1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 45: Pengkhianatan



'Cih! Kenapa aku bisa lengah!' batin Zhara dengan kesal.


Walaupun Evalina terlihat sudah sepenuhnya tunduk padanya, seharusnya Zhara masih harus tetap waspada karena bagaimanapun Evalina adalah salah satu dari keluarga Alastrine, keluarga besar yang menguasai pasar teknologi terbesar di negaranya...


Tapi jika dilihat lagi, tidak mungkin Evalina mengkhianati Zhara tanpa rencana sama sekali.


'Tidak, semuanya sudah terencana dari awal...' batin Zhara.


Jika diperhatikan lagi, kemunculan Evalina di sekolah waktu pertama kali terlihat sangat janggal dan tidak masuk akal, dia datang begitu saja dan mengatakan jika dia tidak masalah menjadi salah satu gadis Zhara.


Tidak ada wanita yang rela di duakan, oleh karena itu keputusan Evalina terlihat sangat aneh dan mencurigakan.


Selain itu ketika Zhara ingin bercinta saat pertama kali dengan Evalina, dia sempat menolak Zhara dengan keras seolah-olah Evalina tidak sudi bercinta dengan Zhara.


Zhara dan Evalina telah menjalani banyak waktu berdua dari siang maupun malam, tapi kenapa keluarga Evalina tidak pernah mencarinya? Evalina juga tidak pernah menghubungi keluarganya.


Tidak masuk akal membiarkan anak perempuan berkeliaran tanpa pengawasan orang tuanya.


Selain itu melalui pengetahuan Zhara akan masa depan, Evalina mempunyai keluarga yang baik dan peduli kepadanya, jadi tidak mungkin keluarga Evalina akan mengabaikan Evalina...


Keluarga Alastrine merupakan keluarga besar yang menguasai pasar teknologi di seluruh bagian negara indonesia dengan perusahaannya yang bernama Astrine Industrions.


Tapi yang terpenting dari hal itu adalah fakta jika perusahaan Alastrine Industrions adalah perusahaan yang menguasai perusahaan Futuristik Generation dan membuat perusahaan keluarga Evalina itu berkembang pesat hingga ke luar negeri di kehidupan masa lalu Zhara.


Tapi sekarang perusahaan Futuristik Generation telah dimiliki oleh Zhara yang membuat Alastrine Industrions kehilangan kesuksesannya di masa depan...


'Tapi mustahil jika Evalina sendiri yang menyusun rencana sempurna seperti ini.... Sepertinya rencana Evalina ada campur tangan kakek tua itu...' batin Zhara.


Kakek tua yang dimaksud adalah kakek Evalina yang merupakan pemilik perusahaan Alastrine Industrions saat ini, itu juga merupakan kakek yang sama dengan kakek yang ada di perjudian ilegal sebelumnya, dan nama kakek itu adalah Mr. Amril.


Zhara tahu betul bagaimana kelicikan kakek tua itu di kehidupan masa lalunya, Mr. Amril dikenal sebagai jenius bahkan sejak masih muda, selain itu obsesinya terhadap sesuatu yang baru membuatnya dikenal sebagai maniac kolektor.


Jadi sudah jelas sekarang jika Mr. Amril menyuruh Evalina untuk mendekati Zhara dan mendapatkan data penelitian dari perusahaannya.


Dan yang paling penting dan fatal adalah pelukan hangat Evalina sebelumnya, nyatanya itu hanyalah trik yang Evalina gunakan untuk mengambil kartu identitas Zhara dan memanfaatkan sistem yang error akibat virus VG-19 untuk mencuri data penelitian dengan mudah.


Zhara juga sangat kesal dengan dirinya sendiri yang tidak menyadari semua trik yang sudah dimainkan oleh Evalina.


Zhara merasa semuanya sudah berjalan sesuai rencananya semenjak mendapatkan Evalina, tapi nyatanya dirinya sudah berada dalam perangkap Evalina sejak awal.


Gadis itu membuat Zhara meyakini jika semuanya sudah dalam rencananya dan menghancurkan Zhara dengan satu tindakan tak terduga.


Sungguh ironis sekali.


Gadis yang selama ini dia bohongi dan manfaatkan ternyata telah lebih banyak membohongi dan memanfaatkan dirinya..


Walaupun masih ada sedikit keraguan dari kesimpulan Zhara, tapi Zhara menguatkan dirinya untuk menghadapi kenyataan.


'Tidak ada ampunan bagi pengkhianatan, aku akan memastikan jika kau mendapatkan balasan yang setimpal... Tunggu saja kau, Evalina....' batin Zhara dengan kejam.


Persetan dengan semua perasaan dan kebahagiaan yang selama ini Zhara rasakan, pengkhianat tetaplah pengkhianat. Tidak ada yang bisa mengubah hal itu...


Ketika mereka semua sedang berdiskusi untuk mengetahui kasus pencurian yang terjadi, Zhara hanya diam dan memikirkan tentang pengkhianatan Evalina yang membuat Aurel menaruh kecurigaan padanya.


"Zhara, kau pasti tahu sesuatu, kan?" ujar Aurel menyadarkan Zhara.


"....."


Zhara tidak mampu menjawabnya, memang benar jika kejadian itu adalah kesalahannya, tapi bukanlah sifat Zhara untuk meminta maaf kepada seseorang.


