1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 41: Kebenaran Masa Lalu



"Eh? Kalian berdua saling mengenal?" ujar Laura yang memecah keheningan.


Aland langsung mengalihkan pandangannya kesamping untuk tidak menatap Rosalie yang terlihat sangat bersalah.


Rosalie juga tidak akan menyangka akan bertemu dengan pria yang selama ini dia cari untuk meminta maaf, dia ingin berbicara dengan Aland tapi Aland langsung mengalihkan pembicaraan dan langsung pergi.


"Aland aku-"


"Karena pekerjaan saya sudah selesai, maka saya pamit dulu, Tuan Zhara?" kata Aland memotong perkataan Rosalie dan pergi begitu saja tanpa mempedulikan Rosalie yang terlihat sangat bersalah.


Setelah kepergian Aland, Rosalie langsung menundukan kepalanya dengan sedih, dia tidak tahu harus berbuat apa di situasinya yang sangat rumit itu.


Zhara yang sejak tadi melihat hal yang terjadi diantara Aland dan Rosalie tampaknya menyadari sesuatu, dia kemudian mendekati Rosalie dan menepuk pundaknya.


"Kejarlah dia selagi kau punya kesempatan." kata Zhara lalu mengajak Laura dan Iris yang masih kebingungan itu untuk pergi.


...----------------...


Disisi lain, Aland saat ini berada di sebuah tempat telepon yang dikelilingi kaca berbentuk kotak, dia terlihat sedang dalam dilema yang sangat besar ketika tiba-tiba bertemu dengan seseorang yang sangat ingin dia lupakan dalam hidupnya.


'Kenapa dia tiba-tiba muncul saat semuanya dalam keadaan baik...' batin Aland.


Walaupun penampilannya sangat berbeda dengan Milya di masa lalu, tapi Aland sangat yakin jika dia adalah orang yang sama, itu juga bisa dibuktikan dari reaksinya...


Ketika Aland sedang merenungkan hal yang terjadi barusan, Rosalie atau Milya tiba-tiba mendatanginya dan berdiri di belakangnya, tepatnya di luar kotak telepon dengan posisi Aland yang membelakanginya.


Tentu saja Aland tahu jika dia datang, tapi Aland tidak ingin membuka pembicaraan terlebih dahulu.


"Aland...." gumam Rosalie dengan sedih.


Padahal Rosalie telah mencari keberadaan Aland selama ini, dia bahkan bisa selamat dari kematian sebelumnya karena tekadnya untuk bertemu dengan Aland.


Tapi sekarang, dia sama sekali tidak mempunyai keberanian untuk berbicara dengan pria yang selama ini dia cari...


'Tidak.. Aku harus menguatkan diriku untuk mengatakannya!' batin Rosalie dengan penuh tekad.


"Aku.. Aku minta maaf.."


Itu perkataan bodoh.


Mana mungkin Aland bisa memaafkannya atas semua yang telah dilakukan Rosalie pada kehidupannya.


Tapi tidak ada lagi yang bisa dikatakan Rosalie selain minta maaf dan menjelaskan semuanya...


".... Semua yang kau lihat di hari itu memang benar... T-tapi itu semua bukan keinginanku!"


"......"


Aland masih tidak bergeming ataupun berbalik untuk melihat gadis yang menjadi masa lalunya yang kelam itu.


Tidak ada artinya apakah kejadian itu keinginan pribadinya atau karena paksaan, semua yang terjadi tidak bisa lagi diubah.


"Padahal dulu kita berdua sangat dekat... Tapi aku tidak bisa mengatakan masalah terbesarku padamu saat itu... Sejak lahir, aku hidup dengan dipenuhi kekerasan dari keluargaku... Tidak ada cinta ataupun kasih sayang, yang ada hanyalah kekerasan..."


"......"


Air mata mulai mengalir di pelupuk mata Rosalie ketika menceritakan masa lalunya yang tidak pernah dia ceritakan kepada siapapun.


Walaupun Aland tidak memperhatikannya, tapi Rosalie tetap menceritakan masa lalunya.


".... Hingga tiba hari dimana aku masuk ke sekolah menengah, aku menyembunyikan seluruh emosiku dengan menjadi gadis yang hebat dan di pandang dengan kagum oleh semua orang, tapi ada satu orang yang sangat terobsesi padaku, dia adalah pria itu..."


