1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 56: Perjalanan Di Mulai



"Pemirsa, pada pagi hari ini gedung perusahaan Alastrine Industrions mengalami kecelakaan fatal dari eksperimen mereka, saat ini ratusan pasukan khusus yang di pimpin langsung oleh jendral Grinz sedang melakukan penyelidikan lebih mendalam tentang kasus ini..."


Seorang wanita yang berprofesi sebagai presenter yang memandu acara berita menyampaikan informasi yang dia ketahui kepada publik secara langsung di gedung perusahaan Alastrine.


Saat ini gedung itu telah di pasangi garis polisi untuk menahan puluhan presenter dan wartawan untuk mendekati lokasi kejadian.


Tengah hari telah berlalu semenjak kecelakaan di gedung perusahaan Alastrine Industrions dan itu telah menyita banyak perhatian publik.


"Jendral Grinz, bisa anda jelaskan bagaimana kecelakaan itu terjadi?"


"Jendral, bagaimana dengan korban yang terlibat?"


"Ada rumor yang mengatakan jika itu adalah serangan *******, apa itu benar jendral?"


Puluhan wartawan mengerumuni Jendral Grinz untuk mendapatkan informasi darinya yang membuat jendral Grinz menjadi risih.


"Saat ini penyebab kecelakaan masih diselidiki, jadi jangan mengganggu pekerjaan kami." ujar Jendral Grinz dengan agak kesal.


Para pasukan menahan kerumunan wartawan yang semakin berantakan, dan beberapa saat kemudian datang sebuah mobil jeep berwarna hitam yang mengalihkan perhatian mereka semua.


Kaki putih mulus dan seksi turun dari mobil dan memperlihatkan seorang gadis berambut biru dengan seragam militernya, setelah itu seorang pria berambut hitam dengan seragam militer juga turun dari mobil.


Kedua orang yang hadir itu membuat semua orang kembali ribut yang bahkan lebih ribut daripada sebelumnya karena identitas mereka yang tidak biasa.


Gadis itu adalah Kinata, seorang perwira militer dari jepang yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus pencurian kristal, dan pria di belakangnya adalah Reynald, orang yang menjadi asistennya saat penyelidikan.


Tentu saja kedatangan mereka berdua yang berfokus pada pencurian kristal membuat para wartawan berspekulasi dengan liar.


"Nona Kinata, apakah anda sudah mendapatkan petunjuk dari kasus pencurian kristal?"


"Apakah kasus pencurian kristal ada kaitannya dengan kecelakaan ini?"


Kinata sedikit risih dan berkata kepada para pasukan yang ada disana.


"Tahan mereka dan jangan biarkan mereka mendekatiku..." kata Kinata dengan dingin.


Dia sama sekali tidak peduli dengan puluhan kamera yang merekamnya secara langsung dan memperlihatkan keburukannya, lagipula dia disini bukan untuk menjadi terkenal.


Setelah semuanya sudah tenang, Kinata da Reynald mendekati Jendral Grinz.


"Bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi di sini?" ujar Kinata dengan ekspresi datarnya.


Kinata sebelumnya sedang menyelidiki keluarga Verdiansyah yang dicurigai berhubungan dengan Z sebelum kecelakaan di gedung Alastrine Industrions menarik perhatiannya.


Tapi Kinata baru sampai setelah masalahnya sudah selesai karena sama sekali tidak ada yang menghubunginya ketika terjadinya kecelakaan.


"Seperti yang anda lihat... ada kecelakaan saat bereksperimen di perusahaan Alastrine Industrions, menyelidiki sesuatu yang baru dengan tingkat bahaya yang tidak diketahui sangat beresiko tinggi, jadi hal ini sudah wajar..." kata Jendral Grinz.


"Aku tahu itu, maksudku kenapa kau tidak menghubungiku ketika terjadinya kecelakaan?" kata Kinata yang mulai muak.


"I-Itu.... saya tidak ingin mengganggu pekerjaan anda jadi saya tidak menghubungi anda....." ujar Jendral Grinz gugup.


"Penyelidikan kami sudah terhambat sejak sebulan yang lalu karena kurangnya informasi, dan masalah di gedung ini mungkin akan memberikan kami informasi yang penting, seharusnya kau tahu itu..." ujar Reynald.


Jendral Grinz kesal dan menyipitkan matanya kepada Reynald.


