
Guru wanita yang membawa Zhara dan Amelia itu bernama Lia atau biasa dipanggil Bu Lia, dia baru saja mengajar di sekolah itu beberapa minggu lalu dan sekarang telah menemukan pelanggaran berat yang dilakukan oleh muridnya.
Awalnya Bu Lia ingin membawa kasus pelecehan sek.sual ini lebih serius tapi mengingat Amelia yang merupakan siswa teladan juga akan terlibat didalamnya dan mungkin akan membuat masa depan gadis itu suram membuat Bu Lia mengurungkan niatnya.
Dan karena hal itu juga Bu Lia lebih memilih untuk menghukum Zhara dan Amelia secara pribadi dan itu disetujui oleh Amelia yang juga tidak ingin meneruskan masalah itu dan mengundang banyak perhatian yang tidak perlu.
Disisi lain Zhara sama sekali tidak peduli dengan hal itu yang membuat Amelia menjadi sangat kesal.
"Hei bisakah kau serius sedikit? Kau akan dalam masalah besar jika kasus itu aku teruskan, bagaimana kau bisa tetap tenang dengan hal itu?" ujar Amelia dengan sedikit kesal.
"Lalu kenapa kau tidak meneruskan kasus itu?"
"Apa kau kira aku bodoh? Jika aku meneruskannya maka bukan hanya dirimu saja yang dalam masalah tapi juga diriku, apa yang harus aku katakan pada orang tuaku jika itu terjadi?"
Zhara tidak menjawabnya melainkan hanya kembali berjalan menuju kelasnya.
"...... Lagian ada apa denganmu sampai melakukan hal itu?" tanya Amelia dengan sedikit ragu.
Zhara berhenti dan langsung menetap Amelia dengan dalam. Amelia yang ditatap seperti itu merasa sedikit tidak nyaman, Zhara berjalan kearah Amelia sementara Amelia menghindarinya dengan mundur sedikit demi sedikit.
Namun karena ada dinding di belakang Amelia, jadi Amelia tidak bisa menghindar lebih jauh lagi dan ketika dia memalingkan kepalanya, wajah tampan Zhara sudah berada sangat dekat dengan wajahnya.
"Aku akan mengatakan langsung apa tujuanku yang sebenarnya...." kata Zhara dengan dingin.
"A-Apa itu?" tanya Amelia sedikit penasaran tapi juga gugup.
"Jadilah miliku."
"!!!"
Amelia sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Zhara, dia memang sudah sering mendapatkan pengakuan cinta dari banyak laki-laki karena dirinya yang populer tapi Amelia tidak menerima semua itu dan menolaknya dengan halus.
Tapi berbeda dengan pengakuan cinta yang sudah sering dia alami, pengakuan Zhara membuat jantungnya langsung berdetak kencang entah itu karena wajah tampan Zhara yang begitu dekat dengan wajahnya atau pengakuan Zhara yang sangat mendominasi.
"S-Sepertinya kelas akan segera dimulai, jadi kita harus masuk secepatnya." ujar Amelia mengalihkan pembicaraan dengan gugup.
Amelia tidak tahu harus menjawab seperti apa dan mengalihkan perhatian dan langsung kabur begitu saja dengan wajah memerah.
Zhara memandangi kepergian Amelia dengan sedikit senyuman dingin.
'Sepertinya itu berhasil...' batin Zhara.
Sebenarnya Zhara sama sekali tidak ada rasa sedikitpun kepada Amelia, adegan tadi itu hanyalah untuk memikat Amelia agar bisa menjadi miliknya dan selalu setia kepadanya melalui perasaan cinta buta.
Dimasa depan Amelia dikenal dengan sifatnya yang tidak tidak mempercayai siapapun kecuali anggotanya dan tidak pernah tunduk pada siapapun.
Bagaimana jika kali ini Amelia tunduk kepada Zhara dan selalu setia kepadanya? Itu pasti akan membuat kekuatan Zhara meningkat drastis.
Tujuan Zhara bukan hanya mempersiapkan Apocalypse dengan menjadi kaya dan membangun bunker yang kokoh tapi juga membuat semua orang kuat menjadi setia kepadanya, dengan hal itu maka dia tidak akan terkalahkan....
...----------------...
Sekolah telah berakhir di jam 13:00 dan Zhara tidak langsung pulang ke rumah karena ibunya pulang kerja pukul 20:00, jadi Zhara mempunyai waktu sekitar 7 jam untuk berada di luar rumah.
Sebelumnya, Zhara biasanya akan selalu menghabiskan waktu bersama teman-temannya yang juga merupakan siswa nakal dan pulang ketika sudah larut malam, tapi saat ini dia memiliki hal yang harus dilakukan secepatnya.
Zhara harus memiliki banyak uang secepatnya!
Dan untuk menjadi langkah awal dalam menghasilkan uang dengan cepat, Zhara tahu tempat yang tepat. Itu adalah sebuah tempat judi ilegal yang ada dekat di kotanya itu.
