1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 84: Ruang Rahasia Di Bawah Tanah



Setelah perjalanan yang panjang dan menjengkelkan, Queen akhirnya tiba di tempat yang dikatakan sebelumnya oleh Tuan Hiroaki.


Itu adalah sebuah bangunan besar yang terletak di tengah-tengah hutan lebat dan sepi, jadi keberadaannya memang sangat tersembunyi.


Tuan Hiroaki memarkirkan mobilnya di jalanan hutan yang kecil dan sempit itu kemudian membukakan pintu mobil untuk Queen.


"Silahkan Nona," ujar tuan Hiroaki.


"Terima kasih," balas Queen lalu sedikit melirik ke belakang dan tahu jika disana ada rekannya yang sedang bersembunyi.


Jadi dengan begini Queen tidak perlu khawatir jika akan di jebak oleh pria tua itu.


"Ayo ikuti saya,"


Queen menganggukkan kepalanya dan mulai mengikuti tuan Hiroaki yang memasuki bangunan besar di depannya itu.


Tidak ada penjaga sama sekali di tempat itu, tapi Queen bisa melihat ada beberapa CCTV tersembunyi yang ada di setiap pepohonan dan sudut bangunan.


Jadi ia memberikan sebuah isyarat tangan kepada rekan-rekannya di belakang sana.


Sementara itu di belakang sana terlihat Warren dan Felix yang mengawasi Queen dan tuan Hiroaki melihat isyarat tangan Queen dan langsung mengerti artinya.


"Ada banyak CCTV di depan sana, kau bisa meretasnya?" tanya Felix.


"Tentu," jawab Warren percaya diri.


Ia kemudian mengeluarkan sebuah tablet dari tas kecilnya dan langsung melancarkan aksinya untuk meretas semua CCTV yang ada disana.


Hanya dalam waktu 1 menit Warren sudah berhasil meretas semua CCTV di bangunan itu yang jumlahnya mencapai ratusan unit.


Karena ini juga Warren berhasil mendapatkan peta bangunan yang ada di depan mereka itu.


"Ternyata ada ruang bawah tanah yang sangat besar di bawah bangunan itu, dan orang-orang berjas putih yang sepertinya adalah seorang ilmuwan sedang melakukan sesuatu pada manusia yang dikurung di tempat itu," kata Warren.


"Tidak salah lagi, ini memang tempat penelitian manusia yang Tuan Zhara katakan," balas Felix.


"Tunggu apa lagi, ayo kita segera masuk," ajak Felix yang melihat jika Queen dan Tuan Hiroaki sudah menaiki lift untuk turun ke lantai bawah tanah.


Sementara itu di sisi Queen.


"Tempat ini sepertinya sangat luas," ujar Queen mencoba basa-basi.


Sebenarnya bukan basa-basi biasa karena ia juga ingin mendapatkan informasi mengenai tempat ini.


"Ya ... tempat ini memang sudah lama ditinggalkan oleh definisi sains dan teknologi dari jepang karena mereka sudah memiliki markas baru yang jauh lebih bagus," kata Tuan Hiroaki.


Queen mendapatkan informasi baru.


Ternyata tempat ini adalah bangunan bekas yang ditinggalkan oleh definisi sains dan teknologi jepang, lebih tepatnya bangunan ini ditinggalkan oleh mereka sekitar 10 tahun lalu.


Dan markas baru definisi itu saat ini adalah di Tokyo.


Fakta jika Tuan Hiroaki bisa mendapatkan bangunan ini membuat Queen berpikir apakah Tuan Hiroaki memiliki rekan yang berasal dari definisi sains dan teknologi?


Itu mungkin saja, tapi untuk sekarang Queen akan menyimpan informasi itu terlebih dahulu karena dia akan mengatakannya kepada Zhara secara langsung.


"Walaupun bangunan ini sudah ditinggalkan selama bertahun-tahun, tapi aku tidak menyangka jika dalamnya masih sangat terawat. Liftnya juga berfungsi dengan baik...." lanjut Queen.


"Hahaha, itu karena kami mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk merenovasinya kembali!"


Queen sedikit tersenyum.


Tuan Hiroaki baru saja mengatakan sesuatu yang fatal, yaitu mengatakan kata 'kami' dengan sangat jelas. Itu membuktikan jika Tuan Hiroaki tidak sendirian dalam penelitian manusia ini.


Dalam hal ini sudah terbukti dengan jelas jika Jendral Grinz ada hubungannya dengan semua ini, tapi tidak menutup kemungkinan jika ada pihak lainnya yang juga terlibat....


Beberapa saat kemudian lift yang mereka berdua naiki akhirnya sampai di lantai bawah tanah.


Queen melihat sekeliling, itu adalah lorong baja putih yang sangat bersih hingga bisa memunculkan pantulan dirinya dari segala arah.


"Menakjubkan bukan?" ujar Tuan Hiroaki dengan sombong.


"Anda benar, ini sangat menakjubkan."


"Kalau begitu kau akan melihat yang lebih menakjubkan lagi setelah ini, ayo ikuti aku!" ajak Tuan Hiroaki.


