1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 72: Mendapatkan Bendera Merah



Pertandingan merebutkan bendera lawan antara tim Frasier-01 dan tim AI telah dimulai selama beberapa menit, namun tim Frasier-01 sudah menghancurkan cukup banyak tim AI.


Ini adalah pertempuran pertama mereka menggunakan senjata teknologi canggih yang baru dan asing di telinga mereka, namun mereka dapat mengikuti pertempuran dengan cukup baik.


Di sebelah barat pulau pelatihan, Felix Rogue beserta prajuritnya menghancurkan cukup banyak musuh dan terus menerobos masuk ke wilayah musuh, semakin jauh dia pergi maka semakin banyak juga musuh yang dia temui.


Sementara itu di sebelah timur pulau pelatihan, Warren Reid juga tengah bertempur melawan puluhan robot tempur jenis Supreme REKT menggunakan robot tempur jenis Neohuman08.


Dia adalah ketua dari tim Ibelya, jadi dia memimpin sebagian besar timnya yang juga mengendarai robot tempurnya masing masing.


Supreme REKT menembakan misil super kuat dari belakang punggungnya dan menyerang pasukan Ibelya, namun pasukan Ibelya yang menggunakan robot tempur jenis Neohuman08 dapat menghindarinya dengan lincah.


"Kita harus terus maju demi mengantar Asher Dean dan Kyler Queen!" perintah Warren.


""Baik!"" jawab pasukannya serentak.


Asher Dean dan Kyler Queen adalah dua orang ketua dari tim Ageverra, mereka saat ini menaiki belakang robot Neohuman08 milik Warren Reid.


Kilatan tembakan dan ledakan besar yang mengguncang tanah terjadi di mana mana ketika pertempuran bertambah intens.


Sebagian pasukan Frasier-01 berhasil memasuki area dimana bendera musuh berada akan tetapi bendera itu di jaga oleh puluhan robot tempur jenis Defender56 yang terkenal akan kekuatan pertahanannya.


"Hancurkan mereka semua!!" perintah Warren.


Setelah mendapatkan perintah dari ketua mereka, seluruh pasukan Ibelya sontak menghujani puluhan robot Defender56.


Namun, walaupun telah mendapatkan banyak tembakan beruntun, hanya beberapa robot yang berhasil dimusnahkan sementara sisanya hanya mengalami sedikit kerusakan.


"Cih! Pertahanan mereka terlalu kuat!" decak Warren kesal.


"Kurasa sudah saatnya kami bergerak." kata Asher Dean membuat Warren sedikit terkejut.


"Jumlah mereka masih terlalu banyak, jadi sangat beresiko untuk kalian bergerak sekarang!" kata Warren.


"Tidak usah khawatir karena kami memiliki keahlian khusus." kata Kyler Queen ikut dalam pembicaraan.


Asher dan Queen menekan salah satu tombol di seragam mereka, bersama dengan itu mereka tiba tiba menghilang di tempat tadi.


"Apa itu?" tanya Warren.


"Ini adalah salah satu perangkat yang kita miliki, seragam invisible yang sangat berguna dalam hal penyusupan." kata Asher yang sudah tak terlihat.


Mereka berdua adalah ketua dari tim yang bertugas dalam pengumpulan informasi dan penyusupan sekaligus menjadi seorang Assassin yang membunuh musuhnya diam diam tanpa diketahui.


Jadi seragam invisible itu memang sangat cocok untuk mereka.


"Kurasa sekarang kalian bisa menjalankan rencana dengan mudah." kata Warren.


"Baik, kami akan bergerak sekarang."



Asher dan Queen kemudian turun dari punggung robot Neohuman08 milik Warren dan langsung bergegas untuk mengambil bendera musuh dengan wujud tak terlihat mereka.


Mereka berlari melewati puluhan robot Defender56 sambil menghindari perang dahsyat yang terjadi di tempat itu hingga sampai di tempat dimana bendera merah musuh berada, namun ada satu robot Defender56 yang menjaga bendera itu dengan sangat lengket.


"Jangan berhenti, aku akan mengurus robot itu." kata Asher kepada Queen.


Queen menganggukan kepalanya, dia mempercepat larinya menggunakan sepatunya yang bisa berakselerasi tinggi bersamaan dengan Asher yang melompat keatas robot Defender56 penjaga bendera.


Queen berhasil mengambil bendera merah musuh dan membuat perhatian robot penjaga bendera teralihkan.


Asher melompat turun dan langsung berlari bersama Queen yang sudah berhasil mendapatkan bendera musuh.


DUUUAAAR!


Tak berselang lama kemudian robot Defender56 penjaga bendera itupun langsung meledak dan menghancurkannya sepenuhnya.


Sebuah sinyal transmisi terkirim ke seluruh robot tim AI, sinyal itu mengatakan jika bendera mereka sudah berada di tangan musuh mereka yaitu tim Frasier-01.


Robot tempur Defender56 yang ada di base langsung mengalihkan perhatian mereka ke tempat bendera sebelumnya berada dan melihat bendera mereka yang melayang pergi.


