
Di lantai 45 gedung perusahaan Alastrine Industrions, terlihat Mr. Amril yang sedang duduk di tempat kerjanya sambil mengurusi beberapa dokumen sebelum panggilan telepon terdengar.
Mr. Amril mengangkat panggilan itu dan seketika suara resepsionis perusahaan terdengar di sebrang sana.
[Maaf mengganggu waktu anda tuan, orang-orang yang tuan perkiraan akan datang telah datang, mereka menyamar menjadi tukang servis yang memperbaiki AC dan Wifi di lantai 1 dan 10, apa yang harus saya lakukan selanjutnya, tuan?]
"Tidak usah melakukan apapun dan biarkan mereka memasuki perangkap kita." jawab Mr. Amril.
[Baik tuan]
[tuuut~]
Setelah telepon dimatikan, Mr. Amril tersenyum penuh kemenangan, ternyata kedatangan Zhara dan yang lainnya sudah diperkirakan oleh Mr. Amril.
Entah apa rencana kakek tua itu, tapi yang pasti apapun rencananya akan buruk bagi Zhara.
'Kalian mungkin memiliki mata di perusahaan ini, tapi tidak dengan telingga...' batin Mr. Amril sedikit melirik CCTV yang ada di ruangannya itu.
Di ruang pemantau perusahaan Futuristik Generation.
"Sepertinya barusan Mr. Amril melihat kearah CCTV...." gumam Adney.
"Kurasa itu hanya halusinasimu kawan, tidak mungkin dia menyadari jika kita mengawasinya." kata Aland.
"Kurasa itu benar...." kata Adney.
Di lantai 1 perusahaan Alastrine Industrions.
Rian dan Laura telah berada di tempat dimana AC dan Wifi dikatakan mengalami masalah, untungnya di tempat itu sama sekali tidak ada orang yang membuat mereka berdua bisa beraksi dengan mudah.
Rian meraba kantong bajunya dan mengambil alat seperti headseat yang berguna untuk berkomunikasi dengan orang orang yang ada di ruang pemantau perusahaan Futuristik Generation.
"Ini berbeda dengan apa yang telah kita rencanakan, katakan apa yang harus kulakukan selanjutnya!" kata Rian dengan sedikit khawatir.
[Tenanglah, ini masih berada di jangkauan kita.... Pergilah ke bilik kiri ruangan, disana ada saluran instalasi yang menuju ke ruang ganti karyawan, kalian kesana dan menyamar menjadi tukang kebersihan lalu pergi menuju kamar lift sebelah kiri lantai 1]
Sesuai dengan arahan rekan di ruang pemantau perusahaan Futuristik Generation, Rian dan Laura langsung menuju bilik kiri dan memasuki saluran instalasi untuk menuju ruang ganti karyawan.
Tapi sebelum melakukan itu mereka mengunci pintu ruangan terlebih dahulu agar tidak ada yang masuk dan menyadari kepergian mereka.
Rian dan Laura merangkak di dalam saluran instalasi yang gerah dan pengap itu selama beberapa menit dan akhirnya sampai di ruang ganti karyawan, tapi sebelum Rian keluar dari saluran instalasi, suara Adney dari ruang pemantau langsung mencegahnya.
[Tunggu dulu!]
Rian ingin bertanya, tapi suara Adney lagi-lagi mencegahnya.
[Diamlah dan lihat situasi ruang ganti karyawan dari sana.]
Menuruti perkataan Adney, Rian mengintip melalui penutup saluran instalasi dan alangkah terkejutnya dia melihat pemandangan yang ada di depannya..
'Gunung... Paha.... Semuanya terlihat putih dan lembut.... T-Tunggu dulu! Ini ruang ganti perempuan!?' batin Rian.
[Tunggulah sebentar disana dan nikmatilah pemandangan yang ada didepanmu, aku juga akan menikmatinya dari sini...]
'Baiklah... Ini demi kesuksesan misi, aku tidak bisa keluar saat ini, jadi... Aku akan berdiam disini dan memantaunya dengan baik!' batin Rian.
'Dasar laki-laki....' batin Laura kesal.
Disisi lain tepatnya lantai 10 perusahaan Alastrine Industrions.
Zhara dan Rosalie juga telah sampai di tempat dimana AC dan Wifi yang rusak, tapi berbeda dengan keadaan Rian dan Laura yang mendapatkan ruangan sepi, ruangan yang didapatkan oleh Zhara dan Rosalie masih terdapat beberapa orang yang berada di sana.
Zhara diam diam memasang alat komunikasinya dan menghubungi Aurel yang menjadi pemantaunya.
