
...[1015 Days Before Apocalypse]...
Kriiiing.....
Telepon Zhara berdering di pagi hari ketika Zhara tengah tidur di kamar khusus miliknya yang ada di perusahaan Futuristik Generation.
Semenjak bergabungnya Rosalie, Laura, dan Iris di perusahaannya, Zhara sibuk melatih mereka bertiga agar menjadi orang yang kuat dan dapat memimpin pasukan keamanan dengan baik.
Pasukan dalam perusahaan Futuristik Generation dinamakan sebagai SIERRA dan mereka dibagi menjadi 3 kelompok yang di pimpin langsung oleh Rosalie, Laura dan Iris.
Kelompok atau team yang dipimpin oleh Rosalie dinamakan sebagai team ALPHA yang memiliki jumlah anggota sebanyak 500 orang, mereka berspesialis sebagai pasukan penyerang yang mengandalkan serangan darat dan perairan.
Team yang dipimpin oleh Laura dinamakan sebagai team DELTA yang memiliki jumlah anggota yang sama dengan team ALPHA yaitu sebanyak 500 orang.
Team DELTA memiliki peran yang sama dengan team ALPHA yaitu sebagai pasukan penyerang, tapi team DELTA lebih fokus ke penyerangan udara.
Sedangkan team yang dipimpin oleh Iris dinamakan team ECHO yang memiliki jumlah anggota yang lumayan sedikit yaitu 300 orang, tugas team ECHO tidak seberbahaya team ALPHA dan team DELTA, tapi mereka memiliki peran yang tidak kalah penting.
Team ECHO berperan sebagai pasukan intel yang mengendalikan dan memberikan seluruh informasi mengenai jalannya pertempuran, mereka juga bertugas untuk mengoperasikan seluruh teknologi yang ada.
Bukan hanya itu mereka juga harus siap bertempur jika team ALPHA dan team DELTA terdesak, bisa dibilang team ECHO adalah pasukan bantuan terakhir dari SIERRA.
Alasan kenapa anggota team ECHO sangat sedikit adalah karena sulitnya menemukan orang yang alhi dalam bidang teknologi dan dapat dipercaya sepenuhnya.
Mungkin sekarang jumlah pasukan SIERRA masih bisa dibilang sedikit, tapi nantinya Zhara akan menambah pasukannya lebih banyak lagi sehingga bisa setara dengan pertahanan dari sebuah negara.
Sedekar info... Pasukan keamanan SIERRA masih disembunyikan dari publik....
Awalnya Aurel selaku pemilik perusahaan selain Zhara benar-benar terkejut dengan pasukan keamanan yang di rancang oleh Zhara.
Itu bukan pasukan keamanan lagi, itu adalah pasukan milliter yang siap berperang!!
Walaupun begitu Aurel tidak dapat memprotes tindakan Zhara yang menurutnya sangat berlebihan, dia berpikir jika Zhara pasti melakukan hal itu bukan tanpa alasan.
Kembali ke sisi Zhara.
Zhara terbangun dari tidurnya untuk mengangkat teleponnya yang berdering dari tadi dengan malas karena telah menggangu tidurnya padahal ini masih sangat pagi untuk bagun tidur.
[Zhara, kemana saja kau selama ini!?]
"Evalina?"
[Itu benar! Apa kau sudah melupakanku!?]
"Itu tidak benar... Tentu saja aku tidak akan melupakanmu..."
Itu bohong.
Tentu saja Zhara telah melupakannya.
Dia terlalu sibuk beberapa hari ini hingga melupakan Evalina yang masih menjalani kehidupan bersekolahnya tanpa Zhara.
Sebenarnya Zhara masih dianggap izin karena masih dirawat di rumah sakit hingga saat ini...
[Hmp.... Benarkah? Kau tidak bohong kan?]
"Memangnya sejak kapan aku berbohong padamu?"
Itu bohong lagi.
Nyatanya selama ini Zhara telah banyak membohongi gadis itu... Dari awal bertemu hingga saat ini semuanya masihlah kebohongan...
[Aku rindu denganmu jadi menemuimu di rumah sakit, tapi katanya kau sudah keluar beberapa hari yang lalu, bukankah itu artinya kau berbohong padaku?]
"Itu bukan berbohong, aku hanya lupa mengabarimu."
Lagi dan lagi itu hanyalah kebohongan.
Zhara sama sekali tidak pernah berniat mengabari gadis itu jika dia sudah keluar dari rumah sakit.
Gadis itu pasti akan merengek dan meminta Zhara untuk terus bersamanya.
Jujur itu menjengkelkan bagi Zhara...
[Kemarin aku sudah mencarimu ke rumahmu tapi ibumu mengatakan kalau kau pergi menginap ke rumah temanmu sedangkan kau tidak memiliki teman di sekolah, aku tahu itu hanyalah alasan agar bisa pergi ke perusahaanmu, kan?]