"......"


Aland masih tidak bergeming, tapi bisa dilihat Aland menahan emosinya dari tangannya yang mengepal kuat ketika mengingat pria itu.


"Karena dia dari keluarga yang terpandang, dia dengan mudah mengetahui identitasku merupakan anak yang besar dalam kekerasan dari orang tuaku... Aku tidak pernah menyangka dia akan datang ke rumahku dan mengatakan jika dia akan membeliku dengan harga mahal kepada orang tuaku... Dan ironisnya, orang tuaku menyetujuinya dengan senang hati..."


"......."


"....."


"Hanya itu yang bisa aku katakan padamu... Tidak masalah kau memaafkanku atau tidak, tapi yang pasti aku hanya bisa mengatakan kata maaf... Aku ini wanita kotor dan tidak berhak bersamamu yang memiliki hati nurani yang baik..."


Setelah menjelaskan panjang lebar dengan air mata yang terus mengalir, Rosalie mengusap air matanya dan menatap Aland dengan tegas.


"Aku bukan lagi gadis bodoh yang bernama Milya, aku yang sekarang adalah Rosalie, kepala keamanan perusahaan Futuristik Generation, kurasa ini adalah pertemuan terakhir kita sebagai teman- tidak, pasangan saling mencintai di masa lalu... Selanjutnya mari kita pura-pura tidak saling mengenal satu sama lain..."


Setelah mengatakan itu, Rosalie kemudian pergi dengan berat hati meninggalkan Aland yang masih tidak bergeming.


Tapi, setelah kepergian Rosalie, Aland tiba-tiba lemas dan menjatuhkan dirinya ke tanah dan memeluk lututnya dengan erat.


'Kenapa... Kenapa kau beru mengatakannya sekarang...'


Aland merasa sangat bersalah karena ketidakpekaannya di masa lalu.


Dia sangat mengagumi Milya di masa lalu karena sikapnya yang sangat baik dan periang, dia pintar dan ramah dengan orang orang, tapi ternyata gadis semurna sepertinya memiliki kehidupan kelam dan tidak pernah bisa dibayangkan oleh orang orang.


Seandainya Milya jujur kepadanya dulu, maka kesalahpahaman tidak akan pernah terjadi, mungkin mereka berdua bisa mengatasi masalah itu bersama sama.


Tapi Milya malah memendamnya sendiri.


Aland memang mengalami kehidupan kelam karena hampir membunuh seseorang, tapi Milya mengalami kehidupan yang lebih kelam dan keji dibanding dengannya.


Setelah peristiwa itu juga Aland terus-terusan menyalahkan dan membenci Milya yang membuatnya mengalami peristiwa yang mengerikan itu.


Tapi kenyataan tidak seperti yang di bayangkan Aland, Milya sama sekali tidak bersalah, dia juga adalah korban sama seperti dirinya.


'Dan apa-apa perkataanmu terakhir itu... Pura-pura tidak mengenal setelah hal yang terjadi selama ini.... Itu mustahil bodoh!'


Bugh!


"Apa yang harus kulakukan...." kata Aland sembari memukul lantai.


...----------------...


Disisi lain, setelah dia lega karena mengatakan seluruh isi hatinya, Rosalie langsung menuju ke ruangan yang merupakan tempat latihan untuk pasukan keamanan.


Rosalie dipercayakan oleh Zhara untuk menjadi kepala pasukan keamanan bersama Laura dan Iris, tapi dia belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menjadi seorang kepala keamanan.


Ketika Rosalie masuk ke ruangan yang digunakan untuk latihan pasukan keamanan, dia melihat Zhara, Laura dan Iris yang sedang berlatih disana.


Zhara menghentikan kegiatannya melatih Laura dan Iris dan berjalan mendekati Rosalie dan menepuk pundaknya.


"Apa kau sudah memutuskannya dengan baik?" bisik Zhara.


"Itu benar... Terima kasih atas dukungannya." jawab Rosalie.


Zhara sebenarnya tidak sebaik itu untuk membantu masalah seseorang, tapi karena masalah Rosalie yang hampir mirip dengan masalahnya, Zhara mempunyai sedikit empati padanya...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


[Rosalie]



[Laura



[Iris]



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...