"Nak, ini bukan tempat yang bisa kau kunjungi." kata salah satu pria berotot penjaga pintu masuk sebuah pintu kecil.
Walaupun sudah diperingati tapi Zhara tetap berjalan mendekati mereka. Kedua pria berotot itu sedikit kebingungan dengan tindakan Zhara lalu mendekatinya untuk mencegatnya, tapi bersamaan dengan itu juga-
TAK! TAK!
BRUK! BRUK!
Zhara langsung membuat kedua pria berotot itu pingsan hanya dengan sebuah pukulan dileher mereka.
Zhara tahu jika berbicara dengan mereka sama saja membuang-buang waktu berharganya, jadi dia lebih memilih menggunakan kekerasan.
Karena halangan telah dibereskan jadi Zhara dapat memasuki tempat itu dengan mudah. Pintu dibuka dan memperlihatkan ruangan yang penuh dengan pria dan wanita sedang berdansa mengikuti irama musik DJ yang dimainkan ditempat itu.
Bau parfum yang menyengat dan alkohol yang memabukkan tidak luput dari indra penciuman Zhara yang tajam.
Di ujung ruangan heboh itu, Zhara melihat beberapa orang yang sedang duduk di sebuah kursi dengan meja persegi panjang yang ada ditengah mereka.
Itulah yang menjadi tujuan Zhara.
Zhara mendekati orang yang sedang bermain judi tersebut dan langsung mengatakan keinginannya untuk ikut bermain.
Mereka tentunya tidak percaya pada Zhara karena dilihat darimanapun penampilannya masihlah remaja dan masih menggunakan seragam SMA, jadi tidak mungkin Zhara memiliki kemampuan untuk berjudi.
"Hei pergilah kau bocah-"
"Luke, biarkah anak itu bermain."
Seseorang pria berkulit hitam yang terlihat seperti orang Amerika dan dipanggil Luke ingin mengusir Zhara tetapi seorang pria tua langsung membentaknya dan lebih mengizinkan Zhara untuk ikut bermain.
"Apakah anda yakin Tuan?" tanya Luke.
"Apakah kau meragukanku?" kata pria tua itu dan menatap Luke dengan sinis yang membuatnya langsung gugup.
Pria tua itu bernama Amril atau lebih dikenal sebagai Mr. Amril, ia adalah seorang pengusaha terkenal yang telah memiliki banyak perusahaan di dunia sekaligus terkenal karena kemampuan berjudinya yang hebat.
Sementara Luke hanyalah asistennya
Sebenarnya Mr. Amril mengizinkan Zhara bermain hanya karena penasaran bagaimana Zhara bisa memasuki tempat itu yang memiliki penjagaan sangat kuat. jika Zhara bisa memasuki tempat itu maka bisa dipastikan jika kekuatan atau latar belakang Zhara tidaklah biasa.
"Apa kau serius ingin membiarkan anak itu bermain, pak tua?" ujar salah satu lawan judinya meremehkan Mr. Amril.
"Tentu saja, aku yang akan menanggung semua biaya perjudian yang akan dilakukan oleh anak muda ini." kata Mr. Amril dengan percaya diri.
Lawan Mr. Amril meremehkan keputusan yang diambil olehnya, bagaimanapun memberikan seorang anak SMA untuk berjudi mewakili dirinya itu adalah tindakan yang benar-benar bodoh dan hanya membuang-buang uang.
Disisi lain Zhara sedikit senang karena Mr. Amril yang akan menanggung semua biaya perjudiannya walaupun masih penuh kecurigaan. Zhara ke tempat ini hanya membawa uang sebesar 50 rb sedangkan yang mereka pertaruhan adalah menggunakan mata uang Dolar.
Perjudian yang mereka mainkan adalah permainan poker. Inti dari bermain poker adalah memiliki kombinasi 5 kartu yang paling besar dan pemenangnya adalah pemilik kartu dengan kombinasi yang paling besar tersebut.
Kombinasi kartu ini sudah ditentukan sebelumnya dan sudah menjadi aturan dasar dalam cara bermain poker.
Pada tahap buka kartu, para pemain yang tersisa membandingkan kartu-kartu yang mereka miliki sesuai urutan kekuatan kombinasi kartu.
Jika dua pemain memiliki kombinasi kartu dengan nilai yang sama atau tidak ada yang memiliki kombinasi kartu yang menang, maka pemain yang memiliki kartu bernilai tertinggi menjadi pemenang (kartu as bernilai tertinggi).
Tentunya Zhara datang ke tempat ini tanpa perhitungan, di masa Apocalypse dia telah memenangkan banyak perjudian, bahkan perjudian yang mempertaruhkan nyawanya sendiri sudah pernah dia lakukan.
Jadi perjudian kecil seperti itu bukanlah masalah baginya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...