1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 27: Bala Bantuan



Di sebuah ruangan, terlihat puluhan pasukan khusus berkeliling dengan senapan serbu di tangannya dan sedang menjaga sebuah kristal berwarna putih yang sangat indah di sebuah kotak kaca anti peluru.



Tak lama kemudian, pintu logam yang menjadi satu-satunya tempat untuk memasuki ruangan itu menunjukkan tanda-tanda akan terbuka.


Tapi mereka tidak terlalu waspada karena hanya satu orang yang memiliki akses untuk membukanya yaitu kapten mereka karena dia memiliki kartu tanda pengenal sebagai kuncinya..


Tapi itu adalah kesalahan besar mereka....


SWOOSH!


SWOOSH!


Dua benda berukuran segenggam tangan yang adalah granat tiba-tiba dilemparkan dari luar pintu logam itu.


Puluhan pasukan khusus tiba-tiba panik, tapi tidak ada ledakan yang terjadi melainkan asap tebal berwarna hijau yang keluar dari granat itu.


"Hati-hati itu gas beracun!!" teriak salah satu orang memperingatkan.


Tapi itu sudah terlambat karena sebagian besar gas beracun itu sudah memenuhi ruangan yang membuat beberapa pasukan khusus langsung kehilangan kesadarannya.


Tidak sampai disitu, tembakan dari senapan serbu AK-103 tiba-tiba menghujani ruangan dan menewaskan beberapa pasukan khusus.


Zhara yang merupakan pelaku penyerangan berjalan menerobos gas beracun dengan masker gasnya dan menembaki beberapa orang yang tidak berdaya karena sudah menghirup gas beracun itu.


Kemudian Zhara berjalan mendekati kotak kaca yang merupakan tempat disimpannya kristal yang diinginkan den membukanya menggunakan tanda pengenal milik sang kapten.


Kotak kaca terbuka dan diambilnya kristal yang diinginkannya itu, ternyata wujudnya jauh lebih indah daripada yang terlihat dari luar kotak, tapi ada yang aneh dengan ekspresi Zhara..


"Ini palsu..." gumam Zhara.


Penyusupannya telah berlangsung hampir selama 30 menit dan mereka pasti tahu tujuan Zhara untuk datang ke tempat ini, jadi mereka pasti sudah mengamankan kristal itu.


PYARR!!


Zhara membanting kristal palsu itu ke lantai hingga hancur berkeping keping karena kesal dan kemudian berjalan mendekati seorang pasukan khusus yang masih selamat dengan cara menahan napasnya di dalam gas beracun itu.


GREB!


"Kau pasti tahu dimana letak kristal yang asli kan? katakan padaku atau kau akan mengalami hal yang mengerikan." kata Zhara dengan dingin.


Dia sangat benci dibodohi oleh siapapun...


Pasukan itu tidak menjawab, tentu karena dia tidak dapat membuka mulutnya karena ada gas beracun.


"Cih! Merepotkan..." kata Zhara kemudian menyeretnya keluar ruangan.


BRAK!


Zhara membanting pasukan itu dengan kasar di tembok ketika mereka sudah di luar ruangan yang penuh dengan gas beracun itu.


"Sekarang katakan dimana kristal yang asli."


Pasukan itu masih tidak menjawab walaupun dia sudah terbebas dari gas beracun yang mencegahnya untuk berbicara, melainkan dia mengambil pistol dari belakang tubuhnya dan menodongkannya kepada Zhara.


"Kau kira trik murahan itu bisa mengalahkanku?"


TAK!


Zhara menangkis todongan pistol pasukan itu hingga pistolnya terlempar ke samping kemudian menjambak rambut orang itu dan membanting wajahnya ke lantai dengan keras.


"Jangan bermain-main denganku. Kuulangi sekali lagi, dimana kristal yang asli!?"


Pasukan itu tidak memiliki pilihan lain selain memberitahu Zhara yang sebenarnya. Tapi sebelum dia bisa berbicara, teriakan sang kapten tiba-tiba terdengar dari ujung lorong yang menyita perhatian Zhara.


"Hei! Kau mencari ini!?" kata Reynald sembari menunjukkan sebuah kristal putih yang adalah kristal yang asli.


"Akhirnya kau menunjukkan dirimu juga ya? Apa kau sudah bosan hanya menonton seluruh pasukanmu terbunuh?" ejek Zhara.


"Cih! Kupastikan kau mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang kau perbuat..." balas Reynald dengan kesal.


"Hukuman? Memangnya apa yang kau harapkan dari militer yang takluk dengan uang?" kata Zhara dengan seringai.


"Apa kau bilang.."


Perkataan Zhara sukses membuat Reynald menjadi emosi, secara tidak langsung Zhara telah menyinggung perihal masalah dua bulan yang lalu, dimana pihak militer tidak dapat menghukum orang-orang kaya yang melanggar hukum.


Bahkan ada rumor yang mengatakan jika petinggi militer disuap untuk tidak mengangkat kasus itu lebih jauh lagi...


"Lupakan tentang itu... bagaimana jika kita melakukan barter, kau memberikan orang itu kepadaku dan aku memberikan kristal ini kepadamu." kata Reynald mengalihkan pembicaraan.