'Hanya menjadi rekan dari gadis itu kau sudah berani berlagak sombong seperti itu di depanku...' batin Jendral Grinz.


Sejak awal dia sudah membenci Reynald dan ingin mengeluarkannya dari kemiliteran tapi siapa sangka Kinata menyelamatkan nasibnya.


Karena sekarang Reynald sedang berhubungan dengan Kinata, jadi dia tidak boleh berbuat hal bodoh, jadi dia hanya bisa menundukkan kepalanya dan meminta maaf.


"..... Maafkan aku.... aku terlalu bodoh untuk berpikir sejauh itu..." kata Jendral Grinz dengan pasrah, dia merasa harga dirinya telah terinjak injak karena seorang gadis yang mempunyai status yang jauh di atasnya.


"Aku sudah tahu itu jadi aku tidak terlalu terkejut...." ujar Kinata masih dengan ekspresi datarnya tapi tidak dengan Jendral Grinz yang melototkan matanya.


Sudah tahu dari awal? itu sama saja Kinata telah menganggapnya sebagai orang bodoh sejak pertama kali mereka bertemu.


"Pfft..."


Menyadari itu Reynald tidak tahan untuk menahan tawanya dan akhirnya sedikit bocor.


Kinata memalingkan pandangannya ke arah Reynald masih dengan ekspresi datar.


"Maaf, bukan apa apa..." ujar Reynald.


Tak lama setelah itu, pandangan Kinata teralihkan oleh beberapa pasukan yang membawa beberapa kantong mayat yang jelas terisi dengan mayat.


"Siapa mereka?" ujar Kinata menunjuk kantong mayat.


"Mereka adalah pemilik perusahaan Alastrine Industrions Mr Amril dan cucunya serta beberapa petugas keamanan yang tewas karena terpapar radiasi berbahaya..." kata jendral Grinz.


"Hm.... baiklah, kurasa sekarang saatnya untuk melakukan penyelidikan sendiri... ayo Reynald." ujar Kinata memasuki gedung perusahaan Alastrine Industrions.


Jendral Grinz memperhatikan mereka hingga hilang dari pandangannya, tak lama setelah itu seorang pria paruh baya berkulit hitam khas orang amerika datang menghampiri Jendral Grinz, pria itu adalah Jack yang merupakan asisten Mr. Amril.


"Apa kau sudah menghapus semua jejak penelitian manusia itu?" ujar Jendral Grinz.


"Aku sudah melakukannya bahkan sebelum kau mengatakannya..." jawab Jack.


"Apa begitu caramu berbicara dengan tuanmu?" kata Jendral Grinz dengan kesal.


"Cih!"


"Gadis itu tidak sebodoh yang kau pikirkan, berhati hatilah dengannya..." ujar Jack lalu pergi meninggalkan Jendral Grinz.


Jendral Grinz memperhatikan punggung pria itu hingga tak terlihat lagi di pandangannya.


"Dasar mutant sialan..." gumam Jendral Grinz dengan kesal setelah kepergian Jack.


Di sisi lain Kinata dan Reynald berjalan di dalam gedung perusahaan Alastrine Industrions setelah berpisah dengan Jendral Grinz.


"Apa kau serius ingin menyelidiki ini? bukankah semuanya sudah di selidiki oleh kakek tua itu?" ujar Reynald kebingungan dengan pemikiran Kinata.


"Suatu saat kau akan mengerti Reynald... terkadang kau perlu menipu rekanmu agar mereka menunjukkan sisi mereka yang sebenarnya...." ujar Kinata dengan senyum penuh arti.


Reynald masih kebingungan, seperti biasa dia tidak bisa menebak pemikiran gadis itu....


...----------------...


...[1008 Days Before The Apocalypse]...


...Zhara POV...


Seminggu telah berlalu semenjak kejadian itu dan aku sudah tahu alasan kenapa Evalina mengkhianatiku.


Aku tidak pernah mengira jika dia sudah tahu tujuanku yang hanya memanfaatkannya sejak awal dan dia masih ingin mengorbankan dirinya untuk menyelamatkanku.


Aku merasa gagal sekali lagi untuk melindungi orang yang kucintai, apa bedanya aku kembali ke masa lalu jika masalah yang terjadi di masa depan kembali terulang...


