
Di lantai 1, Rian dan Laura baru saja memasuki ruang ganti perempuan setelah para perempuan sebelumnya selesai ganti pakaian.
Namun, Rian dan Laura dibuat sangat kebingungan dengan komunikasi mereka dengan rekannya yang berada di ruang pemantau terputus.
Jadi mau tidak mau Rian dan Laura melakukan pekerjaan mereka sendirian.
Setelah selesai mengganti pakaian petugas kebersihan dengan wajah Rian yang terdapat bekas tamparan akibat mengintip dari Laura, mereka berduapun langsung menuju ke lift yang dikatakan Adney sebelumnya.
Ketika mereka memasuki lift, Rian langsung kebingungan untuk menekan tombol lift yang ada.
Terdapat sebuah kode rahasia untuk membuat lift menuju ruang bawah tanah yang hanya diketahui beberapa orang saja, dan seharusnya Adney akan memberitahu mereka, tapi komunikasi mereka sudah terputus terlebih dahulu.
"Bagaimana ini? Apa kau tahu kodenya?" tanya Rian kepada Laura.
"Aku pernah mendengarnya... Kalau tidak salah kodenya adalah 1524." kata Laura sambil menekan tombol lift dengan kode 1524.
Setelah itu lift bergerak kearah bawah yang padahal mereka sudah berada di lantai 1, itu menandakan jika kode yang Laura masukan itu benar.
Tak berselang lama kemudian, liftpun berhenti bergerak, Rian dan Laura keluar dari dalam lift dengan hati-hati dan menemukan jika diri mereka berada di sebuah lorong dengan dinding dan langit-langit baja berwarna putih.
"Jadi ini ruang bawah mereka, ya... Kurasa tidak terlalu berbeda dengan ruang bawah tanah kita..." gumam Rian.
"Diamlah dan ayo kita segera bergerak." kata Laura.
Komunikasi mereka dengan Adney telah terputus, itu berarti mereka berdua harus melakukan pekerjaan mereka sendiri.
Rian dan Laura menyiapkan diri mereka dengan sebuah pistol yang sama dengan milik Zhara dan Rosalie, lalu mereka berjalan menelusuri lorong dengan hati hati.
Laura sudah pernah melihat struktur gedung perusahaan Alastrine Industrions sebelumnya ketika masih berada di ruang pemantau, jadi dia masih mengingat letak-letak ruangan di perusahaan Alastrine Industrions itu.
Setelah menelusuri lorong baja itu beberapa saat, mereka kemudian memasuki sebuah ruangan yang dikiranya menjadi tempat dimana data penelitian mereka berada.
Tapi sangat berbeda dengan apa yang mereka harapkan, bukannya ruangan penelitian yang bersih dan mewah yang mereka lihat melainkan sesuatu yang sangat mengerikan.
"A-Apa ini?? Penelitian manusia?" gumam Rian dengan tidak percaya.
"Aku tidak pernah menyangka jika perusahaan ini sangat tidak manusiawi..." gumam Laura dengan tidak percaya.
Apa yang ada didepan mereka adalah pemandangan puluhan tabung kaca setinggi 5 meter dengan manusia di dalamnya yang terendam oleh cairan berwarna hijau.
Keadaan manusia yang berada di dalam tabung itu juga terlihat sangat menjijikkan yang akan membuat siapa saja yang melihatnya akan muntah dan mengeluarkan isi perutnya.
Dan itulah yang dialami oleh Rian, dia langsung muntah beberapa saat setelah melihat pemandangan mengerikan itu.
"Ugh... Kenapa kau sama sekali tidak terpengaruh, Laura...?" kata Rian dengan lirih setelah muntah.
Rian benar-benar terkejut dengan sikap Laura yang bisa memandangi puluhan manusia menjijikkan itu dengan santai tanpa mual sedikitpun.
Yah... Laura sudah pernah melihat hal yang lebih mengerikan secara langsung ketika Zhara menyiksa Michael dan teman-temannya, jadi pemandangan ini bukanlah apa-apa baginya...
"Kuatkan dirimu, kita harus menyelesaikan tugas kita sebelum seseorang datang." kata Laura.