Zhara terkekeh."Kau kira aku bodoh? Bagaimana mungkin kau membandingkan nyawa satu orang dengan kristal yang dilindungi hingga gugur oleh puluhan orang."


"......"


"....."


Reynald tidak dapat berkata-kata lagi setelah rencananya diketahui Zhara, dia ingin mengulur waktu sampai bala bantuan yang dikirimkan Jendral militer.


Tapi sepertinya sekarang dia perlu memikirkan rencana lain...


Disisi lain, Zhara menyeringai penuh kemenangan melihat Reynald yang tidak dapat melakukan apapun, dia kemudian mulai mencekik pasukan yang ada di tangannya itu untuk membuat Reynald semakin bimbang.


"Baiklah aku menyerah! Akan keberikan kristal ini padamu, jadi lepaskan dia.." kata Reynald yang sudah pasrah.


"Lemparkan kristalnya kepadaku." kata Zhara.


Zhara tidak dapat membiarkan Reynald mendekat dengannya jika dia mendekat, entah apa yang akan dilakukan pria berpangkat kapten itu padanya.


Alasan Reynald tidak menembak Zhara dari tadi adalah karena Zhara memiliki sandra di tangannya.


Reynald tahu jika dia menembak mungkin saja Zhara akan membunuh sandra itu atau menggunakannya sebagai perisai untuk menahan peluru.


Kristal dilemparkan kepada Zhara yang menangkapnya dengan sempurna, tapi Zhara kemudian melihat ada sesuatu yang aneh dari ekspresi Reynald.


"Tahan tembakan!!" teriak Reynald dengan keras.


Zhara menoleh ke belakang dan melihat sebuah helikopter tempur lewat jendela kaca di luar gedung museum.



'Cih!'


Zhara melemparkan sandra-nya kebelakang tepatnya kearah dimana helikopter itu akan menembak lalu langsung berguling masuk ke ruangan yang sebelumnya berisi gas beracun.


Drrrtttt....


Tembakan diluncurkan hingga menghancurkan lorong yang sebelumnya ditempati oleh Zhara dan membunuh sandra menyedihkan itu dengan mudah sementara Reynald telah berlindung di tempat yang tidak dijangkau oleh tembakan.


"Apa yang kau lakukan dasar brengsek! Kau membunuh sandranya!!" teriak Reynald dengan kesal melalui walkie tolkie yang terhubung dengan pengemudi helikopter.


[Sandra hanya menghambat kita]


"Apa kau bilang!? Apakah ini etika kemiliter-"


[Tugas kita adalah membunuh musuh apapun yang terjadi, kau telah mengacaukan rencana yang sudah matang.. Kau akan mendapatkan hukuman yang berat jika operasi ini gagal]


"Tapi bukan berarti kau bisa membunuh rekanmu hanya demi keberhasilan rencana!"


[Memangnya apa bedanya dia dengan pasukan yang gugur sebelumnya? Kaulah yang bertanggung jawab atas meninggalnya puluhan pasukan khusus, kau tidak pantas bicara tentang kemanusiaan]


"......"


Reynald tidak dapat membalas perkataan pilot helikopter itu dan hanya menyesali kecerobohannya yang mengakibatkan puluhan pasukannya tewas.


Seandainya dia lebih teliti dalam pekerjaannya dan tidak terpedaya oleh penyamaran Zhara, maka semuanya tidak akan menjadi serumit ini....


Ketika Reynald dan pilot helikopter tengah berdebat, Zhara telah menyiapkan dirinya untuk segera pergi dari tempat yang akan segera kacau itu.


Dia sudah mendapatkan barang tujuannya, jadi tidak ada gunanya untuk terus tinggal di sana...


Lift menuju ke lantai bawah telah dijaga dengan oleh Reynald dan pasukan khusus yang masih tersisa, beberapa helikopter juga terlihat terbang mengelilingi bangunan museum dan memantau setiap sisinya.


Hanya ada satu jalan keluar yang dapat dipilih Zhara yaitu menghadapi Reynald beserta pasukan lainnya secara langsung dan menghindari jangkauan helikopter dengan baik.


Perlu diketahui jika Zhara hanyalah manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan mutant sama sekali, jadi dengan beberapa tembakan saja sudah bisa membuatnya terbunuh...


Zhara mengambil salah satu pistol di salah satu mayat pasukan khusus, itu adalah pistol Desert Eagle.



Desert Eagle memang terkenal karena daya tembaknya. Saking terkenalnya, Desert Eagle sering tampil di film, seri action, dan game. 


Versi terkini dari Desert Eagle, Mark XIX, adalah yang dianggap paling mematikan karena menembakkan peluru 50 Action Express (.50AE), salah satu peluru terbesar dan paling mematikan dalam sejarah senjata genggam. 


Tidak seperti pistol semi-otomatis lain di pasaran, Mark XIX dibuat dengan mekanisme gas dan piston yang mirip dengan AK-47!


Dengan muzzle brake di ujung larasnya, Mark XIX dapat menembakkan timah panas dengan recoil kecil, sehingga penembak tidak kewalahan dengan daya tembaknya yang besar.


^^^Search : Google^^^


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...