1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 44: Tak Terduga



Seperti yang telah Zhara dan Evalina sepakati, mereka berdua melakukan kegiatan panas yang sudah lama tidak mereka lakukan di rumah Evalina, atau lebih tepatnya disebut mansion.


Seperti yang dikatakan Evalina, tidak ada siapapun disana kecuali beberapa pelayan yang langsung di liburkan oleh Evalina ketika dia datang, itu dilakukan agar tidak ada yang mengganggu kegiatannya dengan Zhara.


Setelah memasuki kamar Evalina yang dipenuhi aksesoris dan poster tentang mobil, Zhara langsung melancarkan aksinya dengan mendorong Evalina ke ranjang dan mencumbunya dengan ganas.


Evalina tidak dapat berbuat apapun selain berdiam diri dan membiarkan Zhara melakukan apapun pada tubuhnya.


Kedua pasangan itu melakukan kegiatan panas itu selama tiga jam dan berakhir dengan Evalina yang kelelahan dan tertidur.


Melihat Evalina yang telah sukses dibuatnya tidur, Zhara tersenyum penuh kemenangan lalu keluar dari kamar Evalina.


"Sekarang mari kita lihat dimana kakek tua itu menyimpan benda itu..." gumam Zhara.


Setelah itu Zhara berjalan dengan santai menuju salah satu kamar yang dikiranya milik kakek Evalina untuk mendapatkan barang yang dia cari.


Di kamar itu terdapat sangat banyak barang antik dari berbagai dunia yang tentunya berharga sangatlah mahal, selain itu ada sangat banyak koleksi anggur dan beberapa koleksi medali dalam memenangkan perjudian.


Dari sana bisa dibilang kakek Evalina sangat menyukai barang antik dan sangat ahli dalam perjudian.


"Kuharap kita bisa bermain judi lagi..." gumam Zhara seolah-olah mengenal kakek Evalina.


Tapi bukan saatnya untuk itu, Zhara mulai mencari benda yang dia cari di lemari besar yang merupakan tempat kakek Evalina menyimpan pakaian.


Biasanya seseorang akan menyimpan benda berharganya di sela-sela lipatan pakaian, tapi tidak ada apapun disana ketika Zhara telah mencarinya selama setengah jam.


Karena tidak mendapatkan benda yang dia cari dari dalam lemari pakaian, Zhara kembali memeriksa di berbagai tempat seperti tempat tidur, lemari koleksi, di dalam meja kerja, dan lain sebagainya.


Tapi Zhara masih belum menemukan benda yang dia cari...


"Cih! Apakah dia menyembunyikannya di perusahaannya? Itu akan merepotkan...." gumam Zhara.


Setelah berpikir seperti itu, Zhara tiba-tiba melihat salah satu lukisan di dinding dan terbesit pikiran jika kakek Evalina menyimpan benda itu disana.


Dan benar saja, dibalik lukisan itu ada lubang yang di dalamnya terdapat kotak kaca yang berisi benda yang dicari Zhara.


"Akhirnya aku mendapatkannya...." gumam Zhara.


Zhara membuka kotak kaca itu dan mengambil benda yang dicari Zhara yang ternyata adalah sebuah chip seukuran ibu jari.


"Dengan ini maka semuanya akan berjalan dengan lancar..." gumam Zhara lalu membawa chip itu.


Chip yang ada di tangan Zhara merupakan chip yang berisi segudang data penelitian yang sangat luar biasa, salah satunya adalah data sistem yang dapat menangkal berbagai virus komputer termasuk VG-19, tapi bukan hanya itu yang sangat berguna bagi Zhara.


Hal yang paling mengagumkan adalah adanya informasi tentang penelitian modifikasi genetika yang pastinya akan menggemparkan dunia.


Dengan modifikasi genetika, manusia dapat mengubah susunan genetika mereka menjadi genetika yang berbeda.


Orang yang fisiknya lemah dapat menjadi sangat kuat dengan instan dan orang bodoh bisa langsung menjadi pintar, semua itu dapat terwujud oleh modifikasi genetika.


Kehebatan modifikasi genetika bisa dibilang hampir menyamai kehebatan Nanoteknologi...


Melalui pengetahuan Zhara akan masa depan, penelitian tentang modifikasi genetika baru di umumkan beberapa bulan dari hari itu, tapi perkembangannya terhambat oleh Apocalypse yang tiba-tiba terjadi.


Sekarang Zhara mendapatkan informasi tentang modifikasi genetika itu terlebih dahulu dan pastinya akan menghebohkan perusahaan kakek Evalina yang merupakan dalang dibaliknya penelitian genetika.


Zhara hanya tinggal mengumumkan penemuannya tentang modifikasi genetika itu kepada publik dan setelah itu tidak ada yang bisa dilakukan kakek Evalina...


Sebelum dia meninggalkan kamar itu, Zhara merapikannya terlebih dahulu agar tidak meninggalkan jejak sama sekali.


Setelah Zhara merapikan semuanya, teleponnya tiba-tiba berdering tanda seseorang ada yang menelponnya.


Zhara melihat teleponnya untuk melihat siapa yang menelponnya, ternyata itu adalah Aurel.