Aku mulai bertanya-tanya apakah aku bisa mengubah masa depan menjadi lebih baik lagi, sejujurnya aku sedikit ragu dengan tujuanku yang sebenarnya.


Apakah aku benar benar tulus ingin menyelamatkan umat manusia dari kepunahan, atau hanya sekedar melakukan sesuatu untuk menebus kesalahanku di masa lalu.


"Zhara, kita konferensi pers akan dimulai 5 menit lagi!"


Perkataan Aurel menyadarkanku dari lamunanku, saat ini aku sedang berada di ruangan hias untuk memperbaiki penampilanku.


Beberapa wanita merias diriku dengan pakaian mewah, merapikan rambutku dan merias wajahku hingga terlihat sangat tampan dan rapi.



Itu memang sangat diperlukan karena aku akan tampil di depan publik untuk pertama kalinya dan mengumumkan peresmian teknologi Futuristik Generation yang telah di tunggu tunggu.


Walaupun luka akibat pertempuran sebelumnya belum sembuh dengan sempurna, tapi aku harus tetap melakukannya.


Aku tidak bisa lagi menyembunyikan diriku sebagai salah satu pemilik perusahaan Futuristik Generation dari publik dan semua orang yang mengenalku.


"Aku sudah siap..." kataku dan berjalan dengan di pandu oleh Aurel.


Tak lama kemudian kami berdua telah sampai di sebuah pintu yang terhubung dengan tempat diadakannya acara peresmian.


"Zhara, apa kau serius akan melakukan ini?" kata Aurel dengan khawatir.


Aku tahu kenapa dia bisa khawatir, dengan memperlihatkan diriku kepada publik sebagai pemilik perusahaan Futuristik Generation, maka kehidupan normal yang akan aku miliki akan hancur di saat itu juga.


Tidak akan ada sekolah karena para wartawan yang akan selalu mengejarku, tidak tidak ada orang yang akan berteman denganku yang ada hanya para politikus bermuka dua.


"Aku sudah memutuskannya.." kataku dengan serius.


Aurel terlihat pasrah dengan keputusanku dan akhirnya membiarkan aku melakukan apapun yang kusuka.


Mungkin aku akan mendapatkan banyak pertanyaan dari ibuku, tapi aku harus tetap melakukannya karena bukan waktunya untuk bersembunyi di tempat aman bagaikan kucing penakut.


Aku akan melawan siapapun yang akan menjadi musuhku secara langsung karena aku mulai serius...


Hanya dengan membuka pintu di depanku ini, maka kehidupanku akan berubah drastis, tapi aku sudah siap dengan itu.


Aku membuka pintu dan berdiri di panggung besar yang sudah disediakan, puluhan atau mungkin ratusan reporter sudah siap di tempat mereka dengan kamera mereka masing masing yang menyiarkan kepada publik secara langsung.


Mereka terlihat kebingungan, tapi masih menutup mulut mereka dengan rapat sehingga membuat tempat itu menjadi hening.


Ini bagus, akan kuperlihatkan kebesaranku di momen ini, tidak akan kubiarkan satupun masalah yang menghambat tujuanku.


Aku sudah memutuskannya di sini...... Aku akan menjadi perwakilan umat manusia untuk menentang tuhan yang menciptakan Apocalypse di bumi ini!!!


"Namaku Zhara, salah satu pemilik perusahaan Futuristik Generation dan merupakan orang yang memiliki ide akan seluruh teknologi yang ada, akan kubuat masa depan yang ideal bagi umat manusia yang akan menguasai seluruh galaksi ini!!!"


Aku membentangkan tanganku dengan penuh kebanggaan dan bersamaan dengan ribuan kelipan dari kamera yang memotretku.


Dari sini perjalananku yang sebenarnya akan dimulai....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Berikutnya akan ada time skip besar besaran hingga ke titik tertentu agar tidak terlalu membuang banyak Chapter, tenang aja karena semua hal yang terjadi akan diceritakan dengan detail setelah scene di Chapter ini.


Mungkin kalian berpikir jika MC di Chapter akhir akhir ini keliatan tidak berguna, itu sengaja Author lakuin biar MC bisa mengubah sikapnya menjadi lebih serius menggapai tujuannya.


Bukannya celup cewek sana sini 🗿


Oke sekian terimakasih dan maaf kalau Author jarang update karena sibuk di real world....