Queen mengangguk dan mulai mengikuti tuan Hiroaki yang berjalan dengan langkah kakinya yang besar.


"Rupanya di juga menginginkan peta tempat ini," gumam Warren yang melihat kode pemberian Queen.


"Kalau begitu kirimkan saja kalau begitu."


"Baiklah."


Warren dan Felix saat ini sedang menaiki lift yang sama dengan lift yang Queen naiki sebelumnya untuk menuju lantai bawah tanah.


Warren kemudian mengirimkan peta yang memuat tentang tempat itu dengan detail kepada Queen yang memintanya melalui kode rahasia.


Kembali ke sisi Queen dan Tuan Hiroaki.


Pintu baja otomatis terbuka ketika mendeteksi keberadaan Tuan Hiroaki, ia kemudian melewati pintu baja itu hingga tiba di sebuah tempat penelitian manusia miliknya.


Puluhan manusia yang masih hidup itu di masukan ke sebuah tabung besar dengan cairan berwarna hijau di dalamnya, beberapa manusia juga diikat dan berikan suntikan berbahaya oleh para ilmuwan di tempat itu.


Ekspresi Queen langsung menjadi dingin melihat hal yang terjadi di depannya itu, 'Sungguh tidak berperasaan....' batinnya.


"Mungkin ini terlihat sedikit menjijikkan, tapi ini akan manjadi senjata biologis yang sangat kuat hingga bisa menghancurkan Futuristik Generation sialan itu!" kata Tuan Hiroaki dengan bangga.


Queen tidak terlalu memperdulikannya, dilihat darimanapun penelitian ini hanyalah kesia-siaan semata karena ia yakin jika pasukan Futuristik Generation tidak akan terkalahkan dengan sekumpulan manusia menjijikkan itu.


Tapi walaupun begitu Queen tetap ingin menggali informasi dari pria tua dan busuk itu.


"Wah ... itu sangat hebat, aku penasaran apa yang bisa dilakukan oleh manusia-manusia itu setelah penelitiannya berhasil..." ujar Queen.


"Hahaha, Anda terlalu memuji Nona Kyra, tapi memang nyatanya penelitian ini akan membuahkan hasil yang sangat luar biasa. Itu adalah evolusi!"


Queen menaikan satu alisnya, "Evolusi?"


"Ya, benar! Kita para manusia telah mengalami evolusi yang sangat panjang, dari yang awalnya hanya kera bisa menjadi manusia yang dibekali kecerdasan luar biasa. Tapi bagaimana jika kita para manusia kembali berevolusi?"


Queen pura-pura terkejut, "I- itu akan sangat hebat! Kita para manusia pasti akan menjadi makhluk yang hampir sama dengan tuhan!"


"Hahahaha, sepertinya Anda memiliki pemikiran yang sama denganku," kata Tuan Hiroaki sambil tertawa lebar.


Ia kemudian memberikan sebuah formulir kepada Queen dan berkata, "Semua prosedur penelitian rahasia di tempat ini tertulis dalam formulir ini, kurasa Anda perlu mempelajarinya."


"Ah ... terima kasih," kata Queen lalu menerima formulir pemberiannya itu.


Namun sebelum membacanya, Queen merogoh sakunya terlebih dahulu untuk mengambil sebuah kacamata.


"Apa Anda memiliki gangguan penglihatan seperti rabun atau semacamnya?" tanya Tuan Hiroaki.


"Ini? Ya itu benar, karena terlalu lama bekerja di depan layar komputer membuat saya tidak sadar mengalami rabun mata," kata Queen sambil mengenakan kacamatanya.


Tapi apakah itu benar? Tentu saja tidak karena itu bukanlah kacamata biasa, melainkan alat mata-mata canggih yang mirip seperti smartphone.


[Menganalisa retina mata]


[Terkonfirmasi pengguna adalah Nona Kyler Queen]


[Menampilkan menu sistem]


Sebuah tulisan dari AI muncul di depan mata Queen yang berasal dari kacamata di matanya itu, AI itu kemudian menampilkan berbagai pilihan menu yang bisa diakses oleh Queen melalui gerakan matanya.


Queen memilih menu kamera dan langsung memotret lembar formulir itu satu persatu.


'Ini informasi yang sangat berguna...' batin Queen.


[Pengumuman: Pengguna Warren mengirimkan sebuah file, ingin menerimanya?]


Setelah selesai memotret semua lembar formulir di tangannya itu, sebuah pemberitahuan tiba-tiba menyita perhatian Queen, itu adalah kiriman dari Warren.


'Ini dia, petanya!' batin Queen lalu menerima file kiriman Warren.


Bersamaan dengan itu sebuah gambar muncul di depan mata Queen yang memperlihatkan keseluruhan peta tempat itu bersama dengan CCTVnya.


Tapi ada yang aneh saat Queen melihat salah satu CCTV yang ada di luar ruangannya saat ini, itu karena ada seseorang yang datang!


"Siapa orang yang kau bawa itu?"


Tuan Hiroaki dan Jendral Grinz sontak mengalihkan pandangannya kearah asal suara. Disana sudah terlihat seorang pria tua dengan badan kekar, dia adalah Jendral Grinz!