"Kami tidak bisa bergerak sekarang, apa aku harus membuat mereka semua kehilangan kesadaran terlebih dahulu?" bisik Zhara di alat komunikasinya.
[Jangan bertindak gegabah, meskipun kita telah mengendalikan semua CCTV, tapi masih ada kemungkinan kita masih akan ketahuan.]
"Baiklah.."
Karena Zhara tidak bisa menggunakan cara kasar untuk membuat semua orang kehilangan kesadaran, maka Zhara dan Rosalie harus memikirkan rencana lain.
"Semuanya, manajer memanggil kalian untuk urusan penting." kata orang itu.
Setelah itu, semua karyawanpun langsung pergi meninggalkan Zhara dan Rosalie untuk mengerjakan tugas mereka.
"Ini sedikit janggal..." gumam Zhara.
"Apa yang kau tunggu, inilah kesempatan kita untuk beraksi." kata Rosalie.
Zhara tidak ingin membuang buang waktu dan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya, jadi dia bersiap untuk naik ke lantai 45, tempat dimana Mr. Amril berada.
Dengan arahan Aurel, Zhara dan Rosalie menaiki salah satu lift yang ada membawa kotak peralatan mereka, tak berselang lama akhirnya Zhara dan Rosalie telah sampai di lantai 45.
Zhara dan Rosalie membuka kotak peralatannya dan mengambil sebuah pistol yang akan mereka gunakan untuk jaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak terduga.
[Masuklah dengan Hati-hati, Mr. Amril masih berada di meja kerjanya...]
""Baik.""
Zhara memutar gagang pintu ruangan dengan Hati-hati, kemudian dia membuka pintu itu dengan cepat sembari menodongkan pistolnya kearah meja kerja.
Tapi.
Tidak ada siapapun disana.
"Apa kau bercanda? Dimana kakek tua itu!?" kata Zhara dengan kesal.
[Apa maksudmu? Sudah jelas dia sedang duduk di meja kerjanya.... Tunggu, apa ini!]
"Aurel! Apa yang terjadi disana?"
[~~~~]
"Aurel!!"
Komunikasi tiba-tiba terganggu yang membuat Zhara dan Rosalie kebingungan, tapi sebelum mereka bisa berpikir, lantai yang mereka pijaki tiba-tiba terbuka yang membuat mereka langsung terjatuh ke dalam lubang yang gelap itu.
Di ruang pemantau perusahaan Futuristik Generation.
"Zhara!? Zhara!? Kau bisa mendengarku!?" teriak Aurel dengan panik.
"Aurel, ada apa?" tanya Adney.
Mereka memang berada di ruangan yang sama tapi terpisah oleh jarak beberapa meter, jadi Adney belum mengetahui masalah Aurel.
"Komunikasi kami tiba-tiba terputus, dan tampaknya ada masalah dengan kamera CCTV yang kita retas." kata Aurel.
"Apa!"
Adney tampak sangat kaget lalu mengotak atik komputernya dengan cepat, bukan hanya Adney, tapi yang lainnya seperti Aland, Viola, dan Lily juga melakukan hal yang sama.
Hingga tak berselang waktu yang lama, mereka akhirnya menemukan masalahnya.
"Ternyata kamera CCTV di perusahaan Alastrine Industrions hanyalah rekaman.... Cih! Jadi kita sudah masuk ke perangkap mereka sejak awal ya..." gumam Adney dengan kesal.
Andey menyadari jika kamera CCTV baru saja diubah beberapa saat lalu, buktinya adalah tatapan mata Mr. Amril sebelumnya yang Adney rasakan.
Artinya dari awal Mr. Amril sudah memperkirakan kedatangan Zhara dan yang lainnya untuk merebut kembali data penelitian perusahaan mereka.
Sikap resepsionis sebelumnya juga tampak aneh dan mencurigakan bagi Adney, seharusnya resepsionis itu mencocokan identitas tukang servis untuk mengetahui apakah mereka benar-benar tukang servis yang disewa atau tidak.
Resepsionis itu hanya mengobrol tidak berguna dan menertawakan nama Zhara dan yang lainnya, sikapnya benar-benar tidak profesional untuk seorang resepsionis perusahaan besar.
Dan yang paling aneh adalah para karyawan yang tiba-tiba pergi meninggalkan Zhara dan Rosalie di ruangan yang dipenuhi komputer dengan data pentingnya.
Semuanya terlihat sangat janggal jika dibilang hanya kebetulan....
'Jadi kau ingin bermain-main, ya.... Baiklah, aku akan meladenimu dengan senang hati....' batin Adney dengan seringai.