Mereka mengaktifkan penglihatan inframera dan akhirnya melihat keberadaan Asher dan Queen dengan jelas, merekapun mulai mengejarnya dan mengabaikan Warren Reid bersama pasukannya.


"Ini gawat! Mereka menemukannya!" kata Warren khawatir.


Bersamaan dengan itu tembakan energi yang amat dahsyat melesat dari samping mereka dan menghantam robot Defender56 yang mengejar Asher dan Queen hingga memberikan kerusakan yang besar.


Anehnya itu bukan serangan dari tim Ibelya. Warren mengalihkan pandangannya kearah sumber tembakan dan menemukan seseorang pria berdiri dengan gagah di depan pasukannya, itu adalah Felix Rogue yang akhirnya berhasil sampai di base musuh.


"Kau terlambat, Felix." ujar Warren melihat sahabatnya.


"Maaf atas keterlambatan kami, sebagai gantinya kami akan menghancurkan semua sampah rongsokan itu..." kata Felix sambil tersenyum.


...----------------...


Sementara itu di atas pulau tepatnya di sebuah pesawat Shestopalov FH5, Zhara dan Mark benar benar dibuat sangat kagum dengan pasukan mereka sendiri yang ternyata melebihi ekspektasi mereka.


Tidak mudah untuk menggunakan teknologi militer milik perusahaan Futuristik Generation, khususnya untuk robot tempur jenis Neohuman08 yang memerlukan refleks cepat, tapi mereka berhasil menguasainya dalam pertarungan secara langsung.


Selama ini mereka hanya diajarkan mengenai persenjataan Futuristik Generation secara lisan dan terkadang melakukan uji coba sendiri, seharusnya mereka tidak akan sehandal ini, tapi mereka benar benar bisa menguasai semua itu sekarang.


"Hebat, mereka bahkan bisa bekerja sama dengan baik walau sebenarnya mereka baru bertemu selama beberapa minggu..." ujar Mark dengan kagum.


"Itu benar, ini diluar ekspektasiku...." balas Zhara.


"Kalau terus begini bukankah mereka akan bisa menang dengan mudah?"


Zhara tersenyum,"Kurasa tidak semudah itu..."


"Apa maksudmu, tuan?" tanya Mark kebingungan.


"Tingkat kecerdasan tim AI sebelumnya hanya setingkat seorang anak berusia 10 tahun yang masih naif, tapi setelah bendera mereka diambil maka tingkat kecerdasan mereka akan otomatis berubah menjadi setingkat orang dewasa." kata Zhara.


"....."


Mark hanya terdiam.


Seharusnya dia tahu jika pelatihan yang Zhara berikan tidaklah semudah itu untuk diselesaikan, tapi dia masih khawatir akan satu hal....


"Bukankah kalau begitu akan ada korban jiwa di pihak kita?" tanya Mark.


"Tidak usah khawatir, teknologi penyembuhan milik Futuristik Generation jauh lebih maju daripada yang kau pikirkan, jadi seharusnya tidak ada yang akan mati...." balas Zhara dengan santai.


Setelah mendengar perkataan Zhara, akhirnya Mark bisa lega karena tidak akan kehilangan orang orang berbakat seperti pasukan Frasier-01.


...----------------...


...π½π‘–π‘˜π‘Ž π‘€π‘’π‘›π‘’π‘šπ‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘‡π‘¦π‘π‘œ π΄π‘‘π‘Žπ‘’ πΎπ‘’π‘ π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰π‘Žπ‘› π·π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘ƒπ‘’π‘›π‘’π‘™π‘–π‘ π‘Žπ‘›, π‘‡π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π΅π‘’π‘Ÿπ‘–π‘‘π‘Žπ’‰π‘’ π΄π‘’π‘‘π’‰π‘œπ‘Ÿ πΏπ‘’π‘€π‘Žπ‘‘ πΎπ‘œπ‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π‘ƒπ‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘”π‘Ÿπ‘Žπ‘“ π΄π‘”π‘Žπ‘Ÿ πΆπ‘’π‘π‘Žπ‘‘ π·π‘–π‘Ÿπ‘’π‘£π‘–π‘ π‘–...


...π½π‘–π‘˜π‘Ž π‘€π‘’π‘›π‘’π‘šπ‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘‡π‘¦π‘π‘œ π΄π‘‘π‘Žπ‘’ πΎπ‘’π‘ π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰π‘Žπ‘› π·π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘ƒπ‘’π‘›π‘’π‘™π‘–π‘ π‘Žπ‘›, π‘‡π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π΅π‘’π‘Ÿπ‘–π‘‘π‘Žπ’‰π‘’ π΄π‘’π‘‘π’‰π‘œπ‘Ÿ πΏπ‘’π‘€π‘Žπ‘‘ πΎπ‘œπ‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π‘ƒπ‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘”π‘Ÿπ‘Žπ‘“ π΄π‘”π‘Žπ‘Ÿ πΆπ‘’π‘π‘Žπ‘‘ π·π‘–π‘Ÿπ‘’π‘£π‘–π‘ π‘–...