Namun, sebelum Rian bisa menyiapkan dirinya, beberapa orang sudah tiba di tempat itu yang membuat Laura langsung menyeret Rian dan bersembunyi di balik salah satu tabung.
Ketika bersembunyi di balik tabung menjijikkan itu, Rian kembali ingin muntah karena berada sangat dekat dengan manusia atau bisa dibilang 'makhluk' menjijikkan itu, tapi dia menahannya agar tidak diketahui oleh orang yang datang itu.
"Bagaimana dengan penelitian kita? Apakah ada perkembangan?" kata salah satu pria, dan Laura mengenal pria itu.
'Luke, dia adalah asisten Mr. Amril...' batin Laura dan terus mendengarkan perbincangan mereka.
"Penelitian kami pada modifikasi genetika mendapatkan kemajuan yang pesat, tuan Luke.. Saya yakin dalam waktu beberapa bulan saja kami bisa membuat pasukan Five Fingers lagi!" kata salah satu orang berpakaian jas lab yang menandakan jika dia seorang ilmuwan.
Mendengar perkataan ilmuwan itu, Laura sedikit menyipitkan matanya...
"Pasukan Five Fingers..." gumam Laura kecil yang dapat di dengar oleh Rian.
"Kurasa aku pernah mendengar tentang rumor jika perusahaan Alastrine Industrions memiliki pasukan rahasia yang sangat kuat, kurasa Five Fingers adalah pasukan yang dimaksud.." bisik Rian kepada Laura.
Tampaknya dia telah menghilangkan perasaan mualnya..
"Mengenai data penelitian dari perusahaan Futuristik Generation, kapan Mr. Amril akan mengumumkannya kepada publik?" tanya salah satu ilmuwan.
"Rencananya Mr. Amril akan mengumumkannya bersamaan dengan penelitian modifikasi genetika, jadi bekerja keraslah agar kita bisa cepat mengumumkannya." kata Luke.
""Baik!"" jawab mereka bersamaan.
Setelah itu Luke dan para Ilmuwan keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Rian dan Laura yang telah mendengar semua percakapan mereka.
'Aku mendapatkan banyak informasi menarik, tapi yang lebih penting adalah mendapatkan data penelitian kita terlebih dahulu...' batin Laura.
Mereka berdua kemudian berjalan ke tempat dimana Luke sebelumnya berada, disana terdapat beberapa meja penelitian dan beberapa lemari.
"Aku akan mencarinya di meja, kau carilah di lemari!" kata Laura.
Mereka berduapun langsung mengobrak abrik meja dan lemari yang ada untuk mencari data penelitian mereka, tapi setelah semuanya terbongkar, mereka sama sekali tidak menemukan adanya chip yang berisi data penelitian mereka.
"Data penelitian kita tidak ada disini.... Apa mungkin itu berada di tangan Mr. Amril?" ujar Laura dengan kecewa.
"Itu mungkin saja... Lebih baik kita segera pergi dari si-"
"Hey, Hey! Lihat siapa tamu yang datang..."
"T-Tunggu kita hanya ingin berkenalan dengan kalian!" ujar pria satunya dengan panik.
"Tembak!" perintah Rian.
Dor! Dor! Dor!
Dengan itu beberapa tembakan ditembakan oleh Rian dan Laura.
...----------------...
Disisi lain, Zhara telah menyadari jika telah telah memasuki perangkap musuh dan agak kesal dengan apa yang terjadi.
Zhara melihat sekelilingnya, dia saat ini berada di ruangan berwarna merah dan hanya ada 1 pintu, Zhara mengalihkan pandangannya keatas dan tidak melihat adanya lubang yang sebelumnya menjadi tempat mereka jatuh.
Terlebih lagi, Zhara sama sekali tidak menemukan Evalina disana....
'Jadi kita telah dipisahkan, ya...' batin Zhara.
Tepat setelah dia memikirkan itu, dua orang masuk ke dalam ruangan merah itu melalui satu satunya pintu yang ada.
Itu adalah seorang wanita dengan rambut hitam panjang hingga menutupi seluruh wajahnya, dan seorang pria botak berotot yang bertelanjang dada yang memiliki ukuran tubuh yang tidak normal.