"Hah... Aku saat ini memang sedang berada di perusahaanku... Bisa kau rahasiakan ini?"
[Tentu aku akan merahasiakannya, tapi.... Kau harus berjanji untuk mengajakku berkeliling di perusahaanmu nanti, bagaimana?]
"Baiklah, baiklah... Tapi hanya sebentar saja."
[Baiklah kau sudah janji!]
[.......]
"Kenapa kau diam saja?"
[A-Aku ingin bertanya satu hal lagi... Apakah boleh?]
"Tanyakan saja apa yang kau mau..."
[A-Apakah kau tidur dengan wanita lain ketika tidak bersamaku?]
"Itu pertanyaan yang bodoh... Denganmu saja sudah membuatku begitu puas, kurasa tidak ada wanita lain yang bisa menggantikanmu..."
[.... Aku mencintaimu Zhara.]
[Duut~]
Setelah panggilan dimatikan secara sepihak, Zhara bangkit dari ranjangnya dan membuka tirai apartemennya hingga pemandangan pagi yang cerah dan udara yang menyejukan dirasakan oleh Zhara.
Di masa lalu Zhara tidak pernah membuka tirai lantaran hanya pemandangan mengerikan yang dipenuhi zombie dan mayat manusia bertebaran.
Hari hari yang dilalui Zhara penuh dengan darah dan pembantaian agar bisa bertahan hidup di dunia yang kejam itu.
Sementara di sini, Zhara dapat merasakan perasaan sejuk di pagi hari dan pemandangan cerah tanpa darah dan mayat yang bertebaran di berbagai sudut kota.
Zhara juga bisa merasakan bagaimana rasanya bercinta tanpa gangguan sama sekali di kehidupan yang damai ini.
Ingin rasanya Zhara menikmati kehidupan ini dengan damai tanpa terbayang bayang kengerian yang akan terjadi di masa depan...
Tapi Zhara tidak dapat melakukannya karena dia memiliki tanggung jawab yang besar untuk menyelamatkan orang orang yang dicintainya beserta umat manusia dari kepunahan...
Zhara akan melakukan apapun dan berkorban untuk apapun untuk mewujudkan keinginanya akan kedamaian dan.... Menjadi pemimpin umat manusia...
'Pemimpin umat manusia ya..... Kurasa itu bukan ide yang buruk.....'
Setelah mendapatkan tujuan baru, Zhara berbalik untuk menghadap dua orang wanita yang tertidur tanpa sehelai pakaianpun di ranjangnya, terlebih lagi kedua wanita itu adalah Laura dan Iris!
"Kalian berdua, ini sudah pagi mau sampai kapan kalian tidur di sana?" kata Zhara membangunkan Laura dan Iris.
""Ugh.... Selamat pagi tuan Zhara..."" kata mereka berdua dengan nada khas orang bangun tidur..
Laura dan Iris bangkit dan duduk di ranjang tanpa menutupi tubuh indah mereka sedikitpun, siapapun akan tahu apa yang mereka bertiga lakukan semalaman.
"Bersihkanlah tubuh kalian... Kita akan segera latihan..." kata Zhara.
"Hmm... Benar juga, tubuhku lengket semua karena tadi malam..." kata Laura melihat tubuhnya.
"Hm! Tadi malam sangat hebat, ayo kita lakukan lagi lain kali!" kata Iris dengan bersemangat.
"Dengar, rahasiakan hal ini dari Rosalie jika kalian ingin melakukannya lagi..." kata Zhara.
""Baik tuan!""
Setelah menjawab perkataan Zhara dengan serempak, mereka berdua kemudian bergegas untuk membersihkan sisa sisa kegiatan mereka semalam.
Alasan kenapa Zhara tidak menyentuh Rosalie karena tampaknya dia masih belum bisa move on dari Aland walaupun sudah membuat keputusan dengan tegas, dan disisi lain Aland juga demikian.
Zhara tidak ingin membiarkan bawahan berpotensi seperti Aland membencinya dan pergi meninggalkan perusahaan.
Oleh karena itu Zhara masih belum menyentuh Rosalie.
Dari sini kita juga belajar untuk tidak terlalu mempercayai perkataan seorang lelaki yang penuh dengan kebohongan dan tipu muslihat...
...----------------...
Di tempat latihan.
Zhara, Laura dan Iris datang bersama ke tempat latihan yang ternyata disana sudah ada Rosalie yang menunggunya.
Ketika melihat kedatangan kedua temannya, Rosalie langsung melambaikan tangannya untuk menyapa mereka.
"Laura, Iris, kemana saja kalian? Aku mencari kalian tadi di kamar kalian tapi ternyata kalian tidak ada?"
"A-Ah... Itu... Aku dan Iris keluar sebentar dari perusahaan untuk membeli barang kebutuhan... Maaf tidak mengajakmu..." kata Laura beralasan disertai dengan anggukan cepat Iris.
"Begitu ya...." ujar Rosalie dengan polosnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...