya baik-baik saja.... Data penelitian sedang dimuat kembali dan akan selesai dalam beberapa jam atau hari, jadi tidak perlu khawatir...." kata Zhara.


"Fiuh.... Syukurlah.... Oh, benar! Apakah virus itu akan datang kembali?" kata Aurel.


"Aku tidak tahu, tapi.... Kita harus memiliki pelindungan untuk mencegah virus itu kembali muncul...." kata Zhara.


"Tapi bagaimana caranya?"


"Tenang, biar aku yang mengurusnya." kata Zhara.


'Kurasa aku harus mendapatkan barang itu secepatnya dari Evalina....' batin Zhara.


...----------------...


Setelah menyelesaikan tugasnya, Zhara datang menemui Evalina yang sudah berada di lantai 1.


"Apa aku membuatmu menunggu terlalu lama?" ujar Zhara.


"Tidak juga, apa kau sudah selesaikan pekerjaanmu?" kata Evalina.


"Hm, itu selesai dengan sempurna..." kata Zhara, sebenarnya dia masih lelah karena telah mengeluarkan terlalu banyak tenaga saat bertarung dengan virus VG-19.


Tapi Zhara memaksakan dirinya untuk menemui Evalina karena masih ada yang ingin dia lakukan.


Zhara mendekati Evalina dan berbisik di telinganya.


"Sudah lama kita tidak melakukannya..." bisik Zhara.


"Hm... Ayo kita lakukan nanti malam..." bisik Evalina dengan tersipu.


"Bagaimana jika kita lakukan di rumahmu, apakah disana ada orang?" bisik Zhara.


"Keluargaku sedang berada di luar negeri, jadi tidak ada siapa-siapa di rumahku." bisik Evalina.


"Baiklah, kita lakukan disana..." bisik Zhara dengan lembut, tapi jauh di dalam hatinya dia menyeringai dengan licik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...