1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 33: Permainan Zhara



Di malam hari tepatnya disebuah rumah mewah, terlihat 6 orang pemuda yang sedang asyik pesta minuman keras disertai dengan 3 wanita penghibur yang melayani mereka berenam.


Itu adalah pemandangan bejat dan tidak layak untuk ditiru oleh siapapun...


"Bos, bagaimana dengan masalah Zhara? Apa itu sudah diatasi?" kata pria berambut hijau.


Bos yang dimaksud disini adalah Michael yang duduk dengan gagah dan memangku salah satu wanita.


"Tenang saja... Aku sudah mengatasi itu dengan cara menggunakan ibunya sebagai alat kita, dengan begitu Zhara pasti akan tunduk dan setia kepada kita..." kata Michael dengan santai sembari meraba tubuh wanita penghibur yang ada di pangkuannya.


"Waw! Itu adalah rencana yang gila!" kata pemuda berambut biru.


"Yah... Dia harus kita berikan pelajaran agar tidak membangkang lagi..." kata Michael.


""Itu benar! Hahahaha!""


Mereka bertiga tertawa terbahak-bahak ketika membahas nasib Zhara yang akan segera menjadi hewan peliharaan mereka.


Namun, seluruh listrik yang ada di seluruh rumah yang membuat mereka semua menjadi keheranan.


'Seharusnya rumah ini tidak akan kehabisan listrik... Apa yang sebenarnya terjadi...?' batin Michael dengan kebingungan.


Di dalam kegelapan itu, tiba-tiba terdengar erangan kesakitan dari teman-temannya yang lain yang membuat Michael semakin kebingungan sekaligus khawatir.


Lalu giliran Michael yang mengerang kesakitan karena pukulan di leher belakangnya yang juga membuatnya kehilangan kesadaran....


...----------------...


Michael membuka matanya dengan pandangan yang kabur, dia ingin bergerak dan mengusap matanya tapi sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Dia kemudian melihat kondisinya yang tengah terikat di sebuah kursi di tengah ruang tamu yang sebelumnya menjadi tempatnya untuk bersenang senang.


Dengan kebingungan Michael melihat ke sekelilingnya dan menemukan teman-temannya dan ketiga wanita penghibur yang dia sewa juga dalam kondisi yang sama dengannya yaitu terikat di sebuah kursi dan masih pingsan.


"Hey! Bangunlah dasar sialan!" teriak Michael dengan lumayan keras tapi berhasil membuat mereka semua terbangun secara bersamaan.


Sama seperti ekspresi Michael yang kebingungan, mereka juga kebingungan mendapati dirinya yang tengah diikat di sebuah kursi.


"Bos, apa yang sebenarnya terjadi!?" kata salah seorang pemuda dengan panik.


"Aku juga tidak tahu.. Tapi sepertinya ada perampok yang datang..." ujar Michael berspekulasi.


Di rumahnya yang besar dan mewah itu sama sekali tidak ada penjaga ataupun pelayan yang bekerja disana karena Michael meliburkan mereka semua agar dapat berpesta dengan bebas, dia bahkan tidak memberitahu ayahnya tentang hal ini..


Jadi hal yang paling mungkin terjadi adalah kedatangan seorang perampok yang memanfaatkan situasi rumah.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang bos?"


"Tenang saja... Aku akan memberikan perampok itu uang berapapun yang mereka inginkan, dengan itu nyawa kita pasti akan terselamatkan..." kata Michael berusaha menenangkan temannya.


Perkataan Michael membuat mereka kembali tenang, tapi tak lama kemudian terdengar langkah kaki disertai benda yang terseret bergema di ruangan itu yang membuat mereka kembali ketakutan.


Michael juga merasa ketakutan, walaupun perkataannya yang sebelumnya terkesan tenang dan berani, tapi sebenarnya dia benar-benar ketakutan dengan situasinya yang sekarang.


"Oh? Kalian sudah bangun ya?" ujar pemilik langkah kaki itu.


Mereka semua mengalihkan perhatian mereka kearah pintu yang terdapat seseorang disana, itu adalah seorang pemuda tampan berambut hitam dengan tatapannya yang tajam dan dingin.


Tentu saja mereka mengenal pria itu.


"Zhara apa yang kau lakukan pada kami!?" teriak Michael dengan sangat marah.


Tampaknya dia sudah menyadari sosok yang mengikatnya dan teman-temannya itu bukanlah perampok melainkan Zhara, orang yang ingin dia tundukan itu.


Sontak mereka semua menelan ludah karena perkataan Zhara yang terkesan sangat dingin dan misterius seolah-olah nyawa mereka sedang di pertimbangkan.