'Bukannya masalah sebelumnya sudah selesai, kenapa dia menelponku lagi...' gumam Zhara keheranan.


[Zhara, ada masalah! Cepatlah kembali!]


"Aku akan segera kesana." kata Zhara.


Jadi Zhara menanggapinya dengan cepat dan langsung pergi dari mansion Evalina, meninggalkan Evalina yang masih tertidur di kamarnya.


Zhara mengendarai mobil Evalina menuju perusahaannya yang terletak cukup jauh dari mansion Evalina hingga membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai di sana.


Ketika Zhara memasuki perusahaan, dia dibuat keheranan dengan para karyawan yang masih terlihat baik-baik saja tanpa ada masalah sedikitpun padahal Aurel baru saja mengatakan ada masalah besar.


'Apa dia hanya main-main?... Itu tidak mungkin, Aurel tidak akan bermain-main dengan hal penting seperti ini....' batin Zhara.


Zhara kemudian langsung menuju lantai 51 yang merupakan lantai dimana ruang kerja Aurel berada, dan ketika sampai disana, Zhara sekali dibuat kebingungan karena semua orang yang dikenal Zhara sudah berkumpul di sana seperti Aurel, Mila, Rosalie, Laura, Iris, Aland, Rian, Adney, Lily, dan Viola.


"Akhirnya kau datang juga..." kata Aurel dengan lega melihat kedatangan Zhara.


"Memangnya apa yang terjadi? Kenapa semua orang berkumpul di sini?" tanya Zhara dengan keheranan.


"..... Kau bisa melihatnya sendiri..." kata Aurel menunjukan komputernya kepada Zhara yang membuatnya menjadi sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya di dalam komputer Aurel.


"I-Ini... Data penelitian kita hilang!? Bagaimana mungkin!" kata Zhara dengan tidak percaya.


Zhara sangat yakin jika dia sudah menghancurkan virus VG-19 sebelum virus itu menghapus data penelitiannya dan itu membutuhkan beberapa jam atau hari untuk memuat data itu kembali.


Namun, sekarang komputer Aurel sudah selesai memuat data tapi sama sekali tidak ada apapun disana yang menandakan data penelitian telah hilang.


"Aku juga tidak percaya dengan ini.... Zhara, apa kau sudah benar-benar menghancurkan virus itu?" kata Aurel.


Sebelumnya dia juga merasa sangat terkejut ketika mengetahui data yang berisi sangat banyak penelitian dari perusahaannya hilang.


"Aku bersumpah sudah menghancurkannya dengan sempurna." kata Zhara.


"Kalau begitu, apakah ada kemungkinan jika data itu dicuri?" kata Adney yang memberikan kesimpulan.


"Itu tidak mungkin karena tidak ada orang luar yang bisa masuk ke dalam perusahaan tanpa izin." kata Aurel.


"Apa mungkin pencuri itu menyamar menjadi karyawan?" kata Lily, jujur saja dia sedikit sedih karena penelitian yang selama ini dia kerjakan dicuri begitu saja.


"Kurasa itu juga tidak mungkin karena hanya Zhara dan aku yang mengetahui cara mengambil file itu melalui sidik jari atau kartu identitas." kata Aurel.


Tempat dimana data penelitian dapat dicuri hanya ada dua tempat yaitu lantai 51 yang merupakan tempat kerja Aurel dan Zhara atau lebih tepatnya di komputer Aurel, dan yang kedua adalah ruang bawah yang merupakan tempat dimana Aland dan yang lainnya mengerjakan Project mereka.


Lantai 51 sudah jelas sulit untuk ditembus karena adanya penjagaan ketat dari pasukan keamanan yang sangat terlatih, jadi hanya ruang bawah tanah-lah satu-satunya tempat dimana pencurian terjadi.


Tapi seperti yang dikatakan Aurel, hanya dengan sidik jari atau kartu identitas Zhara dan Aurel yang dapat digunakan untuk mengambil data penelitian itu....


Ketika Zhara memikirkan hal itu, tiba-tiba dia mengingat sesuatu dan meraba kantong bajunya untuk mengambil kartu identitasnya, tapi tidak ada apapun disana.


Menyadari itu, Zhara sepertinya sudah tahu siapa orang yang mencuri data penelitian perusahaannya....


'Gadis itu....' batin Zhara dengan kesal.


...----------------...


Disisi lain, di sebuah perusahaan besar dan mewah yang sebanding dengan perusahaan Futuristik Generation, seorang pria tua sedang duduk di ruang kerjanya dan menyesap cerutunya dengan santai seolah-olah tengah menikmati masa tuanya.


Tak lama kemudian seorang gadis muda memasuki ruangan itu dan menghadap kepada pria tua itu.


"Apa kau sudah mendapatkannya?" ujar pria tua itu.


"Sudah kakek." kata gadis itu kemudian memberikan sebuah chip seukuran ibu jari kepada pria tua yang dipanggilnya kakek itu.


Wajah kakek itu seketika menjadi cerah ketika melihat chip yang sangat di dambakannya itu, dia kemudian menggerakkan tangannya untuk mengelus rambut gadis itu dengan lembut.


"Bagus sekali Evalina, kau adalah cucu kakek yang terbaik..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...