"Halo penyusupan, kita adalah pasukan Five Fingers yang terkenal sangat hebat, aku adalah Ford si ibu jari, sementara wanita di sampingku ini adalah Eve si jari telunjuk, kau telah membuat kesalahan dengan menyusup ke tempat ini, jadi terimalah takdirmu dengan-"
"Persetan dengan identitas kalian, aku sedang sangat sibuk sekarang, bisa kau akhiri omong kosongmu?" kata Zhara memotong perkataan pria berotot itu.
Wajah pria berotot itu tampak memerah karena marah, tubuhnya bergetar karena menahan amarah dengan matanya yang semakin melotot.
"Kau! Kau! Kau! Kauuuuu! Berani-beraninya kau memotong perkataanku!! Akan kubunuh kau!!" kata pria berotot itu dengan penuh amarah dan kegilaan.
"Ibu jari tenanglah, kau harus menahan amarahmu.."
"Diam!!"
Bugh! Duaar!
Wanita disampingnya ingin menenangkan pria berotot itu, tapi malah mendapatkan pukulan keras hingga membuatnya menghantam dinding merah itu hingga hancur.
'Apa-apaan mereka ini....' batin Zhara.
"Bocah, kau telah membuatku marah, jadi terimalah nasibmu untuk mati di tanganku..." kata pria berotot itu dengan sombong.
"...... Kebetulan sekali, aku juga sedang marah... Kuharap kau bisa menghiburku..." kata Zhara dengan dingin.
"Jangan meremehkan bocah!!"
Pria berotot itu menginjak lantai dengan keras dan kemudian melesat bagaikan busur yang dilepaskan dari panah kearah Zhara dengan sangat cepat dan Zhara tertegun.
'Cepat sekali!'
Booom!
...----------------...
'Ugh....'
Rosalie tersadar dari pingsannya dengan kepala yang terasa sangat sakit mengalami benturan cukup keras di kepalanya hingga membuatnya pingsan.
Rosalie terbangun dan tidak menemukan Zhara di sisinya. Sama seperti Zhara, dia juga berpikir telah memasuki perangkap mereka dan dipisahkan.
'Lupakan tentang hal itu, aku harus cepat mencari rekanku...' batin Rosalie.
Tapi sebelum Rosalie keluar dari ruangan itu, Rosalie tiba-tiba melihat ada seorang wanita berpakaian serba hitam dengan rambutnya yang seputih salju berdiri diam di ruangan itu yang membuat Rosalie langsung menjadi waspada.
Punggung Rosalie mendadak keringat dingin ketika bertatapan dengan mata wanita itu yang terlihat berwarna putih seperti mata orang buta, dia bisa mengetahui jika wanita itu sangat berbahaya.
'Sejak kapan dia ada disana? Aku sama sekali tidak bisa merasakan hawa keberadaannya...' batin Rosalie lalu melirik pistolnya yang tergeletak di lantai.
Rosalie berjalan dengan sangat pelan kearah pistolnya berada, jika wanita itu memang buta maka wajar dia belum menyerang Rosalie sejak awal karena tidak bisa melihatnya.
Crack!
Rosalie tanpa sengaja menginjak sesuatu yang menyebabkan munculnya suara yang cukup keras di ruangan hening itu, wanita itu mengalihkan perhatian ke sumber suara, dan-
Dor!
Tembakan dari pistol wanita itu melesat ke arah Rosalie dan mendarat tepat di samping kakinya.
Rosalie terkejut karena ternyata wanita itu membawa sebuah pistol yang tidak dilihat olehnya sebelumnya, bukan hanya itu yang membuatnya terkejut, tapi ternyata seluruh lantai di ruangan itu telah di taburi keripik kentang renyah.
Rosalie mendapatkan kesimpulan, dia ditempatkan di ruangan ini dengan seorang wanita buta dengan pistol di tangannya, karena wanita itu buta maka seluruh lantai ditaburi sesuatu yang akan bersuara ketika diinjak.
Walaupun wanita itu buta, tapi indra pendengarannya sangat baik sehingga mampu mengetahui sumber suara dengan akurat walaupun tadi meleset.
'Ini akan sulit....' batin Rosalie.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...