Zhara membuka kopernya dan terlihat banyak alat-alat seperti pisau dapur, gunting, tang, jarum, dan berbagai macam suntikan dengan berbagai ukuran.


Mereka semua yang melihat itu menjadi sangat ketakutan dan firasat buruk tiba-tiba singgah di benak mereka.


"A-apa yang ingin kau lakukan dengan semua alat itu.. K-kuperingatkan kau untuk tidak menyentuhku atau-"


"Atau kau akan memecat ibuku. Kau ingin mengatakan hal itu kan?" kata Zhara memotong kalimat Michael.


Zhara mendekati Michael dan menatapnya dengan tajam.


"Cara itu tidak akan berhasil lagi Michael... Setelah apa yang kau lakukan pada ibuku, kau kira aku akan membiarkanmu begitu saja?" ujar Zhara dengan dingin.


Perkataan Zhara sukses membuat Michael menjadi terkejut dan segera membantah Zhara dengan keringat dingin.


"A-apa yang kau katakan, A-aku sama sekali tidak mengerti..."


"Tidak ada gunanya mengelak lagi Michael... Aku sudah tahu semua rencana busukmu. Kaulah yang memulai ini, jadi mari kita bermain sekarang." kata Zhara dengan dingin.


Michael tidak tahu harus berkata apa lagi setelah semua rencananya sudah diketahui oleh Zhara, dan dia juga yakin jika nasibnya tidak akan bagus ketika Zhara sudah memutuskannya.


"Tapi kurasa tidak akan menyenangkan jika kita langsung masuk ke acara utamanya... Jadi aku akan bermain dengan kalian terlebih dahulu sebagai pembukaan." kata Zhara sembari menoleh kearah teman-teman Michael dan ketiga wanita penghibur itu.


"M-mohon biarkan kami pergi tuan, K-kami bersumpah tidak ada hubungannya dengan masalah ini." ujar salah satu wanita dengan sangat ketakutan.


Mereka hanyalah disewa untuk melayani Michael dan teman-temannya dan tidak pernah menyangka akan terlibat dalam masalah yang terlihat rumit.


"Aku tidak akan menyakiti kalian, aku hanya membutuhkan kalian untuk membantuku." kata Zhara lalu melepaskan ikatan mereka bertiga.


"Tapi jika kalian melakukan hal yang aneh maka jangan salahkan aku jika melakukan hal kasar." lanjut Zhara.


""B-baik, kami tidak akan melawan!"" kata ketiga wanita itu bersamaan.


Zhara kemudian memalingkan pandangannya kepada seorang pemuda berambut biru, itu adalah pemuda yang mengatakan jika rencana untuk menjebak ibunya adalah rencana yang bagus, jadi Zhara memiliki sedikit dendam kepadanya.


"A-apa yang ingin kau lakukan padaku!?" ujar pemuda itu dengan keringat dingin.


"Apa yang ingin aku lakukan? Bukankah aku sudah mengatakannya sebelumnya?" kata Zhara dengan sedikit seringai penuh arti.


"P-permainan??" ujar pemuda itu dengan ketakutan.


Apapun permainan yang diberikan Zhara, pastinya itu tidak akan baik....


"Ya itu benar! Permainannya sangat mudah dan simple... Aku akan memotong seluruh jarimu menggunakan tang ini. Jika kau berteriak kesakitan maka kau kalah, jika kau tidak berteriak sampai seluruh jarimu terpotong maka kau menang. Bagaimana? Bukankah itu permainan yang gila?" ujar Zhara membalikan perkataan pemuda berambut biru itu.


"Tidak!!! Aku tidak setuju!!! Lepaskan aku, kumohon lepaskan aku!!!"


Pemuda itu berteriak histeris dan meronta untuk lepas yang membuat kursi yang ditempatinya hampir terjatuh kebelakang.


"Pegang dia..." perintah Zhara dengan dingin kepada ketiga wanita yang menjadi sekretarisnya untuk permainan (penyiksaan) yang akan dia lakukan.


""B-baik tuan!"" kata mereka bertiga dengan patuh, tidak ada gunanya menentang perkataan pemuda yang mereka sebut sebagai psikopat gila itu.


Salah satu wanita memegang belakang kursi pemuda itu supaya tidak jatuh sementara kedua wanita lainnya memegang tangan kanan dan kiri pemuda itu yang membuatnya tidak dapat memberontak lagi.


Zhara mengambil tang yang seukuran telapak tangan orang dewasa itu dan bersiap untuk memotong ibu jari pemuda menyedihkan itu....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...