"Kenapa kau diam saja? Kau pasti tahu sesuatu, kan!?" kata Aurel mulai emosi.


"Ah, aku ingat sekarang! Tadi pagi tuan Zhara membawa pacarnya ke perusahaan!" kata Viola yang menyita perhatian semua orang.


Aurel menjadi emosi dan menatap Zhara dengan penuh kemarahan, dia kemudian memegang kerah baju Zhara dengan kesal.


"Apa yang kau lakukan!? Bukankah kau bilang tidak boleh ada orang luar yang memasuki perusahaan!? Sekarang karena ulahmu penelitian yang selama ini kita kerjakan dicuri!!" kata Aurel dengan kemarahan yang memuncak.


"....."


Yang bekerja keras selama ini demi perusahaan adalah Aurel dan semua orang, Zhara tidak pernah bekerja dan menjalani kewajibannya sebagai pemimpin perusahaan menunjukan dirinya pada publik.


Jadi sudah jelas Aurel merasa sangat marah dan kecewa kepada Zhara...


"Cukup! Tidak ada gunanya bertengkar sekarang! Kita harus menemukan jalan keluar untuk masalah ini!" teriak Rosalie menghentikan tindakan Aurel.


"..... Maaf aku terbawa emosi." kata Aurel lalu melepaskan tangannya dari kerah baju Zhara.


"Bisa kau beritahu siapa pacarmu itu?" tanya Rosalie kepada Zhara.


"..... Cucu pemilik perusahaan Alastrine Industrions." kata Zhara.


Dia sama sekali tidak melawan Aurel ketika kerah bajunya ditarik dengan kasar karena Zhara memang merasa pantas mendapatkannya.


"Kalau begitu pasti gawat..." kata Rian yang sejak tadi hanya menyimak.


Disini Rian sudah bisa mengendalikan emosinya sedikit, jika tidak dia pasti sudah marah dan memukul wajah Zhara sebelum Aurel bertindak.


"Itu benar, jika pencuri itu adalah Alastrine Industrions maka mereka pasti akan mengklaim pada publik jika penelitian itu adalah miliknya, setelah itu terjadi maka mustahil kita bisa mendapatkannya kembali.." kata Adney melanjutkan perkataan Rian.


Inilah yang paling berbahaya dalam pencurian data perusahaan, mereka yang mendapatkan data perusahaan lawannya akan mengklaim jika itu adalah miliknya kepada publik yang membuat kesuksesan perusahaan terjamin.


Dan sebaliknya, perusahaan yang hasil kerja kerasnya dicuri tidak dapat melakukan apapun karena tidak mempunyai bukti sama sekali terkait datanya yang dicuri.


Dunia bisnis itu memang kejam dan licik.


"Kalau begitu kita harus bergerak cepat sebelum Alastrine Industrions mengklaim data perusahaan kita!" kata Aurel.


"Itu akan sulit karena kita tidak bisa mengerahkan kekuatan pasukan SIERRA, itu hanya akan mengambil perhatian publik." kata Rosalie.


Akan buruk bagi citra perusahaan Futuristik Generation jika diketahui menyerang perusahaan Alastrine Industrions, belum lagi itu termasuk tindakan kriminal yang akan mengundang kemiliteran negara.


Dan satu lagi, alasan kenapa karyawan lainnya masih tenang seolah-olah tidak terjadi apapun saat Zhara memasuki perusahaan, itu adalah karena Aurel tidak memberitahu mereka agar tidak menimbulkan keributan.


"Satu satunya pilihan kita hanyalah menyusup, ya..." gumam Aurel.


"Ayo kita membahasnya lebih dalam di tempat yang tepat." kata Rosalie.


Tidak enak rasanya merencanakan sesuatu sambil berdiri.


Ketika semua orang sudah berjalan memasuki ruangan yang telah di sediakan, Zhara masih di belakang dan mengambil chip yang didapatkannya dari mansion Evalina.


Ketika Zhara lebih memperhatikannya dengan baik, dia menyadari sesuatu...


"Ini palsu..." gumam Zhara lalu meremas chip itu hingga hancur...


...----------------...


Disisi lain, sangat berbeda 360 derajat dari hubungan Zhara dan Evalina yang telah hancur berkeping keping, hubungan Amelia dan sahabat masa kecilnya, Reno jauh berkembang dengan lebih baik.


Amelia senang ketika bersama Reno yang selama ini dia lupakan keberadaannya padahal saat kecil mereka berdua sangat dekat.


Nyatanya yang kurang dari hubungan mereka saat sudah remaja ini hanyalah waktu untuk saling mengerti dan memahami satu sama lain.


Dan mereka sekarang telah memahami satu sama lain dan hanya tinggal waktu yang memutuskan bagaimana hubungan mereka kedepannya...


'Kurasa aku harus move on dari Zhara...' batin Amelia.


Amelia akhirnya sadar jika perasaan yang dia miliki kepada Zhara hanyalah sebuah obsesi tidak berarti dari hatinya yang rapuh.


Dia juga sadar jika satu-satunya orang yang tulus mencintainya hanyalah Reno seorang.


Tidak ada gunanya mengejar cinta yang tidak jelas sedangkan Amelia sudah memiliki seseorang yang mencintainya dengan tulus...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...